Thursday, April 25, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 9 - part 3

2 comments


Network : iQiyi iQiyi

Luo Jing merasa sangat terkejut. Ketika melihat bahwa orang yang sedang bermain musik adalah Yi Yi. Dan Wu Mei tampak menikmati nya. Lalu ntah mengapa, Luo Jing pun merasa kesal kepada Wu Mei yang telah berani membawa seorang Wanita Penghibur masuk ke dalam rumah.



Setelah Yi Yi selesai bermain musik dan menari. Barulah Wu Mei menyadari keberadaan Luo Jing. Dan dengan kesal, dia menanyakan kenapa Luo Jing masuk kedalam kamar nya tanpa mengetuk. Lalu dia menyuruh Luo Jing keluar, dan mengetuk, barulah Luo Jing boleh masuk.

“Mengapa aku harus?” kata Luo Jing, emosi.

“Apa? Kamu berani tidak mematuhi perintah ku? Keluar,” balas Wu Mei, acuh.



Sebelum Wu Mei dan Luo Jing semakin bertengkar, Yi Yi menyela. Dia mengatakan bahwa Luo Jing pasti memiliki sesuatu yang mendesak, sehingga Luo Jing buru- buru masuk ke dalam tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Aromanya terasa familiar,pikir Luo Jing, ketika Yi Yi berdiri di dekatnya. Tas Aroma di Wen Xiang?



Luo Jing merasa kesal, karena melihat Wu Mei tersenyum. Dan dia pun pamit, lalu pergi dari sana. Kemudian suasana di dalam ruangan pun berubah menjadi canggung.



“Jiang, walaupun aku tidak tahu mengapa kamu membawa Nona Yi Yi ke sini. Tapi sekarang tampak nya, kamu telah menolong ku,” kata Wu Mei. Dan Jiang merasa heran.




Wu Mei kemudian menyuruh Zhang Ji menemani Yi Yi pergi ke kamar untuk beristirahat. Dan Zhang Ji pun mengiyakan. Dan ketika mereka keluar dari dalam kamar, setiap pengawal yang berjaga merasa terpesona kepada kecantikan Yi Yi, kecuali Xiu Wen.




Dengan kesal, Luo Jing terus menggerutu. Dan disaat itu, dia berpapasan dengan Jing Yuan yang baru datang. Melihatnya, Luo Jing pun bertanya ada apa.

Dan Jing Yuang memberikan giok Ru Yi yang titipkan oleh Kaisar kepadanya untuk Wu Mei. Serta dia mengucapkan selamat kepada Luo Jing. Lalu karena merasa aneh, melihat Luo Jing yang berpakaian seperti pelayan, maka Jing Yuan pun bertanya.

“Jangan pikirkan. Ini semua karena si Barbar itu,” kata Luo Jing dengan nada malas.



Ketika bertemu dengan Jing Yuan serta Luo Jing. Dengan sikap sopan, Yi Yi memberikan hormat kepada mereka berdua dan menyapa mereka. Lalu setelah itu, dia berjalan pergi bersama dengan seorang pelayan yang melayanin nya.



“Lihat! Dia bahkan membawa seorang wanita pulang. Dia benar- benar brengsek,” gerutu Luo Jing, tanpa sadar. Lalu dia menceritakan betapa buruknya Wu Mei.



Tepat disaat itu, Wu Mei muncul disana. Menyadari hal tersebut, maka Luo Jing pun langsung berpura- pura baru bertemu dengan Jing Yuan. Lalu dia bersikap akrab kepada Jing Yuan untuk membuat Wu Mei cemburu kepadanya.

“Aku tau bagaimana menari jazz, ballet, dan hip hop, juga waltz. Kamu tidak pernah melihat nya kan? Boom cha cha, boom cha cha. Ketika waktunya tiba. Aku akan menari untuk kamu lihat,” kata Luo Jing sambil menggerakan tubuhnya.



Melihat itu, Wu Mei merasa cemburu, dan pergi dari sana. Dan menyadari bahwa Wu Mei sudah pergi dari sana, maka Luo Jing pun pamit dan pergi meninggalkan Jing Yuan. Dan dengan kebingungan, Jing Yuan memperhatikan mereka berdua.



Didapur. Xi Que sibuk mengipas- ngipas api di tungku untuk memasak. Sementara Luo Jing sibuk mengipas- ngipas dirinya sendiri. Melihat itu, Xi Que berkomentar, jika Luo Jing memang merasa cemburu, maka Luo Jing tidak bisa membiarkan Nona Yi Yi menjadi Permaisuri Wu Mei.

“Siapa yang cemburu? Jangan bicara omong kosong,” kata Luo Jing, kesal. “Aku marah karena tindakan si brengsek Wu Mei itu.”

“Wanita penghibur itu di undang oleh Tuan Muda Jiang. Bukan Yang Mulia. Terlebih lagi, Yang Mulia tidak ada melakukan apapun,” jelas Xi Que.



Luo Jing meluapkan perasaan kesalnya. Dia mengatakan bahwa tatapan mata Wu Mei saat melihat Yi Yi itu mengesalkannya. Ditambah Wu Mei malah membiarkan Yi Yi menginap disini.

Mendengar itu, Xi Que tersenyum dan dengan sengaja menggoda Luo Jing. Dia mengatakan bahwa karena hari sudah gelap. Yi Yi pasti akan tidur di perpustakaan Wu Mei yang berada disebelah kamarnya.

“Itu bahkan lebih tidak bisa di terima! Apa kamu gila?!” teriak Luo Jing. Dan Xi Que tertawa.



Luo Jing kemudian berpikir bahwa bagaimana pun dia adalah seorang wanita pemeran utama, jadi dia pasti tidak akan kalah melawan Yi Yi. Lalu dengan senang, dia berbicara pelan kepada Xi Que. “Ini bagus. Sekarang aku tidak akan meninggalkan tempat ini. Aku harus tinggal untuk bertarung bagi kehormatan ku. Mari, kita akan praktek menari juga.”

“Huh?!” balas Xi Que, heran. “Nona. Kemana kamu akan pergi praktek semalam ini?”

“Ikuti saja aku,” balas Luo Jing.



Yi Yi berpakaian serba hitam, dan menyelinap mau masuk ke dalam salah satu ruangan. Tapi sayangnya, dia malah ketahuan oleh penjaga. Dan karena itu, mau tidak mau, maka dia pun bertarung melawan semua penjaga itu.



Lalu disaat itu, Zhang Ji datang, dan  berhasil melukai bahu nya sedikit. Sehingga dia sempat tidak berdaya. Tapi seseorang berbaju hitam, datang dan menyelamatkannya. Dan mereka pun berdua pergi dari sana.



Zhang Ji melaporkan kejadian itu kepada Wu Mei. Sementara para penjaga sibuk berkeliling untuk mencari siapa pelaku nya. Tapi sampai sekarang, mereka belum bisa menemukannya.

“Siapa itu? Mungkin kah ini karena…” gumam Wu Mei, berpikir.


Para penjaga datang ke kamar Yi Yi untuk bertanya, apakah Yi Yi ada melihat seseorang yang mencurigakan atau suara aneh. Dan Yi Yi menjawab bahwa dia tidur cepat barusan, sehingga dia tidak ada melihat ataupun mendengar suara apapun. Mendengar jawaban itu, maka para Penjaga pun pamit dan pergi.


Setelah Para Penjaga pergi dari tempat nya. Yi Yi memegang perutnya yang terasa sedikit sakit. Lalu dia masuk kembali ke dalam kamar nya.



Xiu Wen yang berpakaian serba hitam, muncul dari balik tirai, dan menanyakan apa Para Penjaga itu ada mencurigai Yi Yi. Dan Yi Yi menggelengkan kepala, tanda tidak. Lalu Xiu Wen menanyakan, apa ‘dia’ yang mengirim Yi Yi kesini. Dan Yi Yi mengiyakan, karena Xiu Wen telah gagal menjalankan misi yang diberikan, maka dia pun terpaksa ke sini.

“Tapi sekarang hubungannya dengan Zhong Wu Mei sangat buruk,” jelas Xiu Wen.

“Tuan Muda, apa kamu pikir orang itu akan mendengarkan penjelasan semacam itu? Jika dia marah, maka kamu akan…”



Xiu Wen memberitahu bahwa ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya untuk Yi Yi lakukan. Tapi Yi Yi tidak memiliki cara lain lagi, karena ‘dia’ adalah tipe orang yang akan melakukan apapun. Lalu Yi Yi menyarankan bahwa agar ini semua bisa segera selesai, maka Xiu Wen harus membunuh Luo Jing sekarang. Tapi Xiu Wen tidak bisa melakukan itu.

“Apa kamu beneran memilik perasaan untuknya?” tanya Yi Yi.

“Itu bukan urusanmu,” balas Xiu Wen.



Yi Yi tiba- tiba merasa perut nya sangat sakit lagi, dan ketika dia menyentuhnya, dia melihat ada darah ditangannya. Dan melihat itu juga, maka Xiu Wen pun memberikan obat kepada Yi Yi. Kemudian dia menyarankan agar besok, Yi Yi harus segera mencari alasan untuk pergi dari sini, karena Wu Mei pasti akan mencari tau masalah ini.



“Kemudian bagaimana dengan mu?” tanya Yi Yi, cemas. Dan Xiu Wen diam, tidak bisa menjawab.



Zhang Ji melaporkan hasil pencariannya. Dia tidak berhasil menemukan pelaku nya. Tidak ada tanda bahwa seseorang yang terluka pergi dari tempat ini. Kepadahal dia dengan jelas telah berhasil melukai pelakunya semalam, sehingga tidak mungkin si Pelaku bisa pergi dari tempat ini dengan cepat begitu saja. Jadi kemungkinan, si Pelaku masih berada di kediaman ini.

“Bagaimana ciri- ciri pelaku nya?” tanya Wu Mei.


“Aku tidak bisa melihat dengan jelas semalam. Jadi aku tidak bisa bilang, dia pria atau wanita. Tapi jika kita membicarakan tentang teknik bertarungnya, ada kemungkinan dia seorang wanita,” jawab Zhang Ji. Dan Wu Mei teringat akan Yi Yi yang baru semalam datang dan sekarang menginap di kediamannya.


Wu Mei memberitahu Zhang Ji bahwa sepertinya dia tau, dan kemudian dia menanyakan apakah Zhang Ji sudah mengumpulkan semua orang yang disuruhnya. Dan Zhang Ji mengiyakan.

“Semua pelayan dan penjaga harus ditanyakan. Temukan kemana tepat nya mereka kemarin malam. Apa yang mereka lakukan,” jelas Wu Mei.


Sebelum undur diri, Zhang Ji memberitahukan kabar mengenai Fei Yu yang rencana akan datang berkunjung dalam beberapa hari lagi ke kediaman ini. Dan mendengar itu, Wu Mei hanya diam saja.



Semua orang berkumpul diruangan. Dan Zhang Ji menjelaskan kejadian yang terjadi kepada semuanya. Lalu Jiang pun mulai berbicara duluan.


“Kemarin malam, aku selalu berada didalam kamar ku menikmati teh yang dibawa oleh Nona Yi Yi. Aroma teh nya sangat enak, benar- benar membuat terhipnotis. Saksinya, orang- orang dari kamar teh selalu masuk dua kali ke kamar ku. Mereka bisa menjadi saksi ku,” jelas Jiang.



Jiang kemudian menanyakan para penjaga. Dua orang penjaga mengatakan bahwa semalam mereka berlatih pedang bersama, saksinya adalah Luo Jing. Dan mendengar itu, Luo Jing sempat terkejut, tapi akhirnya dia teringat.



“Oh, jadi kemarin malam itu kalian? Aku tidak bisa mengenali kalian karena pakaian itu,” kata Luo Jing dengan santainya. “Otot mereka sangat bagus loh.”

“Jangan bicara lagi. Aku mengerti,” sela Wu Mei, malu.



Dengan sengaja, Luo Jing menyentuh lengan Wu Mei, lalu menggoda nya. Dia membandingkan orot Wu Mei yang tidak sebesar dua pengawal tersebut. Dan sambil tersenyum, Wu Mei memegang tangan Luo Jing. “Permaisuri ku sayang, didepan setiap orang, kamu harus berhenti memulai keributan.”




“Siapa yang permaisuri mu sayang? Juga, kapan aku pernah memulai keributan?” balas Luo Jing. Dan mendengar itu, Wu Mei merasa kesal. Tapi sebelum terjadi pertengkaran, Zhang Ji langsung menyela mereka dan meminta investigasi di lanjutkan.



Wu Mei menanyakan, siapa lagi orang yang tidak berada didalam kamarnya semalam. Dan penjaga menjawab bahwa itu adalah Liu Xiu Wen.


“Liu Xiu Wen. Kemana kamu kemarin malam?” tanya Wu Mei, tegas.

2 comments: