Thursday, April 25, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 9 - part 1

2 comments


Network : iQiyi iQiyi

Kepala Pelayan memberitahu Luo Jing bahwa dia tidak pernah melihat Wu Mei memperlakukan seseorang seperti itu sebelumnya. Ntah mengapa, setiap waktu Wu Mei bertemu dengan Luo Jing selalu terjadi kekacauan. Jadi dia berpikir bahwa Wu Mei pasti ada rasa peduli pada Luo Jing.

Dan mendengar itu, Luo Jing dengan kesal mengomel. Karena kalau itu benar, seharusnya Wu Mei tidak melampiaskan emosi kepadanya, hanya karena sepasang sepatu harimau kecil.


“Itu bukan hanya sepatu biasa. Itu barang yang sangat penting untuk Yang Mulia,” jelas Kepala Pelayan.


Kepala Pelayan menceritakan kisah di balik sepatu harimau kecil milik Wu Mei. Dulu ketika Wu Mei berumur 10 tahun, Wu Mei pernah sekali kabur dari pelajaran. Saat mengetahui hal itu, Ibu Wu Mei sangat marah, dan menghukum Wu Mei.

Lalu setelah itu, Kepala Pelayan menanyakan alasan Wu Mei kabur dari pelajaran. Dan ternyata, alasan Wu Mei melakukan itu adalah, karena dia ingin pergi untuk membelikan hadiah ulang tahun Ibu nya. Saat Ibu Wu Mei mengetahui itu, dia merasa benar- benar bersalah, jadi dia secara pribadi membuatkan sepasang sepatu harimau kecil itu sebagai hadiah untuk Wu Mei. Lalu tidak lama setelah itu, Ibu Wu Mei meninggal dunia.


Karena itulah, makanya Sepatu itu menjadi sangat berharga untuk Wu Mei. Karena cinta dan kasih dari Ibu tidak dapat di gantikan dengan harta manapun.

“Yang Mulia memang seperti itu. Semakin dia peduli pada sesuatu, semakin dia takut kehilangannya. Seperti itulah dia padamu,” jelas Kepala Pelayan.

“Apa dia benar- benar peduli padaku?” tanya Luo Jing, masih sedikit ragu.


“Sebenarnya, Yang Mulia sudah tau dia salah. Hanya saja dia tidak tau, bagaimana dia harus meminta maaf. Dan semenjak Ibu nya meninggal, aku tidak pernah melihat dia tersenyum lagi. Tapi ketika kamu muncul, aku bisa melihat dia tersenyum lagi,” jelas Kepala Pelayan.


Luo Jing merasa sangat bersalah telah bersikap kasar kepada Wu Mei, dan merusak barang berharga milik Wu Mei. Lalu dia mulai mengingat setiap kebaikan Wu Mei kepadanya selama ini.



Wu Mei selalu menolong nya. Wu Mei selalu membantunya. Wu Mei selalu peduli padanya. Wu Mei juga memang selalu bersikap cemburuan dan overprotective kepadanya, tapi itu karena Wu Mei perduli serta khawatir kepadanya. Namun dia selalu saja salah paham kepada Wu Mei.


Kepala Pelayan meminta agar Luo Jing bisa tetap tinggal disini, walaupun 1 bulan telah berlalu nantinya. Karena dia tidak tau, berapa lagi dia bisa hidup dan menyalanin Wu Mei. “Tinggalah dengan Yang Mulia, maukah?”

“Aku mengerti. Terima kasih,” jawab Luo Jing.

Setelah Kepala Pelayan pergi meninggalkannya. Luo Jing mulai bertanya- tanya dalam hatinya, apa benar Wu Mei peduli padanya. Dan setelah berpikir sejenak, Luo Jing menghela nafas.


Luo Jing menemui Xi Que yang sedang menjahit. Dan meminta pertolongannya.


Jiang memperhatikan tusuk rambuh putih yang disukai oleh Luo Jing. Sambil membayangkan setiap kenangan bersama dengan Luo Jing.


Yi Yi datang membawa kan minuman untuk Jiang. Dan berkomentar bahwa melihat raut wajah Jiang, dia bisa menebak kalau Jiang pasti sedang jatuh cinta.Dan dengan malu- malu, Jiang menjawab tidak, lalu dia meminum minumannya. Kemudian setelah itu, Jiang memuji teh buatan Yi Yi yang terasa enak.


“Yi Yi mendengar kamu punya seorang teman baik, Yang Mulia Yuan Zheng, dia juga menyukai teh. Yi Yi bertanya- tanya, kapan akan ada kesempatan untuk mendengar pendapatnya tentang teh salju ini” kata Yi Yi, membahas tentang Wu Mei.

“Oh. Jarang mendengar kamu tertarik pada Pria seperti ini. Jika ada kesempatan, aku pasti akan membiarkan Zhong untuk memberikan komentar pada teh salju ini,” kata Jiang, berjanji.

“Terima kasih, Tuan Jiang,” balas Yi Yi sambil tersenyum senang.


Luo Jing masuk ke dalam kamar, menemui Wu Mei yang sedang membaca. Luo Jing meminta maaf, karena telah tidak berhati- hati merusak sepatu kecil milik Wu Mei. Lalu setelah itu, dia memberikan kepada Wu Mei, sepatu kecil yang telah di buat nya sendiri.


Ketika mengambil sepatu kecil itu dari tangan Luo Jing, dan melihat luka- luka kecil yang ada ditangan Luo Jing. Wu Mei merasa cemas, dan bertanya, “Apa itu sakit?”

“Tidak apa,” jawab Luo Jing sambil menark tangannya.

Wu Mei memperhatikan sepatu kecil buatan Luo Jing, dan tersenyum. Karena Luo Jing membuat sepatu kecil dengan jahitan bukan bergambar harimau. Melainkan dengan jahitan bergambarkan kucing biru imut (Doraemon).

Aku ingin begini... aku ingin begitu… Ini- itu banyak sekali… Semua- semua dapat dikabulkan... dapat dikabulkan dengan kantong ajaib... Aku ingin terbang bebas setinggi angkasa… Hei, baling2 bambu.. lalalala… aku sayang sekali Doraemon hehehe ^.^ teringat lagunya tiba2.

2 comments: