Sunday, May 5, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 12 - part 3

1 comments


Network : iQiyi iQiyi

Didalam ruangannya. Wu Mei menanyakan kepada Zhang Ji, apakah Zhang Ji sudah mengatur semuanya supaya Luo Jing tidak mengetahui tentang perjalanan berlayar ini. Dan Zhang Ji pun mengiyakan, dia menjelaskan bahwa dia telah memberitahu setiap orang didalam kediaman agar jangan sampai membiarkan Luo Jing tahu.

“Kapal pesiar akan berlayar diatas air. Air. Xiao Jing selalu heboh kegirangan. Jika dia tahu, dia pasti akan memohon untuk ikut. Jadi kamu harus pastikan setiap orang di kediaman ini bersikap hati- hati. Dia tidak diperbolehkan untuk meninggalkan kediaman ini,” jelas Wu Mei, tegas.

“Seperti perintah mu,” balas Zhang Ji.



Sambil menundukan kepala, memandang ke bawah. Zhang Ji menjelaskan bahwa  dia takut, ini akan ketahuan dan sulit untuk disembunyikan, karena Luo Jing adalah wanita yang pintar.

“Itu mengapa aku menyuruhmu untuk bersikap hati- hati. Pergi dan aturlah. Kita akan berangkat siang ini,” tegas Wu Mei.


Diluar ruangan. Luo Jing tersenyum senang. “Tidak peduli apa, aku masih Permaisuri Yang Mulia Yuan Zheng. Sebuah perjalanan pesiar Kapal Kerajaan. Kamu tidak membawa ku ke acara sepenting itu? Tidak apa, aku masih akan pergi,” gumam Luo Jing dengan girang.



Xiu Wen memberitahu Pria bertopeng bahwa dia akan kembali ke Persia kali ini. Dan si Pria bertopeng bertanya apa Xiu Wen yakin, karena setahunya Kaisar sedang membersihkan sisa Persia saat ini.

“Sekarang, Persia sedang mengalami pergolakan. Jika aku tidak kembali, aku takut itu akan semakin meluas,” jelas Xiu Wen.

“Baiklah. Kemudian kamu bisa kembali dulu. Pada masalah di Sheng Jing, kamu tidak perlu mencampurinya lagi,” balas si Pria bertopeng. “Ingatlah untuk kembali segera. Jangan lupa, waktumu hampir tiba,” lanjutnya. Lalu Xiu Wen pergi.



Setelah Xiu Wen pergi dari hadapannya. Si Pria bertopeng memanggil Yi Yi untuk keluar. Dan Yi Yi pun keluar dari bersembunyiannya, dan bertanya kenapa si Pria bertopeng tidak mengizinkannya untuk kembali bersama dengan Xiu Wen. Dan si Pria bertopeng menjawab bahwa itu karena Yi Yi masih punya tugas yang belum selesai.

Xiu Wen tidak benar- benar pergi. Dia bersembunyi dibalik tembok, dan menguping.



Yi Yi menjelaskan bahwa semenjak kejadian di kediaman Wu Mei waku itu, dia yakin kalau sekarang pasti pengamanan disana telah di tingkatkan dan diperketat. Jadi akan sulit untuknya melakukan misinya.

“Kapal. Bukankah itu kesempatan yang baik?” kata si Pria bertopeng, tegas.

Xiu Wen datang ke kediaman Yuan Zheng. Disana dia mau menemui Luo Jing, karena dia telah bertekad bahwa dia pasti akan melindungin Luo Jing, sebab baginya Luo Jing adalah orang yang penting. Tapi sebelum dia masuk, dia malah tanpa sengaja melihat Wu Mei dan Zhang Ji yang keluar dari dalam kediaman, sehingga dia pun langsung bersembunyi.



Wu Mei mengingatkan Zhang Ji untuk kesekian kalinya agar menjaga Luo Jing. Sehingga Zhang Ji pun menjadi hafal. “Aku harus mengawasi Permaisuri. Aku tidak boleh membiarkannya meninggalkan kediaman. Aku tidak boleh membiarkannya mendekati air. Yang lebih penting, jangan biarkan dia ikut dalam berlayar. Yang Mulia, jangan khawatir. Aku sudah merencanakan semuanya dengan baik,” jelas Zhang Ji.

“Sangat bagus,” puji Wu Mei, merasa puas.


“Jika Xiao Jing tidak ikut berlayar, maka itu bagus. Xiao Jing, kamu harus menunggu ku kembali. Tunggu sampai aku telah mengurus segalanya. Aku akan membawamu sejauh mungkin,” pikir Xiu Wen. Penuh tekad.



Diatas atap genteng. Xiu Wen duduk sambil meneguk minumannya. Dan dia mengingat setiap kenangannya bersama dengan Luo Jing. Kenangan tentang kebersamaan mereka berdua.



Yi Yi datang menghampiri Xiu Wen. Dan mengatakan, “Orang yang kamu cintai telah menikah dengan orang lain. Bukankah perasaan ini sangat tidak bagus?”

“Kamu mengikuti ku.”

“Lin Luo Jing tidak akan pergi dalam berlayaran hari ini. Karena Zhong Wu Mei tidak membiarkannya pergi. Kamu marah, kan? Ini pertama kalinya aku melihat kamu cemburu. Aku tidak mau mencampuri urusanmu, tapi apa kamu tahu, jika ada kesalahan kali ini, maka dia tidak akan membiarkannya begitu saja. Aku mau memastikan bahwa kamu tidak akan melakukan tindakan yang bodoh,” jelas Yi Yi sambil duduk didekat Xiu Wen.



“Apa aku bodoh?”

“Tidak. Aku bahkan lebih bodoh dari kamu.”

Yi Yi mengambil sebotol wine milik Xiu Wen, dan meminumnya. Lalu setelah itu, dia mengingatkan Xiu Wen sekali lagi, Luo Jing sudah menjadi milik orang lain, jadi bila Xiu Wen tetap memilih Luo Jing, maka itu berarti Xiu Wen membuang hidupnya.


“Hiduplah dengan baik,” kata Yi Yi. Lalu dia pun pergi.



Para pelayan melayanin Luo Jing dengan baik, tapi Luo Jing sama sekali tidak merasa nyaman dengan pelayanan mereka. Luo Jing ingin pergi keluar, tapi para penjaga menghalanginnya. Sehingga Luo Jing pun tidak bisa keluar dari dalam kamarnya. Lalu dia menyuruh Xi Que dan para pelayan untuk meninggalkannya.



Setelah semua orang keluar dari dalam kamarnya. Admin game muncul dihadapan Luo Jing. Dia memberitahukan pada Luo Jing bahwa acara berlayar ini adalah sebuah acara yang sangat penting, karena disana Luo Jing bisa menemukan satu kesempatan untuk ‘keluar’.

“Bolehkah aku bertanya, apa pemain mau berpatisipasi atau tidak?” tanya Admin game.

“Kesempatan untuk keluar? Kemudian itu berarti, aku akan mendapatkan tambahan kehidupan yang lain,” tanya Luo Jing, semangat. dan Admin game membenarkan.


“Sesuatu yang sebagus ini, aku pasti harus berpatisipasi,” kata Luo Jing sambil tersenyum senang. Lalu dia mengklik layar yang ada dihadapan nya.

1 comment: