Sunday, April 14, 2019

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 04 – 2

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 04 – 2
Images by : jTBC
Jam pulang sekolah,
Soo Ho mencegat Ki Chan dan Sung Jae. Dia memandang mereka penuh amarah. Ki Chan langsung memarahinya karena berani berdiri di hadapan mereka yang adalah para senior. Tapi, Soo Ho tidak takut dan menendang kaki Soo Hoo. Ki Chan hampir memukul Soo Ho, tapi dia menahan diri dan berkata kalau dia akan melepaskan Soo Ho kali ini. Soo Ho tidak merespon apapun dan kembali menendang kaki Ki Chan.
Ki Chan sudah akan memukul Soo Ho, tapi Sung Jae menahan tangannya. Sung Jae mengatakan kalau Soo Ho hanyalah memancing Ki Chan. Soo Ho sengaja melakukannya.
“Kau ingin membuat kami terlihat seperti memiliki perilaku kasar kan?” tanya Sung Jae. “Jangan salah paham. Kami hanya memukul Sun Ho sekali saat itu.”
“Aku berharap kalau kalian akan di eksekusi!” teriak Soo Ho penuh amarah dan pergi.
Ki Chan sedikit terkejut hingga terdiam. Sung Jae melihat ekspresi terkejutnya dan mengejek Ki Chan yang ketakutan. Ki Chan membantah hal tersebut.
Joon Ha ternyata sudah menunggu Soo Ho di depan kelas. Dia mengajak Soo Ho untuk makan bersama.
--
Mereka makan daging bersama. Dan Joon Ha bertanya pada Soo Ho, apa password dari kartu transit Sun Ho waktu itu? dia sangat penasaran hingga tidak bisa tidur.
“Akan ku beritahu ketika oppa sadar.”
“Tidak bisakah kau memberitahu sekarang?”
“Tidak bisa. Itu bisa jadi sial.”
Joon Ha tidak memaksa lagi dan mereka lanjut makan. Saat makan, Soo Ho berkata kalau oppa juga suka makan daging ini, tapi tidak bisa makan pedas. Joon Ha merasa sedih mendengarnya dan menangis. Tapi, dia beralasan kalau makanannya terlalu pedas hingga dia meneteskan air mata. Soo Ho membenarkan.
--

Joon Seok berjalan pulang, tapi ternyata Young Chul sudah menunggunya di jalan sepi. Dia tampak ingin membicarakan sesuatu.
“Mengenai hari itu… hari dimana Sun Ho terjatuh dari atap.”
“Kenapa?” tanya Joon Seok gugup.
“Kau bertemu dengannya hari itu? bertemu ya?”
“Tidak.”
“Oh, tidak ternyata.”
“Kenapa kau mengira aku bertemu dengannya?”
“DImana itu Laputa?” tanya Young Chul lagi.
Joon Seok menelan ludahnya. Dan teringat.
Flashback
Sun Ho menemuinya dan berkata : “Datanglah ke Laputa setelah akademi.”
End
“Ada apa?” tanya Young Chul lagi.
“Kau mau ke rumahku?”
“Rumahmu?”
“Ya. Kau belum pernah ke rumahku kan.”

Dan Joon Seok membawa Young Chul ke rumahnya. Young Chul kagum melihat rumah Joon Seok yang sangat besar. Eun Joo juga sedikit terkejut karena Joon Seok membawa Young Chul ke rumah. Joon Seok berkata kalau Young Chul akan menghabiskan waktu di sini dan mereka akan pergi ke akademi bersama nanti.
Joon Seok mengajak Young Chul ke kamarnya. Eun Joo terus memperhatikann mereka.
Kamar Joon Seok membuat Young Chul semakin kagum. Joon Seok langsung bertanya, apa maksud pertanyaan Young Chul tadi? Mengenai dimana itu Laputa.
Flashback
Malam itu, Young Chul pergi ke atap akademi untuk merokok. Dan saat itu, dia tanpa sengaja melihat Sun Ho dan Joon Seok yang bertemu.
“Aku tidak mau bicara di sini,” ujar Sun Ho.
“Bicara saja di sini.”
“Datanglah ke Laputa setelah akademi.”
“Siapa kau berani memerintahku datang dan pergi? Kau masih mengira aku temanmu?!”
Sun Ho mendekat dan membisikan sesuatu. Tapi, Young Chul tidak bisa mendengar apa yang Sun Ho bisikkan.
“Aku beri kau kesempatan terakhir. Datang ke Laputa!” tegas Sun Ho dan berbalik pergi.
Dan entah apa yang di bisikan Sun Ho sebelumnya karena Joon Seok tampak ketakutan.
End
Young Chul menjelaskan kalau dia tidak berniat untuk menguping waktu itu. Joon Seok tidak mempermasalahkan hal itu karena itu bukanlah apa-apa. Tapi, Young Chul tidak memberitahu hal tersebut pada orang lain kan?
“Tidak ada. Apa itu sesuatu yang harus ku katakan?”
“Tidak. itu bukanlah apapun. aku bahkan tidak bertemu dengannya malam itu.”
“Kenapa tidak? aku kira kalian setuju untuk bertemu.”
“Jika Sun Ho ingin bertemu denganku, apa kau harus pergi menemuinya?” tanya Joon Seok dengan nada mengintimidasi.
“Bukan itu maksudku.”
“Tapi, aku sedikit terkesan. Kau pria sejati. Sejujurnya, aku bisa saja mengatakan pada semua orang mengenai video tersebut. Tapi kau tahu kenapa aku tidak mengatakannya? Sun Ho mungkin temanku, tapi kau juga temanku dan aku ingin melindungimu karena aku ingin menjaga persahabatan kita.”
Dari luar, Eun Joo mendengan pembicaraan tersebut. Dan apa yang di katakan oleh Joon Seok adalah apa yang di diktekan oleh Jin Pyo. Eun Joo tampak takut kalau Joon Seok mensusgeti dirinya sesuai yang Jin Pyo katakan.
“Ki Chan akan memberitahu semua nya. Dia tidak peduli tentang persahabatan dan tidak punya kesetiaan.”
“Kau benar.”
“Sejujurnya, kau bisa saja memberitahu orang lain jika kau mau.”
“Aku tidak akan memberitahu siapapun. Itu hanya akan membuat kesalahpahaman.”
“Kenapa harus ada kesalah pahaman? Aku langsung pulang ke rumah hari itu dengan ibuku. Kau juga melihatnya.”
“Benar.”
“Tapi, aku rasa itu akan sedikit mengganggu. Orang-orang akan mulai menanyai kita banyak pertanyaan.”
“Benar,” setuju Young Chul.
Dan Joon Seok kemudian mengeluarkan sesuatu dari lacinya. Dia memberikan vape baru untuk Young Chul dan menyuruh Young Chul untuk tidak bersuara keras. Young Chul terkejut menerimanya karena itu alat baru, apa Joon Seok juga merokok? Joon Seok membantah, dia membeli itu karena penasaran. Dan Joon Seok memberikannya pada Young Chul. Young Chul sangat senang.
“Tapi jika kau tertangkap, jangan pernah bilang kalau aku yang memberikannya padamu. Itu namanya kau mengkhianatiku.”
“Tentu saja. Aku tidak akan pernah mengkhianatimu.”
“Aku percaya padamu. Setelah semuanya, kau kan pria sejati.”
Young Chul tersenyum senang mendengarnya. Sementara itu, Eun Joo semakin ketakutan.
--
Jin Woo menemui In Ha. Dan In Ha terkejut mendengar kalau Sun Ho mengikuti Da Hee.
“Tidak, bukan seperti itu. tapi, Sun Ho menyukainya, dan hal itu membuat Da Hee menjadi sedikit tidak nyaman.”
“Tapi walau begitu, aku merasa ini sedikit berlebihan. Dan di atas semuanya itu, aku tidak mengertikenapa dia harus membuang buket bunga yang Soo Ho berikan padanya.”
“Da Hee cuti dari sekolah karena sakit. Jadi, aku rasa ibunya hanya menjadi terlalu sensitif karena hal tersebut.”
“Apa mungkin, bisa saja kalau Da Hee juga adalah korban?” tanya Joon Ha ikut nimbrung.
“Korban?”
“Mungkin dia jgua korban kekerasan sekolah seperti Sun Ho. Itu bisa menjadi alasan kenapa dia punya gangguan panik.”
“Jika seperti itu, ibunya akan memberitahuku. Dia juga akan meminta sekolah untuk menghukum pelaku,” ujar Jin Woo.
Dan In Ha juga berkata kalau dia merasa ibu Da Hee seperti menyembunyikan sesuatu dari mereka. Jin Woo juga tidak terlalu yakin, tapi dia merasa itu tidak akan ada hubungannya dengan Sun Ho.
Jin Woo sudah keluar toko dan mau pulang. Dan Joon Ha mengejarnya, dia mendengar akan ada penyelidikan polisi besok. Dia mau minta tolong akan di lakukan penyelidikan dengan benar kali ini tidak seperti terakhir kali. Jin Woo dan Joon Ha sedikit berdebat mengenai hal itu.
“Tapi kali ini, aku harap Anda melakukan pekerjaan Anda dengan benar untuk berjuang mendapatkan kebenarannya. Kakakku, kakak ipar, dan Soo Ho merekar berjuang melalu jalan yang sulit setiap hari. Jadi, aku berharap guru juga melakukan yang terbaik. Tolong lakukan untuk kami dan lakukan yang terbaik tidak hanya untuk Sun Ho, tapi untuk semua murid,” pinta Joon Ha dan pamit.
Jin Woo tampak memikirkan perkataan Joon Ha tersebut.
--
Moo Jin pulang dengan Soo Ho.
“Soo Ho, ayah punya permintaan. Sebelum kau melakukan apapun, contohnya, ketika kau merasa terdesak untuk memecahkan jendela atau apapun, dapatkah kau memikirkan ayah dan ibumu untuk semenit?”
“Ayah suruh aku untuk tidak membuat masalah?”
“Tidak. ayah bilang agar kau tidak lupa kalau ibu dan ayah akan selalu ada di pihakmu.”
Dan mereka mulai bercanda. Untuk sesaat, mereka bisa tertawa.
--


Eun Joo pergi menjenguk Sun Ho. Dia menangis dan meminta maaf. Dia menggenggam tangan Sun Ho, tapi tiba-tiba saja tangan Sun Ho menarik tangannya. Dan Sun Ho membuka matanya lebar.
Eun Joo terbangun dari mimpi itu dengan ketakutan. Dia benar-benar takut. Apa yang dia sembunyikan sebenarnya?
Saat itu, dia melihat suaminya, Jin Pyo, sedang menelpon di ruang kerja. Dan dia teringat pertanyaan-pertanyaan mengintimidasi Jin Pyo seolah dia masih menyembunyikan sesuatu.
--
Soo Ho akhirnya memutuskan untuk menemui Sun Ho. In Ha dan Moo Jin mendampinginya. Begitu melihat tubuh oppa-nya terbaring di tempat itdur, mata Soo Ho bergetar. In Ha menyuruhnya bicara. Tapi, Soo Ho tidak tahu harus berkata apa.
“Bodoh,” ujarnya. Tapi dalam hatinya dia berkata : “Bangunlah oppa. Jika oppa bangun, aku akan melakukan apapun. Tolong bangun.
“Kau tidak mau mengatakan apapun?”
“Tidak,” jawab Soo Ho dan berbalik pergi.
Dan saat itu, In Ha melihat di samping tempat tidur Sun Ho ada snack energy.
Dokter berkata pada Moo Jin dan In Ha kalau mereka harus pindah rumah sakit lain. ini rumah sakit darurat dan mereka hanya menangani keadaan serius dan darurat. Pasien seperti Sun Ho yang perlu perawatan berjangka biasanya di pindahkan ke rumah sakit perawatan. Moo Jin bingung karena kan sebelumnya dokter bilang kalau Sun Ho akan di pindahkan ke ruang rawat biasa. Dokter membenarkan, tapi walau begitu, Sun Ho tidak bisa di rawat terlalu lama di rumah sakit ini. Kami punya banyak antrian pasien dengan penyakit serius. Dan kondisi Sun Ho dalam keadaan vegetatif (koma) dan kecil kemungkinan untuk sadar.
In Ha benar-benar sedih dan bingung, harus bagaimana mereka sekarang? Soo Ho mendengar pembicaraan tersebut.
--
Di rumah,
Moo Jin menatap bulan. Tampaknya, dia juga bingung dengan apa yang harus di lakukan.
--
Det. Park melihat temannya yang akan mulai menyelidiki kasus kekerasan di SMP Seah. Dan dia meminta izin untuk ikut.
--
Moo Jin dan In Ha pergi ke sekolah. Mereka melihat orang tua Ki Chan Sung Jae. Moo Jin menggenggam tangan In Ha dan bersama mereka berjalan melewati kedua orang tua tersebut. Seok Hee ada di belakang mereka, dan dia tampak bersalah pada In Ha.
--

Sung Jae di rekam dan mulai di tanyakan mengenai kasus pembullyan tersebut. Di dalam juga ada orang tuanya. Dia memberikan pernyataan kalau itu adalah permainan. Dan selama proses itu, ayah Sung Jae terus saja ikut campur. Pokoknya jadi ribet deh.
Setelah Sung Jae, giliran Ki Chan yang di selidiki. Ki Chan terus menunduk. Dan sama seperti orang tua Sung Jae, orang tua Ki Chan juga terus ikut campur hingga mengganggu.
Detektif Park terus memperhatikan wawancara itu dari awal hingga akhir.
Ki Chan saat itu hendak menyebut kalau Joon Seok juga ikut, tapi dia ingat ibunya yang memperingatinya untuk tidak pernah menyebut nama Joon Seok. Det. Park menyadari hal itu. dan karena terus di desak, Ki Chan akhirnya menyebut kalau Joon Seok yang menyuruh mereka melakukannya! 
“Joon Seok yang menyarankan permainan itu?” tanya det. Park. 
Pengacara berusaha membantu Ki Chan. Dan det. Park sangat kesal mendengarnya. Dari tadi orang tua dan pengacara terus saja ikut campur! Temannya menghentikan det. Park untuk tidak ikut campur. Sementara itu, orang tua Ki Chan tampak kesal karena anaknya menyebut nama Joon Seok dan bahkan menjelaskan mendetail.
Giliran Young Chul. Ibu menyuruh Young Chul untuk tidak merasa terintimidasi dan takut. Cukup jujur saja.
Saat Young Chul di interogasi, dia tampak takut. Saat det. Bertanya keterlibatan Joon Seok, Young Chul langsung membantah. Joon Seok tidak ikut permainan itu sama sekali, dia tidak menyarankan game tersebut.
“Young Chul, kau harus bilang yang sejujurnya,” ujar Seok Hee.  
“Aku melakukannya. Ibu kan menyuruhku untuk jujur.”
Seok Hee terkejut, jelas-jelas Young Chul berbohong. Dia berkata tidak yakin siapa yang menyuruh tapi yang jelas bukan Joon Seok. Seok Hee menatap tidak percaya pada putranya.  

Interogasinya sudah selesai. Dan saat dia keluar dia berpas-pasan dengan Joon Seok. Dia tersenyum dan memberi tanda oke dengan tangannya pada Joon Seok.
Selanjutnya yang di interogasi adalah Joon Seok. Pernyataannya tidak berubah, sama seperti yang di diktekan oleh Jin Pyo.
“Bagaimana kau bisa berakhir hanya dengan peran sebagai penonton?” tanya det. Park ikut menanyai. Sebenarnya, dia tidak boleh, karena bukan lingkup departemennya.
“Peran penonton?”
“Kau bermain sebagai penonton.”
“Tidak. itu benar aku di sana, tapi aku hanya menonton karena aku tidak mau menjadi bagian.”
“Kalian masing-masing punya peran spesifik.”
“Mereka memilih peran di antara mereka sendiri. Tapi, aku tidak punya peran apapun. Dan… aku mencoba menghentikan mereka sesaat, bilang kalau mereka sudah keterlaluan.”
“Kau mencoba menghentikan mereka?”
“Ya.”
Flashback
Joon Seok berada di sana. Dan saat melihat Sun Ho dipukuli, dia bertanya dengan dingin, “Kau baik-baik saja?”
Sun Ho menatap kesal padanya.
“Bukankah kalian sudah keterlaluan? 3 lawan 1 terlalu kasar,” ujar Joon Seok, tapi lebih seperti mengejek Sun Ho. “Kau harusnya mandi sebelum ke akademi,” ejeknya pada Sun Ho.
“Kenapa kau melakukan hal ini padaku?” tanya Sun Ho.

Dan pengambilan kabar tampak aneh, karena wajak Joon Seok tampak tersenyum sinis tapi berubah menjadi berteriak histeris. Pokoknya seperti di tampakkan dua wajah gitu.
End
Joon Seok dalam perjalanan pulang bersama Eun Joo. Dia terus melihat keluar jendela mobil. Dan Eun Joo tampak cemas.
--
In Ha dan Moo Jin bersama Myung Sun dan Jin Woo menunggu di ruang tunggu. Det. Kang masuk bersama dengan Sang Bok dan memberitahu kalau mereka sudah menyelesaikan investigasi.
“Aku sudah bilang kalau yang terbiak adalah agar kalian tidak datang,” ujar det. Kang. “Kasus ini masih belum berakhir, jadi kami harus tetap merahasiakannya hingga kami membuat kesimpulan.”
“Kau setidaknya harus memberitahu kami jika ada sesuatu yang baru.”
“Sebagaimana yang kau tahu, komite belum memulai rapatnya. Jadi hingga kami melakukan tahap terakhir dan mendapat kesimpulan, kami harus menjaga semuanya tetap rahasia.”
In Ha dan Moo Jin masih tetap mendesak, tapi det. Kang benar-benar tidak bisa memberitahukan apapun.
--
Di dalam kelas yang sepi, Dong Hee duduk sendirian. Dia menatap kursi di depannya, sepertinya itu adalah kursi Sun Ho.
--
Joon Seok dan Eun Joo sudah tiba di rumah.
“Joon Seok, mengenai yang kau katakan, apa itu benar?”
“Bagian yang mana? Mengenai aku mencoba menghentikan mereka?”
“Bukan. Kau bilang yang terjadi hari itu adalah insinden. Apa itu benar?”
Joon Seok menatap tajam Eun Joo.
--
In Ha dan Moo Jin pulang ke rumah. Dan In Ha tampak menatap ke arah sepatu Sun Ho. Dia sepertinya menyadari sesuatu.
“Kenapa aku tidak menyadarinya lebih awalnya,” gumamnya.
“Apa yang kau katakan?” tanya Moo Jin bingung.
“Sayang,” ujar In Ha dan membuka rak sepatu.
(Kalau dari yang aku lihat, cara mengikat sepatunya berbeda. Sun Ho mengikat sepatu tanpa membentuk pita dan sependek mungkin, tapi sepatu Sun Ho yang di temukan di atap sekolah, terikat rapi dan berbentuk pita).


No comments:

Post a Comment