Friday, March 15, 2019

Sinopsis J-Drama : I Give My First Love To You Episode 3 - part 4

1 comments

Network : TV Asahi

Ditaman. Dengan penuh perhatian sebagai seorang sahabat, Yuiko memeluk Mayu yang menangis dan menghiburnya. “Tidak usah berbicara apa- apa,” kata Yuiko kepada Mayu kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya.

Seraya menangis, kubulatkan keputusan. Aku sudah tidak mau berbohong lagi.



Diatap sekolah. Takuma datang menemui Mayu yang telah menunggu, dan dia menanyakan apa yang mau Mayu katakan.

“Apa kamu ingat taman di bukit yang dulu sering kita datangin bersama?” tanya Mayu. Dan Takuma mengiyakan. “Sepulang sekolah, aku akan menunggu mu di sana. Kalau kamu tidak datang, aku takkan lagi mengejarmu. Aku akan menunggumu! AKU AKAN MENUNGGUMU!” kata Mayu sambil berusaha untuk tersenyum. Lalu dia berjalan pergi dengan cepat.



Kou yang kebetulan berada disana juga, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan itu. Dan setelah Mayu pergi, dia pun mendekati Takuma. “Aku akan menggantikan mu ke tempat nya Tuan Putri. Dan kamu menjenguk Teru,” jelas Kou, lalu dia pergi begitu saja.

Mendengar hal itu, Takuma pun menjadi merasa bimbang.



Yumi mengajak Kou untuk pergi karaoke bersama, tapi Kou menolak karena Mayu. Dan mengetahui itu, Yumi berkomentar bahwa perbuatan Kou saat ini tidak seperti Kou yang biasanya.

“Tempo hari kamu menyuruhku untuk agresif mendekatinya, kan?” kata Kou.

“Rasanya, saat kamu jatuh cinta, yang kulihat sama seperti kebanyakan cowok,” komentar Yumi.



“Aku ini mempunyai banyak wajah,” bisik Kou sambil memeluk Yumi. Dan Yumi mendorong serta menendang kaki Kou, lalu dia pergi.


Istirahat makan siang. Dilapangan. Ritsu menceritakan mengenai kakaknya, Kou, kepada Takuma. Dia menjelaskan bahwa dia dan kakaknya punya perbedaan, karena penyakit Ayah mereka, Kou hanya mengingat penderitaan ibu mereka saja.

Sementara Ritsu sendiri. Dia banyak mengingat ketika Ibu ada bersama Ayah mereka, Ibu lebih banyak tersenyum. Jadi menurutnya, mencintai orang yang penyakitan tidak bisa disebut kesialan.


“Kebahagiaan terbesar Taneda pun kurasa adalah saat bersama mu,” jelas Ritsu, memberikan nasihat pada Takuma.

“Terima kasih, ya,” balas Takuma sambil tersenyum.



Lonceng sekolah berbunyi, menandakan waktu pulang sekolah. Dan dengan cepat, sebelum seluruh murid lain keluar dari dalam kelas, Mayu keluar dari dalam kelas. Melihat hal itu, Takuma mengerti apa yang ingin Mayu lakukan sebenarnya.


Takuma menaiki bus dengan perasaan bimbang. Dia masih memikirkan siapa yang harus dia pilih, Mayu kah atau Teru.


Teru memandangin fotonya yang sedang berduaan dengan Takuma. Dan dia tersenyum lebar memandangi foto itu.

 Ketika bus berjalan melewati taman bukit. Disana Takuma melihat Teru yang berdiri menunggunya. Lalu dia teringat akan nasihat dari Ritsu untuk nya. Dan Takuma pun merasa sangat bimbang, dia berpikir apa dia harus turun atau tidak.


“Mau turun?” tanya supir bus.

“Tidak,” jawab Takuma. Dan Bus kembali jalan.



Tidak bisa. Aku tidak bisa terus begini. Maaf, Teru. Aku ingin berada di sisi Mayu. Ternyata, aku memanglah menyukai Mayu. Aku akan mengatakan itu pada Teru. Jika tidak setelah itu, aku tidak bisa pergi ke tempat Mayu.



Kalau diingat- ingat, harusnya saat itu aku langsung saja pergi ke tempat Mayu. Hari itu, karena salahku… Teru pun meninggal.

1 comment: