Sunday, March 3, 2019

Sinopsis C- Drama : Easy Fortune Happy Life Episode 2 - part 3

0 comments


Network : TTV
Sesampainya di rumah Chun Xiang. Yun Gao merasa terkejut, karena seluruh rumah itu telah terbakar hangus. Dan kepala desa yang melihat kedatangan mereka berdua, dia mendekat dan menghampiri mreka.

“Boleh aku tanya siapa yang kalian berdua cari?” tanya kepala Desa.


Yun Gao berbalik dan menghadap ke arah kepala Desa, “Boleh aku bertanya dimana Chun Xiang?” tanyanya.

Kepala Desa langsung menjelaskan bahwa Yun Gao telah terlambat datang ke sini, karena baru saja mereka menguburkan Chun Xiang. Dia menceritakan kejadian 1 minggu yang lalu, dimana rumah Chun Xiang kebaran dan membakar semuanya. Lalu cucu Chun Xiang telah pergi turun gunung barusan untuk mencari seseorang bernama Wang Cai.

“Wang Cai? Wang Cai?” gumam Yun Gao.
 “Itu nama yang benar- benar bagus, kan? Sebenarnya seluruh warga desa, tidak percaya bahwa ada orang yang bernama Wang Cai. Orang itu yang menyebabkan Chun Xiang menolak menikahi seorang petani. Chun Xiang menunggu lama untuknya. Menunggu sampai dia berusia 35 thn baru dia mau menikah. Dia adalah pengantin tertua di desa,” jelas Kepala Desa, tanpa menyadari siapa sebenarnya Yun Gao.

Yun Gao memberitahu bahwa dialah Wang Cai, tapi dulu dia mengubah nama nya menjadi Yan Yun Gao. Mendengar itu, Kepala Desa mencari- cari gambar Wang Cai yang dulu digambarkan oleh Chun Xiang dan mencocokannya. Tapi kepala Desa tidak percaya, karena wajah Yun Gao tidak tampak sama seperti apa yang ada di gambar.

“Ada bekas luka disini, dan ini bekas luka ku. Ini bisa membuktikan bahwa aku adalah Wang Cai,” kata Yun Gao sambil menunjuk ke arah dahinya. Dan kepala Desa pun akhirnya percaya.


Kepala Desa kemudian memberitahukan tentang kehidupan Chun Xiang yang sangat sulit. Contohnya, Chun Xiang memiliki sebuah TV hitam- putih, itu karena 20 thn yang lalu anak laki- laki Chun Xiang menghadiri asosiasi herbal dan terpilih untuk mendapatkan TV tersebut. Lalu TV itu hanya memiliki 3 channel saja. Jika bukan karena kebakaran itu, maka TV itu mungkin saja masih bisa berfungsi.

“Mengapa menjadi seperti ini. Bukankah ada peningkatan ekonomi?” tanya Yun Gao.

“Ah… anak Chun Xiang ingin pergi ke kota untuk mencari pekerjaan dan mengumpulkan uang, jadi dia menaiki bus dan turun dari gunung. Tapi tanpa disangka, bus itu malah kecelakaan! Menantu Chun Xiang, pergi ke kota untuk menghasilkan uang, tapi akhirnya dia malah meninggal di sengat ratu lebah. Kamu beritahu aku, dengan peningkatan ekonomi, apa ada hal yang bagus terjadi pada mereka?” balas kepala Desa.


Yun Gao merasa kasihan dan bersalah kepada Chun Xiang. Kemudian kepala Desa pun menceritakan tentang Fu An, cucu Chun Xiang, dia menjelaskan bahwa Fu An adalah anak yang pintar dan selalu mendapatkan juara, tapi demi menjaga Chun Xiang, maka Fu An tidak melanjutkan sekolahnya. Fu An sering pergi ke pasar, rumah sakit, untuk menjual obat herbal.

“Apa cucu nya sering ke rumah sakit Fu Man yang berada di bawah gunung?” tanya Yun Gao. Dan kepala Desa membenarkan.

“Chun Xiang mengajarkan cucunya sangat baik. Sehingga dia menjadi orang baik yang menyelamatkan hidup orang lain seperti Chun Xiang. Tidak seperti ku yang mengajari sebuah grup harimau dan serigala,” jelas Yun Gao.

“Serigala?” balas Kepala Desa tidak mengerti. Tapi Yun Gao tidak melanjutkan ceritanya lagi.

Yun Gao menanyakan dimana keberadaan Fu An, bagaimana mencari Fu An, dan menghubungin Fu An. Tapi karena Fu An telah pergi dari gunung, dan tidak memiliki hape, maka kepala Desa pun tidak tahu dimana keberadaan Fu An.


“Tuan, mereka punya nama kan?” tanya pengacara Li.

“Yang pertama Xie Fu An. Dan yang kedua Xie Pi Dan,” jawab kepala Desa.

Pengacara Li tidak percaya bahwa ada orang bernama begitu, karena kedua nama itu terdengar agak aneh di dengar. Tapi kepala Desa menyakinkan bahwa itu benar, jika mereka tidak percaya, maka mereka bisa bertanya kepada warga yang lain.

Pengacara Li dan Yun Gao salah mendengar. Fu An, mereka dengar Hu An yang berarti ‘sampah’. Dan nama Pi Dan berarti ‘Telur Busuk’. Makanya Pengacara Li berpikir itu tidak mungkin.


Yun Gao dan Pengacara Li pulang. Mereka pulang sambil membawa sepeda tua milik Chun Xiang. Dan didalam mobil, Yun Gao mengomentari Chun Xiang.

“Wanita bodoh. Dia benar- benar menunggu ku sampai bertahun- tahun. Aku benar- benar tidak mempercayai bahwa di dunia ini ada orang yang benar- benar sebaik itu. Walaupun aku telah menipu nya,” kata Yun Gao.

Flash back

Dulu Yun Gao adalah seorang pembisnis yang mencari keuntungan dari obat- obatan china. Tapi bisnis nya gagal. Lalu dia pun datang ke gunung Fu Man untuk mencari bahan- bahan, tapi tanpa sengaja dia malah jatuh ke dalam sebuah jebakan. Untungnya, disaat itu Chun Xiang lewat dan menyelamatkannya.

Ketika terbangun, Yun Gao merasakan tubuhnya sangat enak, karena obat Ba Bao yang Chun Xian berikan padanya.

Chun Xiang menjaga Yun Gao dan bahkan menggunakan pill Ba Bao yang sangat berharga untuk menyembuhkannya. Tapi sewaktu itu, Yun Gao merasa serakah mau memiliki obat tersebut. Jadi dia menggunakan kepercayaan Chun Xiang padanya untuk menjebaknya. Dia memberikan harapan dan impian palsu kepada Chun Xiang.

Chun Xiang yang mempercayainya mengajarkan banyak hal padanya dalam hal membuat obat- obatan china.


Lalu karena saking serakah keinginannya, maka Yun Gao pun mencuri resep pill Ba Bao milik Chun Xiang. Dan dia menggunakan resep itu untuk membangun perusahaan Ba Bao yang sekarang ini dimiliki nya.

“Pill Ba Bao bisa mengobati diare, sakit perut, dan kembung. Jika sakit, maka itu akan sembuh. Tapi jika tidak sakit, itu akan menguatkan tubuh,” gumam Yun Gao membaca buku resep yang Chun Xiang simpan.

Demi bisa mendapatkan resep pill Ba Bao, maka dia sengaja tinggal di sisi Chun Xiang. Dan setiap hari ketika Chun Xiang pergi untuk memetik tanaman, dia akan secara diam- diam menyalin buku resep tersebut.


Saat malam hari, Yun Gao memasangkan lonceng di sepeda Chun Xiang. Sehingga ketika Chun Xiang pulang ke rumah, maka dia akan tahu dan bisa dengan segera menyembunyikan buku resep yang diambilnya tersebut. Jadi dengan begitu, dia pun tidak akan ketahuan.

“Ketika aku turun gunung, aku akan menggunakan resep rahasia yang ku dapatkan dari Chun Xiang untuk membuka toko obat China,” pikir Yun Gao. Lalu dia membawa semua barangnya dan berniat pergi dari sana.


Tapi ketika dia mau pergi, Chun Xiang malah menemukannya. Jadi karena takut ketahuan, maka Yun Gao meminta Chun Xiang menutup mata, lalu dia menendang pohon bunga Tung disebelahnya dengan kuat sehingga bunga- bunga berguguran. Dan kemudian dia mencium Chun Xiang, lalu memeluknya dengan erat.


Kemudian Yun Gao mengarang cerita mengenai gugur nya bunga pohon Tung. Dan menyerahkan kalung jam miliknya. Lalu dia meminta Chun Xiang untuk menunggunya. Itu semua dilakukannya untuk menipu Chun Xiang agar dia tidak ketahuan telah mencuri resep rahasia milik Chun Xiang.

Tapi tanpa mengetahui hal itu, Chun Xian tersenyum bahagia, karena dia mengira bahwa Yun Gao beneran tulus kepadanya dan akan kembali. Sehingga dia pun membiarkan Yun Gao untuk pergi meninggalkannya sekarang.

Flash back end

Yun Gao merasa bersalah, karena dia mencuri resep tersebut, maka dia bisa hidup enak dan nyaman. Sementara Chun Xiang yang telah ditipunya, malah hidup sulit.

“Itu pasti sulit untuk mereka,” komentar Pengacara Li, setelah selesai mendengar kan kisah Yun Gao.

“Tapi Chun Xiang tidak terhitung menderita, karena dalam hatinya, dia tidak menderita. Dia memiliki cucu yang berbakti. Tapi aku? Disisiku ada penjilat dan anak yang tidak tahu diri. Itu mungkin hukuman ku,” balas Yun Gao.

Pengacara Li menyarankan sebuah ide, walaupun Yun Gao tidak bisa membalas kebaikan Chun Xiang, tapi Yun Gao bisa membalas kebaikan kepada Fu An yang merupakan cucu dari Chun Xiang. Namun Yun Gao tidak setuju, karena dia sudah punya ide lain.

“Chun Xiang menyelamatkan ku sekali. Mungkin cucunya bisa menyelamatkan anakku dan cucu ku sekali,” kata Yun Gao.

“Ketua, maksudmu…”

No comments:

Post a Comment