Wednesday, April 17, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 5 - part 3

1 comments

Network : iQiyi iQiyi

Pagi hari. Ketika Ying Chi membuka pintu dan keluar dari dalam rumah. Seorang wanita cantik berpakaian putih datang kepadanya. Hua Ying Yun ~ ketua dari Faksi Tian Yi. Dan melihatnya, Ying Chi pun memberikan hormat kepadanya.

“Kamu harus segera kembali ke Faksi Tian Yi dengan ku. Jika tidak, energi mu akan menurun drastis,” kata Ying Yun. Dan Ying Chi merasa ragu sambil melihat ke dalam rumah.



Ying Yun menyadari apa yang Ying Chi khawatirkan, dan dia menanyakan, apakah layak untuk Ying Chi melakukan sebanyak ini. Dan Ying Chi menyuruh agar Ying Yu tidak  perlu ikut campur, karena setelah dia membawa Luo Jing ke tempat yang aman, dia pasti akan kembali.



Namun Ying Yun tidak ingin Ying Chi membahaya kan diri sendiri, jadi dia terus meminta agar Ying Chi mau ikut kembali bersama dengannya. Dan tepat disaat itu, terdengar suara kuda, jadi Ying Chi pun akhirnya memutuskan untuk setuju kembali bersama dengan Ying Yun. Lalu mereka berdua, terbang pergi bersama.



Ternyata orang yang datang dengan kuda itu adalah Wu Mei. Dia masuk ke dalam rumah Ying Chi yang terbuka untuk memeriksa. Dan ketika dia melihat Luo Jing yang sedang tidur didalam sana, dengan kasar dia memegang tangan Luo Jing.  Dan karena merasa sakit, maka Luo Jing pun memberontak melepaskan tangannya dari cengkraman Wu Mei.


“Malam sebelum pernikahan, kamu kabur dari rumah dengan seorang Pria tidak di kenal. Dan kamu tidur di luar. Apa itu menyenangkan?” tanya Wu Mei, dengan sinis. “Bicara! Siapa Orang itu?! Dimana dia?!” kata Wu Mei sambil menarik tangan Luo Jing lagi.

“Dimana apa nya? Bagaimana jika aku bilang, aku tidak kabur dari rumah, tapi karena aku di kejar dan dipaksa melarikan diri? Akankah kamu percaya?” balas Luo Jing.



Wu Mei mengambil selimut yang Luo Jing pakai untuk tidur, dan dengan marah dia membanting selimut itu. Wu Mei tidak percaya pada Luo Jing. Dan karena tangannya sangat sakit, maka Luo Jing pun mengalah.

“Hero Hua menyelamatkan ku. Dia adalah dewa pedang, dia bertarung untuk keadilan. Tapi. Tapi. Dia dan aku suci,” jelas Luo Jing. Dan Wu Mei pun melepaskan tangan Luo Jing.



Luo Jing menggosok tangannya yang kesakitan, lalu dia menanyakan apakah Wu Mei cemburu padanya. Dan mendengar itu, Wu Mei mendengus, dia mengatakan bahwa tidak ada alasan baginya untuk cemburu pada wanita bodoh. Hanya saja, karena Luo Jing akan menikah dengannya, maka Luo Jing menjadi berharga untuknya. Lalu dia mengajak Luo Jing untuk pulang.



Luo Jing berpikir, walaupun Wu Mei bersikap kasar, tapi Wu Mei tidak mungkin akan membiarkan Ayahnya membunuhnya. Jadi dia pun setuju untuk kembali pulang bersama dengan Wu Mei. Tapi dia mengajukan 3 syarat.



“Pertama, kamu tidak boleh memanggilku ‘Wanita bodoh’ lagi. Kedua, walaupun aku memakai gelar Permaisuri mu, tapi …” kata Luo Jing sambil menepuk dada Wu Mei. Lalu ketika sadar, dia langsung menjauhkan tangannya. “Tapi. Aku, Lin Luo Jing, akan pergi dan melakukan sesuka ku, kamu tidak boleh protes. Ketiga…” lanjut Luo Jing dengan sedikit menjinjit, biar bisa sama tinggi dengan Wu Mei.

“Aku belum memikirkannya. Aku akan membiarkan kamu tau, setelah aku memikirkannya,” kata Luo Jing. Lalu dia berjalan menjauhi Wu Mei.



Wu Mei membalas bahwa jika Luo Jing berani memberikan 3 syarat kepadanya, maka dia akan memberikan 6 syarat. Dan tidak terima, Luo Jing membalas bahwa dia akan memberikan 9 syarat.

Dengan tajam, Wu Mei kemudian mendekat dan menatap tajam kepada Luo Jing. Dan karena tidak mau kalah, maka Luo Jing pun membalas dengan tatapan tajam juga.


“Jadi kamu setuju atau tidak?” tanya Luo Jing.

“Baiklah. Aku setuju denganmu,” jawab Wu Mei, mengalah. Lalu dia menarik tangan Luo Jing.



Luo Jing mengeluh karena Wu Mei menyakitinya, tapi Wu Mei tidak peduli. Dia naik duluan ke atas kuda, lalu mengulurkan tangannya. Dan Luo Jing pun menerima uluran tangan Wu Mei, lalu dia duduk di belakang Wu Mei.

Kemudian setelah Luo Jing naik di belakangnya, Wu Mei dengan cepat langsung memacu kudanya. Dan karena saking kencang nya, Luo Jing pun sambil menjerit dan memeluk erat pinggang Wu Mei.


“Siapa yang bilang kamu bisa membiarkan ku duduk di belakang? Kamu pikir ini seperti menaiki scooter? Berhenti sekarang!!” keluh Luo Jing, takut.



Dipertengahan jalan. Mereka bertemu dengan Zhang Ji ~ Pengawal Pribadi Zhong Wu Mei. Sehingga mereka pun berhenti. Dan Luo Jing pun menanyakan, kapan mereka akan tiba di kota. Tapi Wu Mei tidak mau menjawab. Lalu Zhang Ji lah yang bicara.



“Kamu panggil dia apa? Permaisuri ku, tidak akan pernah menjadi wanita bodoh seperti nya,” kata Wu Mei menegur Zhang Ji yang menyebut Luo Jing sebagai Permaisuri nya.



“Hei! Mengapa memanggi ku wanita bodoh lagi?” protes Luo Jing.

“Kemudian, wanita bego!” balas Wu Mei.

“Kamu tidak apa- apanya dibanding Hua Hua,” gumam Luo Jing. Dan Wu Mei tidak senang mendengarnya. Melihat itu, Zhang Ji tersenyum.



Dengan emosi, Wu Mei memberikan perintah agar Zhang Ji mencabut semua bunga yang ada di tempat nya. Dan mendengar itu, Luo Jing tertawa, karena itu terasa sangat kekanakan sekali. Lalu Wu Mei memerintahkan agar mereka segera kembali, dan Zhang Ji menyarankan agar mereka mengantarkan Luo Jing kembali ke kediaman Lin.


“Oh! Jangan. Mari kita pergi ke kediaman kalian saja,” kata Luo Jing.

“Aku tidak pernah membayangkan, kamu begitu berpikiran terbuka. Kamu sudah tidak sabaran untuk memasuki kediaman ku,” balas Wu Mei sambil tersenyum.

1 comment: