Sunday, January 20, 2019

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 18 – 2

6 comments

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 18 – 2
Images : Channel 3
Katha stress dan duduk merenung di taman. Pa menghampirinya dan memberikan minuman dingin pada Katha. Dia berusaha menghibur Katha agar semangat lagi.
“Kau sudah melihat sendiri kan, betapa egois-nya temanmu itu.”
“Tapi aku tidak menyangka kalau dia akan sampai seperti itu. Tidak peduli lagi mana yang benar atau salah selama dia bisa mendapatkan yang di inginkannya. Aku teman yang buruk kan? Hingga tidak tahu kalau Chaya mencintai Peat dan Peat juga mencintai Chaya. Aku tidak tahu sama sekali.”
“Kau teman yang baik. Hingga kau melihat segalanya putih dan bersih. Sampai kau melihat wana mereka sendiri yang sebenarnya.”
Katha sedikit terhibur mendengar perkataan Pa. Pa bertanya langkah Katha selanjutnya, dan Katha hanya bisa berharap kepada Peat seorang saja. Semoga Peat bisa menyelesaikan semuanya dengan baik setelah semua yang di lakukannya. Karena jika tidak berakhir dengan baik, semua orang akan hancur.
“Lalu… jika semuanya hancur, apa yang akan kau lakukan?”
“Tidak bisa! Aku tidak akan membiarkan temanku hancur.”
“Kau lihat? Kau benar-benar teman yang baik. Kau sangat menyanyangi temanmu. Daripada menyalahkan dirimu sendiri, lebih baik mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini.”
Katha terhibur mendengarnya.
--

Peat sudah di hotel. Dan dia benar-benar khawatir karena Kiew tidak juga kembali, padahal sudah jam setengah 9 lewat.
Kiew pergi ke kedai dan minum-minum soju hingga mabuk.
Peat terus menunggu dan sudah jam 9. Dan karena terlalu cemas, Peat memutuskan pergi mencari Kiew. Dia pergi ke jalan terakhir dia meninggalkan Kiew, tetapi tidak ada. Peat berjalan dengan cepat menyusuri jalan mencari keberadaan Kiew.
Kiew sudah mabuk. Dan dia mulai menari-nari. Para pengunjung juga mulai bertepuk tangan melihat tariannya.

Untung, Peat melihatnya yang sedang menari-nari di dalam kedai. Peat segera masuk dan menarik Kiew untuk keluar kedai. Tapi, Kiew tidak mau dan terus minum. Dia ingin minum hingga bisa lupa kalau Peat marah padanya. Peat melarang, tapi Kiew juga menolak pergi.

Peat jadi kesal dan bilang akan meninggalkan Kiew. Kiew takut dan akhirnya bersedia pergi asal Peat tidak meninggalkannya.


Peat membawa Kiew yang berjalan sempoyongan. Saat jalan, Kiew tiba-tiba ingin pergi lagi untuk makan ramyun. Peat melarang dan Kiew memohon agar Peat menemaninya makan. Peat tidak mau dan menyuruh Kiew untuk makan sendirian. Dia berbalik. Dan Kiew dengan kesal bilang dia akan makan sendiri. Tapi, baru bilang seperti itu, dia malah jatuh pingsan.
Peat akhirnya menggendong Kiew pulang ke hotel.
--

Mereka sudah tiba di hotel. Peat menyadarkan Kiew dan menyuruhnya untuk mandi, tapi Kiew menolak. Dan Kiew yang mabuk, bersikap agresif. Dia mendorong Peat ke atas tempat tidur dan bahkan membuka jaket Peat. Peat ketakutan dan Kiew terus bersikap agresif.
“Kau tidak percaya padaku? Hmm.. kau pasti tidak percaya. Apapun yang ku katakan kau selalu menuduhku berbohong. Memperdayaimu. Tidak kah kau sadar, betapa pentingnya kau bagiku. Ketika kau mengalami kecelakaan dan hampir mati, aku juga ingin mati mengikutimu. Ketika kau pergi dari rumah, aku bilang pada diriku sendiri kalau aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan hidupku. Tidak peduli seberapa marahnya atau seberapa bencinya kau padaku, aku juga bersedia. Ketika kau sedih, aku lebih sedih daripadamu. Ketika kau menangis, aku juga ingin menangis lebih darimu. Ketika kau bilang kau mencintaiku, aku menjadi orang yang lebih mencintaimu.”
“Bagaimana kau bisa yakin? Kalau kau lebih mencintaiku?”
“Aku yakin. Mulutmu bilang kau mencintaiku, ingin menikah denganku, tapi kau meninggalkanku untuk mencari Khun Chaya,” tangis Kiew. “Orang yang lebih mencintai, akankah mereka melakukan hal itu? Apa salahku? Kau menggunakan cintaku untuk balas dendam, pada hal yang tidak ku lakukan. Ya, benar juga, ibuku buat salah. Tapi, ketika ibuku tahu dia salah, dia meninggalkan ayah. Lalu bagaimana denganku? Aku harus tinggal dengan ibu, hanya kami berdua. Tanpa ayah. Betapa sulitnya itu, kau tahu? Ibuku melakukannya sampai seperti itu, dan kau masih belum puas? Kenapa? Kenapa kau tidak membiarkan hidupmu bahagia? Lupakan masa lalu. Kau tenggelam dalam balas dendam. Biar ku tanya padamu, apa kau bahagia?”
Peat tidak bisa menjawab. “Itu urusanku,” jawabnya setelah terdiam lama.
“Ini… ketika kau tidak bisa memikirkan apapun, ini satu-satunya kata yang kau tahu untuk di katakan. Tapi, kali ini, jangan harap itu akan berhasil. Karena aku akan menghancurkan semua rencanamu! Aku tidak akan membiarkanmu tenggelam dalam balas dendammu hingga kau tidak memiliki kebahagiaanmu. Dan aku tidak akan memberikanmu pada Khun Chaya. Aku tidak akan memberikanmu pada siapapun! Karena kau adalah milikku! Hanya milikku!”

Kiew menatap Peat dengan tajam, “Aku mencintaimu! Aku mencintaimu!”
Mata Peat berkaca-kaca mendengarnya. Dan dia balas menatap Kiew. Dia memeluk Kiew. Kiew tersenyum.


Tapi, tiba-tiba saja Kiew merasa mual dan langsung berlari ke kamar mandi. Peat merasa khawatir dan langsung membantu. Dia bahkan membersihkan mulut Kiew dari bekas muntahan. Setelah itu, Kiew malah tidur di dalam bathup. Peat tersenyum melihatnya dan menggendongnya ke atas tempat tidur.
Peat bahkan membersihkan tubuh Kiew dengan handuk basah. Dia membelai rambut Kiew.

“Kau sudah salah paham. Orang yang lebih mencintai… adalah aku,” ujarnya pada Kiew yang tertidur. Dan Peat mencium pipi Kiew.


BERSAMBUNG
  

6 comments:

  1. Smangat😍😍😍 lnjut trusssss

    ReplyDelete
  2. Trimakasihhh..di tunggu selanjut nyaa...

    ReplyDelete
  3. Makasi kak udah buatin sinopsisnya. Cepet dilanjutin ya kak.

    ReplyDelete
  4. Lanjuuutt ka sinopsisnya..makin greget aja...semangaatt

    ReplyDelete
  5. 😭...nangis bawang aku...
    Terimakasih sdah buat sinopsis film ini, amat sangat dtunggu klnjutanya 👍

    ReplyDelete
  6. Lanjutannya dtggu2 min.. Smgttttt yy

    ReplyDelete