Wednesday, May 22, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 07-1

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 07-1
Images by : Hunan TV
Gao Jie pulang ke rumah. Kakek dan Pan Yue sudah menunggunya untuk makan malam bersama. Menu hari ini ada kepiting, jadi Gao Jie bertanya ada apa ini? kenapa menu hari ini mewah sekali? Kakek tersenyum dan menjawab kalau itu agar Gao Jie punya kekuatan kembali setelah bekerja keras beberapa hari ini dan juga agar Gao Jie siap dalam kompetisi lomba.
Mereka makan dengan lahap dan bahagia. Kakek senang melihatnya. Kakek kemudian bertanya bagaimana persiapan Gao Jie untuk lomba? Gao Jie langsung cerita kalau dia sduah memutuskan desainnya, tapi desainnya agak rumit dan takut tidak selesai dalam batas waktu yang sudah di tentukan.

Kakek langsung meminta izin untuk melihat desain Gao Jie, mana tahu dia bisa membantu. Gao Jie dengan senang hati langsung menunjukkan desain perhiasannya yang bertema : burung biru. Kakek memuji ide desain Gao Jie yang sangat bagus karena mengandung elemen China dengan desain barat. Dan benar, pasti membutuhkan waktu lama untuk membuat desain tersebut menjadi perhiasan.
“Aku ingat, waktu itu kau bilang kalau tema dari lomba desain ini adalah tentang desain batu berbentuk hati. Kau harus fokus pada hal itu,” nasehat kakek.
“Kakek, kau mengingatkanku akan titik pentingnya. Aku terlalu fokus pada burung biru karena aku mencoba melakukan desain nostalgia, bukan hanya tentang beberapa elemen Cina. Ide artistik yang baik juga harus di pertimbangkan,” ujar Gao Jie. Dan dia mulai memikirkan untuk meminimaliskan desainnya.
Pan Yue tiba-tiba nyeletuk : sayap ayam. Kakek dan Gao Jie langsung tertawa mendengar celetukannya.
--
Usai makan dan mandi, Gao Jie mulai bekerja lagi membuat desainnya menjadi lebih sederhana. Saat itu, dia menerima pesan dari Yu Zhi yang berkata kalau Gao Jie pasti belum tidur dan masih belajar membuat desain. Membaca peasn Yu Zhi membuat Gao Jie tersenyum dan membalasnya.
Yu Zhi kembali mengirim pesan dan berkata kalau dia ada di luar rumah Gao Jie. Gao Jie terkejut mendengarnya dan langsung pergi keluar rumah.
Tapi, saat dia memeriksa gerbang depan, tidak ada siapapun. Kosong. Dan dia memarahi dirinya sendiri yang sudah bodoh karena tertipu, tidak mungkin Yu Zhi kemari malam-malam. Gao Jie hendak masuk ke dalam rumah lagi, tapi Yu Zhi keluar dari persembunyiannya. Dia benar-benar datang.
“Sepertinya, bukan aku satu-satunya orang yang ingin bertemu,” goda Yu Zhi.
“Kau berpikir terlalu jauh. Aku keluar hanya untuk jalan-jalan. Dan melihat bulan,” alibi Gao Jie.
“Bulan malam ini benar-benar bulat.”
“Aku tidak akan berbincang denganmu. Aku harus pergi men-desain,” malu Gao Jie dan langsung mau masuk ke dalam.
“Aku ingin bilang hal penting. Beberapa hari ini, aku mungkin tidak akan melihatmu setiap hari, karena aku punya hal penting yang harus ku selesaikan. Itu ada hubungannya dengan tujuan yang selalu ingin ku capai bertahun-tahun ini. Tapi, jika kau membutuhkanku, aku akan segera muncul di depanmu.”
“Jika itu adalah hal yang benar-benar ingin kau selesaikan, aku yakin kau bisa berhasil,” dukung Gao Jie. “Sama seperti saat kita dalam bahaya, kau bisa melakukannya jika kau sudah bertekad.”
Yu Zhi senang mendengarnya. Dia juga menyuruh Gao Jie ke gym panjat kalau bosan, karena Yan Kai akan membantu nanti. Gao Jie langsung bilang kalau dia juga punya hal penting yang harus di persiapkannya dan dia pasti akan sibuk juga.
Dan Yu Zhi menarik Gao Jie mendekat. Dia meminta ciuman selamat malam dari Gao Jie. Gao Jie malu dan menyebut Yu Zhi yang pasti playboy dan sudah sering merayu para wanita dengan cara seperti ini.
“Hanya kau,” ujar Yu Zhi dan mengecup kening Gao Jie lembut.
Gao Jie malu  dan masu masuk ke dalam rumah. Tapi, dia tiba-tiba berbalik lagi dan berkata kalau Yu Zhi pasti bisa melewati tantangan dan mencapai tujuannya. Dia mendoakan kesuksesan Yu Zhi. Yu Zhi senang, dan mengajak untuk merayakan keberhasilan masing-masing mereka, setelah kesibukan mereka usai. Dan juga sebagai perayaan melepas masa lajang.
Gao Jie semakin malu dan langsung masuk ke dalam rumah. Pas sudah di dalam, dia baru ingat belum mengembalikan gelang Yu Zhi. Lain kali sajalah baru di kembalikan, pikirnya.
--
Esok hari,
Gao Jie menunjukkan desainnya yang sudah di perbaiki pada Si Cheng. Dan Si Cheng tersenyum senang melihat desain tersebut. Dia setuju.
--

Yu Zhi membawakan banyak batu permata berwarna putih untuk Gao Hui pilih. Dia menemani Gao Hui yang memilih batu-batu permata. Wajahnya tidak tampak antusias dan gembira. Sebaliknya, wajah Gao Hui lah yang tampak bahagia karena ada Yu Zhi di sisinya.
--
Hari Kompetisi Desainer Kreatif
Gao Jie datang ke gedung kompetisi bersama Si Cheng. Dia menjelaskan pada Gao Jie kalau babak pertama adalah menggambar desain dengan waktu 2 jam. Setelah selesai, akan naik ke panggung dan menjelaskan mengenai desain-nya. Dan di atas panggung, mereka akan menunjukkan desain mereka kepada para juri dan juga penonton. Jadi, Gao Jie harus tetap tenang saat itu. Gao Jie menyakinkan diri kalau dia akan baik-baik saja.
Saat itu, Gao Hui juga tiba dengan asisten (yang membawakan barang-barangnya). Dan begitu melihat Si Cheng dan Gao Jie, dia langsung menghampiri mereka sambil menyindir. Dia menyindir Gao Jie yang mewakili Fansi padahal Gao Jie tidak berbakat dan biasa saja.  
“Kau perlu sepasang mata yang baik untuk melihat sesuatu dengan jelas dan menentukan apakah itu batu normal atau giok. Dan aku rasa, aku memiliki mata yang bagus,” ujar Si Cheng, yang artinya, dia melihat Gao Jie sebagai ‘giok’ bukan ‘batu biasa’.
Tapi, Gao Hui memang tidak legowo. Dia malah menyindir Gao Jie dengan bertanya, kalau Gao Jie tidak akan menyalin desain siapapun kan kali ini? bukankah Gao Jie selalu menggunakan desain ibunya (Ny. Wu) sebagai referensi? Dia berharap kalau Gao Jie tidak sampai di diskualifikasi.
“Terimakasih, Nn. Gao. Kau sangat peduli padaku. Dapatkah aku bilang kalau kau melihatku sebagai musuhmu? Jika begitu, maka itu suatu kehormatan bagiku.”
Gao Hui tersenyum sinis dan langsung pergi ke tempat duduknya. Gao Jie pun juga pergi ke tempat duduknya.
Sementara itu, di depan gedung, para petugas memasang foto para desainer yang mengikuti Lomba Desainer Kreatif.
Dan dengan begitu, dimulailah Lomba Desainer Kreatif ini. MC acara menjelaskan mengenai tata cara kompetisi. Akan ada 3 putaran dalam kompetisi. Yang pertama adalah menggambar desain.
Para desainer di persilahkan duduk di meja masing-masing, dan mulai menggambar desain perhiasan mereka.

Ny. Wu datang juga ke kompetisi. Dan para juri yang ada di depan, langsung melihat ke arahnya. Kedatangannya menarik perhatian semua peserta dan juga penonton. Gao Hui juga tersenyum senang karena ibunya hadir di sana. Ny. Wu juga menyempatkan diri melambai kepada juri Nn. Lin (ada 3 juri di sana).
Dir. Zhou dan Wendy yang juga datang, langsung berbisik-bisik saat melihat kedatangan Ny. Wu. Mereka membicarakan Ny. Wu yang adalah ratu dalam desain perhiasan, dan dapat dilihat juga ke-3 juri di depan tampak akrab dan menghormatinya. Jadi, tidak mungkin putrinya (Gao Hui) tidak memenangkan kompetisi ini.
“Gao Jie melakukan yang terbaik dalam kompetisi ini. Tapi, dia akhirnya hanya menjadi karakter pendukung,” komentar Wendy. “Sebagai rekan kerjanya, aku merasa kasihan padanya.”
Dir. Zhou juga tertawa senang mendengar komentar Wendy. Si Cheng yang ada di sebelah mereka, akhirnya angkat bicara. Dia memberitahu mereka kalan Nn. Lin adalah juri yang selalu adil. Bahkan jika yang ikut dalam kompetisi ini adalah Ny. Wu, dia pasti akan tetap menilai dengan baik. Yang di cari dari Kompetisi ini tidak hanya desain yang bagus, tapi juga ide desain terbaik. Jadi, siapa yang bisa menjamin kalau Gao Hui yang akan menang.
“Kita lihat saja nanti,” komentar dir. Zhou, menanggapi Si Cheng.
Perlombaan masih berlangsung. Gao Hui sudah menyelesaikan desainnya dan sedang memberikan warna untuk desainnya. Gao Jie pun juga sudah selesai.
Para juri melihat jam, dan membuat pengumuman kalau waktu menggambar desain sudah habis. Semua desainer harus meletakkan semua alat tulis dan memberikan gambar desain mereka kepada staff.
Babak berikutnya, adalah setiap desainer harus menjelaskan mengenai ide-ide desain mereka. Waktu yang di berikan adalah 5 menit. Saat satu kandidat menjelaskan, kandidat lain akan menunggu di arena istirahat.
--
Gao Jie, Gao Hui dan desainer lain berada di area istirahat sambil menunggu nama mereka di panggil. Saat sedang istirahat, Gao Jie mendapat pesan dari Yu Zhi yang menanyakan kabarnya, karena mereka sudah beberapa hari tidak bertemu. Gao Jie tersenyum senang membaca pesan Yu Zhi dan membalasnya, kalau dia sedang gugup.

Ny. Wu juga datang ke ruang tunggu menemui Gao Hui. Dia menyemangati Gao Hui untuk tidak gugup dan jadi diri sendiri. Gao Hui mengiyakan nasihat ibunya tersebut.
Melihat Ny. Wu, membuat Gao Jie jadi melihat foto keluarganya yang dia pasang sebagai wallpaper ponselnya. Dia tersenyum melihat foto itu dan seolah mendapatkan kekuatan.
Staff lomba masuk dan memanggil nama Gao Jie untuk segera bersiap karena sekarang adalah gilirannya. Dan setelah Gao Jie, adalah giliran Gao Hui.
--
Gao Jie menunjukkan gambar desainnya dan menjelaskan kalau nama dari desainnya adalah “Cinta Biasa”. Desainnya memiliki liontin batu berbentuk hati dan berwarna merah dengan sisinya berbentuk sayap.
“Hati merah di tengah menggambarkan kerinduan akan cinta. Sayap di kedua sisi mewakili burung biru. Burung itu melindungi cinta dan m embawa harapan serta kedamaian. Sama seperti cinta biasa. Tidak peduli seberapa banyak hambatan yang ada, akan selalu ada kedamaian dan kebahagiaan,” jelas Gao Jie.
“Kau menggunakan sayap untuk mewakili burung biru. Tidak hanya memiliki elemen timur, desainnya juga sangat jelas dalam hal komposisi,” komentar Nn. Lin.
“Aku berharap karya ini akan membuat orang merasa bergairah dan hangat. Jadi, aku mengambil ruby darah merpati untuk batu utama. Merah terdalam dan bersemangat.”
“Desain-mu menunjukkan kepada orang-orang harapan mu akan cinta. Desain seperti ini memiliki emosi, kehangatan dan cerita. Aku sangat menyukainya,” puji Nn. Lin.
Semua penonton memberikan tepuk tangan. Hanya dir. Zhou, Wendy dan Ny. Wu yang terlihat tidak suka dengan Gao Jie yang mendapatkan pujian.
Kandidat selanjutnya adalah Gao Hui. Dan semua reporter yang ada di sana, langsung sibuk hendak meliput eksklusif Gao Hui. Gao Hui berpas-pasan dengan Gao Jie, dan dia tersenyum sinis.
Desain Gao Hui terlihat sangat mewah, dan juga memiliki liontin merah hati di tengahnya.
“Desainku bernama ‘The Heart of the King”. Legenda mengatakan bahwa di awal alam semesta, nasib semua orang di tentukan oleh Dewi Nasib. Tali pada kalung itu mewakili kehidupan semua orang, rintangan dan akhir. Hanya orang yang memiliki hati raja yang bisa mengendalikan nasibnya. Dan mampu mengendalikan masa depan,” jelas Gao Hui.
“Nn. Gao Hui, sebagai desainer wanita, pekerjaanmu sangat ambisius. Ini sangat jarang,” komentar Nn. Lin.
“Desain-ku hanya untuk wanita yang sukses. Ini hanya untuk mereka yang ingin mengendalikan hidup mereka sendiri.”
“Itu mengganggumkan. Lalu, apa penjelasanmu mengenai pemilihan batumu?”
“Aku perlu berterimakasih kepada seorang pria pemberani untuk hal itu. Dia pergi ke hutan di Asia Tenggara dan menemukan batu merah terpenting untuk desain ini. Dengan hati,jiwa dari desain ini menjadi lengkap,” jelas Gao Jie, dengan tersenyum lebar. Dan kita semua dapat menebak, kalau pria itu pasti adalah Yu Zhi. Dia memberikan batu itu sebagai permintaan maaf pada Gao Hui waktu itu, agar Gao Hui mau bekerjasama dengan Rui Hua.
“Cinta seorang ksatria melengkapi mahkota ratu. Kisah yang sangat bagus. Sangat bagus,” puji seorang juri pria.
Semua orang langsung bertepuk tangan. Sementara Gao Jie yang mendengar penjelasan Gao Hui, jadi penasaran. Batu merah hati dan hutan asia tenggara? Apa semua hanya kebetulan.
--
Kompetisi babak pertama sudah selesai. Gao Hui menghampiri Gao Jie yang berjalan keluar, dan lagi-lagi menyindir Gao Jie yang ternyata memakai batu ruby darah merpati untuk desainnya sama seperti dirinya. Dan juga Gao Jie ternyata memilih untuk mendesain kalung, sama sepertinya. Intinya, dia menyindir Gao Jie yang menirunya.
Ny. Wu kebetulan menghampiri mereka, dan langsung meminta Gao Hui untuk memperhatikan cara bicaranya. Dia bersikap baik dengan Gao Jie, dengan memuji desan Gao Jie yang bagus. Saat itu, para desainer yang ikut kompetisi yang lain langsung datang mengerumuni Ny. Wu dan meminta Ny. Wu untuk melihat dan menilai desainnya. Ny. Wu tersenyum ramah dan memuji desain mereka semua yang bagus. Para desainer itu langsung menjilat dengan memuji desain Gao Hui yang mengesankan.
Tidak hanya itu, mereka juga bertanya apa orang yang menemukan batu ruby merah untuk Gao Hui adalah pacar Gao Hui? Gao Hui tersenyum malu mendengar pertanyaan itu. Gao Jie sendiri langsung pergi menjauh dari sana.

“Dia…,” jawab Gao Hui, dan kemudian melihat Yu Zhi yang berjalan ke arahnya dengan membawa sebuket bunga. “adalah salah satu pengagum-ku,” lanjut Gao Hui bahagia.

Gao Jie berbalik, merasakan ada orang yang berjalan ke arah mereka. Dan dia terkejut karena yang datang adalah Yu Zhi. Apa Yu Zhi tahu dia mengikuti kompetisi di sini? Dia mulai berjalan mendekat ke arah Yu Zhi.
Sayangnya, Gao Hui juga berjalan ke arah Yu Zhi dan bahkan menyapa Yu Zhi dengan riang. Yu Zhi bahkan memberikan bunga yang di bawanya untuk Gao Hui. Yu Zhi datang ke sana memang untuk Gao Hui, dan dia tidak tahu kalau Gao Jie mengikuti kompetisi yang sama dengan Gao Hui. Dan dari posisinya berdiri saat itu, dia tidak dapat melihat Gao Jie yang berdiri di kerumunan desainer lain yang sedang bersama ny. Wu.
“Bagaimana ini bisa terjadi? Yu Zhi pacaran dengan Gao Hui?” bingung Gao Jie.
Saat dia hendak mendekati Yu Zhi untuk bertanya, Si Cheng malah muncul dan bicara dengannya. Si Cheng memberitahu kalau hasil kompetisi akan di umumkan malam ini. Dan dia bertanya, apa Gao Jie punya waktu sekarang? Gao Jie meminta maaf karena ada hal yang harus di lakukannya sekarang.
Yu Zhi berjalan pergi keluar gedung. Dan Gao Hui serta Ny. Wu mengikuti langkahnya. Di depan, Yu Yi sudah menunggu dan bertanya jalannya pertandingan. Mereka yakin kalau Gao Hui bisa melewati babak pertama dengan benar. Yu Yi kemudian memberitahu kalau mobil mereka ada di luar, dan mengajak mereka untuk makan bersama merayakan pertandingan ini.
Gao Hui memberikan bunganya pada ibunya, dan meminta ibunya untuk duluan ke mobil bersama Yu Yi. Dia akan menyusul dengan Yu Zhi nanti.

Gao Jie tiba saat itu, dan melihat Gao Hui yang sedang bicara berdua dengan Yu Zhi.
“Bagaimana kau tahu kalau aku suka tulip? Apakah Yu Yi yang memberitahumu?” tanya Gao Hui.
“Aku tidak perlu bertanya. Aku dapat menebaknya.”
“Terimakasih atas bunganya. Aku punya hadiah untukmu juga,” ujar Gao Hui dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Gelang yang sama dengan yang Yu Zhi punya dan dia berikan pada Gao Jie untuk di perbaiki. “Apakah kau suka?”
“Bagaimana kau tahu gelang ini?” tanya Yu Zhi, bingung.
“Aku dengar dari Yu Yi kalau kau memiliki gelang yang di berikan oleh ibumu. Dan kau merusaknya saat kau memanjat,” jelas Gao Hui.
Gao Jie yang melihat hal itu, menjadi kecewa pada Yu Zhi dan langsung pergi tanpa berniat menghampiri Yu Zhi lagi.
“Aku menghabiskan banyak upaya untuk menemukan yang seperti itu untukmu. Bagaimana kau berencana mengucapkan terimakasih?” tanya Gao Hui.
“Untuk berterimakasih… aku harus memikirkannya,” jawab Yu Zhi dan langsung mengajak Gao Hui untuk ke mobil.
Gao Jie melihat gelang Yu Zhi yang sudah di perbaikinya. Dia teringat ucapan Yu Zhi kalau di dunia ini hanya ada dua wanita yang paling penting baginya. Pertama adalah ibunya dan yang kedua adalah Gao Jie.
“Yu Zhi, sepertinya aku bukan satu-satunya. Kau mengatakan alasan yang sama pada setiap wanita.”
Gao Jie benar-benar sudah salah paham. Dia menatap gelang Yu Zhi dan hendak membuangnya ke tong sampah. Tapi, dia mengurungkan niatnya tersebut.

No comments:

Post a Comment