Thursday, May 23, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 16 - part 2

0 comments

Network : iQiyi iQiyi

Setelah selesai merebuskan obat untuk diminum oleh Xiu Wen, maka Luo Jing pun berniat untuk memberikan itu kepadanya. Namun sebelum itu, dia berusaha untuk menahan kesedihannya dan bersikap tegar. Barulah setelah itu dia mengantarkan obat itu kepada Xiu Wen yang berada didalam kamar.


“Obatnya sudah selesai,” kata Luo Jing sambil tersenyum, lalu dia meletakan obat itu diatas meja. “Ini masih panas, minum lah sebentar lagi.”



Luka dalam diobati dengan minum obat, sementara luka luar diobati dengan mengoleskan obat. Jadi Luo Jing pun memberitahu bahwa dia akan membantu Xiu Wen untuk mengoleskan obat dibelakang leher Xiu Wen yang terluka. Dan betapa terkejutnya, Luo Jing saat dia mau mengoleskan obat, dia melihat sebuah tanda tato berbentuk angka 8 yang berkobar seperti api.


Luo Jing mengingat bahwa sepertinya dia pernah melihat tato yang sama pada lengan tangan Yi Yi.  Dan aroma pada tubuh Yi Yi yang sama seperti pada tas aroma yang ditemukan didekatnya pada saat kebakaran. Serta kedekatan antara Yi Yi dan Xiu Wen yang saling mengenal.


Lalu ketika dia keluar dari Wen Xiang dan mengikuti Xiu Wen yang dilihatnya. Pada saat itu, seseorang berpakaian hitam memukul nya dari belakang, sehingga dia mati. Dan orang itu, seingat Luo Jing tampak sangat mirip dengan Yi Yi.


Kemudian penyerangan dikapal. Dan kejadian saat di tebing. Luo Jing mulai menyadari bahwa orang itu sangat mirip sekali dengan Yi Yi. Dan tampaknya saat itu, Yi Yi dan Xiu Wen saling mengenali satu sama lain serta dekat.

“Kelihatannya orang berpakaian hitam itu adalah Su Yi Yi. Bukan hanya dia ingin untuk membunuhku, tapi juga menyerang Yang Mulia. Mungkin kah mereka ingin…” pikir Luo Jing mulai memproses semua kejadian yang terjadi.



Xiu Wen merasa heran, kenapa Luo Jing hanya diam dan belum mengoleskan obat padanya. Jadi dia pun bertanya. Dan dengan takut, Luo Jing langsung menjatuhkan tempat obat yang dipegangnya dan mundur menjauhi Xiu Wen.

Melihat keanehan Luo Jing, Xiu Wen pun merasa bingung dan dengan kesusahan dia berjalan mendekati Luo Jing, lalu dia bertanya ada apa.



“Aku baru sadar, aku sedikit pun tidak tahu tentang kamu,” kata Luo Jing dengan sikap waspada.

“Xiao Jing. Ada apa?” tanya Xiu Wen mendekati Luo Jing dengan bingung.

Luo Jing mengulurkan tangannya sebagai tanda agar Xiu Wen jangan mendekat. Lalu dia mundur selangkah lagi. “Kamu dan Yi Yi sama- sama mempermainkan aku. Apakah itu menyenangkan?” tanyanya, sakit hati.


Xiu Wen berusaha untuk menjelaskan bahwa itu semua adalah salah paham. Dan dengan marah Luo Jing pun menanyakan, apakah selama ini Xiu Wen telah mengetahui bahwa orang berpakaian hitam yang mencoba untuk membunuhnya adalah Yi Yi. Dan Xiu Wen tidak mampu untuk menjawab, karena itu benar.



Luo Jing merasa sangat marah dan sakit hati, karena Xiu Wen telah menipunya. Jadi dia pun ingin pergi. Tapi Xiu Wen memegang tangannya, dan menahannya. Namun karena Xiu Wen telah berbohong padanya, maka Luo Jing pun menepis tangannya dengan kasar, tidak peduli bahwa Xiu Wen masih sakit.

“Kamu membuatku merasa seperti orang idiot,” teriak Luo Jing.

“Xiao Jing.”

“Jangan bicara!” sela Luo Jing. “Aku tidak tahu, jika kata- kata mu bisa dipercaya atau tidak,” kata Luo Jing, pelan.


Xiu Wen menjelaskan bahwa selama ini dia merasa ragu, sehingga dia tidak bisa memberitahukan kepada Luo Jing. Mendengar itu, Luo Jing pun bertanya, sebenarnya ada berapa banyak rahasia lagi yang Xiu Wen sembunyikan dari nya. Dan dengan jujur, Xiu Wen memberitahu bahwa dirinya adalah orang Persia.

“Kamu orang Persia?”



Xiu Wen menceritakan segalanya dengan nada penuh kebencian. Tahun itu, Jenderal Sheng Jing datang menghancurkan bangsa Persia, menyebabkan negara nya hampir punah. Lalu rakyat yang tersisa pun berniat untuk membalas dendam. Jadi mereka datang ke Sheng Jing dan menyembunyikan indetitas mereka. Itu semua karena mereka ingin membunuh musuh.

Mendengar semuanya, Luo Jing gemetar dan merasa takut. Dan melihat itu, Xiu Wen segera menenangkannya. Xiu Wen menjelaskan bahwa alasan dia menyembunyikan semua ini adalah karena dia tidak ingin Luo Jing terlibat. Serta mengenai warna matanya, selama ini dia meminum obat untuk mengubah warna nya.

“Jadi kalian semua yang merencanakan penyerangan dikapal itu?”



“Tidak. Aku tidak pernah mengambil bagian pada misi itu. Siapa yang tahu bahwa Su Yi Yi akan berani untuk membunuh mu,” kata Xiu Wen dengan nada benci. Lalu dengan lembut dia menyakinkan Luo Jing bahwa dia tidak pernah ingin menyakiti Luo Jing. Buktinya dia selalu datang melindungin Luo Jing, dan bahkan pada saat penyerangan itu, dia rela membahayakan nyawa nya untuk Luo Jing.

Luo Jing mengingat kembali kejadian yang terjadi di kapal. Saat Xiu Wen datang melindunginnya.


“Sejak kecil aku hanya memiliki dendam didalam hatiku, dan tidak ada yang lain. Tapi sejak aku bertemu kamu, aku menyadari bahwa didalam dunia ini masih ada begitu banyak hal indah. Aku tidak bisa membiarkan mu terluka. Jadi karena kamu, aku melanggar peraturan ku berkali- kali. Xiao Jing, ini juga adalah alasan mengapa aku tidak bisa memberitahumu. Bisakah kamu mengerti hati ku?” jelas Xiu Wen, lalu bertanya.


Luo Jing masih sedikit kesulitan untuk mempercayai Xiu Wen, karena hubungan antara Xiu Wen dan Yi Yi. Dan Xiu Wen pun menjelaskan bahwa alasan dia menyelamatkan Yi Yi adalah karena mereka merupakan orang satu bangsa, tapi dia tidak menyangka bahwa Yi Yi akan berani melakukan tindakan itu. Lalu Xiu Wen berjanji akan melindungin Luo Jing dari Yi Yi, sehingga Luo Jing tidak perlu khawatir.

“Kemudian siapa musuhmu?”

“Musuh. Itu semua sudah berlalu. Xiao Jing, aku tidak ingin kamu terseret masuk dan terlibat dalam masalah ini.”


Luo Jing tidak merasa takut lagi pada Xiu Wen, malahan dia merasa bersimpati karena selama ini Xiu Wen selalu menyimpan semuanya sendirian. Dan Luo Jing pun mengatakan, mengapa Xiu Wen selama ini tidak memberitahunya, jika seandainya Xiu Wen memberitahu nya, maka dia bisa membantu menyimpan rahasia ini. Karena kalau Xiu Wen mau menumpahkan perasaannya keluar, maka Xiu Wen pasti akan merasa sedikit lebih baik.



Mendengar itu, Xiu Wen merasa sangat terkejut dan bahagia. Karena setelah mendengar kan semua ceritanya, Luo Jing masih mau menerima nya. “Xiao Jing. Sejak waktu ketika aku terjatuh dari tebing, aku bersumpah untuk meninggalkan segalanya. Dari sekarang, aku hanya ingin berada di sisi mu. Kamu maukah?” tanya Xiu Wen sambil memeluk erat Luo Jing.



Luo Jing merasa kesulitan untuk bernafas, karena Xiu Wen memeluknya terlalu erat. Dan ketika akhirnya, Xiu Wen melepaskan pelukannya, Luo Jing merasa bingung. “Xiu Wen telah berkorban begitu banyak untukku. Tapi aku…” pikir Luo Jing bimbang. Lalu dia beralasan bahwa obat nya sudah dingin, jadi dia harus memanaskan nya. Kemudian dia pun pergi.


“Aku tidak sengaja menyembunyikan nya darimu. Xiao Jing. Sebenarnya masih ada yang belum kuceritakan padamu. Kita menjadi bersama seperti ini sekarang, itu sudah cukup bagiku.” Gumam Xiu Wen didalam hatinya.

No comments:

Post a Comment