Wednesday, April 3, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 07 – 1

1 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 07 – 1
Images by : SET TV , TTV, iQiyi
Zi Hao meminta di izinkan tinggal di rumah Ke Ai. Ke Ai jelas terkejut dengan permintaan tidak terduga Zi Hao tersebut.
“Aku akan mengisi kekosongan di hatimu,” ujar Zi Hao di dalam hatinya sambil tersenyum menatap Ke Ai.
--
Malam hari,
Ke Ai masih merenung mengingat kejadian hari ini. Saat Zi Hao berlari mengejarnya dan berkata akan bertanggung jawab atas keselamatan-nya. Hati Ke Ai benar-benar tersentuh mengingat hal tersebut.
Xiao Gang datang ke kamar Ke Ai, meminta izin untuk bicara sebentar. Dia tahu kalau Ke Ai pasti masih memikirkan masalah hari ini.
“Kau suka berpikir terlalu jauh. Kau punya kebiasaan buruk menghabiskan waktumu dalam dilema,” ujar Xiao Gang.
“Aku masih harus mengucapkan terimakasih padamu. Terimakasih karena selalu membantuku.”
“Tidak perlu. Walau apapun yang terjadi, aku akan selalu ada untuk membantumu.”
“Tapi, hal itu membuatku merasa lebih buruk. Walau separah apapun masalah yang kuhadapi, aku bisa tetap kuat. Aku tetap bisa menghadapinya. Tapi, jika kau terlibat dalam hal ini, apa yang harus ku lakukan jika hal buruk terjadi padamu? Aku ingin membalas semua pertolongan kalian, tapi tidak ada yang bisa ku lakukan. Aku harap aku bisa lebih mampu, jadi kalian tidak harus khawatir mengenaiku.”
“’Kalian?”
“Kau dan Yang Zi Hao.”
Xiao Gang tampak sedikit sedih karena mungkin tidak menyangka kalau Ke Ai akan memikirkan Zi Hao juga sekarang. “Xiao Ai, kau seharusnya tidak perlu berpikir seperti itu. Kau tahu kita khawatir karena kami peduli. Itu bukan karena kau lemah atau tidak mampu menghadapi masalah. Jadi, kau  bisa jadi adalah orang yang paling beruntung dan paling mampu di antara semuanya, tapi aku tetap akan mengkhawatirkanmu.”
“Kalau gitu, kau tidak bisa menyalahkanku karena pergi menyelamatkanmu. Itu karena aku juga peduli padamu.”
Xiao Gang tertawa kecil dan setuju. Dia kemudian keluar dari kamar Ke Ai dan menyuruhnya untuk beristirahat sekarang.
Setelah Xiao Gang keluar, Ke Ai membuka laptop-nya. Dia mulai menulis lagi di blog-nya.
--
Xiao Gang keluar kamar dan ternyata, Zi Hao tidur di samping Xiao Gang sekarang. hahahaha.
“Kau tidak harus tidur di sini lagi mulai besok,” ujar Xiao Gang.
“Luka mu?”
“Sudah sembuh,” jawab Xiao Gang dan melempaskan perban di kakinya. “Aku khawatir kalau Tiger dan gang-nya akan mencoba melukai Xiao Ai. Tapi, jika aku mengatakan padanya, dia pasti akan khawatir. Jadi, aku memalsukan luka-ku untuk membuatnya terlihat parah dan membiarkan tante Ying untuk merawatku. Jadi, aku bisa menjaga mereka dalam pandanganku dan memastikan keselamatan mereka. Sekarang, masalah-nya sudah selesai, waktunya kaki-ku untuk sembuh,” jelas Xiao Gang dan kemudian tidur.
“Aku lega karena Kak Gang ada untuk menjagamu selama ini,” ujar Zi Hao dalam hatinya.
--
Esok hari,
Zi Hao mengumumkan kalau event ’10K Gift-away’ di departemen pakaian wanita akan dimulai hari ini. Hadiahnya adalah 1000 unit lipstick terbatas yang digunakan oleh Jammie Chen. Dan melihat ketenaran Jammie, dia yakin kalau event ini akan berlangsung dengan sukses, dan meningkatkan penjualan mereka.
Saat itu, seluruh karyawan mendapatkan notifikasi berita yang menampilkan foto Zi Hao dan Jammie di depan sebuah koran. Zi Hao jelas bingung. Dan Ke Ai yang penasaran langsung membuka notifikasi berita tersebut.
Semua langsung sedih karena mengira kalau Zi Hao sudah mempunyai pacar dan pasti tidak ada lagi kesempatan bagi mereka. Xiao Tian kemudian menyadari kalau baju yang di kenakan oleh Jammie adalah baju yang di jual INDEX.
Zi Hao dengan gugup berusaha menjelaskan pada Ke Ai mengenai yang terjadi, tidak sama dengan yang di beritakan. Tapi, Ke Ai tidak mendengarkan penjelasannya dan hanya membahas kalau ternyata wanita itu adalah Jammie Chen. Dan hal itu sangat bagus, karena dia yakin baju yang Jammie kenakan pasti akan segera laku di toko mereka.
“Ohh, dengar dengar. Klien VIP ku mendengar mengenai hadiah lipstick Jammie dan dia memintaku untuk menemaninya berbelanja sore ini!” beritahu Daniel dengan semangat. “Aku harus bilang maaf pada kalian semuanya, karena ku rasa penjualan pertama bulan ini akan di raih olehku.”
Li Jian menyadari kalau Zi Hao hendak menjelaskan hal yang terjadi, tapi kesulitan, jadi dia bantu menjelaskan. “Dengarkan semuanya. tn. Yang pergi kencan dengan Jammie itu untuk membantu meningkatkan penjualan kita. Kelihatannya cara itu cukup efektif kan?”
Zi Hao tersenyum senang dengan penjelasan Li Jian tersebut. Dan Li Jian dengan mata seolah memberi tanda No problem.

Ke Ai malah meminta Zi Hao untuk memperlihatkan katalog baju di dept. store kepada Jammie jika mereka pergi berkencan lagi. Mana tahu Jammie menyukai salah satu baju, sehingga mereka bisa menjadi sponsor-nya. Zi Hao mengangguk. Dan terlihat jelas kalau sikap Ke Ai jadi agak dingin pada Zi Hao.
--
Penjualan di departemen pakaian wanita hari itu berlangsung dengan sangat bagus. Banyak orang yang datang dan berbelanja baju terutama baju yang di kenakan Jammie dan juga demia mendapatkan hadiah lipstick tersebut.
Tapi… hal itu tidak berlangsung lama. Tidak lama, toko malah jadi sepi melompong lagi. Ke Ai jelas heran melihat penjualan yang kembali menyepi dan menyemangati semua pegawai untuk semangat berjualan lagi. Ingatlah mimpi yang ingin mereka capai!
“Aku sudah melakukan yang terbaik untuk mempromosikan baju. Mungkin ini sudah yang terbaik. Lihat perutku, sudah lebih dari 20 tahun dan tidak pernah mengecil lagi,” alasan Daniel.
“Aku sudah memaksa diriku mencapai batas dulu. Sekarang, aku sudah mencapai batasku untuk maju. Itulah kenapa hasil penjualan dulu sangat bagus,” alasan salah satu trio pekerja.
“Mimpiku sekarang ini hanyalah bisa liburan. Aku tidak perlu lagi naik kapal pesiar. Aku hanya ingin istirahat yang panjang dan tidur yang nyenyak,” alasan trio pekerja lainnya.
“Mimpiku sudah tercapai. Aku tidak punya mimpi yang terlalu tinggi,” alasan Xiao Tian.
“Mimpiku adalah mewujudkan mimpiku,” ujar Wen Wen.
Ke Ai benar-benar lemas mendengar semua alasan mereka. Dia mulai bertanya bagaimana cara agar dia bisa membuat mereka kembali bersemangat mencapai mimpi mereka?
Sementara itu, Zi Hao dan Li Jian juga sedang berdiskusi. Mereka harus membuat rencana baru lagi. Dia mengajak Li Jian untuk pergi. Li Jian menghela nafas karena Zi Hao pasti ingin menemui Ke Ai lagi. Dia sampai heran, sekarang ini Zi Hao sedang memikirkan kerjaan atau kehidupan cinta-nya sih?
Para pekerja mendapat foto Zi Hao di SUN Fansclub lagi. Dan mereka mulai memuji ketampanan Zi Hao lagi. Dan bahkan mulai berpikir macam-macam, terutama mengenai ciuman Zi Hao. Mereka ingin bisa mendapatkan ciuman Zi Hao jika mencapai target penjualan. Ke Ai tambah lemas karena cara untuk membuat mereka bersemangat hanyalah dengan ciuman Zi Hao.

Pas sekali, Zi Hao muncul. dan Ke Ai otomatis langsung mendapat ide. Dia mengajak Zi Hao untuk bicara berdua dengannya.
Ke Ai menyudutkan Zi Hao ke dinding, “Berikan aku ciuman-mu.”
“Ciuman ku? Apa maksudmu?” tanya Zi Hao bingung dan juga gugup.
“Ya, masih tersisa waktu hingga waktu perjanjian dengan tn. Jiang berakhir. Untuk mendapatkan 10juta terakhir, ciumanmu adalah harapan terakhirku. Tolong tatap mataku, dan tunjukkan senyum-mu. Aku ingin mengisi ulang energiku.”
Zi Hao makin gugup. Hahahaha. Dan dengan cepat, dia mengeluarkan lip balm dan memakainya. Setelah itu, dia malah menutup mata dan memajukan bibirnya.

Ke Ai langsung menatap bibir Zi Hao, “Aku ingin menggunakan ini untuk kompetisi penjualan. Orang dengan penjualan terbanyak akan menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah : Ciuman dari tn. Yang! Hadiah ini adalah hadiah tercepat, terefektif dan penyemangat terbaik untuk mereka. Aku ingin mereka memberikan yang paling terbaik dan…”
Zi Hao langsung memutar tubuh Ke Ai ke dinding, “Tidak mau!” tegasnya.
“Kenapa tidak mau? Ciuman mu adalah kunci untuk memotivasi semua orang di sini.”
“Jika aku dengan mudah mencium orang lain, apa kau tidak cemburu?” tanya Zi Hao dengan sangat serius.
Ke Ai diam sesaat sebelum menjawab, “Kenapa aku harus merasakan sesuatu? Ini adalah taktik bisnis. Jika aku lah yang harus menjadi hadiah tersebut, apa kau akan cemburu?”
“Tentu saja, aku akan…,” hentikan Zi Hao.
“Tentu apa?”
“Chang Ke Ai, ide-mu sangat buruk. Dan kau masih menyebut dirimu Schopenhauer? Dimana kau mendapat ide buruk ini? Aku sangat kecewa padamu! Schopenhauer? Kau bukanlah apa-apa kecuali kejam,” marah Zi Hao dan langsung pergi.
--
Zi Hao benar-benar kesal dengan ide Ke Ai. Dia bahkan menggerutu kalau Ke Ai tidak menginginkan ciumannya, bukan berati bisa memberikannya pada orang lain.
“Wei, wei, apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak padanya?” tanya Li Jian yang mengejar Zi Hao.
“Karena dia mempunyai ide yang tercela!”
“Tapi tidak sopan berteriak pada wanita. Dia akan semakin menjauhimu. Setelah itu, dia…”
Dan Zi Hao mulai membayangkan, Ke Ai yang akan semakin dekat pada Xiao Gang.
“Setiap kali aku membuatnya marah, dia akan berlari pada Xiao Gang. Tidak, aku harus menghentikan hal itu. Aku harus menghentikannya menyemangati Ke Ai,” tekad Zi Hao dan berbalik lagi menuju tempat Ke Ai.
Li Jian heran melihat sikapnya. Tapi, dia lebih terkejut lagi saat membaca pesan di ponselnya. Dengan panik, dia berlari mengejar Zi Hao. Apa yang terjadi?
--

Jammie datang ke INDEX. Dan semua pengunjung mall serta karyawan menjadi heboh. Jammie datang menemui Ke Ai, dan Ke Ai langsung meminta maaf karena tidak mengenali Jammie sebelumnya. Jammie tidak mempermasalahkan hal itu, dan mengajak Ke Ai untuk makan siang bersamanya. Ke Ai setuju.
Dan hal itu terlihat oleh Zi Jie. Kenapa Jammie bersama dengan Ke Ai? Apa Jammie benar-benar lesbi?
Tidak mungkin. Sepupuku tersayang, jangan bilang kalau aku tidak pernah baik padamu. Aku akan memata-matainya demi mu sekarang.
Dan Zi Jie mulai mengikuti Jammie dan Ke Ai diam-diam.
--
Ke Ai membelikan Jammie makanan dan berterimakasih karena Jammie, tokonya menjadi lebih laris. Dia berjanji akan mentraktir Jammie makanan yang lebih enak lain kali.
“Tidak masalah, ini bukan masalah harga makanan. Tapi mengenai dengan siapa kau makan. Terimakasih atas traktiranmu. Lain kali, aku yang akan mentraktir.”
Dan mereka mulai makan bersama sambil berbincang. Ke Ai merasa kalau Jammie sangat berbeda dengan yang terlihat di majalah dan berita. Jammie kemudian berkata kalau dia datang kemari juga untuk menemui Ke Ai.
Zi Jie yang mendengar langsung teringat saat pertama kali bertemu Jammie, Jammie kan minta nama dan nomor telepon Ke Ai. Dan kemudian saat kemarin, Jammie mengaku kalau dia adalah lesbi.
“Kau punya pacar?” tanya Jammie.
“Hah? Aku? Tidak ada,” jawab Ke Ai. Dan Jammie tersenyum. “Sebenarnya, aku berada dalam hutang. Aku harus bekerja keras untuk membayar hutang, jadi aku tidak punya waktu untuk cinta. Tapi, aku punya teman pria yang sangat berarti bagiku.”
“Dia sangat berarti bagimu?”
“Dia datang di saat terendah dalam hidupku. Dia menolongku dalam setiap situasi. Dia selalu di sisiku ketika aku merasa putus asa. Ketika aku sedih, aku akan segera mengingatnya, dan aku akan kembali bersemangat lagi. Dia adalah pria…”
“Apa kau membicarakan Yang Zi Hao?” tanya Jammie tiba-tiba.
Ke Ai kaget, “Bukan. Bukan. Bukan dia lah!”
Jammie langsung diam. Dan Ke Ai giliran bertanya, sudah berapa lama Jammie mengenal Zi Hao?
“Kami bukan teman. Aku hanya tahu namanya saja. Bukankah dia wakil presidenmu dan bertanggung jawab untuk departemen pakaian wanita? Aku dengar dia adalah pria kedua yang paling di ingin kan menjadi suami berdasarkan survey dari GQ. Itu terdengar seolah dia pria yang menawan.”
“Pria yang ku bicarakan juga menawan. Dia bekerja sebagai pengacara di Legal Aid Foundation. Keluargaku mempunyai sebuah toko di pasar Tian Tian. Dia membantu mengatasi setiap masalah di pasar. Jika ada lomba pria yang paling berpedulian, dia pasti akan menjadi juara.”
“Benarkah? Siapa namanya?”
“Cai Xiao Gang.”
Jammie jelas jadi penasaran dengan sosok Xiao Gang. Saat lagi asyik berbincang, Ke Ai mendapat pesan. Dan dia langsung minta maaf pada Jammie karena terjadi sesuatu di toko dan dia harus pergi. Jammie memberikan semangat pada Ke Ai.

Saat Ke Ai sudah pergi, Jammie tanpa sengaja melihat Zi Jie. Zi Jie yang ketahuan, langsung menyapa seolah tidak menguping dari tadi.


1 comment: