Wednesday, May 22, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 06-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 06-2
Images by : Hunan TV
Gao Hui sudah selesai berganti pakaian, dan langsung menghampiri Yu Yi, bertanya dimana Yu Zhi? Yu Yi sebenarnya sudah menelpon Yu Zhi tapi belum di angkat, tapi dia berbohong pada Gao Hui kalau Yu Zhi terjebak macet. Gao Hui jelas tidak percaya. Dan akhirnya Yu Yi jujur kalau dia tidak bisa menghubungi Yu Zhi, dan akan menyuruh Yu Zhi menjelaskannya sendiri pada Gao Hui.
“Hui Hui, sekarang ada dua cara untuk memperbaii masalah ini sekarang. Pertama, aku akan melakukan panjat tebing bersamamu. Kedua, aku akan makan siang denganmu,” tawai Yu Yi.
Dan Gao Hui menolak kedua tawaran Yu Yi. Dia tidak mau panjat tebing dengan seorang pemula. Kedua, dia tidak lapar tapi marah. Dia bahkan menyuruh Yu Yi menyampaikan pesannya pada Yu Zhi, setiap orang itu waktunya berharga. Dan Yu Zhi sudah menyia-nyiakan waktunya beberapa kali. Bukan hanya itu, Gao Hui mengancam akan memutuskan hubungan kerjasama.
--

Malam hari,
Gao Hui menunggu telepon permintaan maaf dari Yu Zhi. Dia berulang kali memeriksa ponselnya. Tapi, sama sekali tidak ada telepon bahkan pesan dari Yu Zhi. Gao Hui benar-benar bertambah kesal.
Saat dia hendak beranjak pergi, pas sekali ponselnya berbunyi. Dia langsung balik dengan senyum lebar di wajahnya untuk menerima telepon. Nama penelpon adalah Yu Yi. Gao Hui jelas kecewa. Tapi, dia memutuskan untuk tetap mengangkat telepon.
Yu Yi meminta Gao Hui untuk berhenti marah dan bahkan bertanya cara untuk menebus kesalahan pada Gao Hui. Gao Hui langsung menjawab kalau Yu Yi tidak salah apapun, orang yang membuang waktunya itu lah yang harus meminta maaf dan menebusnya.
“Jangan khawatir. Bagaimana kalau begini saja, aku akan meminta Yu Zhi meminta maaf kepadamu sendiri besok.”
“Untuk apa? Seseorang tidak peduli dan tidak menganggap serius hubungan kemitraan kita. Jadi, jangan salahkan aku jika tidak peduli padanya.”
Yu Yi langsung mencoba berbagai cara agar Gao Hui tidak marah. Dia juga berkata walaupun Yu Zhi tidak ada, tapi Rui Hua tulus ingin bekerja sama dengan Cilian. Maksudnya, agar Gao Hui tidak mencampur adukkan hubungan kerja sama mereka dengan perasaan kesal Gao Hui pada Yu Zhi.
Gao Hui berusaha membela diri. Dia bukannya ingin bersikap begitu, tapi mereka kan mau kerja sama jadi harusnya saling bersikap benar. Saat itu, Ny. Wu datang ke kamarnya, jadi Gao Hui segera mematikan hubungan telepon.
Ny. Wu bisa menduga kalau itu pasti telepon dari Yu Yi. Dan Gao Hui membenarkan. Ny. Wu mulai menasehati Gao Hui untuk tidak terburu-buru, karena Rui Hua itu sama saja dengan perusahaan lain yang berharap bisa bekerja sama dengan mereka. Dia ingin memilih dengan pelan-pelan dan memastikan tidak ada resiko apapun kelak.
Gao Hui lanjut memuji ibunya. Dan Ny. Wu langsung menasehati Gao Hui untuk seperti jual mahal gitu, buat mereka yang mencari jalan untuk mendekati mereka. Bukan sebaliknya, membiarkan diri kita di kendalikan oleh mereka. Gao Hui diam sesaat dan meminta ibunya untuk tenang saja.
Gao Hui kemudian bertanya dimana ayah karna dia tidak melihatnya. Gao Hui juga memberitahu kalau ada beberapa majalah yang ingin mewawancarainya. Ny. Wu langsung menyuruh Gao Hui kalau para majalah itu mau wawancara, maka mereka harus membuat janji temu terlebih dahulu. Dan juga, Ny Wu menjawab pertanyaan Gao Hui sebelumnya, dia berkata kalau Gao Hai tadi pergi lebih pagi dan akan pulang terlambat. Mungkin sibuk mempersiapkan pameran seninya.
Gao Hui sedikit heran kenapa ayahnya harus begitu sibuk, padahal kan harusnya pihak galeri yang sibuk. Dia merasa sedih jadinya karena sudah tidak bertemu ayah selama beberapa hari ini. Raut wajah ny. Wu juga jadi berubah, lebih ke cemas.
“Ini pertama kali ayahmu mengadakan pameran lukisan di sini. Itu makanya dia lebih berhati-hati. Omong-omong, ibu harus memberitahu kau. Pria itu seperti layang-layang. Selama kau memegang tali di tanganmu, mau sejauh apapun dia  terbang, pasti tetap akan kembali,” nasehat Ny. Wu
“Ibu benar. Tidak heran mengapa ayah tidak bisa lari darimu,” puji Gao Hui.
--
Kakek sedang membacakan dongeng pengantar tidur untuk Pan Yue. Pan Yue berkomentar kalau kakek tidak bisa membaca cerita dengan baik, lebih menyenangkan saat Gao Jie yang membacakan ceritanya. Kakek meminta Pan Yue untuk membaca cerita sendiri karena dia harus melakukan sesuatu. Jika Gao Jie sudah pulang, Gao Jie yang akan membacakan. Pan Yue mengangguk setuju.
Saat Pan Yue sedang membaca cerita seorang diri, terlihat dari jendela kamarnya, Gao Hai yang melintas.

Gao Hai memberanikan diri untuk menekan bel, tapi saat dia hendak menekannya, dia malah jadi mengurungkan niatnya dan berbalik pergi. 


Saat itu, dia bertabrakan dengan Gao Jie yang baru pulang. Melihat Gao Jie, membuat Gao Hai teringat saat dia meninggalkan Gao Jie yang saat itu masih berusia 2 tahun.
“Paman, apa kau baik-baik saja?” tanya Gao Jie.
“Ah… aku… aku baik-baik saja,” jawab Gao Hai. “Kami tinggal di dekat sini kan? Apakah kamu tahu pemilik Toko Perhiasan Pan?”
“Kau pasti mau tanya tentang kakekku. Ada apa?” tanya Gao Jie balik.
Dan itu semakin membuat Gao Hai yakin kalau wanita yang berdiri di depannya ini adalah putrinya, Gao Jie. Dan setelah itu, Gao Hai langsung pamit pergi dengan alasan sudah terlalu malam.
--
Gao Jie sudah berganti baju. Dia duduk di meja kerjanya dan melihat gelang Yu Zhi. Dan dengan wajah tersenyum, dia mulai memperbaiki gelang Yu Zhi.
Saat itu, Pan Yue mengiggau dan memanggil Gao Jie. Gao Jie langsung mendekat dan menyelimuti ibunya. Dia berbisik menyuruh ibunya untuk tidak takut, dia akan menjadi putri yang bisa di andalkan ibunya dan menjadi anak pemberani.
“Hanya terkadang, aku ingin ada seseorang yang bisa melindungiku. Berada di sebelahnya membuatku merasa aman. Mungkin, dia berbeda (Yu Zhi).”
