Thursday, April 18, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 6 - part 1

0 comments


Network : iQiyi iQiyi

“Aku tidak pernah membayangkan, kamu begitu berpikiran terbuka. Kamu sudah tidak sabaran untuk memasuki kediaman ku,” balas Wu Mei sambil tersenyum.

“Kenapa kamu peduli? Mau jalan atau tidak?” balas Luo Jing.



Melihat sikap Luo Jing yang tidak ada sopan padanya, Wu Mei memerintahkan Zhang Ji agar mereka pulang ke kediaman Perdana mentri. Dan mendengar itu, Luo Jing pun menjadi panik, lalu dia beralasan bahwa dia mau ke kamar mandi. Atau lebih tepat nya dia mau pipis.

Wu Mei merasa kesal, karena kenapa Luo Jing tidak melakukannya sebelum mereka pergi tadi, dan malah pada moment seperti ini. Dan Luo Jing pun beralasan bahwa manusia punya tiga kebutuhan, dan dia tidak bisa menahannya.

Dengan terpaksa, Wu Mei pun membiarkan Luo Jing untuk turun dari atas kuda. Tapi dia memerintahkan agar Zhang Ji mengikutinya. Namun Luo Jing dengan cerdiknya, kembali beralasan ketika Zhang Ji mengikutinya. Dia menyuruh Zhang Ji untuk berbalik, dan tidak melihatnya. Lalu dia menggunakan kesempatan itu untuk kabur.



Setelah agak lama menunggu, Zhang Ji merasa ada yang tidak beres, sehingga dia pun berbalik untuk memeriksa. Dan ternyata, Luo Jing telah menghilang. Melihat itu, dengan cepat dia berlari menghampiri Wu Mei dan melapor.

Luo Jing berlari masuk ke dalam hutan bambu, dan setelah agak jauh, dia merasa kelelahan sendiri, sehingga dia pun beristirahat sebentar. Dan sial nya disaat itu, seorang bandit mengarahkan pisau kepada nya dari belakang.

Bandit tersebut mengajak Luo Jing untuk mengikuti nya. Dan karena ini adalah sebuah game, Luo Jing menganggap si Bandit sama dengan Boss yang harus dikalahkannya. Dan ketika mengalahkannya, dia bisa mendapatkan hadiah atau harga berharga. Itulah yang dipikirkan oleh Luo Jing untuk menenangkan dirinya, dengan berpikir positif.

*Bagi kalian yang tau tentang game, atau sering main game sejenis RPG pertualangan. Atau menonton anime Sword Art Online. Kalian akan mengerti, maksudnya ‘Boss’. Jika kalian tidak tau, dan tidak mengerti, silahkan komen saja, dan saya akan menjelaskan. ^.^


“Cantik. Apa yang kamu katakan?” tanya si Bandit, karena dia tidak mengerti apa yang Luo Jing katakan. “Ikutlah dengan ku. Kita akan berangkat pada pagi hari. Bangun dari mimpi dengan hati tanpa ketakutan,” kata si Bandit, sama tidak jelas nya.

“Lirik? Apa berarti tugas ku adalah menyanyi untuk nya?” pikir Luo Jing, salah paham. Kemudian dia mulai bernyanyi. Setelah selesai, Luo Jing meminta si Bandit untuk menyingkirkan pedang dilehernya. Tapi si Bandit tidak mau.



Dengan ketakutan, Luo Jing terus memohon kepada si Bandit agar menyingkirkan pedang itu dari nya. Dan dengan bodohnya, si Bandit akhirnya melakukan itu. Tapi kemudian, saat dia tersadar, dia langsung mengarahkan kembali pedang itu ke leher Luo Jing.

“Mengapa aku harus menurunkan Pedang ku?” tanya si Bandit.

“Tu… tunangan ku ada di dekat sini. Oh. Su.. suami ku. Suami ku ada di dekat sini,” jelas Luo Jing dengan suara gemetar.


Si Bandit melihat ke sekitar, tapi tidak tampak siapapun. Lalu dia ketawa, dan menantang Luo Jing untuk memanggil suami Luo Jing, jika memang suami Luo Jing berada di dekat sini. Dan Luo Jing pun berteriak memanggil nama Zhong Wu Mei berkali- kali. Tapi sayangnya, tidak ada jawaban. Dan si Bandit tertawa keras.

“Cantik,” kata si Bandit dengan sikap genit mau menyentuh Luo Jing.

“Aku tidak akan meninggalkan Zhong Wu Mei, jika aku tau ini akan terjadi,” gumam Luo Jing, merasa sangat menyesal.



Tepat di saat si Bandit ingin melepaskan baju Luo Jing. Wu Mei datang. Sehingga si Bandit merasa panik, dan dia menggunakan Luo Jing menjadi tahanan untuk mengancam agar Wu Mei tidak mendekat.

“Aku adalah suaminya,” kata Wu Mei. Dan si Bandit tidak percaya, dia meminta Wu Mei untuk membuktikannya, jika benar Wu Mei serta Luo Jing adalah suami istri.



“Di depan ku sekarang. Cium, peluk, dan gendong dia. Aku adalah orang yang berhati sangat baik. Aku tidak akan pernah memisahkan pasangan,” kata si Bandit, menantang Wu Mei. Lalu dia mendorong Luo Jing ke arah Wu Mei sambil masih menahan nya dari belakang.


Luo Jing melotot memandangin Wu Mei yang mendekatkan wajah kepada nya. Lalu saat bibir mereka berdua semakin mendekat. Wu Mei berbicara dengan nada pelan, “Wanita bodoh!”

Mendengar itu, Luo Jing langsung menutup mulut Wu Mei dengan tangannya. “Aku tidak bisa mencuri kekasih orang lain,” balas Luo Jing.



Melihat itu, si Bandit langsung menarik Luo Jing. Karena apa yang mereka berdua lakukan, membuktikan bahwa mereka berdua bukanlah pasangan. Jadi menurutnya, tidak salah bila dia mengambil Luo Jing menjadi miliknya.

Tidak terima, Wu Mei langsung menyerang si Bandit, tapi tangannya malah tergores pedang karena itu. Namun walaupun  begitu, dengan lihai, Wu Mei mampu mengalahkan si Bandit dan merebut Pedangnya. Lalu Wu Mei mengarahkan pedang itu ke leher si Bandit. Dan dengan ketakutan, si Bandit memohon ampun agar di lepaskan.

“Pergilah!” kata Wu Mei dengan tegas. Lalu si Bandit tersebut langsung berlari pergi.



Wu Mei membuang pedang si Bandit, lalu dia mendekati Luo Jing yang sedang memeluk batang pohon bambu. “Kamu baik- baik saja?” tanya Wu Mei. Dan Luo Jing mengiyakan sambil menatap terpesona kepada Wu Mei.



Tapi tiba- tiba saja, suasana berubah menjadi sangat canggung. Karena baju Luo Jing terbuka sedikit, dan memperlihatkan bahu nya. Dan Wu Mei pun langsung memalingkan wajahnya menghadap ke arah lain. Sementara Luo Jing langsung membenarkan pakaian nya kembali.

“Kamu berdarah. Aku akan membersihkan nya untukmu,” kata Luo Jing memegang tangan Wu Mei. Tapi karena malu, Wu Mei menarik tangannya.

“Pencuri kecil seperti itu, aku bisa mengalahkan seratus orang dari mereka,” kata Wu Mei.


“Luar biasa. Luar biasa,” kata Luo Jing memuji. Kemudian dia menatap Wu Mei, dan berpikiran bahwa seandainya Wu Mei bukan gay dan belum memiliki pasangan, maka mungkin dia sudah akan jatuh cinta kepada Wu Mei.



Zhang Ji datang, dan menanyakan keadaan mereka berdua. Lalu dia memberitahu kepada Luo Jing bahwa sewaktu Luo Jing menghilang, Wu Mei sangat panik mencari Luo Jing. Dan mendengar itu, Wu Mei langsung menatap tajam ke arah Zhang Ji, sehingga Zhang Ji pun langsung menutup mulutnya.



“Hah?! Bukankah dia sudah punya pasangan? Jangan bilang, dia juga tertarik kepada Wanita?” gumam Luo Jing pelan. Tapi Wu Mei tetap mendengar nya.

“Zhang Ji, bawa wanita bodoh ini kembali ke kediaman ku,” kata Wu Mei, memerintah.

“Eh! Kamu memanggilku wanita bodoh lagi. Dasar barbar,” balas Luo Jing, kesal.

Wu Mei serta Luo Jing kemudian saling berbalasan, dengan mengatai satu sama lain. Wu Mei mengatai Luo Jing, ‘Wanita bodoh!’. Luo Jing mengatai Wu Mei, ‘Barbar! . Begitulah seterusnya, dan melihat itu, Zhang Ji hanya diam saja dan membiarkan mereka.




Lalu akhirnya, Wu Mei yang menang. Dia menekan dahi Luo Jing dengan kuat, kemudian dia menggendong paksa Luo Jing dan membawanya bersamanya. Dan tanpa bisa melawan, maka Luo Jing pun membiarkan Wu Mei membawa nya duduk ke atas kuda. Tapi kali ini, Wu Mei membuat Luo Jing duduk di depannya.


Sesampainya di kediaman Lin. Luo Jing memberontak lebih kuat, menyuruh agar Wu Mei menurunkannya. Tapi Wu Mei tidak mau menurunkannya, hingga mereka bertemu dengan Fei Yu, barulah Wu Mei menurunkan Luo Jing.



Melihat kedatangan mereka berdua, Fei Yu menyuruh Luo Jing untuk melayanin Wu Mei dan membawa nya masuk ke dalam. Tapi Luo Jing memalingkan wajah, dan tidak mau melakukannya. Jadi Fei Yu lah yang melayani dan membawa Wu Mei masuk ke dalam kediamannya.



Setelah Fei Yu, Wu Mei, serta Zhang Ji, masuk ke dalam rumah. Luo Jing tersenyum senang, dan langsung berlari untuk kabur. Tapi sayang nya tidak bisa, karena penjaga pintu menahannya. Jadi dengan terpaksa Luo Jing pun tidak jadi kabur.



Tanpa berbasa- basi sedikit pun, Wu Mei secara langsung menjelaskan maksud kedatangannya kepada Fei Yu. Masalah pertama, dia berharap sebelum pernikahan, Fei Yu bisa mengajarkan Luo Jing lebih baik lagi. Dan tidak membiarkan hal seperti ini terjadi lagi.


“Saya merasa sangat malu, telah merepotkan Yang Mulia untuk mencari Putri saya. Ini adalah masalah serius bagi keluarga Lin. Sebagai seorang Ayah, saya pasti akan mengajarkannya dengan benar,” kata Fei Yu, menyakin kan.



Masalah kedua, Wu Mei ingin membicarakan tentang Ibunya. Tapi ketika melihat Luo Jing masuk ke dalam ruangan, dan bersikap tidak sopan kepadanya, maka Wu Mei pun merasa kesal. Dan dia meminta Fei Yu untuk mendisplinkan Luo Jing dengan lebih keras.

“Dasar tidak berbakti! Berlutut sekarang!” kata Fei Yu, memarahi Luo Jing.

“Mengapa aku harus berlutut?” balas Luo Jing, tidak terima.


Fei Yu memanggil penjaga untuk masuk ke dalam. Lalu dua orang penjaga datang, dan menahan agar Luo Jing berlutut. Kemudian Fei Yu menyuruh penjaga menghukum Luo Jing menggunakan hukum di keluarga Lin.


“Aku tidak percaya, kamu berani membahaya kan ku,” kata Luo Jing dengan geram pada Wu Mei. Tapi Wu Mei tidak peduli.




Seorang penjaga lain datang, dan dia menyiram kepala Luo Jing dengan air seember. Melihat itu, Wu Mei merasa terkejut, dan langsung berdiri dari duduk nya. Xi Que pun langsung mendekati Luo Jing untuk membantu nya berdiri, tapi Luo Jing menolak.



“Barbar!” kata Luo Jing dengan nada tajam. Kemudian dia berdiri, dan berjalan. Tapi karena tidak kuat, dia terjatuh. Dan Xi Que pun langsung menahan tubuhnya.



Wu Mei mendekati Fei Yu dengan emosi sambil menunjuknya. “Mengapa kamu menghukumnya seperti itu? Jika terjadi apapun nantinya, siapa yang akan kamu nikah kan pada ku? Aku tidak ingin setiap orang menderita, hanya karna satu kata!”

“Ya, ya, ya,” balas Fei Yu. Lalu dia menyuruh Xi Que untuk membawa Luo Jing ke dalam kamarnya dan beristirahat.


Karena Xi Que tidak mungkin bisa mengangkat Luo Jing sendirian. Maka Wu Mei pun mendekati Luo Jing yang telah pingsan, dan menggendongnya.



Didalam kamar. Akhirnya Luo Jing terbangun, dan melihat itu Xi Que merasa sangat senang. Saking senangnya, Xi Que terus mengguncang tubuh Luo Jing. Dan dengan lemah, Luo Jing mengatakan bahwa bila Xi Que terus melakukan itu, maka dia akan pingsan lagi. Jadi Xi Que pun berhenti mengguncang tubuh nya.
  
“Xi Que, bagaimana aku kembali ke sini, setelah aku pingsan?” tanya Luo Jing.

“Yang Mulia yang menggendong mu kembali ke sini,” jawab Xi Que.



Dengan curiga, Luo Jing memeriksa tubuhnya sendiri, takut kalau Wu Mei ada melakukan hal yang buruk pada tubuhnya. Dan melihat itu, Xi Que tertawa, lalu dia menjelaskan bahwa Wu Mei adalah orang yang baik. Karena selama setengah hari tadi, Wu Mei menjaga Luo Jing.

Namun Luo Jing tidak mempercayai itu. Malahan dia menyangka, Wu Mei ingin dia cepat sembuh, supaya bisa menyiksa nya lagi.



Luo Jing kemudian berdiri, dan ingin pergi keluar. Tapi Xi Que menahannya, karena Fei Yu telah memberikan perintah agar tidak membiarkan Luo Jing untuk keluar. Bahkan di depan pintu kamar, Fei Yu telah menempatkan dua penjaga untuk berjaga.


Mengetahui itu, Luo Jing merasa kesal. Dan dia menyebutkan berbagai pribahasa yang sesuai dengan keadaan nya. Mendengar itu, Xi Que merasa sangat kebingungan dan tidak mengerti, tapi dia tidak bertanya dan membiarkan saja Luo Jing berbicara sendiri.

No comments:

Post a Comment