Tuesday, February 26, 2019

Sinopsis Lakorn : Wolf (2019) Ep 4 - 1

0 comments

Network: GMM One


Ternyata teman Pactrick adalah Si Wanita permen karet, Cara. Dan malam ini, Mo akan tidur sekamar bersama dengan Cara.


Didalam kamar. Cara tertawa, dia menceritakan kepada Pactrick mengenai Mo yang sangat ketakutan ketika bertemu dia, ‘Aku hanya ingin permen karet’. Dan menurutnya itu sangat lucu sekali.

“Dan kamu juga punya permen karet?” tanya Pactrick terkejut, karena itu adalah hal yang melanggar peraturan. “Okay, kalian bisa berbincang sekarang. Ini sudah jam 4 sore. Dan kamu akan sarapan jam 8. Jika kamu terlambat. Kamu akan melewatkannya,” jelas Pactrik, lalu dia pergi meninggalkan kamar mereka.

“Ya, guru,” balas Cara dengan candaan.


Misi keduamu. Buat target mu melanggar hal yang ilegal. Pesan dari Wolf. Dan membaca pesan tersebut, Mo merasa kebingungan harus perbuat apa, karena Pactrick merupakan orang yang taat peraturan.

Por : Misi 1. Danang. Membantu target untuk melewati masa sulit.



Dipantai. Por duduk menemanin Camelia yang menangis. Disana Camelia memukul tangannya sendiri, seperti berusaha menjelaskan sesuatu. Tapi karena tidak mengerti, dia mengira Camelia sedang berusaha menyakiti diri sendiri, jadi dia menghentikannya. Lalu Camelia pun berhenti, dan dia menlapkan ingusnya di kaus Por.

“Okay. Aku akan membeli kaus baru. Kaus baru. Untukmu. Kamu sudah memakai kaus yang sama selama 2 hari. Aku akan membeli kaus baru. Tunggu aku disini. Tunggu aku disini. Aku akan membeli kaus baru. Okay? Tenanglah ya,” kata Por, menenangkan Camelia. Dia berbicara menggunakan bahasa inggris dan bahasa tubuh.


Por membeli sebuah kaus, kemudian kembali. Ditempat awal dia berada, Por merasa kebingungan, karena Camelia sudah tidak ada berada disana. Dan ketika dia melihat bahwa ternyata Camelia sedang berjalan ke arah laut, dia langsung berlari untuk menghentikan Camelia yang berusaha bunuh diri.

Por menarik Camelia dan berusaha membawa nya kembali ke tepi pantai, tapi Camelia terus saja memberontak serta berbicara dengan bahasa asing yang Por tidak mengerti.

“Hanya untuk seorang Pria. Mengapa kamu harus membunuh dirimu sendiri? Berhentilah. Berpikirlah. Apa kamu punya otak?” kata Por dengan emosi.


Ditepi jembatan. Por menceritakan kisahnya kepada Camelia, dia mengatakan bahwa dia mengerti perasaan Camelia karena dia dan pacarnya juga sudah putus. Kepadahal awalnya baik- baik saja, tapi sekarang dia merasa seperti ada sesuatu yang hilang dari hidupnya.


Flash Back

Por dan Mo sudah berpacaran selama 4 tahun. Suatu saat, Por memasakan makanan enak untuk Mo, karena dia sadar bahwa dia telah banyak membuat Mo merasa marah.

“Tidak. Aku tidak marah. Itu bukan masalah besar. Kamu memasak untukku, itu sudah membuatku senang,” kata Mo. Lalu dia memberikan sebuah kartu surat kepada Por.

“Aku tidak paham,” kata Por, saat membaca surat itu.

“Itu bahasa Spanyol. Kamu bisa mencari nya di Google Translate,” balas Mo.

“Tidak perlu. Aku sangat yakin, apa yang kamu tulis disini berarti kamu mencintaiku,” kata Por dengan yakin. Lalu dia meletakan kartu surat itu disebelahnya.


Por, apa kamu masih mencintaiku? Jangan tinggalkan aku. Jika kamu ingin aku pergi. Beritahu saja aku dan aku akan pergi. Isi kartu surat dari Mo.

Flash Back End


“Jika pacarmu benar- benar mencintaimu, dia akan kembali untukmu,” kata Por, setelah selesai menceritakan kisahnya.

Menggunakan bahasa asing, Camelia berbicara kepada Por. Tapi Por sama sekali tidak mengerti, sehingga dia hanya bisa menerka- nerka dari bahasa tubuh yang Camelia gunakan ketika berbicara kepadanya. Dan dia mengira, Camelia ingin mati.

“Sialan! Aku hanya pergi beberapa detik da dia berpikir untuk bunuh diri,” keluh Por dengan frustasi kepada Wolf.



Pactrick menemanin Mo untuk berjalan- jalan. Dan selama berjalan, setiap ada sampah dijalan, Pactrick akan berhenti dan memungut sampah itu, lalu membuangnya di tempat sampah yang telah disediakan.

Kemudian ketika ada seorang anak yang sedang bermain bola, dia menegur anak tersebut agar jangan bermain, karena itu berbahaya dan ilegal. Melihat itu Mo menatap Pactrick dengan pandangan aneh.



“Jika bola itu terlempar di jalan. Mobil akan menabraknya. Dan itu sangat berbahaya. Bagaimana jika anak itu lari ke jalanan? Dia akan kecelakaan,” kata Pactrick, menjelaskan.

“Kamu memang yang terrbaik dalam menaati peraturan yang pernah ku tahu,” balas Mo dengan nada sarkastik.

“Tidak, bukan begitu. Aku hanya merasa terganggu. Maksudku, aturan ini sangat mudah untuk diikuti,” jelas Pactrick. Lalu berjalan pergi.


Jangan lupa untuk membuat target mu melakukan hal ilegal. Pesan dari Wolf.


Didekat laut. Mo menanyakan apa Pactrick pernah menonton film Titanic, dan Pactrik menjawab ‘ya’. Mo lalu mengajak Pactrick untuk mengikuti adegan di film, dia akan menjadi Jack dan Pactrick akan menjadi Rose.

“Ikuti aku ya,” kata Mo sambil merentangkan tangannya. Dan Pactrick mengikuti. Kemudian Mo mulai berhitung dan akan meludah ke laut, tapi Pactrik langsung melarang Mo.



“Tunggu, kamu tidak bisa melakukan itu,” kata Pactrick.

“Mengapa aku tidak bisa?” balas Mo tidak peduli, lalu dia meludah, dan Pactrik menangkap ludahnya. Melihat itu Mo langsung ketawa dan merasa sedikit jijik.

“Kamu memang gila. Uch…" keluh Pactrick sambil menlap tangannya menggunakan sapu tangan.

Mo menggunakan kesempatan dimana Pactrick mengeluh. Dia menantang bila Pactrick mengeluh lagi, maka Pactrick harus melakukan apa yang di katakannya. Dan Pactrick hanya diam.


Mo dan Pactrick pergi berjalan- jalan bersama lagi. Dan selama berjalan,  Mo melakukan banyak tindakan jahil untuk membuat Pactrick mengeluh. Tapi dengan sabar, Pactrick hanya diam saja.



“Apakah pacarmu baik- baik saja? Kamu sangat keras kepala,” kata Pactrick, mengomentari tindakan Mo yang jahil.

“Sebenarnya, aku tidak punya pacar,” jawab Mo, jujur.


“Hahah… sekarang kamu sedang menipu. Mengapa kamu harus begitu? Apa habis putus? Atau karena dia menolakmu?” kata Pactrick sambil tertawa bercanda. Tapi setelah itu dia menyesal, karena Mo kelihatan sedih.

No comments:

Post a Comment