Wednesday, May 1, 2019

Sinopsis Chinese Drama : IN YOUTH Episode 01-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : IN YOUTH Episode 01-2
Images by : Dragon TV



Wei Cong curhat kepada ketiga temannya mengenai permintaan pacarnya itu. Ketiga temannya itu jelas bingung. Wei Cong itu anak tunggal dan sangat di manja. Jadi orang tuanya juga sangat memperhatikan siapa saja pacar Wei Cong. Apalagi kali ini, pacar Wei Cong yang malah meminta Wei Cong menikahinya, dan mereka bertiga dapat menduga akan bagaimana reaksi orang tua Wei Cong.
“Apa yang harus ku lakukan? Aku sangat cemas sekarang karena tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku masih bingung. Dia bilang kalau itu adalah satu-satunya permintaan ibunya. Ibunya berharap agar putrinya dapat hidup bahagia selamanya. Tapi… kebahagiannya kan tidak harus di bangun dengan harta orang tuaku.”
“Dia itu wanita. Masa muda-nya akan di habiskannya denganmu. Jika kau tidak bisa memuaskan kebutuhannya, maka dia pasti tidak akan berniat menikahimu,” ujar Xuan Li.
“Xuanli, aku tidak setuju denganmu. Bukankah kau juga mengenal baik Weicong, dia itu sangat baik dengan pacarnya. Setengah dari hartanya, dia tidak akan peduli. Dia bahkan bisa memberikan semuanya. Iya kan Wei Cong?” ujar Yang Yang.
Weicong jelas kesal karena dia mengira Xuanli dan Yangyang akan membantunya, eh ternyata malah mengejeknya.
“Berhenti seperti itu. Apapun yang kita katakan hanya akan merusak reputasinya,” ujar Shuchen. “Jangankan setenghar harta, kalau pacarnya menginginkan ginjalmu, kau harus memberikannya juga.” Pfff, ternyata Shuchen ikut mengejeknya. 
Weicong benar-benar kesal karena teman-temannya mempermainkannya.
Pada akhirnya, acara pertemuan mereka berakhir tanpa solusi untuk Weicong. Xuanli pulang dengan Yangyang. Dan tinggallah Shuchen berdua dengan Weicong.
“Kau tidak perlu cemas. Nantinya juga entah ibumu atau ibunya akan berkompromi. Kuncinya sekarang adalah siapa yang bisa di rayu.”
“Aku tetap cemas. Aku takut ibuku akan marah.”
“Kalau itu, aku tidak bisa membantu sama sekali. Jagalah dirimu.”
--
Xuanli pulang dengan Yangyang dan dia menggerutu karena mengira Yangyang tadi akan mengantarnya pulang dengan taksi, ternyata malah naik bus. Yangyang balas menjawab kalau malam seperti ini, bus kosong dan rasanya sama saja seperti naik taksi. Xuanli tersenyum kecil mendengar penjelasan Yangyang.
--

Esok hari,
Shuchen meminta Yueying untuk membuat proposal lain Beer Festival. Yueying jelas bingung karena itu kan proyek team 2, dan sudah ada peraturan kalau mereka tidak boleh ikut campur proyek team lain selama tahap awal.
“Dia (Weicong) sekarang ada masalah. Kau buat saja dulu.”
“Oh, aku mengerti. Aku akan mengerjakannya.”
--

Weicong menemui kedua orangtuanya. Tapi, dia kesulitan untuk menjelaskan mengenai permintaan pacarnya, karena setiap kali dia hendak mengatakannya, ibu selalu memotong ucapannya. Ibu malah memberikan Weicong game terbaru yang dia minta belikan sama sepupu Weicong saat sepupunya ke Hongkong. Ibu juga mengira kalau Weicong kekurangan uang, jadi dia memberikan uang untuk Weicong. Akhirnya, Weicong jadi tidak bisa mengatakan hal yang harus di katakannya.
--


Shuchen pergi ke pantry untuk mengambil minum. Dan dia melihat Ziyu yang berdiri di depan dispenser yang telah kosong. Dia mengira kalau Ziyu kesulitan karena mau minum tapi air telah habis. Jadi, Shuchen menawarkan diri untuk membantu Ziyu menukar air gallon. Tidak di sangka, Shuchen malah kesulitan dan malah Ziyu yang harus membantunya. Ziyu sangat kuat hingga bisa mengangkat gallon hanya dengan satu tangan.
“Dir. Fan, aku bisa mengerti kalau kau lemah karena kau adalah pekerja berkerah putih. Untuk pekerjaan berat seperti ini (mengganti air gallon), kau lebih baik membiarkan orang lain yang melakukannya,” ujar Ziyu dan berjalan pergi.
“Aku tidak lemah,” gumam Shuchen malu sambil menatap Ziyu yang pergi.
--
Esok hari,
Kesibukan kantor di mulai seperti biasa. Shuchen menemui team-nya, dan bertanya apa semuanya sudah siap? Kalau sudah, mari ikut dengannya untuk rapat. Dan mereka semua pergi ke lokasi.

Shuchen tiba di lokasi dan lokasi Beer Festival masih sangat berantakan. Pekerja yang sedang mengatur tempat di sana, menghampiri Shuchen dan melapor kalau lokasi acara telah berubah dari tahun lalu. Sebelumnya lokasi berada di sisi timur, dan sekarang di ganti ke sisi barat. Dan mereka juga tidak bisa bekerja dengan peralatan lama.
“Dimana dir. Shi?” tanya Shuchen.
“Di sana. Dia hanya seorang wanita dan tidak tahu apapun,” gerutu pekerja untuk dan menunjuk ke arah Ziyu.
Para pekerja itu sudah salah paham, mengira kalau Ziyu adalah dir. Shi Weicong yang bertanggung jawab atas acara ini. Ziyu sedang sibuk membereskan kabel dan dia terus saja berteriak karena takut kesetrum. Shuchen menghampirinya dan bertanya, dimana Weicong dan Zhengqi?
“Aku tidak bisa menghubungi dir. Shi,” jawab Ziyu. “Dan boss meminta Zhengqi untuk kembali ke perusahaan untuk melaporkan proyek lain. Mereka memintaku untuk datang kemari dan mengikuti prosedur lama.”

Shuchen langsung menelpon Weicong, tapi tidak di angkat. Weicong meninggalkan ponselnya di meja kerjanya, dan dia entah ada dimana.
Karena itu, Shuchen menyuruh Ziyu untuk kembali ke kantor saja dulu. Ziyu menolak karena Zhengqi menyuruhnya datang kemari dan memeriksa lokasi acara.
“Kau tidak lihat, hah? Kau tidak akan bisa menyelesaikan ini.”
“Tapi ini adalah tugas team kami.”
“Kau hanya karyawan baru. Kau tidak seharusnya kemari!” marah Shuchen. “Beritahu Zhengqi, aku yang akan mengambil alih Beer Festival.”
Dan tambah menunggu jawaban dari Ziyu, Shuchen langsung menelpon Yueying dan memberitahu kalau dia ada di lokasi Beer Festival. Dan Yueying tinggalkan saja kerjaannya sekarang ke He Wei dulu, dan cepat buat proposal Beer Festival.
Ziyu terus menatap Shuchen dan bingung harus bagaimana.
--
Weicong ternyata membawa pacarnya menemui orangtuanya. Dan ibunya dengan dingin berkata kalau dia sekarang sangat bingung, wanita itu mau menikahi Weicong atau rumahnya?
“Paman, tante. Aku datang kemari hari ini karena aku ingin jujur pada kalian. Aku takut kalau kalian akan mengira aku adalah wanita matre. Aku ini, benar-benar ingin menikahi Weicong. Aku sudah memikirkannya baik-baik, aku akan langsung hamil dan melahirkan anak untuk Weicong begitu kami resmi menikah. Aku akan menyusui anakku dengan ASi. Aku tidak akan menolak melakukannya dengan alasan ingin diet. Weicong dan anak kami akan menjadi prioritas utama kami. Aku juga akan membantu pekerjaan rumah dan menjadi istri yang baik.”
“Sebenarnya, putra ku masihlah muda. Dia tidak perlu terburu-buru menikah. Kita bisa mendiskusikannya nanti. Demi kebahagiaan mu, aku yakin kalau ibumu pasti akan merubah keputusannya,” balas Ibu Weicong.
Pacar Weicong jadi kehilangan kata-kata, dan menyenggol kaki Weicong sedikit sambil berbisik meminta agar Weicong ikut bicara membantunya.
Dan Weicong bukannya membantu, malah pamit untuk berangkat kerja dan akan membicarakan hal ini di lain waktu lagi. Dia juga langsung menarik pacarnya agar ikut keluar.
Setelah kedua orang itu keluar, ayah Weicong memberi jempol pada istrinya karena telah pandai bicara tadi, menolak wanita itu.
Diluar, Weicong menyuruh pacarnya untuk pulang terlebih dahulu dan dia akan membujuk ibunya nanti. Tapi, Weicong malah di tampar.
“Shi Weicong. Jika aku tidak datang kemari hari ini, kau akan terus menyembunyikan hubungan kita. Ku peringati kau, jika kau tidak bisa memuaskan keinginanku, aku tidak akan menikahimu.”
“Tiantiang.”
“Kau selalu saja bersikap perlente. Baik. Bergantung saja pada orang lain seumur hidupmu!” marah Tiantian.
--
Shuchen tampak sangat marah dengan masalah Beer Festival ini. Dia menelpon sambil mengemudikan mobilnya, berkata kalau dia akan segera kembali ke kantor dan akan membicarkan hal ini. Dia juga menyuruh semua orang untuk menunggunya di ruang rapat. Semuanya harus hadir!
Saat itu, dia melihat Ziyu yang berjalan dengan terseok-seok karena membawa banyak barang. Karena itu, Shuchen menawarkan tumpangan padanya. Toh, tujuan mereka sama-sama kembali ke kantor.
“Hanya kau di sana, dimana yang lain?” tanya Shuchen.
“Mereka sibuk. Acara Beer Festival ini, sudah sering mereka tangani. Jadi, mereka menyuruhku untuk mempelajarinya dan datang kemari.”
“Acara lokasi ini telah di ubah dari sisi timur ke barat. Dan semua peralatan yang di gunakan sudah terlalu lama. Apa kau terkejut? Ini kali pertamamu datang ke lokasi, bukankah kau merasa fresh dan bersemangat?”
“Ya. Aku sadar kalau aku adalah karyawan baru. Dan aku akan belajar dari pengalaman ini. Aku pasti akan bekerja keras mulai dari sekarang. Dengan begitu, aku dapat mengatasi masalah ini sendiri tanpa bantuan orang lain.”
“Kau akan benar-benar mengerti apa itu pekerjaan PR ketika rasa penasaran dan kesabaranmu telah habis.”
Ziyu hanya diam dan tidak mengatakan apapun lagi.
--
Yangyang menghadap editor-nya dan meminta reimbursement biaya-nya secepatnya karena dia membutuhkannya untuk membayar lukisan itu. Editor sebelum menyetujui, menceramahi Yangyang untuk tidak bersikap ceroboh lain kali dan meminta persetujuannya terlebih dahulu sebelum melakukan apapun. Yangyang mengerti dan mengiyakan.
“Editor, tolong setujui dulu reimbursement-nya. Temanku yang membantuku membayarkan luksisan itu, jadi aku harus segera mengganti uangnya.”
Editor segera menandatangani form pemintaan reimburse tersebut, “Temanmu itu, sangat baik padamu. Ini jumlah yang sangat besar, tapi dia mau membayarkannya terlebih dahulu.”
“Kami teman lama.”
“Pantas saja. Hargai persahabatanmu itu. Jangan merusak persahabatanmu hanya karena masalah sepele,” nasihat Editor.
Setelah bisa mengambil biaya reimburse, Yangyang langsung mengirimkan pesan suara pada Weicong kalau dia akan membayar lukisan itu sore ini. Dia juga menanyakan masalah permintaaan Tiantian itu, apa sudah selesai?
Weicong membalas lagi dengan pesan suara, menyuruh Yangyang agar tidak membahas masalah itu lagi.
Flashback
Ayah Weicong tidak setuju menambahkan nama Tiantian di sertifikat rumahnya. Kalau mereka melakukan itu, sama saja rumahnya akan menjadi rumah Tiantian.
Ibu Weicong juga setuju dengan suaminya. Lebih baik Weicong tidak menikahi wanita seperti Tiantian. Dia bisa mencarikan orang yang lebih baik untuk Weicong.
End
Weicong benar-benar pusing memikirkannya.
Saat masuk ke dalam ruang kerjanya, dia mendengar pembicaraan pekerjanya dengan Yueying. Yueying memberitahu kalau Shuchen sangat marah sekarang ini. Shuchen ke lokasi Beer Festival tadi dan ternyata ada masalah.
Weicong yang mendengar proyek nya di sebut-sebut, menghampiri Yueying. Dia melihat proposal yang Yueying pegang adalah proposal mengenai proyek Beer Festival.
“Bukankah ini proyekku?” tanya Weicong.

Saat itu, Zhengqing datang dan bertanya ada masalah apa? Weicong langsung memarahinya karena tidak mengurus proyek ini dengan benar. Zhengqi berusaha menjelaskan kalau tadi dia pergi menemui Manager Yu. Tapi, Weicong semakin marah karena mengira kalau Zhengqing hanya mencari-cari alasan.
“Dir. Shi, apakah Dir. Fang belum memberitahu…”
“Jangan alihkan aku dengan dir. Fang. Aku yang bertanggung jawab atas proyek Beer Festival ini setiap tahunnya!”
Zhengqi langsung meminta agar mereka membicarakan masalah ini di ruangan Weicong saja. Weicong menurut dan pergi ke ruangannya dengan emosi.


Shuchen tiba di kantor dengan membantu membawakan barang-barang Ziyu. Dan begitu tiba di departemennya, dia langsung membanting barang yang di bawanya ke lantai, dan menarik perhatian semua pekerjanya. Shuchen berteriak agar proposal Beer Festival segera di serahkan padanya.
Ziyu sampai terkejut melihat kemarahan Shuchen.
BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment