Sunday, February 10, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 04 - 1

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 04 - 1
Images by : Mango TV
He Mo datang ke asrama Luo Xi dan Qin Shang dan mengingatkan janji mereka untuk pergi ke atap gedung hari ini. Luo Xi jujur pada He Mo kalau dia takut kalau akan melibatkan He Mo, jadi dia telah pergi ke atap gedung bersama dengan Qin Shang kemarin malam. Tapi, mereka tidak menemukan petunjuk apapun. Luo Xi kemudian membawa He Mo ke dalam kamar.

Begitu masuk, He Mo langsung terkejut melihat kamar Luo Xi yang penuh dengan asap dan juga Qin Shang yang sedang duduk dengan santai sambil makan kentang. Luo Xi mengomel kalau Qin Shang menyalakan api karena lapar dan membuat semua kekacauan ini.


Akhirnya, Luo Xi membuatkan mie untuk He Mo dan dirinya sendiri. Sementara Qin Shang di suruh makan mie kering karena tidak tahu dia alergi apa. Sambil makan, Luo Xi melihat berita lewat tablet-nya. Qin Shang sampai kaget karena keluar suara dari benda berbentuk kotak itu. Luo Xi dan He Mo tertawa melihat tingkahnya itu.

Di berita di sebutkan bahwa di temukan sebuah benda kuno dari zaman masa Kerajaan Qi.
Mendengar berita itu, He Mo jadi terpikirkan sesuatu. Jika Qin Shang bisa kembali ke masanya, mereka bisa menyuruh Qin Shang untuk menuliskan sesuatu di benda kuno yang di temukan itu, untuk membuktikan kalau Qin Shang benar-benar bisa kembali.

Dan karena itu, Luo Xi meminta Qin Shang untuk membuat sesuatu di benda kuno itu jika berhasil kembali ke masa-nya. Luo Xi meminta Qin Shang untuk menggambarkan wajah anjing (dia menunjukkan gambar di ponselnya).
“Mari kita andaikan jika Qin Shang bisa kembali, bukankah itu artinya seluruh sejarah akan berubah?” tanya Luo Xi pada He Mo.
He Mo membenarkan.
Dan berita kemudian menyampaikan jika di benda sejarah yang ditemukan, terlihat ada gambar seperti wajah anjing. Luo Xi dan Qin Shang langsung senang karena itu artinya Qin Shang berhasi kembali.
“Tanda di benda kuno itu membuktikan kalau kami berhasil membawamu kembali. Dan jika kami berhasil membawamu kembali, kita pasti bisa membawa Xue kembali,” senang Luo Xi.
“Qin Shang, bisakah kau membuat tanda di benda kuno itu berapa lama kau tinggal di sini? Tulis 2 jika kau tinggal 2 hari dan 3 jika kau tinggal tiga hari,” pinta He Mo.
Qin Shang menyanggupi.
Berita melanjutkan kalau di benda kuno itu ada tertulis pola aneh yang seperti angka. 180.

Luo Xi, Qin Shang dan He Mo kecewa karena itu artinya Qin Shang tinggal di dunia ini selama 180 hari, yang artinya selama setengah tahun. Lama sekali.  He Mo yang bijak akhirnya menyarankan agar Qin Shang mulai mempelajari dunia ini dan beradaptasi agar bisa berbaur selama tinggal setengah tahun di sini. Luo Xi menyetujui hal itu.



Dan dimulailah pengajaran Luo Xi kepada Qin Shang. Awalnya dia mengajari Qin Shang cara menggunakan laptop dan menontong film di laptop. Setelah itu, dia mengajari cara memakai toilet. Mengajari cara menulis dengan menggunakan pena.
Selama menulis menggunakan pena, awalnya, Qin Shang menulis dengan menjilati ujung pena. Tapi, dia belajar dan menghilangkan kebiasaan itu.
Luo Xi mengajarinya cara menulis juga. Dan dia bahkan menggambar kura-kura. Mereka belajar banyak hal mengenai jenis-jenis baju, majalah, buku dan masih banyak lagi.
Dan Luo Xi juga menyarankan Qin Shang untuk memotong rambutnya yang panjang karena itu terlalu menarik perhatian.
“Berani sekali kau!” marah Qin Shang, “Kau berani menyuruhku memotong rambutku? Aku tidak mau!”
Luo Xi sampai kaget melihat kemarahan Qin Shang.
--
Luo Xi membawa Qin Shang ke rumah sakit untuk menemui He Mo. He Mo merasa aneh melihat Qin Shang yang ngambek dan bertanya ada apa? Luo Xi menjelaskan kalau dia hanya menyuruh Qin Shang memotong rambut, tapi malah di marahi.
“Untunglah kau tidak memaksanya. Orang dulu berpikir kalau kulit dan rambut adalah hadiah dari orang tua mereka. Dan mereka akan menjadi durhaka pada orang tua mereka jika memotong rambut mereka. Di Kerajaan Qi, memotong rambut akan membuatmu di jatuhi hukuman penjara!” jelas He Mo.
Luo Xi baru meyadari hal itu. Dia langsung menghampiri Qin Shang dan meminta maaf karena kali ini dialah yang bersalah. Tapi, Qin Shang terus saja mengabaikannya.

Luo Xi kembali menghampiri He Mo. Dia memberitahu tujuan kedatangannya untuk bertanya penyakit apa yang bisa membuatnya meminta izin cuti kuliah setengah tahun?
“Hamil,” jawab He Mo. Dan Luo Xi langsung terkejut. “Atau TBC.”
“Kalau begitu TBC saja,” ujar Luo Xi dan jelas He Mo bingung. “Maksudku, Xue tidak akan kembali hingga setengah tahun mendatang. Apa kau bisa membantuku untuk mendapatkan surat izin untuk cuti-nya?”
He Mo menyanggupi.
--

Luo Xi dan Qin Shang sudah kembali ke asrama. Dan Qin Shang masih terus cemberut dan mengabaikan Luo Xi. Luo Xi masih terus berusaha meminta maaf. Dia juga menjealskan kalau tradisi untuk tidak memotong rambut sudah hilang sejak ratusan tahun yang lalu.
“Baiklah,” akhirnya Qin Shang tidak marah lagi. “Dan… kenapa kau selalu pergi mencari He Mo setiap kali kau ada masalah? Bagimu, dia itu apa?”
“Hahhhh…. Jadi kau marah padaku bukan karena rambut. Tapi kau cemburu.”
“Cemburu? Apa itu?”
“Maksudku… susah di jelaskan. Lupakan saja. Lagipula, He Mo adalah pacar dari sahabatku. Jadi, dia teman baikku juga. ini mungkin sulit untuk kau mengerti, hubungan ini. Tapi, kau harus tahu, masyarakat itu terus berkembang,” jelas Luo Xi.
Qin Shang masih bingung dan terus bertanya, hingga membuat Luo Xi kebingungan menjelaskannya. Untunglah, alarm yang berbunyi sebagai tanda dia ada kelas. Jadi, Luo Xi pamit untuk kuliah dan menyuruh Qin Shang untuk tetap diam di dalam kamar.

Saat Luo Xi pergi, Qin Shang mulai berpikir dan teringat ucapan-ucapan aneh Luo Xi mengenai masa modern serta berita mengenai masa kerajaannya. Jadi, ini adalah masa depan. Jadi, Qin Shang mulai membongkar lemari buku Luo Xi untuk mencari buku mengenai sejarah Kerajaan Qi.
--
Luo Xi meminta izin pada dosen mengenai Le Xue. Dia memberikan surat keterangan dari dokter mengenai Le Xue yang tidak bisa mengikuti kuliah selama setengah tahun karena sakit TBC. Dosen mengerti.
Jinjing malah menyindir kalau Le Xue sakit karena berteman dengan orang seperti Luo Xi.
Pacar Jingjing datang ke kelas untuk menjemput Jingjing. Pacarnya bahkan membawakan bunga dan memberikan hadiah tas vuitton. Semua mahasisiw langsung menjerit heboh dan merasa iri pada Jingjing. Jingjing tampak senang dan bahkan bersikap jual mahal pada pria itu. Dia menyuruh pria itu untuk menunggu di luar. Semua temannya semakin heboh dan memuji Jingjing yang hebat bisa mendapatkan pria seperti itu.
“Aku bukan seperti seseorang yang tidak di kejar-kejar pria. Jadi dia membawa keluarganya, abang gembelnya,” sindir Jingjing pada Luo Xi. Luo Xi malas mendengarnya dan mau pergi saja, “Kenapa kau tidak bicara? Mana wanita cerewet yang menghancurkan pesta makan malam ku?”
“Bukankah aku sudah minta maaf? Dan juga atasan Li juga tidak mempermasalahkannya. Kenapa kau selalu mengungkitnya tiap hari?”
“Aku membuatmu di terima sebagai pegawai magang dengan niat baik dan kau menghancurkannya. Aku sudah sangat memaafkanmu dan bahkan menyiapkan makan malam untuk kau menyelesaikan masalah ini dan kau malah membawa preman itu entah dari mana dan menghancurkannya lagi. Luo Xi, bagaimana bisa kau begitu tidak punya hati? Kau tahu betapa banyak kerugian yang kau sebabkan untuk perusahaan sepupuku?”
“Jadi apa yang kau mau? Kau ingin aku minta maaf setiap hari padamu?”
“Apa maksudmu?! Aku bahkan tidak menyebutkan hal itu. Itu terserah padamu bagaimana untuk membayar semua kerugiannya. Membiarkanmu itu sudah cukup dermawan bagimu. Kau kira kau bisa mendapatkan pekerjaan magang tanpa bantuanku? Tanpaku, kau kira kau siapa? Kau bukan siapa-siapa!” ejek Jingjing.
Pas sekali, Qin Shang datang untuk menjemput Luo Xi dan mendengar hal itu.
“Sepupumu lah yang punya kemampuan bukan kau. Kau bukan siapa-siapa tanpa uang keluargamu. Hal itu, apa yang bisa di banggakan?!”
“Beraninya. Katakan lagi! coba katakan lagi!” tunjuk Jingjing.
Qin Shang tidak tahan melihatnya dan langsung menarik tangan Jingjing.
“Kau lagi! beraninya mengancam ratu-ku!” marah Qin Shang. Luo Xi segera menjauhkan Qin Shang dari Jingjing.
Jingjing semakin marah dan mengancam akan mengadukan Luo Xi pada rektor karena Luo Xi sudah membawa pria masuk ke dalam kampus mereka dan menyerangnya. Qin Shang marah mendengarnya dan hendak menghajarnya, tapi Luo Xi menariknya pergi.

Luo Xi memarahi Qin Shang dan bertanya untuk apa Qin Shang datang? Qin Shang datang untuk menanyakan beberapa hal, tapi sebelum itu, dia ingin mengajar wanita kasar (jingjing) itu dulu. Mereka mulai berdebat lagi.
“Sudahlah, ayo kita pulang saja,” ngalah Luo Xi.
--
Begitu masuk kamar asrama-nya, Luo Xi langsung kaget melihat kamarnya berantakan. Dia memarahi Qin Shang karena sudah membongkar semua bukunya.
“Ini bukanlah surga. Ketika aku tiba di sini, kau bilang kalau ini adalah dunia modern.”
“Aku kan sudah bilang, itu adalah kata lain untuk surga.”
“Kau bilang, di sini tidak akan ada yang peduli apakah aku seorang kaisar atau bukan.”
“Ini surga. Seorang kaisar…”
“Hari itu, kotak itu (tablet) bilang mengenai benda kuno milik kaisar. Dan juga menyebut mengenai sejarah.”
“Jadi… kau pergi mencariku ke kelas, hanya untuk mengonfimarsi hal ini?”
“Ya.”
Luo Xi akhirnya tidak bisa berbohong lagi. Dia mengakui semua itu. Qin Shang jelas kesal karena Luo Xi sudah membohonginya, tapi dia lebih penasaran lagi mengenai apa yang aka terjadi pada masa Kerajaan Qi. Luo Xi bingung, bukannya Qin Shang sudah membaca bukunya itu?
“Oh… cara penulisannya berbeda. Kau tidak bisa membaca tulisan Chinese sederhana,” sadar Luo Xi.
Qin Shang meminta Luo Xi memberitahunya, tapi Luo Xi tidak bisa dengan alasan kalau rahasia itu tidak boleh di beritahu. Tapi, Qin Shang memaksa. Akhirnya Luo Xi memberitahu kalau masa kerajaan Qin Shang sangat hebat dan menguasai semuanya. Qin Shang sangat senang mendengarnya.
Qin Shang kemudian ingin pergi untuk melihat benda peninggalan kerajaannya di museum. Luo Xi jelas bingung, untuk apa?
“Pertama, aku sudah beberapa hari di sini dan aku merindukan Kerajaan Qi ku. Dan aku ingin melihat benda dari zamaku. Dan kedua, aku ingin mencari tahu lebih banyak waktu mengenai lompatan waktu ini,” jelas Qin Shang.
Luo Xi mengerti dan setuju. Tapi, tidak bisa hari ini, harus besok. Karena, dia mau pulang dulu ke rumahnya hari ini untuk mengambil barang.


No comments:

Post a Comment