Sunday, May 12, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 14 - part 1

5 comments

Network : iQiyi iQiyi
“Pergilah. Kamu pergilah duluan. Jangan khawatirkan aku. Mereka sedang menargetkan aku,” kata Luo Jing memberitahu Xiu Wen.

“Aku tidak akan membiarkanmu mati sendirian disini. Berpegangan lah padaku. Kita tidak akan mati seperti ini. Cepat,” balas Xiu Wen sambil membawa Luo Jing berenang ke daratan.



Wu Mei berenang ke sana kemari mencari Luo Jing sambil sesekali berteriak memanggil nama Luo Jing. Dan Zhang Ji menghampirinya, dia meminta agar Wu Mei menghentikan pencarian. Tapi Wu Mei tidak mau berhenti, dan terus mencari dimana Luo Jing.



Didaratan. Yi Yi mengarahkan para bawahannya untuk mengikuti jejak basah yang berada ditanah berpasir. Dan mereka berhasil menemukan Xiu Wen yang sedang menggendong Luo Jing di punggungnya.

“Aku tahu itu kamu. Mengapa kamu masih membahayakan dirimu segitu banyak nya untuk dia?” tanya Yi Yi dengan keras.

“Hari ini. Tidak boleh ada seorang pun yang berani untuk menyentuhnya,” balas Xiu Wen.



Yi Yi merasa marah, karena Xiu Wen memutuskan untuk membuang hidup demi Luo Jing, dan itulah mengapa hari ini dia tidak akan melepaskannya lagi. Tepat disaat itu, Luo Jing yang awalnya tidak sadarkan diri, dia sadar dan turun dari punggung Xiu Wen sambil memengangin kepalanya yang terasa sedikit sakit.

“Xiao Jing. Akankah kamu membahayakan dirimu untukku? Melompatlah bersama dengan ku ditempat ini?” pinta Xiu Wen sambil melihat ke tebing dibawahnya.

“Aku percaya padamu,” jawab Luo Jing.



Mendengar itu, Xiu Wen tersenyum dengan senang. Lalu dia membawa Luo Jing melompat dari tebing bersama dengannya. Dan melihat itu, Yi Yi tidak bisa menghentikannya. Karena dibawah tebing sangat gelap dan berkabut, sehingga dia tidak bisa melihat ada apa dibawah sana.


Wu Mei yang telah tiba di daratan juga. Dia berteriak dan mencari- cari dimana Luo Jing. Dan Zhang Ji yang mengikutinya, dia berusaha untuk menghentikannya, karena kondisi Wu Mei sedang sangat buruk. Tapi Wu Mei tidak mau dihentikan.


Jiang yang baru tiba di daratan juga. Dia menghampiri Wu Mei dan menghentikannya. “Kamu sudah mencari terlalu lama. Kamu setidaknya harus mengobati lukamu dahulu. Tidakkah kamu tahu betapa seriusnya lukamu?”

“Minggir!” kata Wu Mei, tidak mau berhenti mencari Luo Jing.

“Sungai Sheng Jing sangat besar, bagaimana jika kamu mati sebelum kamu bahkan bisa menemukannya? Bagaimana kamu akan menemuinya kemudian?” teriak Jiang, menasehati.

“Minggir!” balas Wu Mei.


Wu Mei masuk kembali ke dalam laut untuk mencari Luo Jing. “Xiao Jing. Dimana kamu? Masih ada banyak yang belum ku katakan padamu. Aku minta maaf. Ini salahku, karena telah kehilangan kamu. Xiao Jing,” teriak Wu Mei dengan frustasi. Lalu dia jatuh tidak sadarkan diri.


Melihat itu, Jiang dan Zhang Ji langsung membawa nya ke daratan. Dan berusaha untuk membangunkannya, tapi Wu Mei sama sekali tidak terbangun.



Pagi hari. Luo Jing terbangun dan melihat ke hutan yang berada di sekitarnya. Kemudian dia melihat ke arah Xiu Wen yang berada dibawahnya, dan ketika melihat begitu banyak darah Xiu Wen yang keluar karena terluka, dia merasa cemas.


“Admin game. Keluar. Admin game,” teriak Luo Jing.

“Kemarin… karena ke masukan air… signalnya melemah… kamu harus berdoa semoga beruntung,” kata Admin game, terputus- putus. Lalu dia menghilang.


Luo Jing protes, tapi Admin game tidak bersuara sama sekali lagi. Sehingga Luo Jing pun terpaksa harus mencari jalan keluar sendiri. Dan disaat itu, dia melihat sebuah gua. “Segalanya masih akan terus berlanjut. Bahkan jika aku terjebak di dalam game. Ada Liu Xiu Wen yang meresikokan segalanya untuk menyelamatkan ku, dan situasi Zhong Wu Mei yang tidak diketahui. Jika untuk mereka, aku harus berani dan menghadapinya. Siapa tahu mungkin saja Admin game akan bisa kembali sebentar lagi,” pikir Luo Jing.

Luo Jing kemudian membawa Xiu Wen masuk ke dalam gua dengan cara menyeretnya.



Xiu Wen akhirnya sedikit tersadar, dan dia meminta air karena haus. Mendengar itu, Luo Jing pun segera mengambil daun-daunan, lalu dia menampung air yang berada didalam gua menggunakan itu. Dan memberikannya kepada Xiu Wen untuk diminum. Tapi Xiu Wen kesulitan untuk meminumnya. Sehingga Luo Jing pun berniat memberikannya minum dari mulut ke mulut, tapi dia tiba- tiba merasa ragu.



“Tunggu. Bukankah ini seperti berciuman?” pikir Luo Jing. Lalu dia menelan air didalam mulutnya. Namun ketika melihat Xiu Wen yang mulai terbatuk- batuk, Luo Jing pun akhirnya jadi memberikannya minum dari mulut ke mulut.


Xiu Wen akhirnya benar- benar tersadar, dia membuka matanya dan menatap Luo Jing. Tapi melihat itu, Luo Jing merasa kaget, mengapa mata Xiu Wen tiba- tiba  berubah menjadi keemasan. Dan Luo Jing mulai menebak- nebak, apakah itu karena air yang diberikannya ada mengandung racun.

“Berapa lama aku sudah tertidur?” tanya Xiu Wen dengan lemah.

“Tidur apa? Ini disebut tidak sadarkan diri. Apa kamu lupa, kamu membawa ku melompat dari tebing. Untungnya, kita beruntung dan berhasil hidup,” jawab Luo Jing.



Xiu Wen memperhatikan Luo Jing, dan bersyukur karena Luo Jing tampak lumayan baik- baik saja. Namun Luo Jing salah paham, dia berpikir Xiu Wen memperhatikan lengan baju nya yang terkoyak, dan karena malu Luo Jing tanpa sengaja memukul lengan Xiu Wen yang terluka. “Ini karena aku mengobati luka mu. Oh, maaf,” kata Luo Jing.

“Tidak apa, selama kamu baik- baik saja,” kata Xiu Wen dengan lemah.

“Aku baik- baik saja. Tapi kamu harus berjanji untuk tidak mati menggantikan ku dari sekarang?” balas Luo Jing. Dan Xiu Wen mengiyakan.



Xiu Wen mengangkat tangannya, dan menlap pipi Luo Jing yang kotor. Dan karena merasa malu, Luo Jing pun berniat pergi menjauh. tapi Xiu Wen menarik tangannya, sehingga Luo Jing terjatuh ke dalam pelukannya.

“Kamu adalah orang pertama yang memasuki hatiku. Kamu tahu betapa berartinya ini untukku. Jangan khawatir. Aku tidak akan melakukan apapun padamu,” kata Xiu Wen dengan pelan. Lalu dia melepaskan pegangannya.



Luo Jing menjauh dari pelukan Xiu Wen, dan duduk didekatnya. “Kamu juga adalah orang pertama yang ku temui, tidak takut mati dan menyiksa diri sendiri,” balas Luo Jing.

Mendengar itu, Xiu Wen malah tersenyum senang. Lalu dia menanyakan apakah Luo Jing masih akan kembali ke kediaman Wu Mei. Dan Luo Jing pun mulai berpikir, apakah dia masih bisa kembali sekarang ini.



“Jika aku bilang, aku tidak ingin kamu kembali. Aku ingin terus kamu berada disampingku, membuang segalanya di masa lalu untuk berkelling dunia. Maukah kamu?” tanya Xiu Wen dengan serius.

“Apa maksudnya dengan itu? Dia ingin aku melarikan diri bersamanya?” pikir Luo Jing, merasa sangat bimbang. Sehingga dia terdiam lama, dan tidak menjawab.



Xiu Wen mengerti bahwa Luo Jing masih memerlukan waktu untuk berpikir. Lalu dengan lemah dan masih sakit, dia berdiri. Luo Jing berusaha menghentikannya, dan menyuruhnya untuk tetap berbaring serta beristarahat dulu. Tapi Xiu Wen tidak mau, karena dia berniat untuk mencari jalan keluar untuk membawa Luo Jing pulang.


Namun baru berjalan sedikit saja, Xiu Wen langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri lagi. Melihat itu, Luo Jing merasa cemas. “Xiu Wen,” panggilnya.

5 comments: