Sunday, April 14, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 1 - part 3

0 comments


Network : iQiyi iQiyi

Merah. Biru. Kuning. Hijau. Mereka berempat menggelilingin seorang Pria yang di sebut Tuan Jiang. Mereka meminta agar Jiang membacakan puisi untuk mereka, karena Jiang telah berjanji. Dan Jiang pun melakukannya. Lalu mendengar itu, mereka berempat, bahkan semua wanita yang berada disana langsung merasa meleleh dan terpesona dengannya.

“Hari ini, siapakah yang akan menjadi takdir ku?” tanya Jiang. Dan semua wanita langsung mengangkat tangan serta berteriak ‘Aku, aku, aku’


Kuning : “Aku telah belajar secara ekstensif dan berpengalaman dalam semua hal,” katanya. Dan dia di tolak. Lalu dia pun berlari pergi dari sana sambil menangis.

Hijau : “Tuan muda Jiang, aku tau bagaimana caranya bermain musik,” katanya. Dan dia di terima. Lalu dengan senang, dia berdiri di sebelah Jiang.

Biru : “Aku, aku, aku. Aku pandai membersihkan dan memasak,” katanya. Dan dia pun diterima.



Ketika melihat Kuning berlari sambil menangis, Luo Jing pun merasa heran dan bertanya, tapi Kuning tidak mau menjawab dan terus berlari pergi. Lalu kemudian Luo Jing melihat, Biru dan Merah yang berlari sambil menangis juga. Karena merasa penasaran, maka Luo Jing pun menghampiri Jiang yang sedang bersama Hijau.




Jiang Xuan Yu ~ anak dari pedagang bisnis kaya. Ketika melihat wajah tampan Jiang, maka Luo Jing langsung merasa terpesona. “Pria tampan lagi. Sayangnya dia pemilih dalam hal perempuan. Aku, aku, aku… aku tidak bisa membiarkan ketampanannya menghinoptis ku,” pikir Luo Jing dalam pikirannya sambil menatap tajam Jiang.


Luo Jing kemudian memarahi Jiang yang telah membuat beberapa perempuan menangis. Lalu dia ingin memukuli Jiang, dengan tinju asal- asalan nya. Tapi sayangnya dia meleset, karena Jiang dengan mudah menghindari tinju nya.


Seorang Pria turun dari dalam tandu, dan mendekat ke arah kerumunan. Dan Luo Jing yang tanpa sengaja terjatuh, mengenainya. Pangeran Zhong Wu Mei ~ Yang Mulia Yuan Zheng dari Sheng Yuan.



“Ah. Pria tampan lagi. Ini berkat,” pikir Luo Jing. Sambil menatap terpesona pada Wu Mei.

“Apa aku tampan?” tanya Wu Mei. Dan Luo Jing mengiyakan sambil tersenyum.

“Apa sudah cukup?” tanya Wu Mei, lagi. Dan Luo Jing menjawab tidak, masih sambil tersenyum.

“Minggir!” perintah Wu Mei, lalu dia mendorong Luo Jin. Dan tanpa sengaja ketika menyingkir, Luo Jing menarik tali baju Wu Mei. Sehingga baju Wu Mei terbuka lebar.



Luo Jin mengeluh kesakitan, karena di dorong hingga jatuh. Namun saat dia melihat dada bidang Wu Mei, dia langsung tidak jadi marah. Dan menyadari hal itu, Jiang langsung menutupkan baju Wu Mei, dan memperbaikinya menggunakan hiasan bunga besar. Melihat betapa hebatnya Jiang, semua orang pun langsung bertepuk tangan untuknya.




“Jarak antara mereka sekarang hanya 0,5m. Dengan perbedaan tinggi hanya 5mm. keduanya tampak sempurna. Benar, ini adalah sudut intim terbaik yang men-legenda,” gumam Luo Jing sambil cengengesan.


Xi Que membantu Luo Jing untuk berdiri, dan menanyakan apa Luo Jing baik- baik saja. Melihat itu, Wu Mei berkomentar, “Gadis bodoh!”

“Hah?! Siapa yang kamu panggil ‘bodoh’?” tanya Luo Jing dengan kesal, saat mendengarnya.



Luo Jing kemudian mendekati Hijau, dan mengajaknya untuk pergi bersama. Tapi Hijau tidak mau, dan menuduh bahwa Luo Jing pasti ingin merebut kesempatannya untuk berjalan- jalan dengan Jiang. Dan mendengar itu, Luo Jing langsung menasehatinya.

Luo Jing menjelaskan bahwa Jiang adalah seorang playboy. Lalu dia menyebut Jiang serta Wu Mei adalah pasangan. Mendengar itu, Jiang serta Wu Mei merasa sama- sama heran. Begitu pun dengan Hijau juga, karena menurutnya Jiang adalah orang yang baik.


“Bulan lalu, ketika Ibu ku sakit, Tuan muda Jiang yang membayarkan obat nya,” jelas Hijau.

“Oh tidak, Luo Jing, kamu telah menyalahkan orang baik. Kamu bahkan memukul nya,” pikir Luo Jing merasa bersalah. Tapi karena malu untuk mengakuinya, maka dia pun tertawa kepada mereka. “Ternyata ini salah paham. Sampai jumpa,” katanya. Lalu menarik Xi Que untuk pergi.


Wu Mei serta Jiang tidak mau melepaskan Luo Jing untuk pergi begitu saja. Dan karena itu, maka Luo Jing pun menantang mereka. Jika dia menang, maka mereka harus melepaskannya pergi. Tapi jika dia kalah, maka dia akan mengakui bahwa dia menderita keterbelakangan mental. Dan Wu Mei mengomentari Luo Jing, bodoh. Lalu dia setuju.

Luo Jing kemudian memikirkan, kompetinsi apa yang harus mereka lakukan. Lalu dengan yakin dia menantang, mereka untuk berkompetisi menatap. Dan Wu Mei tertawa mendengar itu, karena kedengaran lucu baginya.



“Tidak boleh berkedip, mungkin tidak terlihat seperti test bakat yang luar biasa, tapi dalam kenyataan nya, ini membutuhkan kekuatan dalam,” jelas Luo Jing. Dan Wu Mei pun setuju.

Ronde 1. Luo Jing vs Wu Mei. Mereka saling menatap satu sama lain dengan tajam, tanpa berkedip sedikit pun. Tapi tiba- tiba saja, Luo Jing merasa matanya sedikit pedih, jadi dia pun berkedip. “Ronde ini tidak di hitung. 2 – 3, “ kata Luo Jing, tidak mengaku kalah.

“Tidak peduli bagaimana kamu menghitung rondenya. Hasilnya akan tetap sama,” kata Wu Mei dengan yakin.


Ronde 2. Luo Jing vs Wu Mei. Mereka saling menatap satu sama lain dengan tajam, tanpa berkedip sedikit pun. Dan kali ini, agar tidak kalah lagi, maka Luo Jing pun sengaja membuat wajah lucu, tapi Wu Mei tidak goyah. Lalu Luo Jing berbohong dengan mengatakan bahwa Ibu Wu Mei datang, tapi Wu Mei sama sekali tidak goyah dan menoleh ke belakang.



“Ibuku sudah meninggal sejak lama,” kata Wu Mei.

“A… Ayah… Ayah mu,” kata Luo Jing, berbohong lagi.

“Ayahku sedang beristirahat di luar,” balas Wu Mei.

Mendengar itu, Luo Jing merasa hilang akal, dan yakin bahwa dia pasti akan kalah. Jadi dia perbuat curang dengan menginjak kaki Wu Mei. Kemudian setelah itu, dia langsung menarik Xi Que melarikan diri dari sana.


“Aku tidak percaya, ada wanita yang lebih menarik daripada aku. Dia membuatmu tidak bisa berkata- kata. Gadis ini, tidak mudah,” komentar Jiang pada Wu Mei.



Setibanya didepan rumah. Luo Jing merasa kagum, karena ternyata rumahnya sangat besar sekali. Dan lalu dia mengajak Xi Que untuk masuk melalui pintu belakang, atau pun melalui pintu rahasia. Dengan alasan, bahwa mereka pergi secara diam- diam, jadi masuk kembali ke rumah pun harus begitu.

Walaupun awal nya Xi Que merasa heran dan bingung. Tapi akhirnya dia setuju dengan alasan Luo Jing yang terdengar lumayan masuk akal. Jadi dia pun membawa Luo Jing masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang.



Di Istana. Raja menanyakan pendapat penasihat, mengenai rumor yang tersebar tentang Yuan Zheng dan anak dari pedagang bisnis kaya. Mendengar itu, Penasihat meminta Raja untuk tenang, karena dia yakin mereka berdua hanya dekat biasa saja. Namun Raja masih merasa khawatir.



Seorang wanita yang berada di sana. Dia mengusulkan agar mereka mencarikan seorang gadis dari salah satu putri perdana menteri untuk Wu Mei. Sehingga semuanya bisa terselesaikan. Dan Penasihat setuju.

“Bukankah kamu mengatakan ada 3 gadis dari rumah Perdana mentri yang sangat cocok? Adakan pesta ulang tahun mu dalam 3 hari. Bagaimana?” tanya si Wanita. Dan Raja diam memikirkannya.


Luo Jing mengomel, karena baru hari pertama memainkan ini, tapi sudah banyak hal yang terjadi. Kemudian dia teringat kepada Ibunya, yang sekarang pasti sedang menyiapkan makan malam. Dan dia bertanya- tanya, bagaimana caranya keluar dari dalam game.


Suara petir terdengar. Dan layar transparan besar muncul kembali di hadapan Luo Jing. Melihat itu, Luo Jing langsun mendekatinya. Lalu dia mengatakan bahwa dia merindu kan rumah. Dan dia menanyakan, caranya keluar dari dalam game.

Untuk menjamin pengalaman nyata di dalam game, maka Luo Jin tidak bisa keluar sebelum menyelesaikan misi. Dan mengetahui itu, Luo Jing pun jadi bertanya- tanya, apa akan yang terjadi di dunia nyata, seperti sekolah dan ujiannya.

“10 jam di dunia game sama dengan 1 menit di dunia nyata. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Hanya bermain dengan sepenuh hati,” jelas Admin game. Lalu dia menghilang kembali.


“Huh. Pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal lagi,” omel Luo Jing. Kemudian dia naik ke tempat tidur, dan menerima nasib nya untuk tetap berada di dalam dunia game dan mencari cinta sejati nya. “Cinta sejatiku pasti ‘Oppa’ dengan 8 pack abs. Yang akan menjadi soulmate dan pasangan kejahatan ku. Pada waktu yang sama, hanya bisa mencintai ku,” gumam Luo Jing.


Kemudian Luo Jing teringat tentang Ying Chi. “Dia yang paling cocok. Aku harus menemukannya,” gumam Luo Jing dengan semangat. Lalu dia memakai sepatunya.



Luo Jing menyelinap keluar melalui jalan belakang. Tapi disana, tanpa sengaja, dia malah melihat seorang Pria tampan yang sedang mandi di tengah taman. Dan melihat betapa luar biasanya tubuh si Pria, maka Luo Jing pun merasa terpesona.



Sayangnya, Luo Jing malah ketahuan mengintip oleh si Pria. Dan menyadari hal itu, Luo Jing pun ingin pergi secara diam- diam dari sana. Tapi si Pria malah tiba- tiba saja sudah berada di belakang nya.


“Kamu?” kata si Pria.

No comments:

Post a Comment