Sunday, March 10, 2019

Sinopsis C- Drama : Easy Fortune Happy Life Episode 5 - part 3

1 comments


Network : TTV


Da Feng merasa kesal dan ingin memarahi Fu An, tapi sialnya disaat itu telponnya berbunyi dan ketika dia mengangkatnya ternyata ada masalah penting sehingga di harus pergi ke perusahaan. Jadi dengan kesal, Da Feng pun membanting bola itu di depan Fu An, lalu berjalan pergi.




Diperusahaan. Da Feng menemui Yun Gao yang telah menunggu. Yun Gao menegur Da Feng karena karyawan di bagian Da Feng memberikan hal yang sia- sia kepadanya, lalu Yun Gao melemparkan map yang dipegangnya kepada Da Feng.

“Apa kamu mau pergi mengecek DNA mu? Apa kamu benar- benar cucuku? Jam berapa ini? Mengapa kamu kembali telat?” kata Yun Gao dengan keras. Dan tanpa menjawab, Da Feng memungut map yang dilemparkan kepadanya.




Melihat kedatangan Fu An yang berada di depan pintu, sikap Yun Gao langsung berubah menjadi lebih lembut. Dia menyuruh agar Fu An masuk, dan kemudian Fu An memberitahu bahwa dia serta Da Feng barusan pergi ke sekolah Pi Dan.

“Apa sekolahnya baik?” tanya Yun Gao, perhatian.




“Baik. Sangat baik. Aku hanya takut Pi Dan tidak cukup bagus disekolah. Kakek, Da Feng terlambat karena pergi bersamaku, tolong jangan salahkan dia,” kata Fu An. Dan Da Feng tersenyum, berterima kasih.

“Kamu akhirnya melakukan beberapa hal baik,” puji Yun Gao. Lalu dia mengajak Fu An untuk ikut rapat bersamanya.



Yun Gao membiarkan Fu An duduk disebelahnya. Dan Da Feng memperkenalkan Fu An kepada setiap orang sebagai seorang specialis obat cina yang diundang khusus ke dalam rapat ini. Lalu setiap orang pun bertepuk tangan menyambut Fu An.



Seorang karyawan mengangkat tangannya, dan memberitahukan idenya untuk produk baru. Akhir- akhir ini payudara besar menjadi topik hangat, jadi dia mendapatkan ide untuk membuat bra pembesar payudara yang berdasarkan Obat Cina. Seperti NU Bra.



Selesai mendengar kan, Yun Gao meminta pendapat Fu An. Dan dengan jujur serta polos, Fu An memberitahukan pendapatnya. Menurutnya lebih efektif bila mereka membuat obat yang dimakan untuk membesarkan payudara. Jika mengenakan bra atau pad, itu terlihat palsu, jadi rasanya seperti berbohong kepada konsumen.

“Apa yang kamu katakan benar. Sama seperti apa yang kupikirkan juga,” kata Yun Gao setuju. Lalu dia memarahi si Karyawan dan menyuruhnya untuk pindah bagian serta belajar dari awal, dimulai dari menghadapi konsumen.




Si Karyawan merasa kesal dan duduk kembali. Melihat itu, Fu An sedikit merasa tidak enak karena telah membuat nya kena marah. Da Feng kemudian mengungkapkan pendapatnya juga.



“Ketika aku mendengar opini Fu An barusan, aku pikir dia bukan hanya master profesional yang mengetahui obat China. Tapi dia juga tahu dari sisi konsumen. Jadi aku ingin mengundangnya bergabung ke bagianku. Aku pikir dia akan bisa membantu Ba Bao Tang,” kata Da Feng.



“Kamu benar,” kata Yun Gao setuju. Fu An menolak, karena dia tidak bisa. Tapi Yun Gao menyakinkan bahwa Fu An pasti bisa melakukan yang lebih baik dibanding yang lain, karena Fu An telah banyak diajarkan Chun Xiang. Dan karena tidak enak menolak, akhirnya Fu An pun hanya diam.

Sesudah itu, rapat selesai. Yun Gao keluar dari dalam ruangan beserta dengan para karyawan yang lain.




Fu An mengeluh kepada Da Feng, karena dia tidak bisa melakukannya. Dan Da Feng membalas bahwa dia tahu, tapi dia membiarkan Fu An bergabung adalah karena dia ingin Fu An mengerti betapa sulit nya mencari ide produk baru. Sehingga lain kali, Fu An tidak membuka mulut dan menkritik orang begitu saja.

“Aku tidak sengaja. Kamu mempermalukanku!” keluh Fu An.

“Di pertemuan selanjutnya. Jelaskan idemu sendiri. Aku menantikannya,” balas Da Feng dengan sinis, lalu dia pergi.

Yan Da Feng. Aku tidak akan hanya membiarkan mu memandang rendah aku. Tunggu dan lihatlah. Tekad Fu An didalam hatinya.



Fu An pergi ke perpustakaan, dan disana dia bertemu dengan Dong Jie. Dengan heran, Fu An menanyakan mengapa Dong Jie berada di perpustakaan, karena dia mengira bisnis yang Dong Jie jalankan adalah bisnis restoran atau kasino.



“Aku beneran bukan mafia. Aku bekerja di perusahaan keuangan. Kapanpun pemilik memiliki masalah keuangan, kami akan… aku…,” Dong Jie tergagap, ketika melihat para anak buahnya datang secara ramai- ramai. Dia lalu menarik kepala Fu An agar tidak melihat kebelakang. “Kami akan menyelesaikannya secara pribadi,” jelas Dong Jie, melanjutkan perkataannya.

Fu An merasa heran, mengapa Dong Jie menahan kepalanya. Dan Dong Jie beralasan rambut Fu An tampak lebih tipis. Lalu sambil menahan kepala Fu An, Dong Jie memberikan kode kepada para anak buahnya untuk pergi. Dan karena mengerti, maka mereka semua pun langsung pergi dari sana.




“Apa yang kamu lakukan? Apa yang salah dengan matamu?” tanya Fu An, ketika melihat mata Dong Jie berkedip, kepadahal tidak ada siapapun dibelakangnya.

“Aku terlalu banyak bergadang akhir- akhir ini. Mataku jadi terasa tidak nyaman,” kata Dong Jie beralasan. Dan Fu An memeriksanya, lalu dia menarik Dong Jie untuk mengikutinya.



“Oh, tidak heran. Kakak Ge menyuruh kita datang ke sini untuk sering- sering membaca buku. Karena ketika membaca dia bisa mendekati gadis,” komentar anak Buah Dong Jie melihat itu.



Dia terlihat lebih baik daripada sebelumnya. Pakaian yang dikenakannya pun berbeda juga. Kelihatannya keluarga Yan memperlakukan dia dengan baik. Pikir Dong Jie memperhatikan Fu An secara dekat.



Selesai memeriksa, Fu An mengatakan bahwa kesehatan Dong Jie baik- baik saja. Lalu Dong Jie menjelaskan kalau dia beneran bukan bagian dari mafia, dan Fu An tertawa karena tadi dia hanya bercanda saja.

“Oh ya, terlalu bergadang tidak bagus untuk kesehatanmu. Aku akan memberikan resep untukmu,” kata Fu An lalu menulis dikertas.




“Hey, bagaimana kamu di keluarga Yan? Apakah ada yang membully mu?”

“Tidak ada. Setiap orang sangat baik sampai aku merasa tidak enak. Karena kamu tahu, ini benar- benar berbeda dari kehidupan ku yang sebelumnya,” jelas Fu An.

Saat Dong Jie menanyakan bagaimana tentang hubungan nya dengan Da Feng, Fu An langsung mengomel karena menurutnya Da Feng orang yang menyebalkan untuk dijadikan teman, tapi disisi lain kadang Da Feng bisa bersikap baik juga kepada nya dan Pi Dan.




Setelah selesai menuliskan resep, Fu An memberitahukan kepada Dong Jie cara penggunaannya dan menasehatinya juga. Lalu setelah itu dia pamit, karena dia harus pergi.




Fu An datang sedikit terlambat ke rapat, karena kemacetan lalu lintas, sebab dari perpustakaan dia harus naik bus untuk kesini. Da Feng merasa kesal, tapi dia menahannya, dia lalu menyuruh Fu An untuk mempresentasikan ide menggunakan power point.

“Tidak perlu membuatkanku teh, terima kasih,” kata Fu An salah mengerti. Dia mengira Power Point adalah Pao Cha yang berarti teh panas. Sehingga setiap orang mengetawainya.




Fu An menjelaskan bahwa dia menghabiskan waktu untuk membaca dan mencari tahu mengenai bau kaki yang menjadi masalah dan hal yang memalukan bagi beberapa orang. Jadi setelah mencari tahu, dia berniat untuk membuat produk yang mengatasi bau kaki.

“Caranya?” tanya Da Feng.

“Bau kaki disebabkan karena keringat, dan bakteri. Untuk contohnya, kita bisa menggunakan alkohol dan mint yang berefektif menyegarkan dan membunuh  kuman. Jadi…”

“Apa kamu sudah melakukan riset pasar?” potong Da Feng.



Da Feng menjelaskan bahwa produk yang Fu An jelaskan telah ada sangat banyak di pasaran. Jadi dimana perbedaan antara produk yang Fu An sebutkan dengan produk lain yang beredar di pasaran. Dan Fu An kesulitan untuk menjawab.

“Kamu adalah orang yang paling dipercayai Ketua, jadi tolonglah bekerja dengan pintar ketika mempersiapkan proposal baru, bisakah?” kata Da Feng.

“Aku sudah…”

“Rapat berakhir hari ini. Bubar,” potong Da Feng.




Fu An menahan rasa malu nya. Karena Da Feng telah mempermalukannya di depan setiap orang yang berada di dalam ruangan rapat.

1 comment: