Sunday, May 5, 2019

Sinopsis J-Drama : Takane To Hana Episode 1 - part 1

1 comments
Network : Fuji TV, FOD

Hana merapikan kimono yang dipakainya. Kemudian dia menanyakan kepada Ayahnya, yang duduk disebelahnya. Apa mereka tidak akan ketahuan? Karena setahunya, Ketua mengatur pertemuan perjodohan ini, karena Ketua tertarik kepada Kakaknya yang telah berumur 23 tahun. Sementara dia masih berumur 18 tahun.

Dengan tenang, Ayah membalas bahwa karena mata Ketua sudah tidak terlalu bagus, maka mereka bisa menipunya. Dan ini adalah sebuah kesempatan yang baik untuk mereka, sebab Takaba grup adalah kolongmerat terbesar. Jadi mereka harus memenuhi pertemuan ini.


“Kakak sudah punya pacar sekarang! Menikahkan anak mu kepada seseorang hanya karena status tingginya, memalukan!” kata Hana, mengomentari Ayahnya.

“Berhenti bertingkah seperti kamu tahu segalanya! Dengarkan, jangan membantah ku disini! Kamu perlu berbicara sopan. Mengerti?” balas Ayah.

Dengan sikap malas, Hana menggumamkan bahwa Ketua mengatur pertemuan ini dengan mereka, pasti karena cucu nya jelek, jadi tidak ada yang menyukai nya. Dan menurut Hana, keputusan kakak nya tidak datang kesini adalah benar.



Pelayan datang, dan memberitahukan bahwa Ketua dan cucunya sudah tiba. Dan dengan sangat sopan, Nonomura (Ayah Hana), dia langsung membungkuk memberikan hormat. Ketua lalu duduk di hadapannya, dan memanggil cucunya supaya cepat masuk ke dalam.

“Takane. Cepat dan masuklah,” panggil Ketua. Dan seorang Pria masuk ke dalam ruangan.


Ketika Takane masuk ke dalam ruangan, Hana tampak sangat terpana menatap nya. Dan dia langsung berbisik kepada Ayahnya bahwa dia tidak menyangka kalau Takane sangat ‘hot’ (keren). Begitu juga dengan Ayah, tapi dia menyuruh agar Hana tidak berisik.

“Wow… ini Takaba. Terima kasih untuk hari ini. Tolong jaga kamu… ah… aku,” kata Nonomura dengan gugup. Saking gugupnya, dia sampai salah menyebut nama Takane.


“Bukan Takaba! Aku Saibara Takane!” balas Takane membenarkan dengan nada yang kedengaran sedikit ketus. Lalu dia duduk. Dan Hana merasa sedikit tidak nyaman.

Nonomura memperkenalkan Hana kepada Ketua sebagai Yukari. Dan dengan ramah, Ketua menyapa Yukari. Lalu dia memberitahu tentang Takane yang sebentar lagi akan menjadi ketua di Takaba Grup, namun dia masih belum terlalu familiar dengan beberapa hal, jadi Ketua ingin agar Takane memiliki beberapa orang yang bisa membantunya.


“Takane. Beri salam pada mereka,” kata Kakek menyuruh Takane.

“Orang ini tidak terlihat seperti di fotonya sama sekali! Terlalu banyak make-up!” kata Takane, dengan nada ketus dan pandangan memandang rendah. “Aku benar- benar tidak menyukai wanita yang bermake-up tebal untuk menggoda pria,” lanjut Takane. Dan Hana berusaha untuk menahan emosinya dengan tersenyum.

Namun Takane kembali lanjut berbicara merendahkannya,” Wajahmu tidak terllihat lebih baik, bahkan jika kamu tersenyum. Bahkan jika kamu mengenakan kimonon mewah,” katanya. Dan dengan kesal, Hana mengepalkan tangannya. “Apa kamu pikir keluarga ku akan mulai mengosongkan saku kami untukmu? Kamu pasti meremehkanku ya?” lanjut Takane, sambil tertawa pelan.

Ketua menegur Takane untuk berhenti bicara. Tapi Takane tidak mau berhenti, dan terus berbicara. Sehingga karena tidak tahan lagi, Hana pun memukul meja, lalu berdiri dengan satu kaki diletakan diatas meja. dan dengan tajam, dia menatap ke arah Takane yang berada dihadapannya.

“Diam dan buka telinga lebar- lebar!”

“Hana… tidak… Yukari! Yukari!” kata Ayah, panik.

Hana melepaskan wig rambut yang dipakainya. “Maaf. Tapi aku tidak sedikitpun tertarik pada Pria besar sepertimu sama sekali!” katanya dengan kesal. Lalu dia melemparkan wig nya ke muka Takane. Setelah itu dia mengambil tasnya, dan keluar dengan membanting pintu.


Ketua tampak terkejut melihat sikap kasar Hana pada cucunya. Nonomura merasa kalang kabut, dan meminta maaf. Sementara Takane dia tersenyum sambil memegang wig yang dilemparkan oleh Hana kepadanya.


Pulang sekolah. Hana menceritakan kepada kedua temannya bahwa Ayahnya mungkin saja akan dipecat dari perusahaan nya. Dan kedua temannya, menyemangati agar Hana tidak perlu khawatir, lalu mereka mengajak Hana untuk pergi ke tempat Okamoto bersama- sama.


Tepat disaat mereka mencapai gerbang sekolah. Kedua teman Hana merasa terkejut melihat sebuah mobil mewah ada di depan sekolah mereka, dan memberitahu Hana. Dan dengan bingung, Hana pun melihat ke arah yang ditunjukan oleh temannya. Dan betapa terkejut nya dia, saat dia melihat Takane keluar dari dalam mobil tersebut.

“Dia yang di pertemuan kemarin,” kata Hana, memberitahu kedua temannya. Lalu mereka bertiga segera mundur dengan takut, saat meiihat Takane berjalan ke arah mereka.


“Kamu yang disana!” panggil Takane, menunjuk ke arah Hana. “Kamu benar- benar mempermainkan ku hari itu di pertemuan. Dan kamu masih seorang murid,” komentar Takane, dengan nada yang terdengar ketus.

Awalnya Hana merasa takut, tapi kemudian dia memberanikan dirinya dan maju menghadapi Takane, lalu dia menanyakan bagaimana bisa Takane mengetahui keberadaannya. Dan dengan kata yang terdengar sombong, Takane membalas apa Hana tidak mengetahui siapa dirinya.

“Pewaris untuk Takaba Grup, kan?” kata Hana.

“Itulah aku! Dan aku datang untuk menemui kamu!” kata Takane dengan bangga.

“Aku tidak memintamu!” balas Hana. Dan Takane kesulitan untuk membalas.


Takane kemudian memberikan sebuket besar bunga mawar yang di bawanya. Dan menyombong. Dia mengatakan bahwa Hana pasti belum pernah menerima buket bunga seindah ini sebelumnya. Dan mendengar itu, Hana langsung mengembalikan bunga tersebut, lalu dia berjalan pergi.

“Tunggu!” panggil Takane.


“Kamu datang ke sini untuk balas dendam padaku tentang yang kemarin, kan? kamu mudah dibaca!”

Takane mendekati Hana, dan berbisik dengan nada mengancam. “Apa kamu benar- benar ingin Ayah mu dipecat, huh? Kamu ingin dia bekerja sampai dia pensiun, kan?” ancam Takane sambil tersenyum. Dan Hana menundukan kepalanya, tidak bisa membalas.


Takane kemudian berjalan ke arah mobilnya. Dan membuka kan pintu mobilnya untuk Hana, lalu dia memanggil Hana untuk masuk ke dalam. Dan dengan terpaksa, Hana pun pamit kepada kedua temannya, lalu dia masuk ke dalam mobil.


Seorang Pria, teman Hana juga. Dia menghampiri kedua teman Hana, dan menanyakan ada apa, saat melihat Hana masuk ke dalam mobil mewah. Dan teman Hana menjawab bahwa mereka juga tidak tahu, tapi Pria yang bersama Hana itu adalah Pria yang bertemu dengan Hana di pertemuan perjodohan.

“Pertemuan perjodohan?” kata si Pria, terkejut.

Didalam restoran. Pelayan menunjukan tempat duduk kepada Takane serta Hana. Tapi Hana merasa kurang nyaman, karena Takane barusan membelikannya sebuah pakaian mahal, dan dia tidak bisa menerima itu.

“Siapa yang bilang aku membelikan nya untukmu? Kamu begitu bermuka tebal! Kamu mungkin tidak tahu ini, tapi restoran ini punya dress code yang harus di ikuti,” jelas Takane. Dengan nada ketus seperti biasa.
Didalam ruangan pribadi. Hana memakan steak yang dihidangkan dengan lahap, karena steak tersebut sangat enak. Dan karena saking enak nya, Hana pun berbicara dengan makanan yang penuh didalam mulutnya.

Namun walaupun begitu, Takane tetap mengerti apa yang Hana coba katakan. Dan dia mengatakan bahwa dia tahu kalau Hana ingin berterima kasih, karena Hana belum pernah memakan makanan seperti ini sebelumnya.

“Tutup mulutmu dan makan lah, porky!*” kata Takane.

*Di google translate artinya ‘Gemuk’ atau ‘Lemak”, tapi kayaknya ga cocok dengan situasinya. Jadi saya tetap tulis Porky saja, sesuai dengan terjemahan english.


Hana menelan makanannya. Lalu dia memuji makanan yang Takane belikan untuknya, serta menanyakan apa alasan Takane mengajaknya keluar, kepadahal mereka sudah tidak ada hubungan lagi. Dan Takane diam, fokus memotong daging steaknya.

“Aah… apa itu karena kamu anak yang kesepian?” tebak Hana.

“Biarku beritahu kamu! Aku tidak pernah diganggu oleh Wanita! Kamu yang bilang kan, aku datang untuk balas dendam yang manis!” balas Takane dengan nada ketus seperti biasa. Dan lalu dia memakan daging steaknya.


Hana mengganguk mengerti. Lalu saat dia melihat tomat- tomat kecil di piring Takane yang belum dimakan, dia pun menunjuknya dan menggoda Takane. “Jangan bilang kamu tidak menyukai tomat, ya? Apa kamu anak kecil?”

“Aku akan memakannya nanti,” balas Takane, pelan.


Hana tertawa dan lanjut menggoda Takane. Dia dengan sengaja menjelaskan manfaat baik dari memakan tomat. Dan karena merasa malu untuk mengakui bahwa dia tidak menyukai tomat, maka dengan terpaksa, Takane pun menusuk tomat itu dengan garpu nya dan memakannya. Lalu dengan wajah berusaha tersenyum, dia menguyah tomat tersebut dalam mulutnya. Dan melihat itu, Hana tertawa.
Sesampainya dirumah. Hana menjelaskan bahwa dia akan segera mengembalikan baju pemberian dari Takane ini, setelah dia mencucinya. Dan Takane membalas bahwa Hana bisa memiliki baju tersebut. Lalu dengan sedikit gugup, Takane berusaha berbicara. Dan Hana menunggunya hingga selesai berbicara.

“Kemarin… aku yang mengatakan bahwa kamu mengenakan make-up tebal… dan mengatakan banyak hal tidak beralasan… Maaf…  Aku bilang aku minta maaf!” kata Takane. Lalu dia menjelaskan bahwa setelah dia mendengar dari Kakeknya, kalau Kakeknya lah yang mengatur pertemuan itu. Dia merasa bersalah.

“Aku juga minta maaf untuk apa yang ku lakukan,” balas Hana sambil membungkuk. Kemudian dia menanyakan, apa itulah alasan mengapa Takane datang menemuinya.


“Seperti aku melakukannya! Baiklah, aku pergi!” balas Takane, lalu dia menjalankan mobilnya dan pergi. Dan melihat itu, Hana tersenyum.


Hana masuk ke dalam rumah secara diam- diam, tapi tepat disaat itu Ayahnya malah keluar dari dalam kamar mandi, dan memergokinya yang baru pulang. Sehingga dia pun merasa terkejut.

Ayah kemudian menanyakan mengapa Hana memakai pakaian seperti itu, apakah Hana sudah melakukan sesuatu yang buruk. Dan dengan cepat, Hana langsung membantahnya, lalu dia memberitahu bahwa dia bertemu dengan Takane barusan. Dan mendengar itu, Ayah merasa kaget sekaligus senang.

“Dia tidak marah?” tanya Ayah. Dan Hana mengiyakan. Lalu dia naik ke atas.

Didalam kamar. Hana memperhatikan buket bunga mawar yang didapatkannya sambil tersenyum senang. Lalu disaat itu, sebuah pesan masuk ke hape nya, dan dia pun membukanya. Dan ternyata pesan itu berasal dari Takane.

Aku akan menemui mu lagi di hari off mu selanjutnya. Kamu tidak perlu memakai make-up badutmu. Isi pesan Takane.

1 comment:

  1. Kak, izin save gambar hana naikin kaki ke meja ya kak, mau aku pake buat meme kak ����

    ReplyDelete