Wednesday, March 13, 2019

Sinopsis J-Drama : I Give My First Love To You Episode 2 - part 3

0 comments


Network : TV Asahi

Takuma memperkenalkan Mayu sebagai teman satu sekolahnya. Namun tampaknya, Teru mengenal Mayu juga. “Kamu yang membuat Takuma memakan cicak goreng, kan?” tanya Teru. Dan Takuma tertawa mendengar itu.

“Aku tidak membuatnya memakan itu!” sangkal Mayu berusaha untuk membela diri.

Teru mengatakan bahwa dia sangat mengagumi orang yang ceria seperti Mayu, dan Mayu tersenyum mendengar itu.


“Oh, iya! Apa kamu ingat itu? Diatap, saat kita sedang melihat bintang jatuh, kita berdua berjanji akan menikah, kan?” tanya Teru pada Takuma.

“Eh? Memangnya iya?” balas Takuma terkejut, karena dia juga tidak ingat. Dan Teru mengangguk mengiyakan. Mendengar itu, Mayu merasa cemburu.


Diatas atap. Mayu mengeluh kenapa Takuma bisa berjanji hal yang sama kepada wanita lain, yaitu akan menikahi wanita tersebut.

“Lagian, kita ini teman, kan? Berarti sewaktu kecil aku juga berjanji menikah dengan cewek lain, kamu tidak berhak untuk protes,” kata Takuma dengan tegas. Dan Mayu langsung diam.


Kedua teman Mayu serta Ritsu datang ke rumah sakit karena cemas. Disaat itu sebuah pesan masuk ke hape Takuma. Pesan tersebut dari Teru, isinya sebuah pesan teks dan foto selfie Teru didalam kamar rawat,  ”Takuma aku senang bisa berjumpa denganmu hari ini walau cuma kebetulan. Apa kita bisa berjumpa lagi?”

Mayu yang ikut membaca pesan tersebut, dia menanyakan dengan cemburu apa Takuma tidak akan membalasnya. Karena selesai membaca pesan, Takuma mematikan hapenya.



“Takuma! Sampai jumpa!” teriak Teru yang berada di beranda kamar rawat. Dia melambaikan tangan kepada Takuma.

“Teru! Takuma akan datang menjenguk lagi!” balas Maru sambil melambaikan tangan pada Teru. Lalu dia menyuruh agar Takuma juga melambaikan tangan, jadi Takuma melakukannya.

Kedua teman Mayu dan Ritsu, mereka merasa heran melihat itu.



Didalam ruang OSIS. Kou memberitahu temannya bahwa tidak ingin mendekati Mayu secara agresif lagi, dia ingin mendekati Mayu secara perlahan, karena Mayu berbeda dari wanita lain. Dan segala keputusan akhir, dia akan membiarkan Mayu yang menentukan. Mendengar itu, Yumi berkomentar bahwa itu membosankan.



Didalam kelas. Mayu makan siang bersama kedua temannya di pojok kelas, dan disaat itu dia melihat Takuma seperti sedang mengetik secara diam- diam di bawah meja. Dan dia merasa penasaran.

Teru mengirim pesan, menanyakan apa Takuma akan datang untuk menjenguknya. Dan membaca pesan itu, Takuma membalas ya, hari ini dia akan datang sepulang sekolah. Lalu Teru membalas bahwa dia senang dengan emoticon lucu.
  

Pulang sekolah. Mayu mengikuti Takuma yang datang ke rumah sakit untuk menjenguk Teru. Dia beralasan bahwa dia datang untuk mengantarkan barang Ayahnya. Teru yang sudah menunggu sedari tadi, ketika melihat mereka berdua, dia langsung menyapa mereka dan mengajak mereka untuk mengobrol bertiga.


Didalam kamar rawat. Teru menawarkan apel yang didapatnya, dan Mayu pun menjawab dia mau. Lalu menggunakan pisau, Maru mengupas apel secara sangat perlahan. Melihat itu, Teru dan Takuma melongo.

“Apa? Kamu baru pertama kali melihat orang mengupas apel?” keluh Mayu, menyadari arti tatapan mereka berdua.



“Kayaknya aku saja yang mengupasnya?” tawar Teru. Dan Mayu menolak.

“Biar dia saja yang mengupas,” kata Takuma, karena Mayu terlalu lambat. Jadi Mayu pun memberikan pisau dan apelnya kepada Teru.

“Mahir sekali,” puji Mayu.


“Namun, aku dan Takuma tidak boleh memakan makanan yang mengandung gula. Jadi Mayu, kamu saja yang makan, ya,” kata Teru. Dan Mayu pun mengiyakan.



Diatas atap. Mayu memakan apel dengan sedikit emosi, karena dia merasa Teru sengaja mau pamer dan membandingkan diri. Serta tadi Teru terus membicarakan hal- hal yang tidak diketahuinya.

“Itu cuma menurutmu saja!” kata Takuma, berpikir positif.


“Gunung Fuji- nya kelihatan!” seru Teru. Dan Takuma pun mendekatinya untuk ikut melihat.

Jangan ikut campur pada hubungan kami. Mana mungkin bisa kukatakan itu. Soalnya, aku dan Takuma hanyalah sebatas teman.



Teru menanyakan apa Takuma tahu alasannya kembali ke rumah sakit ini, dan saat melihat bekas operasi di dada Teru, Takuma mengiyakan. Lalu Teru tersenyum dan mengatakan bahwa dia senang bisa berjumpa dengan Takuma lagi. Dan tanpa menjawab, Takuma tersenyum.


Dengan hanya berteman saja, terasanya sangat jauh. Mayu merasa cemburu dan sedih melihat kedekatan mereka berdua.


Ibu Mayu pulang dan memberikan oleh- oleh yang diminta oleh Mayu. Menerima itu, Mayu langsung berteriak senang.


Mayu makan malam bersama Ayah dan Ibunya. Sambil makan mereka mengobrol bersama, lalu Mayu mengatakan pada Ayahnya bahwa dia ada bertemu dengan wanita bernama Teru dirumah sakit.

“Dia cuma datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Sebentar lagi sudah boleh pulang,” jelas Ayah.

“Sebentar lagi itu kapan?”

“Kenapa kamu menanyakan itu?” balas Ayah, heran.



Melihat keanehan sikap Mayu, maka Ibu pun mengalihkan pembicaraan. Dia memberitahu kalau barusan dia ada mendapatkan oleh- oleh Apel dari tetangga. Mendengar itu, Mayu langsung mengambil apel tersebut dan mengigitnya dengan cepat.

“Dasar anak aneh,” gerutu Ayah.



Takuma memperhatikan Ibunya yang sedang memasak makan malam. Ibu menceritakan kalau dia merasa lega dengan hasil pemeriksaan Takuma yang baik- baik saja. Dan dia meminta Takuma untuk tidak terlalu stress dalam bersekolah. Karena dia merasa sangat cemas pada Takuma, dan terkadang kecemasan itu terasa tidak terbendung.


“Walau Ibu tidak mencemaskanku, aku pasti akan berhati- hati,” kata Takuma, menenangkan Ibunya.

No comments:

Post a Comment