Thursday, April 25, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 9 - part 2

0 comments


Network : iQiyi iQiyi


“Aku sengaja tidak membuat harimau. Itu memang seekor kucing. Seekor kucing yang besar seperti kamu,” kata Luo Jing, bercanda sambil tersenyum lebar.


Melihat betapa dekatnya wajah Luo Jing dengan wajahnya, maka Wu Mei pun diam, tidak bisa berkata- kata. Dan menyadari itu, Luo Jing pun merasa malu sendiri, dan dia pun pamit pergi.


“Ma… maaf ya,” kata Wu Mei, berusaha meminta maaf kepada Luo Jing. Sebelum Luo Jing keluar dari dalam kamarnya.

“Kamu bilang apa?” tanya Luo Jing, memastikan pendengarannya. Ampun, dia meminta maaf padaku.

“Jangan salah paham. Aku hanya merasa bahwa kamu juga tidak bermaksud jahat. Jadi kamu tidak bersalah, karena kamu tidak tau. Serta sekarang kamu berinisiatif untuk mengakui kesalahan. Jadi kita sama,” jelas Wu Mei, mendekati Luo Jing.



Senang mendengar itu, Luo Jing pun berjinjit. Dan tanpa sengaja, wajah mereka pun menjadi sangat dekat, dan mata mereka saling bertatapan. Lalu karena merasa malu, maka Luo Jing pun pamit dan pergi keluar dari dalam kamar dengan cepat.


Wu Mei tersenyum memperhatikan sepatu kecil buatan Luo Jing untuknya.


Wu Mei tidak bisa fokus dalam bekerja. Wu Mei teringat akan kejahilan Luo Jing padanya. Tentang sepatu kecil buatan Luo Jing yang diberikan kepadanya.

Dan disaat itu, Luo Jing lewat didepan kamarnya. Melihat itu, Wu Mei mengulurkan tangannya, seperti ingin menggapai Luo Jing, tapi tidak bisa. Lalu dengan raut tidak perdaya, dia menunduk.



Ketika keluar dari dalam kamar, Wu Mei tanpa sengaja berpapasan dengan Luo Jing. Tapi karena dia tidak tahu harus mengatakan apa, maka dia pun berjalan melewati Luo Jing begitu saja.


“Aneh. Mengapa dia tidak memberiku waktu sulit lagi akhir- akhir ini ya? Mungkinkah sistem sudah mereset ulang karakternya?” gumam Luo Jing, bertanya- tanya.



Jing Yuan datang menemui Kaisar, dan memberikan hormat kepada nya. Kemudian karena kebetulan Kaisar ingin memberikan sepasang Giok Ru Yi kepada Wu Mei. Maka Jing Yuan menawarkan dirinya untuk mengantarkan giok itu kepada Wu Mei, karena ketika hari pernikahan Wu Mei, dia sedang pergi dan tidak ada memberikan selamat. Jadi dia sekarang mau pergi ke kediaman Yuan Zheng juga.

Dan mendengar itu, Kaisar dengan senang hati membiarkan Jing Yuan untuk pergi mengantarkan giok itu kepada Wu Mei. Lalu Jing Yuang pun pamit dan pergi.



Wu Mei memikirkan apa yang sedang Luo Jing lakukan sekarang. Dan karena itu, dia pun tidak fokus serta tidak memperhatikan, ketika Jiang menuangkan minuman untuknya dan mengajak nya untuk bersulang. Melihat itu, Jiang merasa heran dan bertanya. Tapi Wu Mei hanya menggelengkan kepalanya, tidak menjawab



“Tuan muda, kamu tidak tahu. Sejak Nona Lin ingin pergi, Yang Mulia tidak mau makan ataupun minum,” kata Zhang Ji, memberitahu Jiang.

“Zhang Ji,” sela Wu Mei dengan tegas. Dan Zhang Ji pun langsung diam.

Jiang menjelaskan bahwa Wu Mei pasti sedang sakit. Contohnya, Wu Mei pasti selalu membayangkan wajah Luo Jing. Dan ingin menemui Luo Jing. Tapi ketika bertemu, Wu Mei malah tidak tahu harus mengatakan apa. Serta Wu Mei kesulitan untuk mengontrol perasaan, dan berkonsentrasi.



“Oh,” kata Wu Mei, membenarkan. Karena semua yang Jiang katakan benar.

“Ah. Itu sudah pasti kamu sakit,” kata Jiang dengan serius.

“Begitu seriuskah sakit nya itu?” tanya Zhang Ji, khawatir.



Jiang menyarankan agar Zhang Ji merawat Wu Mei dengan hati- hati, walaupun ini bukanlah penyakit yang serius. Dan kemudian Jiang berdiri, lalu bertepuk tangan dengan pelan. Lalu Yi Yi pun masuk ke dalam ruangan. Dia mengenakan pakaian merah dan hiasan kepala yang sangat cantik.


“Yi Yi memberi hormat pada Yang Mulia, dan pada Tuan Jiang,” kata Yi Yi dengan sikap sopan.



Di belakang halaman. Luo Jing sedang menikmati pijatan dari para pelayan kepada nya. Dan lalu dia berpikir bahwa kehidupan sebagai pelayan disini, terasa lebih nyaman daripada menjadi Putri Perdana Mentri. Mendengar itu, Xi Que berkomentar.



“Nona. Kamu masih punya martabat sebagai Putri di kediaman Perdana Mentri. Bagaimana bisa kamu menjadi pelayan selamanya? Untung nya, sebentar lagi genap 1 bulan. Kita bisa segera pergi,” kata Xi Que.

“Sudah mau 1 bulan?” tanya Luo Jing, terkejut. Dan semua pelayan membenarkan.



“Ini aneh. Waktunya sudah tiba. Tapi aku merasa tidak benar- benar ingin pergi?” gumam Luo Jing dalam hatinya. Lalu dia bertanya kepada para pelayan, berusaha mencari alasan untuk tetap tinggal disini. “Mm… jika aku pergi, apa kalian tidak merasa tidak enak? Aku orang yang mudah dirayu loh. Jika kalian membujukku, mungkin aku tidak akan pergi. Jadi mengapa kalian tidak mencoba untuk membujukku?”


“Nona, kamu pergilah. Bahkan walaupun kami benar- benar tidak ingin kehilangan kamu, tapi kami tidak tahan melihat kamu disalahkan di kediaman ini. Kami akan merindukan mu,” jawab seorang pelayan dengan cepat sambil menangis. Dan semua pelayan ikut menangis, serta menyetujui perkataannya.



Mendengar itu, Luo Jing merasa terkejut, dan bertanya sekali lagi,” Kalian beneran tidak ingin menghentikan ku untuk tinggal disini?” tanya Luo Jing. Dan mereka semua mengiyakan.



Xi Que teringat sesuatu dan memberitahukannya kepada Luo Jing. Dia mengatakan bahwa Fei Yu ingin datang berkunjung ke sini dalam beberapa hari lagi, karena selama ini, sejak Luo Jing dan Wu Mei menikah, mereka berdua tidak pernah datang mengunjunginnya. Dan Wu Mei selalu beralasan pada Fei Yu bahwa Luo Jing sedang sakit, sehingga mereka tidak berkunjung ke tempat nya.


Mengetahui hal tersebut, Luo Jing merasa senang. “Begitukah? Kemudian aku pastinya tidak bisa pergi dari sini. Jika aku pergi, maka keluarga Lin akan kehilangan muka. Jadi aku akan menemui Zhong Wu Mei untuk mendiskusi kan ini. Dengan begini, tampaknya aku benar- benar tidak bisa pergi sekarang. Aih… merepotkan,” kata Luo Jing, beralasan.


Xi Que merasa heran dengan sikap Luo Jing. Dan dia pun bertanya- tanya dengan cemas, apa mungkin Luo Jing sudah gila?




Yi Yi bermain musik dan menari dihadapan Wu Mei. Melihat itu, awalnya Wu Mei tidak merasa tertarik sama sekali. Namun lama- kelamaan dia menikmati permainan musik dan tarian dari Yi Yi yang tampak sangat memukau tersebut.




Luo Jing berjalan menuju ke kamar Wu Mei, dan ketika mendengar permainan musik yang sangat bagus. Dia mengira bahwa Wu Mei pasti sedang bermain musik. Dan dengan bersemangat, dia pun masuk ke dalam kamar Wu Mei, tanpa mengetuk atau memberitahu terlebih dahulu.

No comments:

Post a Comment