Sinopsis Lakorn : Wolf (2019) Ep 4 - 3

Network: GMM One

Don : Misi 2. Hoi An.

Pergi ke kuil Cam Po. Pesan dari Wolf. Membaca pesan tersebut, Don pun menurut dan pergi ke sana. Sesampainya di tempat tujuan, yaitu kuil Cam Po. Don tertarik kepada seorang wanita yang tour guide yang sangat cantik, dan dia pun memotret wanita tersebut.


Dia adalah target mu. Misimu adalah tinggal dengannya 24 jam selama 7 hari. Mulai! Pesan dari Wolf. Membaca pesan tersebut, Don tertawa kecil.



Don masuk ke dalam kuil dan mengikuti si wanita tour guide yang sedang menuntun para tourist untuk melihat- lihat. Don terus memperhatikan dan menatap wanita tersebut. Merasakan tatapa Don itu, si Wanita merasa heran, tapi dia mengabaikannya.


Malam hari. Don duduk di depan kuil, menunggu si Wanita tour guide menyelesaikan pekerjaannya di dalam kuil. Disaat itu, Do mendapatkan telpon dari Wolf, “Kamu tidak sedang tinggal bersamanya.”

“Kamu benar- benar menontonnnya?” balas Don sambil melihat kesekelilingnya. Dan tepat diatasnya ada kamera CCTV, tapi dia tidak menyadarinya.

Wolf mengingatkan bahwa Don tidak boleh jauh dari wanita tersebut, dan dengan kesal Don menanyakan berapa meter atau centimeter jarak yang seharusnya. Wolf menjawab bahwa Don tidak boleh terlalu jauh dari Wanita tersebut lebih dari 10m. Serta ada peraturan yang harus Don ikuti, Don tidak boleh berpelukan, ciuman, atau menyentuh si Wanita

Mendengar itu, Don merasa sedikit kebingungan. Tapi Wolf langsung mematikan telponnya.



Don memanggil si Wanita yang telah keluar dari dalam kuil. Don memperkenalkan dirinya sebagai turis dari Thailand, dan dia menanyakan apa si Wanita adalah seorang tour guide. Dan si Wanita tersebut mengiyakan, tapi dia menjadi tour guide hanya untuk hari ini saja, karena dia mempunyai pekerjaan lain. Lalu dengan ramah si Wanita menanyakan, apa ada yang bisa dia bantu.

“Aku butuh tempat untuk tinggal,” kata Don.

“Apakah kamu ingin aku untuk memesankannya untukmu?” balas si Wanita.


“Oh, tidak. Tidak. Aku tidak ingin tinggal di Hotel. Aku ingin tinggal di tempatmu,” jelas Don. Dan si Wanita tertawa, karena dia mengira Don sedang bercanda.



Don menyakinkan si Wanita bahwa dia tidak bercanda, dan dia serius. Mendengar itu, si Wanita tersenyum, lalu dia mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya,” Aku Haya. Senang bertemu denganmu.”

“Ow… Aku Don Sawasdee Khap (sapaan dalam Thai). Aku tidak ingin menyentuhmu. Karena aku adalah seorang pria dan kamu wanita,” jelas Don, berusaha beralasan agar tidak dianggap aneh.

“Ini adalah salam saja,” kata Haya merasa heran. Dan Don melipat tangannya, menunjukan bahwa seperti inilah cara orang Thai mengucapkan salam.



Haya dan Don makan bersama di tempat makan pinggir jalan. Disana Haya menanyakan mengapa Don tidak mau tinggal di hotel, dan Don berbohong, dia mengatakan bahwa itu karena dia takut hantu.

“Kamu seorang turis. Kamu tidak bisa menghindar untuk tinggal di Hotel. Mm… Aku pikir aku bisa membantumu,” kata Haya.



Haya membawa Don untuk menginap di tempat yang sama dengannya tinggal. Dan disana, ketika Haya telah meninggalkannya, Don sengaja mengetuk dinding dengan alasan dia sengaja membuat suara agar yakin Haya berada di kamar sebelahnya.

Karena sebelumnya kan Don berbohong bahwa dia takut hantu.


Don terbangun di dekat dinding. Sepertinya semalam dia tidur di dekat dinding yang bersebelahan dengan kamar Haya agar dia tidak terlalu jauh dari Haya. Namun tiba- tiba saja sebuah sms dari Wolf membangunkannya.

Kamu tidak boleh jauh darinya lebih dari 10m. Isi pesan dari Wolf.


Don memanggil- manggil Haya, tapi Haya tidak menjawab. Dan ketika dia melihat keluar, dia menemukan bahwa Haya sedang berolahraga di bawah. Jadi dia pun keluar dari dalam kamarnya, dan turun ke bawah menemui Haya.



“Kamu bilang kamu akan membangunkan ku setiap pagi. Karena aku akan terus bersamamu sampai 6 hari ke depan,” kata Don kepada Haya.

“Aku harus menjaga mu sepanjanga malam. Dan apakah aku juga harus melakukannya di siang hari?” balas Haya dengan heran.

“Ya. Mengapa tidak? Kamu seorang pemandu tur kan? Dan tidak ada teman disekitarku, dan mungkin kamu bisa mengajakku berkeliling di Hai An,” jelas Don.

“Aku seorang pemandu tur. Tapi tidak untuk hari ini. Aku akan mengajakmu berkeliling jika aku menjadi pemandu tur lagi,” balas Haya.

“Okay, tapi tolong bangukan aku juga. Okay?” kata Don beusaha bernegosiasi. Dan Haya pun mengiyakan.



Pekerjaan kedua Haya adalah sebagai seorang penari. Dan mengetahui hal tersebut, Don pun mempelajarinya. Lalu dengan sabar dan sikap lembut, Haya mengajarkan Don.


Malam hari. Haya memberitahu Don bahwa sebulan yang lalu telah ada orang yang memesan kamar dimana Don menginap, jadi dengan terpaksa maka Don pun harus pindah ke tempat lain. Mendengar itu, Don langsung menebak bahwa itu pasti karena Wolf.



Don memohon agar Haya mau mengizinkannya untuk tinggal bersama selama 5 hari saja. Tapi Haya menolak, karena baginya Don adalah orang asing. Namun Don terus memohon, dia berjanji bahwa dia tidak akan pernah menyentuh Haya, jika dia menyentuhnya, maka Haya bisa membunuhnya langsung.

“Okay. Aku sudah mengambil pekerjaan. Bayar aku. Tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu lari dariku. Aku mempercayaimu,” kata Haya, akhirnya menyentujui Don untuk tinggal didalam satu kamar yang sama dengannya.


Ketika Haya selesai mandi dan keluar dengan hanya memakai selembar handuk saja. Don langsung memalingkan wajahnya, dan berusaha untuk menahan nafsunya agar tidak tergoda untuk menyentuh Haya nantinya.



Haya sedang sibuk bertelponan, tanpa mengingat bahwa sekarang Don berada dikamarnya. Dan ketika handuknya tidak sengaja terlepas, serta dia tidak sengaja melihat keberadaan Don karena itu. Haya langsung berteriak dengan keras.

Mendengar teriakan itu, Don berbalik melihat ke arah Haya. Dan ketika melihat bahwa Haya sedang bertelanjang, dia pun ikut berteriak juga.



Don mencari di google, cara menahan hawa nafsu. Tepat disaat itu, Haya lewat dan naik ke tempat tidur yang berada disebelahnya, dan melihat betapa seksinya Haya, Don menjadi sedikit tergoda. Tapi tidak satupun cara di google yang mudah untuk di praktikan. Jadi akhirnya Don pun memutuskan untuk berdoa ke pada Buddha.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Haya, merasa aneh melihat Don tiba- tiba bergumam.

“Itu seperti kita mengakatan untuk menjaga kita dari hantu,” jawab Don, berbohong.




Pagi hari. Haya membangunkan Don yang masih tertidur, tapi Don sama sekali tidak bangun serta tidak bereaksi. Jadi karena itu Haya pun mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu Don.

Post a Comment

Previous Post Next Post