Sinopsis J-Drama : I Give My First Love To You Episode 6 - part 4



Network : TV Asahi

Ritsu serta Ibu nya datang ke rumah sakit, dan saat mereka melihat Kou yang sedang di tanganin oleh para perawat dan Dokter di dalam ruang ICU, mereka pun merasa heran apa yang tiba- tiba saja terjadi kepada Kou.



Melihat keadaan yang tampak sedang sangat ramai diluar, maka Mayu pun keluar dari kamar meninggalkan Takuma untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dan ketika dia keluar, dia mendengar pembicaraan seorang perawat bersama dengan Ayahnya.

“Tampaknya seorang pria muda yang dibawa ke IGD berada dalam keadaan mati otak,” kata si Perawat. Dan Ayah pun menyuruh si Perawat untuk memeriksa lebih mendetail lagi.




Mayu pergi ke ruangan ICU, dan disana dia merasa heran ketika melihat Ibu Ritsu yang menangis. Lalu ketika dia menyadari alasan mengapa Ibu Ritsu menangis, dia merasa sangat terkejut. Dan tepat disaat itu, Yumi datang berlari melewatinya.



“Kou pasti selamat, kan?” tanya Ibu, ketika Dokter keluar.

“Tampaknya ada pendarahan otak karena trauma kepala pada saat kecelakaan lalu lintas,” jelas Dokter.


Mayu yang mendengar itu, teringat hari kejadian, dimana dia dan Kou sama- sama terlibat dalam kecelakaan mobil di jalanan. Dan disaat itu, kepala Kou memang mengenai stan setir dan sedikit berdarah.

“Tidak ada pernafasan spontan dan tidak ada reaksi dari batang otak,” jelas Dokter. Dan mendengar semua itu, semua orang merasa sangat syok serta sedih.



Mayu kembali ke dalam kamar Takuma dengan pandangan tampak Syok, dan melihat itu Takuma pun bertanya.



Didalam kamar ICU. Ibu melihat isi dompet Kou, dan disana dia menemukan ada sebuah kartu donor jantung untuk Takuma. Ritsu yang ikut melihat kartu itu, dia menjelaskan bahwa Takuma adalah teman sekolahnya yang mengidap penyakit sama seperti Ayah, dan sekarang sedang menunggu transplantasi jantung.



Ibu  Takuma datang ke rumah sakit, dan ketika dia berjalan melewati kantin, dia secara tidak sengaja mendengarkan pembicaraan para Ibu- Ibu yang sedang membicarakan tentang kondisi seorang pasien muda yang mengalami mati otak.


“Tuan Kou?” gumam Takuma. Setelah Mayu selesai bercerita.

Tepat disaat itu, Ibu Takuma dan Ayah Mayu datang. “Pak, anu… katanya ada pemuda yang kemungkinan mati otak. Aku tadi mendengar nya disana,” kata Ibu Takuma memberitahu kepada Ayah Mayu.

“Walau mati otak, tetapi kita belum tahu apakah aku punya kesempatan transplantasi atau tidak,” sela Takuma.



“Enggak. Kemungkinan itu ada. Saat ini yang menunggu transplantasi di Jepang sebanyak 700 orang. Dan orang yang usianya mendekatinya ada 40. Lalu menilik dari kondisi geografis, golongan darah, dan jenis kelamin, kemungkinan untuk  Takuma sangat tinggi,” jelas Ayah Mayu.

“Bukannya aku berharap pada kemalangan orang, tetapi kalau dibilang tidak mengharapkan,” kata Ibu. Dan Ayah Mayu mengerti.


Mendengar pembicaraan mereka, Mayu memandangin Takuma yang sedang memikirkan tentang kondisi Kou.

Waktu terasa semakin cepat bergulir. Jam waktu yang di sebut takdir. Tik… tik… tik…

Post a Comment

Previous Post Next Post