Saturday, January 19, 2019

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 17 – 1

5 comments

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 17 – 1
Images : Channel 3
Katha tiba di restoran Kris, dan dia panik melihat restoran Kris yang ambur radul. Apa yang terjadi?
“P’Ken (abang Kris) mengirim orang untuk menghancurkan restoranku,” jawab Kris (sepertinya dia bohong, soalnya di episode sebelumnya kan dia yang lempari gelas ke kaca hingga pecah).  “Karena dia ingin memaksaku untuk kembali dan bekerja di perusahaan.”
Katha menghibur Kriss kalau dia akan membantu Kriss memperbaiki restoran. Kris merasa itu percuma karena P’Ken pasti akan mengirim orang lagi untuk menghancurkan restorannya lagi. Katha bertanya, kalau begitu Kris akan menuruti kemauan ibunya dan P’Ken?
“Orang sepertiku tidak akan menyerah dengan mudah.”
“Jadi, apa yang akan kau lakukan?”
“Menutup restoran.”
“Jangan bilang kalau kau akan kembali tinggal dengan ibumu?”
“Tidak. jika aku kembali sekarang, ibu dan P’Ken akan tahu kalau aku tidak punya tempat tujuan.  Aku akan bekerja di tempat lain. Jadi ibuku dan P’Ken dapat melihat kalau aku tidak perlu bergantung pada mereka.”
“Lalu, dimana kau akan bekerja? Jika perusahaan lain tau kau anak siapa, mereka tidak akan berani memperkerjakanmu.”
 “Ada satu tempat. Tapi, aku juga tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak,” ujar Kris.
--
Pintu kamar Chaya di ketuk, dan Chaya langsung merasa senang karena mengira kalau yang mengetuk adalah Peat. Namun, saat dia membuka pintu, yang di lihatnya adalah Khun Nai.
--

Ternyata Kiew pergi ke rumah bekas dia dan ibunya dulu tinggal. Rumah itu masih tetap sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah, bahkan properti dan tata letaknya.
Kiew masuk ke dalam. Dia meraih foto ibunnya dan menangis. Dia merasa sangat terluka, tapi itu tidak seberapa di banding lukanya karena tahu Peat ingin menyakiti ayahnya.
“Dia (Peat) membenci ibu. Apa yang harus ku lakukan agar dia dapat memaafkan orang yang ku cintai, bu? Dapatkah kau memberitahuku, bu?” tangis Kiew.

Dan ternyata diam-diam, Peat ada di sana dan melihat Kiew dari jendela luar rumah. Dia merasa bersalah, tapi dia menyembunyikan rasa bersalahnya di dalam kebenciannya yang telah membutakan perasaan cintanya sendiri.


Peat memilih pergi. Tapi, langkahnya terasa berat dan terus menatap ke arah jendela yang memperlihatkan Kiew yang sedang menangis sedih.
Katha menelpon Peat dan memberitahu kalau sesuatu terjadi pada Kris. Peat tidak peduli karena itu bukan urusannya.
“Eh, ini bukan waktunya untuk bertengkar. Teman kita sedang dalam masalah, dan kau harus membantunya,” marah Katha.
“Apa dia bersedia menerima bantuanku? Karena aku kan teman terburuknya!” balas Peat.
“Datang dulu ke sini. Dan saling bicara. Kita teman, dan mau bagaimanapun, tidak ada yang bisa memutuskan persahabatan kita.”
Peat akhirnya mengalah dan bertanya mereka ada dimana? Katha memberitahu kalau dia dan Kris ada di restoran Kris sekarang.

Katha memberitahu Kris kalau Peat bersedia datang kemari. Dan jika Peat setuju, maka semuanya akan berjalan lancar. Kris juga berharap seperti itu, tapi dia dan Peat… Katha langsung menghentikan Kris untuk berpikiran jelek, bagaimanapun mereka kan adalah teman. Kris berterimakasih atas bantuan Katha.
“Tidak masalah. Jika teman tidak menolong teman, siapa yang akan menolong? Ketika melihat wajah Ai-Peat, lupakan masalah lain dulu. Tunggu sampai masalah ini selesai, dan kalian bisa lanjut bertengkar lagi,” ujar Katha sambil bercanda.
Katha menyarankan untuk memberitahu Chaya juga, tapi Kris menolak. Dia tidak mau memberitahu Chaya.
--
Khun Nai mengajak Chaya untuk bicara berdua. Dia tidak menyetujui Chaya untuk tinggal di rumahnya. Bagaimanapun, Peat dan Kiew sudah menikah, dan yang Chaya lakukan adalah hal yang tidak pantas. Chaya berasalasan kalau dia tidak sehat sama seperti yang Peat katakan. Peat khawatir padanya dan tidak ingin dia sendirian karena orang tuanya di luar negeri.
“Apa yang salah denganmu sehingga kau tidak bisa tinggal sendiri? Dan harus ada orang yang menjagamu?”
“Anemia. Tidak punya tenaga dan sering pusing.”
“Kalau begitu, kau kembali saja ke condo-mu, dan aku akan mencari orang untuk menjaga-mu. Bisa kau tinggalkan rumah ini?”
Chaya tersenyum sinis, “Terimakasih paman karna sudah baik padaku. Tapi, Peat mungkin tidak akan setuju.” (Ampun lah kau Chaya!!! Kok ada orang bengal dan tidak tahu malu seperti kau! Di butakan cinta dan mau di peralat!! Ih… geregetan banget lho. Ini pertama kali aku nonton lakorn, sampai sekesal ini melihat antagonis-nya!)
“Jadi, pada akhirnya, kau tetap mau tinggal di sini ya?” tanya Khun Nai dan aku bisa merasa kalau dia merasa kesal dengan sikap Chaya (termasuk aku).
“Ya. Sampai Peat bersedia membiarkanku pergi.”
“Baiklah. Terserah kau mau tinggal di sini atau tidak. Tapi, aku mau kau berpikir dengan hati-hati mengenai apa yang kau lakukan sekarang, apa benar atau tidak?”
“Aku sudah memikirkannya.”
Khun Nai berdiri dan menatap Chaya dengan amarah kesal, “Kalau begitu jangan menyalahkanku kalau aku kejam, jika aku melihat tingkahmu tidak senonoh antara kau dan Peat,” peringati Khun Nai.
-          -

Peat sudah tiba di restoran Kris dan melihat restoran Kris yang hancur berantakan. Dan, Peat merasa aneh jika yang menghancurkan restoran Kris adalah P’Ken. Karena setaunya, P’Ken adalah orang yang pintar dan tenang, jadi tidak akan menggunakan cara seperti ini. Kris menjawab kalau Peat belum terlalu mengenal P’Ken.
Untung di sana ada Katha yang melerai mereka agar tidak bertengkar lagi. Dia meminta bantuan Peat untuk menolong Kris.
“Apa yang harus ku lakukan? Biarkan Kris yang bicara.”
“Aku ingin kau menolongku mencari posisi yang tersedia di perusahaanmu. Jika aku bekerja untukmu, ibu dan P’Ken mungkin tidak akan berani datang untuk menghentikanku.”
“Ya, benar Ai-Peat. Biarkan Ai-Kriss bekerja untukmu. Semua akan baik-baik saja, kan?” 
Dan Peat bersedia memberikan pekerjaan pada Kriss. Yaitu, menjadi assisten-nya. Kris tidak masalah dan berterima kasih atas bantuan Peat. Dia juga meminta maaf karena sudah marah pada Peat tadi. Peat tidak masalah, dan mengingatkan Kris untuk tidak ikut campur dalam masalahnya lagi. Dengan begitu, tidak akan ada masalah di antara mereka.
“Dan jangan khawatir. Aku akan menjaga Chaya. Masalah ini akan segera berakhir.”
“Jika kau berjanji akan segera mengakhiri masalah ini, membuatnya benar, dan menjaga Chaya. Aku janji, mulai dari sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam masalah pribadimu lagi.”
Kris mengulurkan tangan untuk berjabat dengan Peat, dan Peat membalas uluran tangannya. Setelah itu, Peat langsung pergi. Sebeum Peat pergi, Katha ingin bertanya mengenai Peat dan Chaya.
“Kris pasti sudah memberitahumu mengenai hal itu. Aku dan Chaya saling mencintai,” ujar Peat.
“Aku kasihan pada Kiew. Dia dimanfaatkan oleh mu untuk menjadi alat menghilangkan dendam mu. Dan aku juga tidak yakin, kalau Chaya akan menjadi orang lain yang  menjadi alatmu! Jika itu benar-benar terjadi, aku akan memakimu sebagai seorang bajingan! Sama seperti Ai-Kris menyebutmu!” tegas Chaya. “Dengan Kiew, aku mungkin masih dapat mengerti kalau dia anak dari orang yang kau benci. Tapi Chaya, dia adalah teman kita.”
“Aku tidak akan menyakiti Chaya.”
“Semoga itu benar. Tapi jika kau sedang berpikir melakukannya, jangan! Karena aku tidak akan membiarkanmu menyakiti dirimu atau orang lain lagi. Aku teman yang tidak akan penah membiarkan temannya melakukan hal yang salah.”
Peat hanya tersenyum dan menepuk pundak Katha, setelah itu dia pergi. Kris tersenyum sinis melihatnya.            

5 comments:

  1. Ihh cahya di episod terahir kuwalat dach kayak nya....trs lanjuy zaa makasihh

    ReplyDelete
  2. Lgsung deh cahya punya pnyakit leukimia ntar..sukurin..ngaku2 sakit.nyebelin bgt

    ReplyDelete
  3. Yeeeyyy makin seru.....lanjuut ka...semangaat

    ReplyDelete
  4. Ditunggu bgt lnjutannya klau bsa secptnya hehe maaf maksa

    ReplyDelete