Sunday, January 6, 2019

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 6 - part 3

0 comments

Khun Chai Puttipat (2013) Episode 6 - Part 3
Network : Channel 3

Katesara merasa bersimpati dengan Keaw yang harus menjahit dress sendiri. Sebenarnya Keaw bisa saja meminta dress kepada pihak sponsor, tapi bila Keaw melakukan itu, maka mereka pasti akan mengirimkan Keaw kepada General Pinit.

Tepat disaat mereka sedang mengobrol kan tentang itu, tiba- tiba terdengar suara klakson mobil, dan Katesara pun merasa heran. Karena jika orang yang datang itu adalah orang yang mereka kenal, maka orang itu akan masuk sendiri melalui gerbang kecil. Jadi yang datang itu pasti adalah orang asing.

“Jika kamu punya tamu, aku akan naik ke atas duluan,” kata Keaw. Dan Katesara setuju.

Yam datang memanggil Katesara dan Keaw, dia memberitahukan bahwa yang datang adalah manajer dari Yokfaf depatermen store, milik kakek Chai Pat dan Chai Lek (Rachanon). Mereka datang untuk menemui Keaw.


Melihat kedatangan mereka semua, Keaw merasa heran, karena mereka membawa banyak sekali kotak belanjaan. Dan mereka memberitahukan padanya bahwa itu adalah hadiah yang Ketua Song (Kakek) kirimkan untuk nya.


Diluar gedung acara. Ingorn serta Krit berdiri memperhatikan dari jauh, karena mereka tidak mungkin bisa masuk ke dalam sana. Dan Ingorn mengomel, karena dia sudah mencari Keaw kemana- mana, tapi tidak ada yang tahu, dan sekarang mereka tidak bisa masuk ke dalam pesta itu, karena Baibua menghalangin mereka.

“Aku yang menanam Keaw. Aku tidak akan membiarkan Baibua yang memetiknya. Aku tidak akan membiarkan ini,” kata Ingorn.


“Benar. Jadi mari jalankan rencana ku,” kata Krit.

“Tapi itu terlalu beresiko Krit.”

“Jika kita tidak mengambil resiko, maka kita tidak akan mendapatkan apapun. Aku sudah memberitahu Nun, mari kita lihat saja, apa setelah hidup baik, dia melupakan kita,” jelas Krit.


Dirumah. Marathee memuji dirinya sendiri yang sangat cantik, kemudian dia mengatakan bahwa dia bersyukur tidak mengikuti saran dari Rampa. Tepat disaat itu, tiba- tiba terdengar suara klakson mobil, dan Marathee mengira bahwa itu pasti Chai Pat yang datang menjemputnya.

Namun ternyata dia salah. Yang datang menjemput nya bukanlah Chai Pat, melainkan Chai Pee.


“P’Chai Pat sedang ada operasi darurat. Dia tidak tahu kapan dia akan selesai. Jadi Nenek menyuruhku untuk menjemput mu,” jelas Chai Pee.

“Operasi? Ini adalah hari pesta, tapi dia masih memiliki operasi?” balas Marathee dengan kesal.

“Oi. Bisakah kita menghentikan seseorang dari sakit?” balas Chai Pee tertawa, lalu dia mempersilahkan Marathee untuk masuk ke dalam mobil.

Setelah operasi selesai. Chai Pat memberitahu Yodsawin bahwa hari ini dia akan pergi ke pesta dansa di tempat Than Chai Kerk, jadi dia meminta agar Yodsawin memberitahu kan kepada keluarga pasien mengenai hasil operasi mereka.

Tapi Yodsawin langsung menyela, dia meminta maaf dan mengatakan bahwa dia sedang terburu- buru, jadi dia menyarankan agar Chai Pat menyuruh perawat saja. Setelah itu Yodsawin pun pergi.


Piangporn datang menghampiri Chai Pat dan memberitahukan bahwa Nenek Chai Pat ada menelpon tadi, ia memberitahu bahwa Marathee sudah berangkat ke pesta duluan. Dan Chai Pat pun mengerti.


Chai Pat mengunjungin rumah Katesara untuk menjemput Keaw. Dan dengan heran, Katesara mengatakan bahwa Keaw tidak ada memberitahu nya kalau Chai Pat akan datang menjemput.

“Aku tidak ada memberitahu nya. Karena aku pikir, aku tidak sempat untuk menjempurnya. Tapi tidak apa. Jika Keaw masih bersiap, aku bisa menunggu,” kata Chai Pat.


“Keaw sudah siap sejak lama,” jelas Chinnakorn.

“Dan dia sudah pergi ke pesta,” tambah Katesara.

“Sudah pergi? Dengan siapa?” tanya Chai Pat dengan terkejut.

Dipesta. Marathee menyuruh Chai Pee untuk tidak terlalu dekat- dekat dengannya, jika tidak maka orang akan salah paham. Dan Chai Pee tertawa pelan, dia menjelaskan bahwa setiap orang yang datang ke pesta ini selalu berpasangan, jadi jika Marathee ingin sendirian, maka dia baik- baik saja.


Mengetahui hal itu, Marathee langsung menahan Chai Pee. Dan saat dia melihat Chai Lek sedang mengobrol dengan para ratu kecantikan, dia langsung menghampiri Chai Lek, dan mengusir setiap ratu kecantikan yang sedang mengobrol bersama dengan Chai Lek.


“Oh! Marathee!! Mengapa? Tidak bisakah kamu berbicara pada wanita lain?” tanya Chai Lek, mengeluh karena Marathee mengganggu nya.

“Kamu ingin di gosip kan? Mengapa sih mereka membiarkan wanita seperti itu masuk ke pesta ini? Seriuslah!!” balas Marathee dengan sinis.

Chai Lek dan Chai Pee menertawai Marathee yang tidak mengetahui apapun. Para ratu kecantikan itu ada di pesta ini adalah karena ini merupakan pesta pemberian hadiah untuk pemenang kontes kecantikan, dan itu ada tertulis di koran.

“Aku hanya membaca berita politik,” kata Marathee beralasan. “Tunggu! Membuat penawaran untuk menari dengan Miss? Jadi, Krongkeaw akan datang ke pesta ini?” tanya Marathee. Dan mereka berdua membenarkan.


Saat melihat Chai Pat datang sendiri, Marathee pun bertanya. Lalu dengan sedikit sinis, Chai Pat membalas dengan siapa harus nya di datang, lalu dia mengabaikan Marathee dan masuk ke dalam gedung acara.

Melihat Chai Pat yang begitu terburu- buru, maka Chai Pee dan Chai Lek pun mengikutinya masuk ke dalam gedung acara.

Didalam. Chai Pee menanyakan kenapa Chai Pat tampak bermood buruk, dan Chai Pat membalas dengan cepat bahwa dia baik- baik saja. Marathee lalu memegang tangan Chai Pat dan bertanya apa Chai Pat tahu acara ini merupakan acara pemberian hadiah untuk Miss kontes kecantikan Thailand.

“Siapa yang tidak tahu?” balas Chai Pat. Dan Marathee pun langsung terdiam.


Chai Pat lalu menanyakan kepada Chai Pee dan Chai Lek, kapan acara akan dimulai. Dan dengan sinis, Marathee mengatakan bagaimana bisa acara dimulai, ketika Keaw belum datang.
“Krongkeaw belum datang? Mana mungkin. Barusan aku…”

“Barusan apa?” tanya Marathee, karena perkataan Chai Pat terputus.

Menyadari apa yang terjadi, Chai Pee menarik Chai Pat untuk ikut bersama dengannya. Lalu Marathee ingin ikut juga, tapi Chai Lek langsung menahan Marathee, dia menyuruh Marathee untuk berbedak dulu, karena hidung Marathee tampak berminyak.

General Pinit datang bersama dengan Madame Sara dan diikuti oleh para selir nya. Mereka berjalan bersama memasuki tempat pesta.


Selagi Madame Sara sibuk mengobrol bersama dengan Than Chai Kerk. General Pinit menanyai Baibua, apa ia yakin kalau Keaw akan datang ke sini. Dan dengan yakin, Baibua menjelaskan bahwa itu pasti, karena Keaw harus mengambil uang hadiahnya sendiri.

“Keaw yang bilang dia akan datang atau kamu mengira Keaw akan datang? Baibua! Aku tidak ingin mendengarkan alasan mu lagi. Jika Keaw tidak datang hari ini, maka kamu mati,” ancam General Pinit.


Chai Pat berkeliling tempat pesta mencari Keaw. Melihat itu, Chai Pee pun bertanya, dan Chai Pat langsung membalas bahwa ini adalah urusannya.

“Wow! Sejak aku lahir, ini pertama kalinya kamu menjadi seperti ini,” komentar Chai Pee.

“Hey. Chai Pee. Jarak dari Jutathep ke sini berapa lama? 15 menit saja, kan? Bagaimana tentang tempat yang lebih terdekat daripada Jutathep? Sekarang sudah hampir setengah jam. Bagaimana bia mereka belum sampai ke sini?” kata Chai Pat dengan gelisah.

Mendengar itu, Chai Pee bisa menebak bahwa apa yang sedang Chai Pat bicarakan pasti adalah tentang Keaw.


Tepat disaat itu, seorang pelayan datang, dan dia memberitahu kan kepada mereka semua bahwa Keaw telah datang. Lalu mendengar itu, General Pinit langsung berdiri.

Hampir semua orang keluar untuk melihat kedatangan Keaw, termaksud Chai Pat. Dan Marathee mengeluh, dia mengajak Chai Pat untuk masuk kembali ke dalam gedung acara. Tapi Chai Pat mengabaikan ocehan Marathee itu.

General Pinit yang juga ikut keluar dari dalam gedung untuk melihat kedatangan, ketika dia melihat Keaw datang bersama dengan seorang pria, dia pun bertanya kepada Baibua. Tapi Baibua juga tidak tahu siapa itu.


Yodsawin membuka kan lengan nya untuk dipegang oleh Keaw. Dan lalu mereka berjalan bersama untuk masuk ke dalam gedung acara.



Chai Pat berdiri memandangin Keaw, dan ketika mereka bertemu mata, Keaw mengalihkan pandangannya dari tatapan Chai Pat. Lalu melihat itu, Chai Pat tampak sedih.

No comments:

Post a Comment