Sunday, April 14, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 2 - part 1

1 comments


Network : iQiyi iQiyi

Luo Jing menatap terpesona kepada dada telanjang, Pria yang sedang berada di hadapannya tersebut. Lalu tepat disaat itu, terdengar suara orang ramai datang ke arah mereka. Dan mendengar itu, si Pria dengan cepat masuk kembali ke dalam bak mandi, dan membawa Luo Jing masuk juga untuk menyembunyikan nya.


“Tuan, Liu. Maafkan kami. Kami kira ada ada seorang pembunuh barusan,” jelas para pengawal. Dan si Pria menyuruh mereka untuk pergi, karena semuanya baik- baik saja.



Liu Xiu Wen – Bodyguard Pribadi Kekasisaran. Setelah para pengawal tersebut pergi. Luo Jin merasa sedikit bingung, karena setahunya Ayahnya di dalam game adalah seorang Perdana Mentri, jadi mengapa ada Tuan lain di rumahnya.



“Nona. Ini sudah malam dan air nya dingin, silahkan berdiri. Jika kamu seperti ini, Xiu Wen tidak akan bisa bertanggung jawab,” kata Xiu Wen dengan sikap sopan dan hormat.

“Nona? Mungkinkah dia bodyguard pribadi ku?” pikir Luo Jing, senang. Kemudian dia berdiri, dan pamit untuk pergi.



Xiu Wen merasa sedikit penasaran kenapa Luo Jing ada diluar pada jam segini, jadi dia pun bertanya apa Luo Jing berniat untuk kabur. Dan mendengar itu, Luo Jing pun mengakui dengan jujur bahwa dia memang mau kabur, karena ada sesuatu yang harus di lakukannya.

Kemudian dengan sikap seolah berkuasa, Luo Jing memarahi Xiu Wen serta mengatakan bahwa dia tidak takut sama sekali kepada Xiu Wen, walaupun badan Xiu Wen tampak bagus. Setelah itu, Luo Jing berbalik untuk pergi.



Xiu Wen memukuli belakang leher Luo Jing, lalu dia menangkap Luo Jing yang jatuh pingsan. “Nona, maafkan saya,” gumam Xiu Wen.



Luo Jing bermimpi bahwa dia sedang memandikan tubuh Xiu Wen. Dan kemudian setelah itu, mereka berdua berciuman.



Xi Que memanggil- manggil nama Luo Jing, berusaha membangunkan Luo Jing yang sedang tidur dengan bibir monyong. Dan Luo Jing pun terbangun, lalu saat dia melihat wajah Xi Que ada di dekatnya, dia langsung berteriak dan mendorong Xi Que.

“Nona, kamu pergi membicarakan tentang pesta perayaan ulang tahun untuk Yang mulia. Jadi kamu tidak boleh terlambat,” jelas Xi Que, membangunkan Luo Jing yang malah kembali tidur.



“Xi Que. Xi Que. Tidak bisakah kamu membiarkan ku tidur 1 menit lagi ? Hanya 1 menit lagi. Aku hampir saja berciuman,” kata Luo Jing dengan nada kecewa.

Xi Que merasa heran dengan perkataan Luo Jing, maka dia pun bertanya. Tapi Luo Jing tidak mau bercerita, dan mengalihkan pembicaraan. Luo Jing menanyakan bagaimana dia pulang semalam. Dan Xi Que pun menjawab bahwa dia tidak tahu, karena ketika dia memasuki kamar Luo Jing semalam, dia melihat Luo Jing sudah tertidur lelap.


“Itu tidak benar. Kemarin aku ada di dalam bathup dengan Tuan Liu, kan?” pikir Luo Jing, heran. Kemudian dia menanyakan, apakah ada yang namanya Liu di kediaman mereka.

“Nona, nama bodyguard pribadi mu berakhiran Liu,” jelas Xi Que. Dan mendengar itu, Luo Jing merasa sangat senang. Namun tiba- tiba saja dia teringat dengan baju yang dipakainya sekarang, berbeda dari baju yang dikenakan nya semalam.


Melihat kepanikan Luo Jing, Xi Que pun menjelaskan bahwa semalam dia melihat Luo Jing berkeringat sangat banyak, sehingga dia mengganti baju Luo Jing. Mengetahui itu, Luo Jing merasa lega serta senang.

Seperti biasa, Luo Jing mulai berbicara sendiri. Dia membicarakan tentang ketampanan Xiu Wen. Melihat itu, Xi Que merasa heran, tapi dia diam saja. Lalu saat Luo Jing tiba- tiba menanyakan nama lengkap Xiu Wen, maka Xi Que pun semakin bertambah heran.


“Apa yang salah dengan Nona, ya? Mengapa dia tidak mengingat apapun?” gumam Xi Que. Lalu dia mengingatkan Luo Jing untuk segera bersiap- siap.

Luo Jing menolak untuk bersiap- siap dulu. Dia menarik Xi Que untuk duduk, kemudian dia menanyakan pendapat Xi Que, pria mana yang paling baik untuknya. Xiu Wen atau Ying Chi? Karena menurutnya, kedua orang itu tidak terlalu buruk. “Jika itu kamu, siapa yang akan kamu pilih?” tanya Luo Jing.


Xi Que menjawab bahwa sebaiknya Luo Jing bersiap- siap menemui Tuan saja sekarang. Dan mendengar itu, dengan sangat malas, Luo Jing kembali tiduran sambil menutupi telingannya.

“Nona, mari temui Tuan. Nona,” pinta Xi Que, memohon.



Setelah puas tidur, Luo Jing melakukan peregangan badan sebentar, lalu dia memanggil Admin game. Dan disaat itu, sebuah layar trasnparan muncul di depan Luo Jing, memperlihatkan empat jenis pakaian. Melihat itu, Luo Jing merasa senang, dan mulai memilih- milih pakaian mana yang bagus untuk di kenakannya.

Dan akhirnya, Luo Jing memilih pakaian berwarna kuning yang berada di dalam sistem. Lalu secara ajaib, pakaian yang dikenakannya langsung berubah sesuai dengan pakaian yang dipilihnya dalam sistem.


Luo Jing memanggil Xi Que. Dan Xi Que pun datang, lalu dia membantu Luo Jing untuk berdandan sambil menjelaskan pertemuan dengan Tuan.

“Aku tanpa sengaja mendengar Tuan (Ayah Luo Jing) mengatakan, bahwa Yang mulia akan mengadakan pesta ulang tahun dalam 3 hari. Dan Anda bertiga putrinya telah mencapai usia menikah. Jadi hari ini, Tuan akan memutuskan Putri mana yang akan pergi ke Istana untuk berpatisipasi dalam seleksi Yang mulia untuk Yang mulia Yuan Zheng,” jelas Xi Que secara lengkap. Tapi Luo Jing tidak mengerti sama sekali.


Jadi Xi Que pun langsung berbicara to the point. Inti dari pesta ulang tahun yang diadakan oleh Yang mulia Raja adalah untuk memilih Istri bagi Yang mulia Yuan Zheng.


Mendengar itu, Luo Jing merasa sedikit tertarik, dan dia pun menanyakan seperti apa Yuan Zheng, apakah Yuan Zheng adalah pria yang tampan. Dan Xi Que pun menjelaskan bahwa dia juga kurang tau, tapi menurut rumor yang beredar, tampaknya Yuan Zheng kurang bagus dilihan serta memiliki sikap yang aneh. Seperti mematahkan punggung atau lengan seseorang.

“Huh! Kemudian aku tidak mau pergi. Orang ini pasti akan memukuli Istrinya. Juga, jika aku pergi, maka bukankah itu berarti aku menghiaknati Liu Xiu Wen dan Xiao Hua Hua (Ying Chi)?” kata Luo Jing sambil berpikir.



Luo Jing kemudian mendapatkan sebuah ide bagus. Karena masih ada dua orang Putri selain dirinya, maka dia hanya perlu membiarkan salah satu dari mereka saja yang pergi ke Istana. Dan Luo Jing lalu mengambil semua hiasan kepala yang ada dan memakainya dengan asal.

Xi Que ingin melepaskan semua hiasan rambut itu dan memperbaikinya supaya tampak lebih cantik. Tapi Luo Jing menolak, karena dia sengaja berpenampilan buruk seperti itu agar dirinya tidak dipilih oleh Ayah dan Ibu nya. Lalu setelah itu, dia berlari dengan riang, keluar dari dalam kamar. Dan dengan terbengong, Xi Que menatap aneh Luo Jing.



Luo Jing masuk ke dalam tempat pertemuan bersama dengan Xi Que. Namun disana, Luo Jing tanpa sengaja malah tersandung karpet, dan lalu dia terjatuh tepat di tengah ruangan. Di depan Ayahnya yang menatap nya dengan terkejut. Dan semua orang yang menatap nya dengan pandangan aneh.


Lin Fei Yu ~ Perdana Mentri.


Nyonya Lin~ Nyonya Perdana Mentri.


Lin You Er ~ Putri kedua


Lin Yi Ren ~ Putri ketiga



Dengan sedikit meringis, Luo Jing berdiri. Lalu dengan sikap yang tidak sopan dia memberikan hormat kepada Ayahnya. Dan melihat itu, Ayah merasa heran, karena baru menghilang beberapa hari saja, tapi Luo Jing malah sudah tidak sopan lagi.

Dan mendengar itu, bukannya menjaga sikap, tapi Luo Jing malah bersikap semakin tidak sopan. Dia menyapa setiap orang di dalam ruangan, seperti layaknya seorang teman. “Hai, lama tidak bertemu. Hai. Hai,” katanya. Lalu dia duduk bersandar di kursi dengan sikap malas.



Melihat itu, Ibu mengingatkan agar Luo Jing duduk dengan benar.

1 comment: