Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 7 - part 1


Khun Chai Puttipat (2013) Episode 7 - Part 1
Network : Channel 3

“Kita memerlukan obat bius,” bisik Baibua. Dan General Pinit tersenyum kecil, sambil memandangin Keaw yang sedang menari bersama dengan Chai Pat.


Chai Pat dan Keaw saling tersenyum satu sama lain sambil menari. Mereka tampak sangat menikmati tarian mereka. Chai Pee yang melihat kemesraan itu, dia dengan sengaja selalu membuat pandangan Marathee tertutupi. Kemudian lagu pun berakhir.

MC naik ke atas panggung, dan mempersilahkan semua tamu untuk makan dan beristirahat dulu. Dan dengan perhatian, Chai Pat membuka kan lengannya untuk dipegang oleh Keaw. Lalu dia menanyakan apa Keaw lapar dan mau minum sesuatu.


Melihat itu, Marathee langsung menghalangin jalan mereka. Dia mengatakan pada Chai Pat bahwa dia lapar, dan dia meminta agar Chai Pat menemaninya untuk mengambil makanan. Chai Pee dan Chai Lek langsung menyela mau membantu Marathee, tapi Marathee langsung menolak kebaikan mereka kali ini.

“P’Chai Pee. P’Chai Lek. Tolong jangan berniat baik kepada ku lebih daripada ini. Jika tidak, aku akan memberitahu Nenek,” jelas Marathee. Lalu dia memengang tangan Chai Pat dan menariknya.


Keaw tampak sedih, ketika Chai Pat mengikuti Marathee begitu saja. Lalu tepat disaat itu, seorang pelayan menghampiri nya, dia memberitahu kan pada Keaw bahwa Than Chai Kerk ingin menemui Keaw. Jadi Keaw pun mengikutinya.

Chai Pee sebenar nya ingin menemanin, tapi karena Keaw menolak, maka dia pun membiarkan Keaw mengikuti si Pelayan.

Ketika Keaw pergi mengikuti si Pelayan, Chai Pat merasa ada yang aneh, karena dia melihat Baibua berdiri dan tersenyum jahat. Tapi karena tidak yakin, maka nya dia hanya diam saja, dan tidak mengikuti Keaw pergi.


Si Pelayan menuntun Keaw ke luar dari gedung acara, lalu seorang anak buah Baibua datang dari belakang dan membekap mulut Keaw menggunakan kain bius, sehingga Keaw pun tidak sadarkan diri. Kemudian mereka segera menggendong Keaw pergi.

Dengan puas, Baibua masuk kembali ke dalam gedung acara, dan dia melaporkan kepada General Pinit bahwa akhirnya dia berhasil mendapatkan Keaw. Lalu dengan senang, General Pinit tersenyum.

Chai Pat yang merasa curiga terus memperhatikan mereka, dan tidak mendengarkan ketika Marathee berbicara. Tapi karena Marathee terus memanggilnya, maka Chai Pat pun tersadar. Ternyata Marathee meminta agar Chai Pat mengambilkan kue untuknya.


Ketika Chai Pat sedang mengambil kue, Yodsawin datang mendekatinya. Yodsawin menanyakan dimana Keaw berada, karena dia tidak ada melihat Keaw sedari tadi. Dan Chai Pat pun menjawab bahwa barusan ada seorang pelayan yang memanggil Keaw untuk menemui Than Chai Kerk.

“Than Chai Kerk ada disebelah sana. Tapi Khun Keaw tidak ada disana,” kata Yodsawin sambil menunjuk ke arah Than Chai Kerk.

Anak buah Baibua membawa Keaw yang masih tidak sadarkan diri masuk ke dalam mobil. Kemudian dari belakang, Ingorn serta Krit datang, dan mereka memukuli kedua anak buah Baibua menggunakan balok kayu, sehingga mereka pingsan. Lalu dengan cepat, Ingorn menyuruh Krit untuk membawa Keaw.

Chai Pat serta Yodsawin keluar dari gedung acara, dan mencari Keaw bersama- sama. Lalu disaat itu, Chai Pat menemukan sebelah sepatu milik Keaw yang tertinggal. Dan dia serta Yodsawin pun menjadi cemas.


Krit membawa Keaw masuk ke dalam mobil, lalu dengan genit dia menyentuh Keaw yang masih belum sadarkan diri. “Mom! Dengan kulit secerah ini, sangat disayangkan,” kata Krit.

“Kamu brengsek! Mengapa kamu mendambakannya di waktu seperti ini?!!” balas Ingorn.

“Biarkan aku mencoba nya dulu. Si tua bangka itu tidak akan tahu,” balas Krit, lalu dia mendekat untuk mencium Keaw.


Keaw sedikit tersadar, dan ketika dia melihat wajah Krit yang mendekatinya, dia langsung mendorong dan menendang Krit keluar dari dalam mobil. Lalu Krit yang tidak terima, dia berdiri dan ingin masuk kembali ke dalam mobil.


Untungnya, tepat disaat itu Chai Lek serta Chai Pee datang. Mereka berdua bekerja sama dan menghajar Krit. Sementara Chai Pat, dia masuk ke dalam mobil dan menolong Keaw. Tapi karena tidak tahu, Keaw terus memukul- mukuli Chai Pat dan berteriak meminta tolong.

Sebelum pergi mengikuti Chai Pat yang membawa Keaw pergi, Chai Pee mendekati Ingorn dan mengambil kembali mahkota milik Keaw yang dipegang oleh Ingorn.

Dengan panik, Ingorn berteriak menyuruh Krit untuk merebut Keaw kembali. Tapi karena baru saja di hajar habis- habisan oleh Chai Pee serta Chai Lek, maka Krit pun tidak berani untuk mengejar mereka.

“Jadi apa yang harus kita lakukan?! General pasti akan membunuh kita!!” teriak Ingorn dengan frustasi dan ketakutan.


Chai Pat membawa Keaw ke dalam mobil nya. Lalu dia berusaha menyadarkan Keaw yang masih terus meronta- ronta. “Keaw!! Ini aku, Keaw!! Lihat wajah ku, Keaw!!”

“Khun Chai?” kata Keaw dengan sedikit lebih tenang, saat dia membuka mata dan menyadari bahwa orang yang ada dihadapan nya adalah Chai Pat.

“Kami datang untuk menyelamatkan mu. Keaw, kamu sudah aman sekarang,” jelas Chai Pat.


Chai Pee menyaran kan agar Chai Pat segera membawa Keaw melarikan diri, karena sejak Keaw menghilang seperti ini, maka General Pinit tidak akan berdiam diri. Dan Chai Lek setuju, menurutnya lebih baik mereka menggunakan kesempatan ini selagi General Pinit belum tahu.


“Keaw. Maukah kamu ikut dengan ku?” tanya Chai Pat. Kemudian dia mengambil sebelah sepatu Keaw yang ditemukan nya barusan, dan dia memakai kan sepatu itu ke kaki Keaw kembali.

“Keaw. Sekarang, kita harus pergi dari sini dulu! Mengerti, Keaw?” tanya Chai Pat, karena Keaw hanya diam saja sedari tadi. Lalu sambil meneteskan air mata, Keaw menggangguk kecil.

“Aku menyebabkan masalah untuk mu lagi,” kata Keaw dengan rasa bersalah.

“Kamu tahu? Kamu telah menolongku. Sejak aku menjadi dokter, aku tidak pernah berpergian sekali pun. Tidak seorang pun yang bisa menjauhkan ku dari ruang operasi, selain kamu,” balas Chai Pat. Dan Keaw tersenyum mendengar itu.

General Pinit marah kepada Baibua, saat mengetahui Keaw menghilang. Dan dengan takut, Baibua memohon ampun kepada General Pinit, dia menjelaskan bahwa dia tidak tahu siapa yang membawa Keaw pergi.

“Khun Baibua gagal dan tidak bisa mendapatkan Krongkeaw lagi? General sudah sering frustasi. Lebih orang tahu, lebih kamu merasa malu,” kata Nun berkomentar.

“Berhenti bicara tidak berguna!!” teriak General Pinit memarahi Nun.

General Pinit mengatakan kepada Baibua bahwa dia tahu kalau ini bukan salah Baibua, jadi ini adalah waktunya bagi Baibua untuk beristirahat. Mendengar itu, Baibua merasa semakin ketakutan.

“Tuan, tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Sekali lagi saja!!” pinta Baibua. Tapi anak buah General Pinit langsung menyeretnya untuk keluar.

“Siapa?! Siapa yang berani mengambil wanita ku?!!” teriak General Pinit dengan marah.


“Tuan. Tolong tenang lah. Kita tidak pernah tahu, beberapa jenis keajaiban mungkin terjadi, Apapun bisa terjadi didalam hidup,” jelas Nun sambil memeluk lengan General Pinit.

“Menjauh dari kaki ku!! Pergi!!” balas General Pinit. Lalu dia menyuruh anak buahnya untuk pergi dan mencari tahu siapa yang membawa Keaw nya pergi.

Sesampainya di tempat tujuan. Chai Pat memperhatikan Keaw yang masih tertidur sambil tersenyum, lalu dia mengangkat tangannya untuk membetulkan letak poni Keaw. Dan tepat disaat itu, Keaw terbangun. Lalu dengan cepat, Chai Pat pun menurunkan tangannya.


“Mengapa kamu tidak membangun kan ku?” tanya Keaw.

“Aku melihat mu tertidur nyenyak. Jadi, aku tidak ingin membangun kan mu,” jawab Chai Pat.

Keaw tiba- tiba seperti mendengar suara ombak, dan dia pun bertanya. Lalu Chai Pat menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang berada di Hua-hin, dan tepat di depan rumah ini ada laut. Mendengar itu, Keaw menjadi bersemangat.


Keaw berlari ke arah laut dengan sangat gembira, dia menjelaskan kepada Chai Pat bahwa selama ini dia tidak pernah melihat laut, jadi ini adalah pertama kali nya. Lalu seperti anak kecil, Keaw melepaskan sepatu nya dan bermain di dekat air laut.

Melihat itu, Chai Pat pun dengan segera melepaskan sepatu nya juga, dan lalu dia berlari menyusul Keaw yang sedang bermain- main air.

“Khun Chai!! Mari bermain air bersama- sama!!” teriak Keaw memanggil Chai Pat.

Kemudian berdua mereka saling menyiram kan air kepada satu lain, dan berlari ke sana kemari. Mereka berdua tertawa dan tampak sangat gembira sekali.


Keaw merasakan air garam dan tertawa gembira, ketika mengetahui bahwa rasa nya sangat asin sekali. Dan karena melihat Chai Pat terus tersenyum ke arahnya, maka dia pun bertanya.

“Pertama kali aku bertemu dengan mu, kamu tidak pernah segembira ini. Kamu tampak lebih bahagia daripada ketika kamu memenangkan gelas Miss kontes kecantikan Thailand,” kata Chai Pat menjelaskan alasannya tersenyum.

“Jangan bercanda denganku,” balas Keaw.

Saat teringat akan pakaian yang sedang dikenakannya, Keaw meminta maaf karena telah membuat dress pemberian Chai Pat menjadi kotor dan basah. Dan Chai Pat sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Kemudian Keaw mendekat dan melepaskan kacamata yang Chai Pat pakai. Lalu dia meniupnya, karena kacamata Chai Pat sedikit kotor terkena pasir. Lalu saat Keaw memasangkan kembali kacamata itu, dia dan Chai Pat saling tersenyum menatap satu sama lain.

Nenek Oon menunjukan koran yang dibaca nya kepada Nenek Aiet, dia mengatakan bahwa dia merasa kan sesuatu yang aneh, karena di koran itu ada foto Chai Pat dan Keaw yang sedang menari bersama, dan difoto itu Chai Pat tersenyum sangat lebar sekali.

Tapi Nenek Aiet tidak merasa ada sesuatu yang aneh, karena dia yakin Chai Pat bukan orang yang bisa di goda oleh wanita seperti Keaw.


“Jika seorang wanita penggoda membuka rok nya untuk menunjukan paha nya, apa kamu pikir dia hanya diam tanpa tergoda sama sekali? Khususnya wanita itu. Dia berjalan menggelilingin panggung untuk menunjukan paha nya kepada semua orang di negara. Apa menurut mu dia tidak bisa menggoda Chai Pat?” kata Nenek Oon, menjelek- jelekan Keaw.

“Itu benar. Aku tidak akan melepaskan ini. Chai Pat tidak boleh sampai jatuh ke dalam jebakan wanita seperti itu,” balas Nenek Aiet, setuju.


Marathee datang dan langsung mengeluh kepada Nenek. Dia mengatakan bahwa semalam Chai Pat meninggalkan nya pulang sendirian, dan pagi ini bukannya wajah dia dan Chai Pat yang di taruh di koran, tapi ini malah wajah Chai Pat dan Keaw. Sehingga ini membuat dirinya malu.

Nenek Oon langsung memeluk dan menenangkan Marathee agar tenang. Lalu dengan tegas, Nenek Aiet menyuruh pelayan untuk memanggil Chai Pat.


Keaw terkejut dan langsung bersembunyi di belakang Chai Pat, ketika dia mendengar suara tembakan yang keras.

“Beritahu aku niat mu dan alasan mu ke sini. Jika tidak, aku akan menembak kepala mu!! Hey!!” teriak si orang yang menembak itu kepada Keaw dan Chai Pat.


Didepan rumah. Si Orang yang menembak itu (Chum), dia meminta maaf kepada Chai Pat, karena dia sempat tidak mengenali Chai Pat tadi. Dan Chai Pat tidak mempermasalah kan itu.

Lalu Chai Pat menjelaskan kepada Keaw bahwa tempat ini adalah milik Ayahnya, dan ketika muda, mereka sering di bawa bermain ke sini. Kemudian Chai Pat menyuruh Chum untuk mempersiapkan kamar dan pakaian ganti untu Keaw.


“Nama mu Krongkeaw? Kamu … adalah…” kata Chum seperti mengenali Keaw.

“Itu benar. Ini adalah Khun Krongkeaw, Miss kontes kecantikan Thailand,” jelas Chai Pat. Lalu dengan tegas dia mengingatkan agar Chum tidak memberitahukan kepada siapapun bahwa Keaw tinggal di sini, dengan alasan Keaw membutuhkan privacy.

“Aku mengerti. Miss kontes kecantikan Thailand,” balas Chum sambil tersenyum.


General Pinit memarahi Ingorn yang telah berani datang ke tempatnya. Dan Nun menenang kannya, dia menjelaskan bahwa Ibu dan Kakak nya datang ke sini untuk memberitahukan berita tentang Keaw.

“Apa kalian akan berbohong lagi?!!” tuduh General Pinit.

“Tuan. Aku tahu, aku gagal. Aku benar- benar ingin membawa Keaw kepada kamu,” jelas Ingorn, lalu dia mengambil koran dan memperlihatkan artikel yang tertulis disana.
Dengan marah, General Pinit langsung membanting koran tersebut ke lantai saat dia telah membaca nya. “Mengapa kamu membawa gambar Keaw dan pria lain kepada ku? Apa kamu mengejek ku?”

“Tidak, tuan. Kamu hanya ingin memberitahu mu siapa yang membawa Krongkeaw,” jelas Krit.

“Itu benar, tuan. Kemarin malam, Madam Baibua gagal karena seseorang merebut Keaw, kan? Aku melihat otang yang memaksa Keaw dan membawa nya dengan mata kepala ku sendiri,” tambah Ingorn.

Ingorn menunjukan foto Chai Pat dan Keaw yang ada di koran, dan Krit menjelaskan bahwa orang di dalam foto itu lah yang telah membawa Keaw pergi. Lalu Nun ikut berbicara, dia mengingatkan General Pinit tentang siapa orang yang menyembuhkan Keaw, saat Keaw terjatuh diatas panggung dan di bawa ke rumah sakit, serta siapa yang mengatakan bahwa Keaw harus menginap di rumah sakit, padahal Keaw baik- baik saja.

“Khun Chai Puttipat mencintai Keaw. Itu mengapa dia melakukan semua hal itu untuk bisa mendekati Keaw, tapi Keaw tidak mau. Jadi, Khun Chai menggunakan cara kotor seperti pencuri dan menculik nya, ketika dia tahu bahwa kamu menginginkan nya,” kata Ingorn melemparkan kesalahan kepada Chai Pat.

“Khun Chai Puttipatt!! Dia ingin menentang kekuasaan ku? Aku akan menunjukan padanya!!!” gumam General Pinit dengan marah.

Post a Comment

Previous Post Next Post