Sunday, January 20, 2019

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 10 - part 1

3 comments

Khun Chai Puttipat (2013) Episode 10 - Part 1
Network : Channel 3

Suami- istri harus tinggal bersama, jadi jika Keaw tidak mau ikut tinggal bersama dengannya di Istana Jutatthep, maka Chai Pat pun memutuskan untuk ikut tiggal bersama dengan Keaw disini. Dan mengetahui hal itu, Keaw merasa terkejut serta kebingungan.



Chai Pat menemui Kiti dan menunjukan surat pernikahannya dengan Keaw, dia meminta maaf kepada Kiti atas sikap kekanak- kanakannya dengan Keaw. Dan mendengar itu, Keaw bertanya dengan terkejut maksud Chai Pat mengatakan itu.


“Keaw beritahu pada Ayahmu. Bahkan jika tidak mengikuti adat istiadat, tapi kita bukan lagi anak kecil. Aku seorang dokter dan kamu sudah berada umur yang layak untuk menikah, dan kita saling mencintai. Itu mengapa kita menanda tanganin surat pernikahan itu secara rahasia,” jelas Chai Pat kepada Keaw.



Kiti sangat kebingungan, karena setahunya Keaw pernah menjelaskan kepada nya bahwa pernikahan ini hanyalah cara untuk melindunginnya dari General Pinit. Dan Chai Pat membenarkan itu, tapi sebenarnya dia mencintai Keaw dan Keaw mencintai nya juga.

“Ayah kamu bisa melihat, kan? Betapa kami saling mencintai? Jadi aku ingin mengadakan pernikahan,” jelas Chai Pat sambil tersenyum serius.


“Tapi Ayah, aku pernah memberitahu mu bahwa aku tidak mungkin bisa menikah dengannya,” jelas Keaw kepada Ayahnya yang kebingungan.

“Kamu mungkin tidak bisa menikahi ku. Arti kata ‘mungkin’. Itu berarti kamu mungkin saja bisa menikah dengan ku,” balas Chai Pat.



Chai Pat menjelaskan kepada Kiti bahwa Keaw percaya kalau mereka tidak bisa bersatu, karena status sosial yang berbeda, tapi dia tidak percaya itu. Maka dari itulah dia datang ke sini untuk membuktikan nya. Dan dia akan tinggal di sini juga.

“Mohon arahannya,” kata Chai Pat dengan sopan. Lalu dia tersenyum kepada Keaw.



Kiti mengajari Chai Pat cara berkebun yang baik. Dan melihat itu, Keaw tersenyum sangat lebar.


Saat makan siang, Chai Pat agak kesulitan menghabiskan makanannya, karena makanan yang dimasak oleh Keaw agak pedas. Dan Keaw pun meminta maaf, karena telah terlalu banyak menambahkan cabe tadi. Tapi Chai Pat sama sekali tidak masalah.

“Tidak apa. Lihat! Ini sudah hampir habis,” kata Chai Pat.



“Apa kamu ingin mencoba sup ini? Ini terasa manis. Cobalah!” kata Kiti. Dan tanpa ragu, Chai Pat mengambil serta memakan sup itu.

“Ini benar2 manis!!” kata Chai Pat, menyukai sup itu.



Setelah Kiti selesai makan, Chai Pat dengan perhatian mengambilkan obat untuk Kiti. Namun saat dia melihat betapa banyak nya obat Kiti yang masih tersisa, dia pun bertanya. Dan Kiti menjawab bahwa terkadang dia suka lupa meminumnya.

“Tidak bisa, Ayah. Kamu harus meminumnya tepat waktu,” kata Chai Pat, mengingatkan.

“Iya. Aku tidak akan melupakannya lagi,” balas Kiti, lalu dia meminum obatnya.



Setelah Kiti meminum obatnya. Chai Pat melanjutkan menghabiskan makanannya. Dan melihat itu, Keaw tersenyum senang.


Dengan hanya memakai sarung sebatas pinggang, Chai Pat pergi ke sungai untuk mandi. Lalu Keaw datang dan menanyakan mengapa Chai Pat tidak mandi dikamar mandi saja, dan Chai Pat membalas bahwa dia tidak mau menghabiskan waktu Keaw untuk mengambil kan air untuknya mandi, lagian mandi disungai lebih menyenangkan.



“Aku membawa kan kamu sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan sarung untuk mu. Apa kamu tahu bagaimana caranya memakai sarung? Jika itu sampai lepas, maka kamu akan dalam masalah,” kata Keaw, sedikit bercanda.

“Aku tahu. Aku pernah menyembuhkan seorang pasien di gunung dengan seorang Ratu,” balas Chai Pat, mengingatkan tentang saat mereka ada di gunung Hua- Kalok. Lalu dia menanyakan, apa Keaw berpikir dia tidak mampu, seperti Khun Chai yang ada dalam buku cerita anak.

“Aku tidak bermaksud begitu,” balas Keaw.



Chai Pat menjelaskan bahwa pekerjaan Dokter bukanlah karir yang nyaman. Orang yang bekerja melayani, bisa tinggal disemua tempat, dimana pasien, disanalah Dokter. Dan  Keaw memuji betapa baiknya Chai Pat.





“Orang baik yang telah ditolak oleh kamu,” kata Chai Pat, sedikit bercanda. Lalu sambil tersenyum, dia mengatakan bahwa dia bahagia bisa bersama dengan Keaw di sini.

Dan karena merasa malu saat mendengar itu, maka Keaw pun pergi. Kemudian setelah Keaw pergi, maka Chai Pat pun masuk ke dalam sungai untuk mandi, dan dia tampak sangat bersenang- senang mandi disana.

3 comments:

  1. Kak lanjut 4 part lagi yg semangat☺️☺️ suka banget laa kalo kak update sinopsisnya banyak sekaligus 👍👍💕

    ReplyDelete
  2. Mantap 5part skaligus, semangattt lgi kak tinggl 4part lgi, jgn lp ya klo lakorn ini slsai lnjut juthattep yg lain (chai yai, chai ruj, chai lek & chai pee) ok kak...😊😊

    ReplyDelete
  3. Kak lanjut y tinggal 4part lagi semanga...t d tunggu.

    ReplyDelete