Tuesday, February 12, 2019

Sinopsis J-Drama : Holiday Love Episode 2 - part 1

0 comments


Network: TV Asahi

Azu mengambil jemuran pakaian yang telah kering, lalu dia masuk ke dalam rumah dan melipatnya. Junpei berdiri didepan Azu dan memberitahu bahwa Suami Rina mengancamnya untuk keluar dari pekerjaannya, jadi dia berpikiran untuk kembali ke Tokyo dan mencari pekerjaan baru.



Azu berhenti melipat pakaian, dan dia menanyakan apa Junpei tidak bahagia dengannya. Junpei langsung berlutut, dia meminta maaf dengan tulus atas kesalahan yang telah dilakukannya, dan dia memohon agar Azu mau memaafkannya.

“Itu saja?” gumam Azu pelan. Junpei bergerak maju untuk memegang tangan Azu, tapi Azu langsung mengelak dan mengatakan jangan menyentuhnya.

“Tidak peduli apapun yang kamu katakan. Apa alasanmu. Yang penting adalah kamu mengkhianati aku tidak akan pernah berubah,” balas Azu.


Azu menceritakan perasaannya, setiap minggu dia dan Nanaka akan menunggu Junpei pulang. Dan ketika itu, dia akan sibuk memikirkan makanan apa yang harus dimasak, kemana mereka harus pergi berjalan- jalan, jenis hal seperti apa yang harus di bicarakan. Itu semua karena dia percaya bahwa Junpei yang sedang jauh disana sendirian, sedang melakukan yang terbaik. Tapi Junpei malah mengkhianatinya seperti ini.



“Aku minta maaf. Maaf. Aku akan langsung pulang ke rumah setiap hari, dan menemanin keluarga ku! Aku tidak mau kehilangan kamu dan Nanaka! Sekali saja, hanya sekali saja, mari kita mulai dari awal lagi,” pinta Junpei dengan sangat menyesal.

Azu diam menatap Junpei selama sesaat. Lalu dia mengatakan dengan pelan bahwa ini sudah berakhir, jadi Junpei jangan pernah pulang ke rumah ini lagi, karena dia tidak ingin melihat wajah Junpei lagi. Dan Junpei terdiam tidak bergerak.

“Tolong pergilah!” tegas Azu, lalu dia membawa keranjang pakaian nya dan masuk ke dalam kamar.


Reika menghubungin Azu untuk melakukan reservasi hari ini, tapi karena sedang banyak masalah, maka Azu menolak. Seperti mengetahui apa yang terjadi, Reika menanyakan ada masalah apa, tapi Azu tidak mau memberitahu. Lalu Reika menyaran kan agar Azu untuk menarik nafas, dan menenang kan diri dengan pergi keluar serta bersantai.

“Ya. Terima kasih banyak,” kata Azu menanggapi dengan datar.

“Oh ya, minggu ini ada seminar Nail, kan? Kamu punya pekerjaan. Pekerjaan tidak akan pernah mengkhianati kamu,” kata Reika mengingatkan mengenai pria di app nya.


Azu mendengus pelan. Dan seperti tahu banyak hal, Reika membahas tentang adik Azu yang pernah bercerai sekali. Lalu dengan heran, Azu pun bertanya darimana Reika tahu, tapi Reika tidak mau memberitahu dan dia mematikan sambungan telpon.


Reika memberi makan ikan kecil yang dipelihara nya.



Malam hari. Saat makan malam. Nanaka dengan gembira mengatakan bahwa minggu depan dia mau pergi ke taman bermain bersama dengan Papa. Dan mendengar itu, Azu langsung tidak bersemangat.

“Nanaka. Papa ada pekerjaan minggu depan. Jadi mari pergi dengan Mama saja, ya,” kata Azu sambil berusaha untuk tersenyum di depan Anaknya.


Dirumah. Rina melipat pakaian sambil menonton video CCTV nya yang menampilkan seorang wanita yang tidur sendirian didalam kamar. Lalu tepat disaat itu, Suaminya pulang, jadi dia langsung berhenti menonton.



“Dasar wanita kotor!” keluh si Suami sambil melepaskan jasnya.

Rina memengangin jas suaminya, dan dengan suara pelan, dia menanyakan apa sekarang mereka akan bercertai. Dan si Suami menjawab bahwa itu tergantung kepada Rina, jika tidak ada anak2, maka dia pasti sudah mengusir Rina.

Rina berlutut di depan suami nya dan memohon,”Tolong biarkan aku hidup seperti tidak ada yang terjadi. Aku tidak akan mengatakan apapun, bahkan jika mulutku robek.”



“Baiklah. Kemudian hanya lihat padaku saja dimasa depan! Juga, lakukan hal yang sesuai! Kamu, jika aku mengusirmu, bagaimana kamu akan hidup? Kamu tidak punya pekerjaan, tidak ada latar pendidikan, tidak ada keluarga untuk bergantung, kamu tidak berguna. Semuanya itu BERTERIMA KASIHLAH PADAKU!!” kata si Suami dengan sikap yang kasar kepada Rina. Dia tampak seperti sangat posesif kepada Rina, sekaligus memandang rendah Rina.



Rina berdiri dan menggantungkan jas suaminya. Lalu dia berniat untuk masuk ke dalam kamar, tapi si Suami dengan nada tajam langsung mengingatkan Rina. Yaitu jika suatu saat mereka bercerai, maka dia yang akan membawa anak2.

“Kamu bahkan tidak pernah menukar popok mereka, bagaimana kamu akan membesarkan mereka?” tanya Rina dengan terkejut.

“Aku tidak akan pernah menyerahkan anak2 ku, tidak peduli apa! Aku tidak akan membiarkanmu menemui mereka, jika kita bercerai!” ancam si Suami.



Ketika Rina telah masuk ke dalam kamar. Si Suami memandang ke arah ruang tamu dengan raut wajah terluka. Dia mengingat bagaimana Rina menyelingkuhinnya dan bermesraan dengan Junpei disana. Lalu setelah menghabiskan minumannya, si Suami pun masuk ke dalam ruang tamu dan menghancurkan semua yang ada disana dengan marah.


Didalam kamar. Azu berusaha untuk tidur, tapi dia tidak bisa. Jadi dia pun membersihkan semua peralatan Nail nya.


Dikantor. Junpei mengingat perkataan suami Rina yang mengancamnya untuk berhenti dan meninggalkan kota ini. Tepat disaat itu, Suami Rina menelponnya, dan dengan menyesal Junpei meminta maaf, lalu dia menjelaskan bahwa jika semua persiapan telah selesai, maka dia akan segera berhenti. Namun suami Rina tidak mau menunggu.

“Semua hal yang kamu lakukan. Aku akan membongkar semuanya ke perusahaanmu, teman mu, bos mu, dan bawahanmu!” ancam Suami Rina.

“Aku mengerti,” jawab Junpei dengan pelan.



Junpei menghampiri Rina dan menanyakan apa yang terjadi kepada penggelangan tangan Rina, karena itu memakai perban. Sambil tersenyum Rina menyembunyikan lukannya tersebut dan mengatakan bahwa dia baik2 saja.

“Aku benar2 merasa bersalah. Maaf,” kata Junpei dengan menyesal.

“Jangan khawatir,” balas Rina. Lalu dia mendekat dan memeriksa luka di wajah Junpei.



Junpei sedikit menghindar ketika Rina menyentuh wajahnya. Kemudian Rina menanyakan kondisi keluarga Junpei serta Istri Junpei sekarang. Dan dengan jujur, Junpei menceritakan bahwa Istrinya tidak mau dia pulang ke rumah lagi. Lalu dengan sikap terkejut, Rina menutup mulutnya.

“Aku tidak berhak mengatakan ini, tapi… Mari kita kembali ke keluarga masing2. Aku tahu ini kedengaran egois,” kata Junpei.

“Aku akan terus bekerja di sini. Tidak apa. Jadi aku bias menjaga anak ku,” kata Rina sambil tersenyum senang.

“Dia tidak akan membiarkan kita berada di kota yang sama. Jika dia mengetahui bahwa kita bekerja di perusahaan yang sama…”

Sebelum Junpei menyelesaikan perkataannya, seorang karyawan datang. Sehingga mereka berdua berhenti mengobrol. Dan Rina pergi masuk ke dalam perusahaan.


Azu pergi ke kantor pengadilan. Untuk meminta surat perceraian.


Saat melihat Azu yang berjalan melewati salonnya dengan wajah yang tampak lelah, maka Haru mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi. Lalu mereka pergi ke café, dan disana Azu menceritakan semua masalahnya.



“Azu, kamu mungkin terluka, tapi kamu mesti pikirkan cara untuk memulai dari awal lagi sekarang, kan?” tanya Haru.

“Aku ingin bercerai,” gumam Azu. Dan mendengar itu, Haru merasa sedikit terkejut.

Haru menasehati Azu untuk memikirkan tentang Nanaka, serta sekarang Junpei telah kehilangan pekerjaan nya yang benar2 berharga yang telah dikerjakan nya selama bertahun- tahun, jadi sekarang Junpei pasti sangat memerlukan dukungan dari Azu.


“Itu tidak ada hubungan nya dengan ku,” gumam Azu, tidak peduli.

“Aku tahu ini sulit dimaafkan. Tapi coba pikirkan, setiap orang bisa berbuat salah,” kata Haru, memberikan nasihat.

“Setiap orang? Pastinya itu bukan aku. Dia mengkhianati ku dan berbohong padaku. Tapi satu hal yang paling tidak bisa ku maafkan, yaitu Junpei mencintai dia sebagai seorang Wanita,” kata Azu dengan sedih dan terluka.


Dalam perjalanan pulang, Azu mengingat  nasihat terakhir yang Haru katakan padanya. Haru merasa senang karena Azu memiliki pekerjaan, sehingga Azu bisa memilih jalan hidupnya. Dan Haru mengingatkan agar Azu berhati- hati kepada Rina, karena wanita yang terlalu terobsesi kepada Junpei itu dan rela bekerja di tempat Junpei itu, wanita seperti itu terlalu menakutkan.



Didalam rumah. Azu menatap kertas perceraian. Lalu seperti teringat sesuatu, Azu membuka buku catatan nya. “Hari ini?” gumamnya.

No comments:

Post a Comment