Thursday, May 23, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 16 - part 3

1 comments

Network : iQiyi iQiyi
Seseorang berpakaian hitam mencari sesuatu didalam kamar Wu Mei, tapi dia tidak bisa menemukan apa yang dicarinya. Setelah itu dia memastikan, apa Wu Mei masih tertidur atau tidak. Dan ketika melihat Wu Mei masih tertidur dengan nyenyak, maka dia pun langsung keluar dari dalam kamar melalui jendela.


Setelah orang itu keluar melalui jendela. Wu Mei membuka mata nya.



Zhang Ji tanpa sengaja melihat itu, dan dia pun segera masuk ke dalam kamar Wu Mei. Lalu melihat Wu Mei yang duduk dengan wajah serius di tempat tidur. Dia pun menanyakan apakah Wu Mei baik- baik saja. Dan Wu Mei mengiyakan.




Wu Xie menemui Fei Yu, dan melaporkan bahwa dia tidak bisa menemukan barang yang Fei Yu inginkan didalam kamar Wu Mei. Dan Fei Yu menyebut Wu Xie tidak berguna, tapi karena tindakan Wu Xie tidak ketahuan, maka dia tidak terlalu marah.

“Tampaknya, aku perlu mengambil tindakan secara pribadi,” gumam Fei Yu.


Ketika ada seekor burung merpati yang tiba, Luo Jing langsung berlari keluar menghampiri Shang. Dia meminta agar Shang memperlihatkan burung merpati itu, apakah ada surat untuknya atau tidak. Dan Shang menjawab bahwa memang ada surat, tapi itu untuknya. Namun Luo Jing tidak percaya, karena selama ini dialah yang terus mengirimkan surat keluar, sementara Shang tidak pernah.



Shang dengan gugup ingin menjelaskan bahwa sebenarnya dia tidak ingi Luo Jing kecewa, tapi dia tidak bisa mengatakan itu. Dia menyerah dan memberikan surat itu kepada Luo Jing. Lalu dia pergi sambil menggelengkan kepala pelan.



Dengan bersemangat, Luo Jing membaca surat balasan dari Wu Mei. Tapi ketika telah selesai membaca surat tersebut, dia merasa sulit untuk mempercayai apa yang dibacanya. “Aku tidak percaya. Aku tidak percaya,” gumamnya.

Xiao Jing. Sebenarnya, ketika aku menyetujui untuk menikah denganmu, itu adalah karena kamu bisa memegang pengaruh Ayahmu. Tapi sekarang, masalah pemberontakan Ayahmu telah terungkap, jadi sulit bagimu untuk menghindari kematian. Mengingat hubungan suami istri kita, aku tidak akan mengungkapkan dimana kamu bersembunyi. Kamu tidak boleh kembali lagi. Kamu tidak perlu untuk menunggu ku. Takdir kita sudah berakhir. Jaga dirimu.



Xiu Wen menghampiri Luo Jing, dan mengatakan bahwa jika Luo Jing ingin menangis maka menangis lah. Dan perlahan air mata yang Luo Jing tahan keluar. Kemudian Luo Jing memeluk Xiu Wen dan memukul dadanya dengan pelan sambil menangis.

“Dia tidak menginginkan ku lagi. Aku… aku… aku pikir bahwa dia adalah cinta sejati yang perlu kutemukan. Aku membuat dia menjadi satu- satunya. Aku telah memberikan perasaan ku pada karakter game. Sebenarnya apa kesalahan yang ku lakukan? Mengapa dia memperlakukan ku seperti ini?” tanya Luo Jing sambil terus menangis.


Xiu Wen merasa sedikit kesakitan, tapi dia membiarkan Luo Jing memukuli dadanya dengan pelan. Lalu setelah akhirnya Luo Jing berhenti memukul- mukul dadanya, dan hanya menangis. Maka dia pun memeluk Luo Jing dan menenang kan nya.

“Xiao Jing. Kamu masih memiliki ku. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu.”

Hujan gerimis turun, menemanin Luo Jing yang masih menangis.



Didalam ruangan. Xiu Wen memberikan segelas minuman hangat kepada Luo Jing. Tapi Luo Jing mengabaikan itu, dia menutup matanya dan berusaha untuk berpikir positif. “Apa yang harus kulakukan? Bagaimana aku harus melanjutkannya sekarang? Beritahu aku ini semua tidak nyata. Dia pasti punya masalah sendiri. Itu mengapa dia sengaja berbohong. Benarkan? Ya. Itu pasti begitu. Sheng jing begitu berbahaya. Dia ingin melindungin ku. Benarkan? Benarkan?” tanya Luo Jing, dia membuka matanya dan menatap Xiu Wen.

Xiu Wen menjelaskan bahwa jika Luo Jing ingin memastikannya, maka dia bisa kembali bersama dengan Luo Jing.


“Mengapa? Zhong Wu Mei yang ku pikir paling mencintai ku akan sekejam ini meninggalkan ku. Sementara Liu Xiu Wen yang ada didepan ku, dia melindungin ku setiap waktu, dan bahkan dia rela menyerahkan segalanya untukku. Mungkin kah ini kehendak surga?” pikir Luo Jing, bimbang.



“Mari kita pergi dari tempat ini,” kata Luo Jing secara tiba- tiba, dan mendengar itu Xiu Wen merasa terkejut. “Bukankah kamu bilang mau membawa ku? Aku mengatakan ‘ya’ padamu.”

“Xiao Jing. Apa yang kamu katakan ini benar?” tanya Xiu Wen, sulit untuk percaya.

“Begitu banyak hal yang terjadi. Aku menghadapi banyak konspirasi dan upaya pembunuhan. Ini bukan tempat yang sebenarnya ku inginkan. Sheng Jing, aku tidak ingin pergi ke sana lagi,” jelas Luo Jing dengan raut wajah terluka dan lelah.


Xiu Wen tersenyum. Dan Luo Jing balas tersenyum, lalu dia menanyakan bahwa nanti bila luka Xiu Wen telah sembuh, maukah Xiu Wen membawa nya melihat Persia. Dan Xiu Wen menganggukan kepalanya, lalu dia mengenggam tangan Luo Jing.

“Xiao Jing. Aku tahu kamu sangat sedih, dan juga tahu bahwa aku tidak mungkin mengambil tempatnya di dalam hatimu. Tapi selama kamu setuju, tidak peduli apa yang kamu inginkan, aku akan selalu berada disamping mu. Tidak peduli kapan atau dimanapun juga,” pikir Xiu Wen didalam hatinya. Sambil tersenyum menatap Luo Jing.

1 comment: