Sunday, April 14, 2019

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 04 – 1

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 04 – 1
Images by : jTBC
Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden dalam drama ini fiktif


Jin Woo mulai mewawancarai satu persatu siswa-nya. Dia bertanya apa mereka tahu kalau Sun Ho di bully? Dan semua menjawab tidak tahu, karena itu biasa di lakukan di luar sekolah sekarang ini. Ada yang melihat, tapi mereka merasa itu hanya permainan di antara para lelaki. Ada yang memuji kalau Sun Ho adalah pria yang baik tapi itu malah membuatnya tampak seperti pencundang. Ada yang protes karena wawancara ini membuang waktu mereka, lagipula yang membuat masalah kan anak lain, kenapa malah mereka jadi ikut kena. Ada pula yang protes kalau orang tuanya bilang wali kelas tidak bisa ikut campur masalah ini, jadi untuk apa Jin Woo menanyakan mereka. Inti dari semuanya, mereka tidak peduli pada apa yang terjadi asal tidak melibatkan mereka!
KEJAHATAN ITU BIASA

Moo Jin dan In Ha berada di kantor polisi. Det. Park memperlihatkan video CCTV yang di temukan di sekitar sekolah. Terlihat di CCTV tersebut, saat malam, Sun Ho berjalan masuk ke dalam sekolah. Dan tidak ada siapapun lagi selain Sun Ho yang masuk ke dalam sekolah.
Moo Jin memberitahu kalau ada pintu gerbang belakang. Apa det. Park sudah mengecheck CCTV di sana juga? det. Park memberitahu kalau CCTV yang ada di jalan tidak merekam gerbang itu.
“Anak lain dapat saja masuk lewat jalan itu dan menunggu Sun Ho,” ujar In Ha.

Det. Park mulai membuka CCTV lain dan menunjukkan kalau di hari kejadian, di luar akademi, Sun Ho keluar dari akademi 20 menit sebelum kelas berakhir. Di luar gedung, dia menelpon seorang siswa bernama Jung Da Hee. Tapi, tidak di angkat. Dan anak-anak lain meninggalkan gedung akademi 20 menit kemudian saat kelas berakhir. Ibu Joon Seok dan Sung Jae langsung di jemput oleh ibunya. Alibi Young Chul dan Ki Chan juga sudah di konfirmasi.
“Kemana Young Chul dan Ki Chan pergi?” tanya In Ha.
“Young Chul pergi ke mini market, Ki Chan ke warnet. Pernyataan mereka sesuai dan kami sudah memeriksa CCTV juga.”
“Apa kau berhasil mengetahui siapa yang mengirim video tersebut?”
“Itu sedikit… itu di kirim dari ponsel ilegal. Dan itu bukan hal yang bisa di dapatkan anak-anak dengan mudah. Aku merasa itu aneh. Aku butuh waktu untuk menyelidiki hal tersebut.”
“Itu artinya video itu bukan di kirimkan oleh salah satu anak-anak itu,” simpul In Ha.
“Kita masih belum bisa menyimpulkan demikian. Yang terpenting sekarang adalah keaslian video itu.”
“Apa maksudnya?”
“Jika sebuah video di edit, itu mungkin tidak bisa di akui sebagai bukti. Bahkan jika kita mengakuinya sebagai bukti, anak-anak bisa bebas dengan mudah.”
“Mau itu di edit atau tidak, itu jelas menunjukkan kalau Sun Ho di aniaya,” marah In Ha.
“Aku mengatakan kemungkinan hal di pengadilan. Team forensik akan menganalisa. Aku akan segera mengabari kalian begitu mendapatkan hasilnya.”
“Detektif, aku masih belum bisa menerima kalau Sun Ho mencoba bunuh diri. Bahkan jika dia memiliki rencana itu karena di aniaya, dia seharusnya meninggalkan surat pada kami. Kita masih belum tahu siapa yang membawa ponsel dan diarinya. Siapa yang memakai ponsel ilegal dan mengirimkan video itu dan kenapa mereka tidak berani muncul? Masih banyak hal yang kita tidak tahu!”
“Kami mencari CCTV seperti yang kau pinta, dan kami memeriksa alibi anak-anak untukmu!”
“Itu bisa saja anak lain. kita masih belum memeriksa gerbang satunya lagi! apa kau sudah bicara langsung pada Da Hee? Dia tidak mau bertemu kami. Aku rasa dia menyembunyikan sesuatu.”
--

Da Hee duduk di beranda dan melihat buket bunga yang Soo Ho bawa kemarin, yang di buang oleh ibunya ke tong sampah. Ibunya yang baru pulang, bertanya kenapa Da Hee diluar? Dia menyuruh Da Hee masuk karena cuaca sangat dingin. Da Hee tidak masuk dan bertanya balik, apa ibu menemui guru wali kelasnya? Ibunya tidak memberitahu apapun kan?
“Jangan khawatir. Ibu sudah bilang kan, tidak akan ada satupun yang tahun.”
“Bagaimana keadaan Sun Ho?”
“Kenapa kau khawatir padanya?! aku rasa dia belum sadar. Kenapa kau menangis? Jangan menangis. Itu tidak perlu. Lupakan semuanya. Berpura-puralah tidak ada yang terjadi. Semua akan baik-baik saja seiring waktu. Segalanya akan kembali normal. Ayo masuk ke dalam.”
--
Moo Jin dan In Ha sudah keluar dari kantor polisi. In Ha masih merasa kalau Sun Ho tidak sendirian hari itu. Moo Jin sendiri tampak bingung karena mereka kan sudah melihat CCTV dan mengecheck alibi. In Ha masih ngotot kalau mungkin ada orang lain di sana? Apa Moo Jin berpikir kalau Sun Ho benar-benar bunuh diri? Moo Jin tidak mau membahasnya dan meminta agar mereka berhenti.
“Bagaimana bisa kita berhenti?! Sun Ho di bully!”
“Apa yang membuatmu berpikir kalau Sun Ho di dorong? Apa itu yang kau inginkan?! Aku tahu kau tidak bisa menerima betapa kita menjadi orang tua yang tidak berguna. Setelah semua yang di laluinya, Sun Ho tidak pernah meminta tolong pada kita. Dia menderita hingga ingin mati dan dia bahkan tidak meninggalkan surat apapun untuk kita. Anak kita! Rasa bersalah ini terlalu membuncah hingga aku tidak bisa bernapas. Aku merasa sangat bersalah pada Sun Ho. Aku merasa seolah semua adalah kesalahanku. Setiap saat adalah penderitaan. Aku tahu kau juga merasakan hal yang sama. Tapi…”
“Kau kira… untuk keluar dari rasa bersalah, untuk menghindari rasa bersalah itu, aku mencoba membuat orang lain menjadi pembunuh?” tanya In Ha kecewa.
“Bukan itu yang ku maksudkan.”
“Kalau bukan itu lalu apa?! Rasa bersalah itu membunuhku? Kau benar. Betapa dia tidak percaya pada ku hingga… hingga dia tidak memberitahuku ketika mendapatkan perlakukan buruk?! Kenapa aku tidak menyadarinya lebih cepat?! Aku sangat menyesalinya dan membenci diriku sendiri. Tapi, sayang, aku tidak melakukan ini karena rasa bersalahku. Aku hanya tidak bisa menerimanya, keraguan ini tidak bisa pergi. Aku tidak peduli walaupun orang bilang aku berusaha menjadikan anak lain menjadi pembunuh. Aku tidak akan menyerah hingga mendapatkan kebenarannya. Aku akan pergi dulu. Sendiri,” ujar In Ha dan memilih pulang sendirian.
Moo Jin juga sama tertekannya. Dan dia hanya menatap In Ha yang berjalan pulang sendiri. Mereka untuk kali ini, berbeda pendapat.
--
Moo Jin pergi ke SMP. Dan Dae Gil melihatnya. Moo Jinn bertanya, apakah para siswa sering menggunakan gerbang belakang ini? Dae Gil menjawab kalau peraturan sekolah melarangnya, tapi beberapa anak terkadang melewati gerbang ini.
“Apa Anda ada memeriksa area ini di hari kejadian itu?”
“Ya, tentu saja.”
“Apa kau menyadari apakah ada yang datang atau pergi lewat sini?”
“Sangat sulit untuk mengatakan jika ada orang, tapi tidak ada siapapun ketika aku di sini.”

Moo Jin mengangguk mengerti. Dia bertanya juga alasan kenapa CCTV sekolah tidak berfungsi? Dae Gil menjawab kalau dia kan sudah memberitahu alasannya pada polisi. Moo JIn sudah mendengarnya, tapi dia ingin bertanya lagi. Dae Gil mengerti dan menjelaskan kalau CCTV itu sudah beberapa kali rusak, tapi pihak sekolah mengabaikannya. Dan sekarang mereka sudah mengganti semua CCTV menjadi baru sejak kejadian Sun Ho.
Moo Jin mengerti dan pamit untuk pergi. Dae Gil terus memandanginya.
--
Ibu dan ayah Ki Chan datang ke sekolah. ibu Ki Chan berusaha menahan suaminya untuk masuk karena suaminya itu dalam keadaan mabuk dan menjadi pusat perhatian para siswa/i. Ibu membujuk ayah untuk pulang, jika ingin protes setidaknya lakukan dalam keadaan sadar. Ayah terlalu mabuk untuk mendengar ucapan istrinya. Dia tidak bisa diam saja ketika masa depan putranya terancam hancur. Ibu benar-benar kesal dan berteriak menyuruh ayah melakukan saja sesukanya. Dia tidak mau peduli dan langsung meninggalkannya.
Dae Gil berusaha menghentikan ayah Ki Chan masuk dalam lingkungan sekolah karena dia dalam keadaan mabuk. Tapi, ayah Ki Chan memberontak dan membuat semua siswa berkerumun melihat pertengkaran mereka tersebut. Jin Woo yang sudah mendegar kabar keributan itu, segera menemui ayah Ki Chan.
Tapi, ya percuma saja bicara pada orang mabuk dan dia hanya terus berteriak. Sang Bok juga menghampiri mereka. Kang Ho juga. Semua berusaha meminta ayah Ki Chan untuk tenang. Jin Woo juga jadi emosi karena ayah Ki Chan terus memarahinya sebagai guru tidak berguna.
“Aku bukan guru! Aku hanya pengajar. Bagaimana bisa aku menyebut diriku guru ketika aku di perlakukan seperti ini oleh orang tua murid-ku!” teriak Jin Woo.
Sang Bok dan Kang Ho segera menegurnya. Ayah Ki Chan semakin emosi.
“Aku tahu kalau Anda mabuk, tapi Anda tetap harus menjaga sopan santun. Ini adalah sekolah!”
Sang Bok meminta ayah Ki Chan untuk bicara saja dengannya. Tapi, ayah Ki Chan terus meracau dan membuat Sang Bok jadi kesal. Dia menyindir kalau orang tualah yang harusnya mendidik karakter anak. Tapi, saat ayah Ki Chan melotot, dia langsung menjilat lagi. Kang Ho juga ikut menjilat. Dan berhasil menarik ayah Ki Chan keluar dari sekolah.

Soo Ho juga ada di sana dan melihat dari awal sampai akhir walaupun bel masuk kelas sudah berbunyi. Saat ayah Ki Chan di tarik pergi, Soo Ho sudah mau kembali ke kelasnya. Tapi, dia malah mendengar ayah Ki Chan menyebut Sun Ho yang memang ingin mati! Mendengar hal itu, Soo Ho emosi dan hendak menghampirinya, tapi Dae Gil  menahannya dan menyuruhnya untuk tidak pergi.
Soo Ho menangis frustasi. Jin Woo yang melihat hal itu jadi merasa bersalah juga.
--


Ki Chan berada sendirian di ruang komputer. Dia menarik nafas berulang kali dengan emosi dan mendorong mejanya. Terlihat sebuah kertas : Pernyataan Kekerasan Sekolah. Ki Chan benar-benar marah dan mengeluh kalau hal ini sangat memalukan.
--
Ibu Sung Jae menemui Eun Joo di rumah Eun Joo. Dia memberitahu keterlibatan Joon Seok dalam video tersebut dan menduga Eun Joo pasti shock mendengar hal ini. Dia sudah menyuruh Sung Jae tidak mengatakan apapun mengenai Joon Seok, tapi mungkin Sung Jae akan mendapat intimidasi dari para petugas besok, dan mungkin akan membuatnya keceplosan. Jadi, dia merasa harus memberitahu Eun Joo sebelumnya.
“Apa Sung Jae melakukan segala yang Joon Seok suruh dia lakukan? Dan aku juga sudah tahu kalau Joon Seok ada di sana bersama anak-anak. Joon Seok sudah memberitahuku.”
Ibu Sung Jae kaget mendengarnya.
“Aku tahu Sung Jae bilang padamu kalau Joon Seok adalah ketuanya tapi yang aku dengar sedikit berbeda.”
“Tidak. yang bilang itu Ki Chan, bukan Sung Jae.”
“Oh, begitu. Kau bilang kalau Sung Jae sangat pandai menjaga rahasia.”
“Ya, benar.”
“Ini tidak ada hubungannya dengan Joon Seok. Dia jujur memberitahuku segala yang terjadi di hari mereka mengambil video itu. Dia tidak menyembunyikan apapun dariku. Dia sejujurnya ingin mengatakan semuanya setelah mendengar kejadian Sun Ho. Tapi, dia tidak bisa melakukannya karena takut akan mengkhianati temannya. Aku sudah menemui ibu Sun Ho dan meminta maaf atas apa yang terjadi. Meskipun Joon Seok tidak memukulnya, tapi dia tetap salah karena hanya melihat tanpa melakukan apapun.”
Ibu Sung Jae tampak gugup mendengarnya. Dia kemudian pamit pulang, tapi sebelumnya dia meminta agar Eun Joo tidak salah paham dengan yang dia katakan. Dia hanya mendengar dari Ki Chan dan sebenarnya tidak percaya dengan hal itu. Dia datang karena takut kalau Eun Joo tidak tahu masalah tersebut dan akan shock jika tahu terlambat.
“Terimakasih atas kepedulianmu. Tapi, aku rasa kau harus meminta maaf pada ibu Sun Ho dulu daripada mempedulikanku.”
--
Saat sudah keluar dari rumah Eun Joo, Ibu Sung Jae langsung menelpon dan memberitahu kalau Eun Joo berada di level yang berbeda. Dan apa yang harus mereka lakukan sekarang? dia bahkan tidak berani meminta bantuan apapun. Dia menelpon suaminya.
Di dalam, Eun Joo menenangkan dirinya sendiri. Sebenarnya, dari tadi dia merasa cemas dan takut, tapi berhasi menyembunyikannya.
--
Ibu Ki Chan ke minimarket menemui Seok Hee. Dia terus menerus menggerutu mengenai penyelidikan yang di lakukan, di tambah lagi putranya, Ki Chan, jadi terlihat seperti anak yang buruk. Seok Hee hanya diam saja dan tidak menanggapi apapun. ibu Ki Chan jadi kesal dan terus memanas-manasi.
Ibu Ki Chan memberitahu kalau ibu Sung Jae sudah sibuk melakukan segalanya untuk kasus ini. Dia dengan ayah Ki Chan dan petugas komite yang menangani kasus ini dari alumni universitas yang sama dan juga sangat dekat dengan ibu Sung Jae. Dia juga sudah menemui ibu Joon Seok. Sung Jae akan mampu keluar dari masalah ini.
“Maksudku, Sung Jae akan aman-aman saja karena mendapat pengacara. Tapi, bagaimana dengan Young Chul? Siapa yang akan melindunginya?”
Seok Hee tampak sedih mendengar ucapan ibu Ki Chan tersebut.
--
Jin Woo berdiri di salah satu dinding sekolah dan menghela nafas panjang. Kang Ho menghampirinya dan memberikan kopi. Dia menyuruh Jin Woo untuk melupakan yang terjadi barusan. Jin Woo berterimakasih karena Kang Ho sudah membantu mengurus ayah Ki Chan tadi.
Kang Ho memberikan semangat pada Jin Woo, yah tapi begitu lah, nasihatnya ada yang bagus dan tidak juga.
--
Jin Woo menelpon In Ha dan mengajak bertemu. Dia sudah bertemu dengan ibu Da Hee. Joon Ha penasaran, tapi In Ha berkata kalau Jin Woo akan menyampaikan langsung apa yang di katakan ibu Da Hee saat mereka bertemu. Joon Ha menggerutu kalau ibu Da Hee sangat aneh, kenapa dia mau bertemu dengan Jin Woo, tapi tidak mau bertemu dengan kita? Dan kenapa mengabaikan telepon kita juga?
Saat itu, ibu Ki Chan datang bersama dengan ibu Sung Jae ke toko HOHO.
--
Jin Pyo mengumpulkan Myung Sun, Sang Bok, Jin Woo dan Kang Ho. Dia membahas mengenai kasus itu, dan menyimpulkan kalau itu adalah game yang akhirnya malah jadi tindakan kekerasan. Itulah kesimpulannya. Myung Sun setuju dengan hal itu.
Tapi, Jin Woo tidak. Karena ada kemungkinan kalau Sun Ho di bully terus di luar lingkungan sekolah, karena tidak mungkin seseorang bunuh diri hanya karena satu kali di pukuli. Myung Sun mengangguk-anggukan kepalanya setuju.
“Pak Lee, kau ingin murid-muridmu masuk dalam berita di kritik semua orang?” tanya Jin Pyo. “Teman sekelas yang bertingkah seperti teman, membully seorang anak hingga anak itu mencoba bunuh diri. Dan semua teman sekelasnnya menutup mata atas hal itu atau bahkan mendukungnya. Dan di titik itu, semua guru, termasuk wali kelas, tidak tahu hal itu terjadi. Menurutmu apa yang akan terjadi jika berita itu keluar?”
“Aku akan bertanggung jawab penuh.”
“Bagaimana kau akan melakukannya? Yang kau lakukan akan merusak reputasi sekolah dan mengganggu emosi anak-anak yang di perlakukan seperti kriminal!”
“Aku rasa apa yang pak Lee hendak katakan adalah… mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi adalah tugas dari seorang guru dan tugas terpenting bagi kita sekarang,” pendapat Myung Sun.
“Tugas terpenting sekarang adalah melindungi reputasi sekolah dan sebagian besar siswa yang tidak bersalah.”
Sang Bok seperti biasa menjilat pada Jin Pyo dengan berkata kalau yang Jin PYo katakan adalah benar. Dan dia memarahi Jin Woo juga. Kang Ho tampak tidak suka pada perkataan Sang Bok.
Dia juga bertanya apa yang dilakukan para anak yang membully Sun Ho itu sekarang? Myung Sun menjwab kalau mereka di ruang BK dan di suruh menulis surat pernyataan salah sebagai bentuk refleski diri.
Sang Bok berkata kalau Joon Seok tidak termasuk dalam anak-anak itu karena Joon Seok menemui mereka terlebih dahulu dan mengaku. Juga, dia tidak ikut dalam memukul Sun Ho, jadi tidak ada alasan untuk menghukumnya. Jin Pyo menengaskan kalau dia tidak mau juga ada kalau Joon Seok mendapatkan perlakuan spresial karena adalah anaknya. Selain itu, dia ingin menyemangati anak-anak itu melalui rekonsiliasi dan remedy daripada hukuman. Sang Bok setuju.
Myung Sung merasa kalau itu masih belum benar dan membahas mengenai Sun Ho dan orang tuanya. Jin Pyo langsung tidak suka dan melemparkan buku tata mengatasi tindak kejahatan sekolah.
--
Ibu Ki Chan dan Sung Jae protes karena menurut mereka In Ha sudah keterlaluan. Mereka merasa kalau In Ha membuat anak-anak mereka jadi seperti kriminal padahal itu hanyalah perkelahian kecil di antara anak-anak. Joon Ha membela kakaknya. Tapi, ibu Ki Chan tetap merasa itu berlebihan karena polisi berkeliaran di akademi dan sekolah hingga membuat Ki Chan malu menunjukkan wajahnya.
“Dia seharusnya tidak menunjukkan wajahnya!” teriak In Ha.
“Apa yang dilakukannya yang membuatnya harus menyembunyikan wajahnya?!” marah Ki Chan.
“Kau benar-benar tidak tahu?” teriak In Ha lagi.
Ibu Ki Chan takut juga dan dengan suara kecil menyuruh In Ha tidak berteriak dan menunjukkan sedikit sopan santun padanya. In Ha balas berkata kalau seharusnya ibu Ki Chan bersyukur karena tidak dia maki dan sumpahi. Dia saat ini sangat ingin memaki hingga kuping ibu Ki Chan copot, tapi dia berusaha menahan dirinya.
“Aku tidak ingin mengatakan apapun padamu. Jadi, pergilah!” usirnya.
“Kau seharusnya tidak seperti ini. kau juga seorang ibu. Apa kau akan bahagia setelah menghancurkan masa depan anakku?” marah ibu Ki Chan.
“Benar. Aku ibu Sun Ho. Dan kau juga seorang ibu. Apa yang akan kau lakukan jika hal ini terjadi pada Ki Chan? Anakmu bernafas, makan, tertawa dan melakukan segalanya, tapi putraku Sun Ho tidak bisa melakukan apapun sekarang.”
“Bagaimana bisa itu kesalahan Ki Chan?!”
“Pergi! Pergi!” usir In Ha.
Ibu Sung Jae meminta In Ha untuk tenang dan mendengarkan mereka. In Ha terus mengusir mereka, tapi ibu Sung Jae menyuruhnya untuk tidak emosional. Joon Ha benar-benar kesal mendengarnya. Tapi, ibu Sung Jae menyuruhnya tidak ikut campur karena ini bukan urusan Joon Ha.
“Aku tante Sun Ho.”
“Baik, tante Sun Ho. Aku tidak datang kemari untuk bertengkar. Sekali ini melibatkan komite kekerasan sekolah, kita tidak akan punya kesempatan untuk bicara dari hati ke hati.”
“Hati ke hati kau bilang?!”
“Anak kita sudah berteman sangat lama. Aku merasa putus asa karena hal seperti ini terjadi. Tapi sebagai orang dewasa kita tidak seharusnya mempermalukan diri sendiri karena beberapa perkelahian di antara anak-anak.”
“Kau tahu siapa yang seharusnya mati sekarang?!”
“Aku harap Anda lebih bertingkah masuk akal. Komite Kekerasan Sekolah akan mengurus masalah ini juga. Aku rasa Anda terlalu emosional. Sejujurnya saja, Sun Ho tidak hanya berdiri saja di sana dan menerima pukulan. Untuk lebih jelasnya, mereka berdua adalah korban dan pelaku juga.”
Moo Jin yang baru tiba mendengar hal itu, dan langsung mengusir ibu Sung Jae serta ibu Ki Chan untuk pergi sekarang juga. ibu Sung Jae masih memasang senyum palsu. Tapi, hal itu tidak mempan pada Moo Jin. Dia menilai cara mereka membesarkan anak telah salah karena menutupi dan memaklumi kesalahan anaknya, hingga anak-anak itu tidak akan tahu mana yang benar dan salah, dan bagaimana merasa menyesal bahkan meminta maaf!
“Woahh, itulah yang ingin ku katakan,” setuju Joon Ha.
“Anda keterlaluan!” ujar ibu Sung Jae.
“Anda lah yang keterlaluan. Mereka berdua korban dan juga pelaku?! kau bercanda?! Kau seharusnya malu pada dirimu sendiri. Silahkan pergi dari sini!”
Dan akhirnya, ibu Ki Chan dan Sung Jae keluar dari toko. Di depan toko. Ibu Ki Chan menggerutu karena orang seperti Moo Jin bisa menjadi guru. Mereka berdua benar-benar tidak terima dan merasa sudah menghabiskan waktu mereka. Lebih baik jika mereka menggunakan cara hukum saja.
Ibu Ki Chan kemudian bertanya, apa ibu Sung Jae sudah menemui ibu Joon Seok?
“Aku sudah bilang padamu. Joon Seok tidak berpartisipasi dalam pemukulan tersebut. Kita tidak bisa mengambil sisi yang salah dari Direktur Oh Jin Pyo. Anak-anak kita hanya akan menderita. Jika kita tidak melibatkan Joon Seok, Eun Joo akan menyetujuinya. Dia akan berhutang pada kita.”
“Aku merasa sedikit tidak adil. Tapi tidak ada juga yang bisa ku lakukan.”
“Bagus.”
Joon Ha memasang tanda tutup pada toko. Dia masih melihat punggung kedua ibu itu dan menghela nafas kesal.
Di toko hanya tinggal Moo Jin dan In Ha. Moo Jin memberikan air pada In Ha. Dan dengan bergetar, In Ha memnium air tersebut. Tapi, dia tidak bisa minum dan meletakkan gelasnya lagi.
“Aku pikir semua akan baik-baik saja jika kita pindah ke sini. Sun Ho akan bisa sekolah di lingkungan yang bagus dan kulian di universitas yang bagus. Berkencan dengan pacarnya dan berpergian melihat dunia. Aku berharap kalau anak-anakku akan hidup dan membuat mimpi mereka menjadi kenyataan. Itu yang aku inginkan. Hhhh, aku tidak ingin mereka kesulitan belajar sepertiku. Jadi, aku ingin memberikan lingkungan terbaik untuk mereka. Tapi, aku rasa aku salah. Ketamakanku hanya membuat Sun Ho melalui waktu yang sulit. Dia sangat kesulitan, tapi tidak bisa meminta pertolongan. Dia selalu berkata kalau dia baik-baik saja. Dia selalu tersenyum dan berkata : Ibu, ibu, semua baik-baik saja. Itu yang selalu dia katakan,” tangis In Ha. “Aku sangat bodoh. Aku mengira dia benar-benar baik-baik saja.”
Moo Jin tidak tahu harus berkata apa, karena dia merasakan sama seperti In Ha.
“Kau ibu nya baik. Dari dulu, sekarang dan selamanya. Tanyakan pada Sun Ho ketika dia bangun, dan dia akan berkata begitu padamu. Bahwa kau adalah ibu terbaik!”
In Ha menangis semakin histeris.
“Untukku, dan Sun Ho juga Soo Ho, kau melakukan yang terbaik. Kau orang yang paling berharga di dunia ini.”
In Ha terus menangis. Dia memeluk Moo Jin dan menangis di pelukannya.
“Aku akan baik padamu. Walaupun aku bukan yang terbaik, aku akan berusaha yang terbaik.”


No comments:

Post a Comment