Friday, April 26, 2019

Sinopsis Chinese Drama – YOUTH Episode 04-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama – YOUTH Episode 04-2
Silahkan lanjut baca jika umur di atas 17 tahun 😊
Images by : Youku

Ni Jin sudah sampai di kos. Dia masuk ke dalam kamarnya dan membuka kotak perhiasannya. Dia melihat sebuah gelang. Dia mematikan lampu dan ruangan menjadi gelap. Dan terlihat kalau gelang itu glow in the dark. Entah ada apa dengan gelang itu, karena itu mengingatkan Ni Jin dengan tubuh seorang gadis yang tenggelam.
Telepon Ni Jin kembali berbunyi, dan melihat nomornya, Ni Jin sudah tahu kalau itu pasti Wu Lei, sehingga ketika mengangkat telepon, dia langsung memperingati untuk tidak menelpo lagi atau akan dia laporkan ke polisi.
Ni Jin tampak benar-benar terganggu dengan Wu Lei.

Saat keluar kamar, dia melihat Sheng Nan yang baru pulang kerja. Dia menyapa Sheng Nan yang pulang begitu larut, dan Sheng Nan hanya menjawab sekilas dan masuk ke dalam kamar.
--

Esok hari,
Chen Chen keluar dari warnet setelah menumpang tidur sehari. Dia pergi ke mall dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajah.
Mungkin kebohongan sama halnya dengan make-up. Make-up di gunakan untuk menutupi wajah asli. Kebohongan di lakukan untuk menutupi diriku yang sebenarnya.
Chen Chen naik bus dengan mengenakan topi dan kacamata untuk menutupi wajahnya yang tidak ber make-up. Saat di bus, dia memperhatikan setiap orang yang chattingan dengan pasangannya, atau keluarganya. Atau malah pasangan selingkuh. Dimana ada yang jujur dan ada yang berbohong.
Semakin berat make-up, semakin mudah kau berbohong. Aku tidak tahu sejak kapan, aku tidak bisa menunjukkan wajah natural (tanpa make-up) ku pada orang lain. Aku juga tidak tahu sejak kapan, itu menjadi hal memalukan menunjukkan perasaanku yang sebenarnya. Ya, perasaan sebenarnya itu sangat raput. Mudah terluka.
Chen Chen pulang ke kos. Di depan kos, dia melihat Wu Lei. Saat masuk, dia berjumpa dengan nenek Tong yang sedang menyiram tanaman.
“Woahh, kau hari ini tidak pakai make up?” tanya Nenek Tong. Dan Chen Chen langsung menundukkan kepala, malu. “Kau lebih cantik tanpa make-up.”
“Benarkah?”
“Ya, kau harus menunjukkan wajah natural mu lebih sering. Lihat baik-baik dirimu. Kau hampir secantik aku ketika aku masih muda dan tanpa make-up. Seorang pria mengejarku saat itu. Dia tinggi dan tampan, dengan rambut pirang dan mata biru. Dia sangat hebat dalam melukis,” curhat nenek Tong dan masuk ke dalam rumahnya.
--
Chen Chen masuk ke dalam kos. Dan Yi Tong menyambutnya, tapi dia kaget juga karena Chen Chen pulang cepat, padahal dia kira Chen Chen tidak akan pulang hingga tengah malam.
“Aku masih harus kuliah besok. Betapa melelahkannya,” gerutu Chen Chen.
Yi Tong kemudian bertanya liburan Chen Chen, dan Chen Chen menjawab biasa saja.
Sheng Na juga baru bangun dan ke dapur. Saat dia tanpa sengaja melihat ke tong sampah, dia melihat celana boxer itu.
“Kenapa ini di dalam tong sampah?” tanya Sheng Nan.
“Kak Sheng Nan, apa itu punyamu?” tanya Chen Chen balik.
“Ya.”
Yi Tong dan semuanya terkejut. Mereka mengira kalau Sheng Nan sudah punya pacar. Yi Tong semakin sedih karena hanya dia yang masih single.
“Bukanlah. Nenek Tong yang memberikannya padaku. Dia melihat seorang pria mencurigakan yang belakangan berkeliaran di bawah. Kita semua wanita. Jadi tidak aman. Jadi, aku menggantungnya di tempat yang terlihat,” jelas Sheng Nan.
“Pria itu mengejar kak Ni,” beritahu Yi Tong.
“Oh benarkah? Kalau begitu aku akan mengembalikannya ke nenek Tong besok.”
Dan Chen Chen malah kesal. Dia sepertinya cemburu. “Kau pembohong. Kau bilang boxer itu milik kak Ni,” marah Chen Chen pada Yi Tong.
“Kapan aku bilang gitu?” tanya Yi Tong balik. “Aku hanya bilang kalau kak Ni berbohong. Tapi, aku tidak bilang kalau boxer itu miliknya.”
“Bukankah itu sama saja! Penipu,” marah Chen Chen dan masuk ke dalam kamar.
Semua mah diam saja, nggak ada yang peduli pada Chen Chen.
--
Chen Chen sudah mandi dan mengenakan piyama. Di dalam kamar, dia ngedumel Yi Tong yang berbohong. Apaan itu bisa melihat hantu? Aura? Semuanya bohong!
Dan kemudian dia tidur.
--
Wu Lei menunggu Ni Jin hingga malam.
Chen Chen terbangun, dan Yi Tong langsung mengomentari Chen Chen yang tidur sangat lama. Chen Chen menjawab kalau mungkin itu karena dia lelah. Yi Tong langsung menggodanya lagi.

Chen Chen keluar untuk mengambil minum, dan tanpa sengaja dia mendengar pertengkaran Ni Jin dengan Wu Lei.
“Sudah berapa kali aku bilang, aku tidak tertarik padamu!” marah Ni Jin.
Chen Chen langsung heboh mengambil Yi Tong dan Xiao Chun untuk keluar. Mereka berlari keluar kos untuk melerai pertengkaran Ni Jin dan Wu Lei.
“Perasaanku tulus padamu,” ujar Wu Lei.
“Kau dari universitas ternama. Kau harusnya pintar. Aku sudah bilang berulang kali, aku tidak tertarik padamu. Dapatkah kau mengerti?”
“Aku tahu. Jadi, aku akan menggunakan cintaku untuk mendapatkanmu. Jin, kau sudah hidup dengan cara yang salah sekarang ini. Kau mengabaikan dirimu sendiri dan aku di sini datang untuk menyelamatkanmu.”
“Kau menyelamatkanku? Selamatkan dirimu sendiri!”
“Jin!” Wu Lei memegang tangan Ni Jin.
“Lepaskan aku! Sekali lagi kau menyentuhku, aku akan menelpon polisi!” peringati Ni Jin.
Saat itu, Chen Chen, Yi Tong dan Xiao Chun keluar dan menanyakan keadaannya. Ni Jin langsung menyuruh mereka untuk masuk dan tidak ada masalah.
“Ni Jin, kenapa kau berhubungan dengan semua pria kaya itu?! Mereka tidak benar-benar mencintaimu! Mereka hanya ingin menggunakan uang mereka untuk membeli tubuhmu,” teriak Wu Lei.
Dan tentu semua kaget dengan ucapan Wu Lei.
“Diam!” teriak Ni Jin.
“Jin, kau hebat. Kau seharusnya di hargai. Aku tidak peduli masa lalumu. Aku akan memberikanmu masa depan yang cerah! Mari mulai hidup baru bersama, okay?!”
“Kau kira kau siapa? Aku menjual apa yang ku punya dan aku hidup dengan caraku. Apa ada hubungannya denganmu, hah?!”
Dan apa yang Jin teriakan, semakin membuat Chen Chen, Yi Tong dan Xiao Chun terkejut. Di tambah lagi, Sheng Nan yang baru pulang mendengar ucapannya.
Ni Jin benar-benar emosi dan memarahi Wu Lei. Yi Tong sampai harus memeluknya untuk menenangkannya.
Dan pertengkaran Ni Jin serta Wu Lei menarik perhatian semua tetangga. Tidak lama, polisi datang, setelah mendapatkan laporan keributan tersebut.
--
Yi Tong, Chen Chen, Xiao Chun dan Sheng Nan masuk ke dalam kos. Chen Chen masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya, dimana Ni berhubungan dengan para pria kaya, dan para pria itu menggunakan uangnya untuk membeli Ni.
Sheng Nan mendengar ucapan itu, dan berusaha mengabaikannya.
--

Wu Lei memberi keterangan kalau dia hanya berusaha menyelamatkan hidup Ni Jin dan sangat mencintai Ni Jin. Dia berharap Ni Jin bisa hidup lebih baik.
--
Di kos,
Yi Tong, Chen Chen dan Xiao Chun masih membicarakan hal tadi. Chen Chen malah membahas mengenai ayah Ni Jin yang katanya kaya, tapi kenapa malah melakukan ‘hal itu’ jika beneran kaya?
Sheng Nan yang sedang membaca di ruang tamu, mendengar ucapan Chen Chen tersebut.
“Banyak wanita suka menghabiskan uang pria,” komentar Sheng Nan.
“No pay, no gain,” ujar Chen Chen. “Pasti ada kesepakatan kotor. Membuat uang seperti itu sama dengan…”

Dan pas Ni Jin pulang, jadi Yi Tong langsung memegang tangan Chen Chen agar berhenti bicara. Chen Chen yang membelakangi Ni Jin, jelas kaget karena Ni Jin ternyata sudah pulang.
Ni Jin masuk ke dalam kamar dan menangis.
“Aku tidak mengatakan hal yang salah,” ujar Chen Chen (mulutmu itu lho, di lakban aja dah. Omongin orang, dan lihat diri sendiri yang selalu berbohong). “Kak Ni lah yang sudah melakukan hal yang salah. Dia bahkan berbohong pada kita.”
Semua diam, tidak merespon ucapan Chen Chen. Dan Chen Chen tiba-tiba teringat ucapan Yi Tong saat itu kalau Ni Jin berbohong.
“Tong tong, kau benar-benar bisa melihatnya, kan?!” kaget Chen Chen dan melihat ke arah lemari sepatu itu.
Yi Tong menundukkan kepala gugup.
Dan kita di perlihatkan beberapa potongan adegan.
Tubuh orang yang tenggelam.

Xiao Chun yang mengintip dan sebuah gelas terjatuh di samping tubuh seorang pria.
Seorang anak kecil di atas pohon yang menangis.

Dan seorang pria tidak sadarkan diri di rumah sakit. Dan Sheng Nan berdiri di depan pintu melihatnya.
---==---

Epilog  (wawancara dengan Chen Chen Chen)
Q : Dapatkah aku bertanya beratmu sekarang ini?
CC : 47 kg.
Q : Kelihatannya kau lebih berat daripada itu.
CC : Setiap pagi, setelah melepas baju dan ke toilet, beratku jadi 47 kg. 
Q : Kelihatannya kau iri pada kak Ni.
CC : Aku?! Kenapa aku harus iri padanya? Cch. Dia hanya punya tubuh langsing.
Q : Bisa kau ceritakan mengenai pacarmu?
CC : Kami sudah pacaran selama 2 tahun.
Q : Tapi semua merasa kalau dia bukanlah pacar yang baik.
CC : Itu karena mereka tidak mengenalnya dengan baik! Lin Lin adalah pria yang sangat baik.
Q : Dia terlambat ketika kencan dan bahkan memberikanmu hadiah dari pembagian sample gratis. Dalam hal apa dia baik?
CC : Semua pria kan memang seperti itu. Terkadang, dia sangat baik padaku.


No comments:

Post a Comment