Monday, February 25, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 16 - 2

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 16 - 2
Images by : Mango TV
Pisau sudah akan di tusukan ke tubuh Luo Xi, tetapi musik konser tiba-tiba berhenti. Dan dari arah belakang, beberapa pria langsung membekuk semua anak buah Hao Bei yang ingin mencelakai Luo Xi. Semua fans jelas terkejut dengan hal itu.
--
Kantor polisi,
Murong dan Qin Shang memberikan keterangan kepada para polisi. Polisi berterimakasih atas kerjasama mereka. Mereka sudah menangkap semua orang yang terlibat dan semua sudah membuka mulut, kecuali Hao Bei. Semua mengakui kalau tn. Wei adalah orang yang memberikan mereka perintah. Sekarang, mereka akan mengumpulkan lebih banyak bukti untuk menangkap tn. Wei.
Sementara itu, Guo Yan bicara dengan Luo Xi di depan. Dia memberitahu semua yang terjadi pada Luo Xi. Dan juga mengenai perkiraannya kalau tn. Wei akan melukai Luo Xi, sehingga mereka sudah bersiap akan hal itu. Luo Xi sangat kagum akan kepintaran Guo Yan tersebut. Mereka sudah mulai bicara denga akrab.


Guo Yan kemudian bertanya apa selama terjadi lompatan waktu, Luo Xi ada melakukan gerakan tertentu atau mengucapkan kata tertentu sehingga terjadi lompatan waktu. Luo Xi menjawab tidak ada, dia hanya berada dalam bahaya dan berteriak. Tapi, saat dia berteriak, tidak selalu terjadi lompatan waktu. Guo Yan meminta Luo Xi untuk mengulang reka adegan setiap kali terjadi lompatan waktu.
Luo Xi menurut dan melakukan ulang adegan saat terjadi lompatan waktu. Dan Guo Yan memperhatikan kalau setiap gerakan itu, Luo Xi selalu mengangkat tangannya yang terdapat tanda lahir itu ke arah dada-nya. Guo Yan kemudian teringat, saat lompatan terakhir, dia melihat kalau tangan Luo Xi yang ada tanda lahir itu, mengenai kalung giok yang Qin Shang kenakan. Guo Yan mulai menyadari sesuatu.
“Luo Xi, aku dengar dari Qin Shangdan Murong Yu kalau kau mencari guru dari giok yang kau terima darinya?” tanya Guo Yan.
“Kalung giok yang ada dengan Qin Shang? Itu sebelumnya selalu ku gunakan di leherku. Aku memberikannya ke Qin Shang ketika di negara Chen.”
Guo Yan mencerna semuanya. Dia mulai bisa menyimpulkan kalau lompatan itu terjadi, jika Luo Xi menyentuhkan tanda lahir di tangannya itu giok tersebut. Tapi, dia tidak memberitahukan hal ini pada Luo Xi. Karena, dia takut jika Luo Xi akan membahayakan dirinya dan mencoba hal itu. Jika berhasil tidak masalah, jika gagal maka Luo Xi akan kehilangan hidupnya.
“Tidak ada satupun yang bisa menyelamatkan Xue jika kau gagal dan meninggal. Ku nasehati ya, kau tidak bisa menganggap remeh hidupmu sendiri. Tidak ada yang lebih penting daripada hidupmu sendiri. Kau kira ini tanggung jawabmu hingga bersedia menyerah terhadap hidupmu sendiri?” marah Guo Yan karena Luo Xi bilang bersedia mengambil resiko demi menyelamatkan Xue.
“Kau kenapa? Kenapa sangat peduli padaku?”
“Karena… aku menyukaimu,” akui Guo Yan. Luo Xi sampai tercengang. “Tentu saja, alkohol masih yang no. 1 bagiku. Kemudian ada telepon, medsos dan…”
Mereka mulai saling bercanda. Dan Guo Yan memberitahu alasannya menyukai Luo Xi, karena Luo Xi terlalu baik hingga bersedia berkorban demi orang lain.
“Terimakasih karena sudah membawaku ke dunia ini dan menyelamatkanku. Aku suka dengan kehidupan di sini. Dan juga menyukaimu. Tentu juga, Qin Shang dan Murong.”
“Tapi, kau lebih pintar dan lebih jujur dari mereka berdua. Tapi terkadang kepintaranmu membuatku merasa takut.”
Setelah saling memuji, Guo Yan mengajak Luo Xi untuk pulang. Mereka bisa minum alkohol untuk merayakan hari ini. Dia juga meminta nomor Luo Xi karena kan mereka sudah menjadi teman. Luo Xi memberikannya.
--
Guo Yan, Qin Shang dan Murong minum-minum bersama. Sementara Luo Xi menggerutu karena Guo Yan membeli wine itu dengan menggunakan uangnya. Tapi, mereka tidak peduli dan terus minum.

Qin Shang ternyata tidak kuat minum alkohol karena dia sudah langsung mabuk. Dalam keadaan mabuk, dia akhirnya jujur pada perasaannya. Mengenai dia yang awalnya memperlakukan Murong dan Guo Yan sebagai musuh. Tapi, mereka sudah banyak membantunya, sehingga dia mulai menganggap Murong dan Guo Yan sebagai saudaranya.
Qin Shang kemudian meminta maaf pada Luo Xi karena tidak mampu melindungi Luo Xi di dunia ini. Dia meminta Luo Xi ikut dengannya ke negara Qi dan dia akan memberikan segalanya pada Luo Xi. Dia melamar Luo Xi.

Murong merasa tidak suka dengan hal itu, dan menyuruh Luo Xi untuk pulang saja dan tidak usah menjawab lamaran Qin Shang. Hal ini membuat Qin Shang kesal pada Murong. Luo Xi merasa kalau keadaan memanas, dan dia juga tidak bisa menjawab lamaran Qin Shang yang di lakukan dalam keadaan mabuk, jadi dia pamit pulang terlebih dahulu.
Guo Yan menawarkan diri untuk mengantarkan Luo Xi pulang.
Tinggallah Murong dan Qin Shang berdua. Mereka saling berdebat mengenai Luo Xi.
“Aku ingin mendapatkan cinta Luo Xi. Aku ingin dia menjadi kekasihku dan istriku. Kita akan menjadi keluarga ketika dia menjadi istriku,” tegas Murong. “Jadi, aku memperlakukannya seperti keluargaku selama ini.”
“Luo Xi adalah milikku! Dia milikku!” teriak Qin Shang dalam keadaan mabuk.
BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment