Saturday, March 23, 2019

Sinopsis J-Drama : I Give My First Love To You Episode 7 - part 3

0 comments

Network : TV Asahi


Takuma datang ke ruangan Kou. Dan Ritsu yang berada disana, dia mengatakan bahwa dia telah mendengar tentang operasi yang akan Takuma lakukan, dan menurutnya Takuma sangat berani. Tapi Takuma membalas bahwa sebenarnya dia masih kurang berani, makanya dia datang kesini menemui Kou.

“Walau aku telah membulatkan tekad, rasa takut tetap masih ada. Sekalipun operasinya berhasil, sampai kapankah aku bisa hidup?” gumam Takuma.



“Kamu pasti akan terus hidup! Karena kakak ku saja terus hidup. Dan aku percaya akan itu,” kata Ritsu, menyemangati Takuma. Dan mendengar itu, Takuma tersenyum.



Lalu, hari ulang tahunku ke- 18 ku pun tiba. Kembali pada episode pertama, Takuma datang ke tempat foto dan mengatakan bahwa dia ingin mengambil foto untuk kematiannya. Jika aku mati, foto ini akan menjadi foto kematian.



Hari H. Ibu Mayu berjalan bolak- balik, karena dia merasa bimbang. Dia takut jika Takuma dan Mayu menikah diusia semuda ini, maka Mayu nantinya akan kesulitan untuk masuk ke universitas atau mencari pekerjaan. Dan Ayah Mayu yang berpikiran positif, dia meminta agar Ibu tenang saja, karena tidak ada kolom yang menanyakan sudah menikah atau belum pada CV lamaran perkerjaan.



“Kenapa kalian malah bertengkar?” sela Mayu yang datang sambil mengenakan baju wedding dress putih. Dan melihat itu, Ibu tersenyum karena Mayu kelihatan sangat cantik.



Mayu kemudian berjalan untuk menghampiri kedua orang tuanya, tapi karena baju wedding dress nya terlalu panjang, maka tanpa sengaja dia pun tersandung lalu terjatuh. Dan tepat disaat itu, Ibu Takuma datang, dan dia dengan ramah membantu Mayu untuk berdiri.

“Maafkan aku,” kata Mayu dengan canggung.


“Bisakah kamu memakainya?” tanya Ibu Takuma sambil memberikan sebuah gelang mutiara yang biasa dipakainya. Dan Mayu diam, karena tidak tahu harus perbuat apa. Jadi Ibu Takuma pun langsung memasangkan gelang itu di tangan Mayu.



“Aku belum begitu memaafkanmu. Kalian selalu saja seenaknya melakukan ini dan itu, tetapi kalau sudah sejauh ini, sebagai orang tua, kami hanya bisa turut mendukung,” jelas Ibu Takuma sambil tersenyum.

“Ibu,” panggil Mayu sambil balas tersenyum.




Kedua teman Kou datang ke rumah sakit dan mendandanin Kou. Kemudian setelah itu, mereka memberikan mantel macan tutul yang pernah Kou gunakan dulu kepada Ritsu, karena Ritsu tampak sangat gugup dan gelisah sekali, sebab dia yang akan menjadi pembicara di pernikahan Takuma serta Mayu hari ini. Dan Ritsu tersenyum menerima mantel kakak nya.


Didalam ruangan rumah sakit yang dijadikan aula pernikahan. Ritsu yang memakai mantel kakaknya berjalan dengan percaya diri ke depan panggung. Tapi ketika berbicara suara nya sedikit bergetar, karena gugup.

“Kalau begitu, mari kita sambut mempelai laki- laki dan perempuannya!”


Takuma dan Mayu masuk ke dalam ruangan sambil bergadengan tangan, dan setiap orang bertepuk tangan menyambut mereka berdua.




“Pertama- tama, kalian akan menandatanganin sertifikat pernikahannya,” kata Ritsu mengarahkan. Dan kedua teman Kou maju ke depan, lalu mereka memberikan surat pernikahan yang telah Kou persiapkan sendiri untuk Takuma serta Mayu. Dan melihat itu, mereka berdua langsung menatap ke arah Kou dan tersenyum.

Takuma dan Mayu saling bertukar cincin. Kemudian setelah itu, Ritsu mengarahkan mereka untuk saling mengucapkan ikrar pernikahan.


“Saya, Kakinouchi Takuma. Berusaha segenap hati untuk bisa panjang umur. Aku berikrar untuk tidak membuat Mayu bertindak sembrono, menemaninya baik dalam suka maupun duka, dan menjadi rekan nomor satu baginya, yang mencintai juga menyayanginnya selamanya,” kata Takuma.


“Saya, Taneda Mayu. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlalu panik dengan keadaannya. Aku berikrar akan menjadi kekuatannya, menjadi penyemangatnya, menjadi penasihatnya. Tidak menyerah dalam keadaan apapun juga. Serta senantiasa mencintainya selamanya,” kata Mayu.


Mendengar itu, semua orang bertepuk tangan untuk mereka.



Takuma menghampiri kedua orang tuanya. Dia berterima kasih karena mereka telah merestuinya. Lalu dia mengatakan pada Ibu bahwa dia sangat menyayangin Ibu, dan kemudian dia memberikan buket bunga kepada Ibu.



Mayu menghampiri kedua orang tuanya. Dia berterima kasih untuk semuanya selama ini. Dan dia memohon bimbingan mereka ke depannya. Kemudian setelah itu, dia memberikan buket bunga kepada Ibu.


“Siapapun yang tidak setuju akan pernikahan ini, harap angka tangan! Jika tidak, tutup mulutlah untuk selamanya!” kata Ritsu dengan keras. Dan semua orang diam. “Mereka semua setuju. Cepetan ciuman, gih,” kata Risu kepada mereka berdua.

Takuma dan Mayu saling bertatapan. Kemudian mereka saling mendekatkan wajah mereka, dan mereka berciuman.


Takuma menyimpan barangnya di dalam kotak. Mayu masuk ke dalam kamar, dan mengajak Takuma agar berfoto bersama.

“Kalau kamu mati, aku akan membunuhmu,” ancam Mayu.

“Berarti, aku takkan mati,” balas Takuma sambil tersenyum.



Setelah selesai berfoto, Takuma menyerahkan kotak miliknya kepada Mayu, dan menyuruh Mayu agar membaca itu, ketika dia sedang di operasi.



“Ayo kita berjuang!” kata Ayah Mayu. Dan Takuma mengiyakan.



Takuma memandangin wajah kedua orang tuanya, dan Mayu. Lalu setelah itu, dia dibawa masuk ke dalam ruangan operasi. Namun sebelum dia masuk ke dalam ruangan operasi, diia mengangkat jari jempolnya. Dan melihat itu, Mayu pun mengangkat jari jempolnya sambil tersenyum.



Operasi dimulai.



Mayu naik ke atas atap. Disana dia membuka kotak milik Takuma yang diberikan kepadanya barusan. Dan di dalam kotak itu, dia menemukan sebuah surat

No comments:

Post a Comment