--
Gao Hai pulang ke rumah, dan Ny. Wu menyambutnya. Dia berkata kalau dia tadi sedang membersihkan barang-barang, dan menemukan album foto lama mereka. Jadi, dia mengajak Gao Hai untuk ikut melihat album itu. Dia menunjukkan semua foto Gao Hui semasa kecil. Tidak hanya itu, Ny. Wu berkata kalau Gao Hui adalah putri mereka yang berharga, dan jika ada seseorang yang berani menganggu Gao Hui, dia akan melawan mereka dengan hidupnya. Gao Hai merasa kalau bicara Ny. Wu terlalu berlebihan.
“Sayang, aku tahu kamu akan selalu berada di sisiku. Dengan kau di sini, aku merasa lega. Kamu dan Hui Hui adalah seluruh hidupku,” tegas Ny. Wu.
Dan Gao Hai terlihat tidak nyaman mendengarnya.
--
Esok pagi,
Yu Yi datang ke apartemen Yu Zhi dengan muka penuh amarah. Yu Zhi sudah tahu apa yang membuat marah Yu Yi, sehingga dia diam saja dan bersikap biasa-biasa saja. Dan Yu Zhi langsung menceramahi Yu Zhi yang sudah membuat Gao Hui marah. Dan tidak hanya itu, Yu Zhi juga memberitahu kalau Mu Zi Yun telah meminta nenek untuk berinvestasi modal kerja untuk emas masa depan. Mendengar hal itu, Yu Zhi jelas kesal karena itu akan terkena pada rencana reformasi Rui Hua yang mereka rencanakan.
“Jika kita tidak bisa membuat Cilian bekerja dengan kita, maka kita tidak bisa membuat grup Inlay kita lebih besar. Kita mungkin bahkan tidak akan memiliki kesempatan untuk bersaing dengan mereka secara langsung. Kita akan kehilangan semua yang kita miliki,” jelas Yu Yi. “Yu Zhi, apa dan siapa yang begitu pentingnya bagimu hingga kau mengabaikan Gao Hui?”
“Seseorang yang sama pentingnya dengan hidupku,” jawab Yu Zhi.
“Gadis itu?” tanya Yu Yi, dan Yu Zhi mengangguk. “Yu Zhi, kamu telah melihat semua jenis gadis. Apa yang membuatmu tiba-tiba jatuh cinta?”
“Jadi itu sebabnya dia sama pentingnya dengan hidupku.”
Yu Yi mendesah keras. Jika Yu Zhi seperti ini, bagaimana mereka bisa membuat Ny. Wu bekerja sama dengan mereka, jika mereka tidak bisa mendapatkan Gao Hui di pihak mereka. Yu Zhi merasa kalau Yu Yi terlalu impulsif dan karena itu dia menyuruh Yu Zhi untuk lebih logis.
“Aku mengerti. Aku tidak akan pernah merusak bisnis untuk urusan pribadiku. Dan aku tidak akan mengkhianatimu. Serahkan masalah Gao Hui padaku. Jangan khawatir,” tenangkan Yu Zhi.
--
Gao Jie menunjukkan pada Si Cheng desain perhiasan untuk Kompetisi yang telah di buatnya. Dan Si Cheng menghela nafas panjang. Gao Jie langsung cemas, apakah desainnya kurang bagus? Si Cheng menjelaskan kalau lomba ini berbeda dengan perlombaan di kantor, karena kali ini Kompetisi menitiberatkan pada pemahaman desainer tentang pekerjaan. Selain desain, lomba juga meminta perancang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan team dalam batas waktu tertentu.
“Dengan kata lain, desain, kerajinan dan kelengkapannya sama pentingnya,” jelas Si Cheng.
“Inspirasi desainku berasal dari burung biru yang legendaris. Seluruh burung harus memiliki berlian yang bertatahkan padanya. Ini adalah tantangan besar dalam hal kelengkapan.”
“Tetapi, pengaturan waktu yang terpenting,” jelas Si Cheng. Karena jika desain Gao Jie demikian, maka sulit menyelesaikan desain itu menjadi real dalam waktu singkat.
--
Gao Hui juga menunjukkan desainnya pada Ny. Wu untuk di nilai.
“Dalam waktu singkat, kau perlu memimpin tim untuk membuat model, mengukir dan melengkapi tatahan terakhir. Itu bahkan bukan hal yang mudah untuk di lakukan bagi seorang desainer yang tahu banyak tentang produksi,” jelas Ny. Wu.
Tapi, Gao Hui tetap ingin mempertahankan desainnya. Dia yakin kalau dia akan mampu menang dengan desain tersebut dan menunjukkan kemampuannya. Ny. Wu memuji rasa percaya dirinya. Dan karena itu, dia juga sudah mengundang team produksi terbaik dari Eropa untuk membantu Gao Hui dalam perlombaan. Gao Hui sangat senang mendengarnya dan berterimakasih.
“Tapi, hal yang paling membuatku khawatir, bukan pekerjaan yang tidak selesai. Tapi, batu permatanya,” ujar Gao Hui.
“Batu?”
“Pesaing lain juga menghadapi tantangan waktu yang sama. Jadi, mereka mungkin akan meninggalkan kesan desain yang rumit dan menggunakan batu mulia sebagai tambahannya. Aku tidak bisa kalah karena itu. Tapi, sampai sekarang, sponsor batu Cilian belum menawarkan batu yang ku sukai.”
Pas saat itu, pintu bel rumah berbunyi. Dan Gao Hui langsung keluar untuk membuka pintu. Yang datang ternyata adalah Yu Zhi, dan Gao Hui langsung menyambutnya dengan dingin. Yu Zhi mengajak Gao Hui untuk minum the bersama, tapi Gao Hui menolak karena tidak mau mengganggu waktu Yu Zhi yang pasti sangat ‘sibuk’. Jelas, dia menyindir.
Dengan tegas, dia berkata kalau waktunya juga berharga. Jadi, dia tidak mau menerima ajakan Yu Zhi.
“Aku tahu kau tidak akan menerima permintaan maaf sederhana untuk apa yang terjadi kemarin. Karena aku telah menghabiskan waktu berhargamu, aku menyiapkan hadiah untuk menebusnya untukmu. Untuk menunjukkan ketulusanku.”
Gao Hui tersenyum senang mendengarnya, tapi berpura-pura jual mahal. “Jika kau ingin menebusnya dengan waktumu, aku kira tidak perlu. Aku rasa itu hanya akan membuang waktu kita saja.”
“Karunia ini memang membuang-buang waktu dan banyak upayaku. Kau akan tahu ketika melihatnya,” ujar Yu Zhi dan memberikan Gao Hui sebuah kotak.
Melihat isi dalam kotak itu, membuat wajah Gao Hui sumringah. “Kau mencarinya untukku?” tanyanya bahagia.
“Ini permintaan maaf dariku. Semoga kau bisa menang dalam kompetisi.”
Senyum Gao Hui semakin lebar. “Ini adalah hal yang bagus, tapi kata-katamu membutuhkan interpretasi. tn. Yu memberiku hadiah besar, bukan hanya untuk permintaan maaf dan hadiah kan? Kau pasti berharap, Cilian, mulai bekerja denganmu.”
“Kau sangat pintar, Nn. Gao. Aku tidak pernah merubah pikiranku mengenai keinginanku untuk bekerja sama dengan Cilian.”
“Aku harus mengatakan bahwa hadiah ini sepadan. Aku perlu seseorang untuk mempersiapkan kompetisi. Aku tidak tahu apakah tn. Yu memiliki seseorang yang cocok.”
“Tampaknya, aku harus merekomendasikan diri.”
Senyum Gao Hui semakin lebar, karena memang itulah tujuannya. Agar Yu Zhi membantunya, memihaknya.
-Bersambung-

No comments:

Post a Comment