Thursday, May 16, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 04-1

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 04-1
Images by : Hunan TV
Gao Jie sedang sibuk membuat desainnya, dan Si Cheng yang kebetulan lewat menjadi penasaran dan meminta izin untuk melihat karya desain Gao Jie. Gao Jie membuat desain berbentuk buru dengan dominasi warna biru. Si Cheng langsung menyuruh Gao Jie untuk menjelaskan arti desain tersebut.
“Terakhir kali, aku tidak memahami persyaratan proposisi dengan baik. Kali ini, aku memilih gembong untuk inspirasi desain. Itu singkatan dari menenangkan badai dan membawa kedamaian. Dan membawa harapan kepada orang yang kita cintai. Di batu-batu hiasan, aku menambahkan berlian dan permata berwarna. Tampilkan bulu burng pekakak dengan pemasangan mikro. Dir. Shi, bagaimana pendapat Anda?”
“Sangat bagus. Ini bahkan lebih baik daripada yang ku bayangkan,” puji Si Cheng. “Sayangnya, kompetisi sudah berakhir. Tapi, aku percaya dengan bakat yang kau miliki, kau akan menemukan lebih banyak peluang di masa depan.”
Gao Jie tersenyum mendengarnya.
--

Malam perayaan Musim Gugur Pertengahan (Perayaan Kue Bulan),
Yu Zhi akhirnya kembali ke rumah untuk makan malam bersama. Zi Yun menyambutnya dengan ramah, tapi Yu Zhi terus saja bersikap dingin. Makan malam ini di hadiri oleh Nenek, Yu Zhi, Yu Yi dan Zi Yun. Saat hendak duduk di meja makan, Yu Zhi baru menyadari kalau tidak ada foto ibunya terpajang di meja di samping tangga. Dia segera bertanya dimana foto ibunya?

Semua diam. Yu Zhi marah karna dia pergi selama 2 tahun, dan foto-foto ibunya sudah di singkirkan, dan dia jelas menuduh Zi Yun. Nenek menyuruh Yu Zhi untuk tidak membuat masalah, dialah yang menyimpan foto ibu Yu Zhi, ada di dalam laci meja. Yu Zhi segera mengeluarkan foto ibunya, mengusapnya dan memajangnya kembali di atas meja.  
Suasana sangat tegang. Apalagi, Yu Zhi berkata dengan yakin kalau dia tahu siapa sebenarnya yang menyimpan foto ibunya (nyindir Zi Yun). Nenek berkata dengan keras kalau tidak penting siapa yang menyimpan foto tersebut, yang paling penting adalah berjalan keluar dari masa lalu. Tidak ada yang melupakan ibu Yu Zhi selama ini.
Yu Zhi kembali ke meja makan dengan kesal, tapi dia berusaha menyembunyikannya. Dan dia terus saja bicara dengan memanggil Zi Yun, GM Mu. Zi Yun berusaha sabar dan bicara dengan lembut. Nenek juga menegur Yu Zhi yang memanggil Zi Yu dengan sebutan GM Mu, padahal dulu Yu Zhi memanggil dengan sebutan ‘bibi’. 
Tapi, Yu Zhi terus saja bersikeras memanggil dengan sebutan GM. Zi Yun juga tampaknya kesal. Yu Yi juga sampai menepuk pundak Yu Zhi agar diam dan tidak terus memancing masalah. Nenek juga menasehati Yu Zhi dengan baik-baik agar mau memanggil Zi Yun dengan sebutan ‘bibi.’
Saat itu, ayahnya, Guang Hua, pulang dalam keadaan mabuk. Nenek yang melihat kelakuannya langsung berteriak marah. Yu Yi berusaha mencairkan suasana dengan berkata untuk memulai makan malam karena semua anggota keluarga sudah lengkap. Tapi, tentu saja suasana makan malam itu tidak harmonis.  
--

Makan malam sudah usai, dan Yu Zhi masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat fotonya bersama ibunya.
Flashback
Ibunya dan Guang Hua bertengkar hebat, karena Guang Hua berselingkuh. Tapi, Guang Hua membuat alasan kalau dia hanya bersosialisasi. Saat itu, Zi Yun datang untuk mengantarkan dokumen Guang Hua yang tertinggal di dalam mobilnya.
Guang Hua langsung tersenyum ramah pada Zi Yun. Dan ibunya sangat marah karena mereka bersikpa begitu di depannya. Dan ternyata, Yu Zhi melihat semua itu dari tangga.
“Sebenarnya, alasan aku memiliki posisi yang lebih tinggi daripada Anda di tempat kerja, itu karena aku bekerja keras. Dan mengenai Guang Hua, dia lah yang ingin bersamaku dengan berani, tidak ada hubungannya denganku. Jika kau benar-benar memiliki kekuatan, kendalikan suamimu dengan lebih baik. Jika tidak, setidaknya kau harus mengendalikan mulutmu,” ujar Zi Yun.

Ibu Yu Zhi marah mendengarnya dan langsung melemparkan vas yang ada di sana ke arah mereka berdua. Guang Hua langsung menarik Zi Yun menjauh dari lemparan vas itu. dan kemudian, dia berteriak kalau dari awal dia kan sudah bilang tidak menyukainya! Tapi dia malah menangis, memohon, dan mengancam dan bahkan menggunakan ibunya untuk memaksa menikahinya.
Yu Zhi yang mendengar pertengkaran kedua orang tuanya, hanya bisa meringkuk takut di atas tangga.


Tidak berapa lama, saat dia turun dari tangga, dia melihat tangan ibunya yang sudah terkulai tidak bertenaga dan ada botol obat di sampingnya. Sepertinya, ibunya bunuh diri.
End
Mengingat hal itu, tentu saja membuat Yu Zhi tidak bisa memaafkan Zi Yun.
Yu Yi masuk ke dalam kamar, dan meminta Yu Zhi untuk lebih menjaga sikap. Yu Zhi tentu saja merasa itu hal yang berat. Yu Yi berusaha menjelaskan kalau posisi Nenek juga berat untuk memihak siapa karena bagaimanapun Mu Zi Yun memiliki posisi yang kuat di Rui Hua.
 “Jadi jika kita ingin mereformasi Rui Hua, membawa darah segar, suasana baru, itu tidak akan mudah. Kita harus bekerja keras,” ujar Yu Yi. “Coba renungkan permintaan nenek. Panggil saja dia ‘bibi’ jika dia menginginkannya. Jika tidak , kau hanya mendorong nenek semakin memihak Mu Zi Yun.”
Yu Zhi hanya diam, karena itu hal yang berat baginya.
--
Guang Hua masuk ke dalam kamar dan meminta Zi Yun memberikannya lima puluh ribu dollar karena dia harus ke Makau untuk urusan bisnis. Zi Yun tidak mau, dan berkata tidak punya uang. Guang Hua menyuruhnya untuk tidak berpura-pura, Zi Yun mungkin bisa menipu ibunya, tapi tidak bisa dengannya. 
Zi Yun juga tidak percaya kalau Guang Hua ke Makau untuk urusan bisnis. Guang Hua tidak tahu malu berkata kalau dia kan hanya menghabiskan uangnya sendiri. Apa meminta sedikit uang sudah membuat Zi Yun kesal? Zi Yun langsung meminta Guang Hua untuk tidak bersikap keterlaluan.
“Keterlaluan? Apakah sejauh kau menuduh anakku? Apakah sejauh yang kau lakukan, membuat semua batu mirah yang telah di beli perusahaan? Ibuku sangat marah sehingga dia mengirim Zhi keluar negeri ke sekolah asrama. Tanpa ada duri di sisimu, kau sangat bahagia. Anakku tidak mengenaliku sebagai ayahnya. Baik, ketika aku menikahimu, kau lebih seperti sekretaris daripada seorang istri.”
“Apapun yang aku lakukan saat itu, aku hanya menakuti dia. Memberinya pelajaran. Membuat dia mengerti bahwa dia tidak bisa terus menentangku. Tapi kau, sebagai seorang ayah, untuk membayar hutang, menjual beberapa batu mirah secara diam-diam. Kau hampir mematahkan rantai modal perusahaan pada tahun itu. Itu membuat kami terpaksa menjual saham ke Zhou Weixian. Itu membuat masalah besar. Sekarang, kau akan menceritakan semua itu pada Yu Zhi? Baik. lalu ceritakan seluruh cerita nya juga pada ibumu. Lihat, apakah ibumu bisa memaafkanmu.”
“Kau dan aku sekarang dua belalang di tali yang sama. Jika ada kesalahan, orang tidak akan membedakan kesalahan dengan jelas, kita akan menanggungnya bersama,” ujar Guang Hua.
Zi Yun benar-benar tidak suka padanya. Apalagi, Guang Hua tanpa permisi mengambil dompetnya. Dan dengan terpaksa, Zi Yun akhirnya memberikan kartunya. Guang Hua mengambil kartu itu sembari mengingatkan Zi Yun bahwa setiap sen yang Zi Yun miliki itu adalah milik Rui Hua. Dan juga, Zi Yun tidak bisa melahirkan anak, jadi uang itu pasti akhirnya akan kembali ke putra-nya. Usai mengatakan hal itu, Guang Hua pergi dari sana.
Zi Yun sangat kesal. Dan dia tiba-tiba menelpon bawahannya. Dia memberi instruksi kalau toko di North Street tidak perlu di perbarui dan langsung tutup saja. Bawahannya khawatir, karena Yu Zhi sudah kembali dan itu toko tempat ibu Yu Zhi dulu bekerja, jika mereka menutupnya, takutnya terjadi masalah. Tapi, Zi Yun tidak mau mendengarkan dan menyuruh untuk mendengarkan perintahnya saja.
--

Esok hari,
Rapat para petinggi atasan Fansi. Dan dir. Zhou berkata dalam rapat kalau Kompetisi Desain Kreatif tahun ini, sudah di konfirmasi sebagai desain ruby berbentuk hati, dan karena itu, dia merekomendasikan untuk memakan batu ruby yang dia dapatkan di Thailand untuk di berikan pada Wendy yang berpartisipasi dalam lomba.
“David (nama inggris Dir. Zhou), kau tampaknya lebih percaya diri terhadap Wendy He untuk memasuki kompetisi daripada atasannya,” komentar Ketua.
“Kami dari Dept. Operation selalu mendukung pekerjaan Dept. Desain,” alasannya.
Dan Ketua membahas kalau dalam penilaian, dia melihat Dir. Zhou memberikan nilai yang sangat tinggi untuk desain Wendy. Apa Dir. Zhou bisa menjamin kalau desain Wendy adalah yang terbaik dari seluruh perusahaan? Dir. Zhou gugup dan membuat berbagai alasan kalau skor itu bukan dia sendiri yang nilai tapi juga dari semua atasan yang hadir dalam rapat ini. Dan menurut semuanya, desain Wendy adalah yang terbaik.
Ketua tersenyum kecil dan mulai mengeluarkan desain dari amplop yang dibawanya dan menyuruh semuanya untuk melihatnya. Ketua memuji konsep desain tersebut, dan dia sangat menyukainya. Dan dia merasa sayang karena desainer tersebut di tolak untuk ikut dalam kompetisi.
Flashback
Si Cheng menemui Ketua dan menunjukkan desain terbaik bulan lalu perusahaan mereka. Dan saat melihat desain tersebut, Ketua sangat tertarik dengan desain bergambar burung dengan dominasi warna biru. Si Cheng segera menjelaskan kalau itu adalah desain karya Gao Jie.
Ketua heran, karena perusahaan mereka kan menerapkan sistem kompetisi. Dan semua desain yang masuk tidak memuaskan, tapi kenapa desain yang bagus seperti ini tidak masuk kepadanya? Si Cheng mulai menjelaskan kalau desain Jocelyn ini ada setelah penilain waktu itu usai.
Ketua tetap merasa kalau desain Gao Jie sangat bagus, dan jangan hanya karena prosedur perusahaan, desain tersebut jadi di abaikan.
End
Dan Ketua dengan tegas berkata kalau dia berharap semuanya bisa lebih teliti dan profesional lagi dalam memilih desain. Jelas, dia menyindir Dir. Zhou. Dan Ketua juga sudah memutuskan kalau Jocelyn (Gao Jie) lah yang akan mewakili perusahaan mereka dalam Kompetisi Desain Kreatif tahun ini.
Si Cheng jelas puas, sementara dir. Zhou tampak sangat kesal sekaligus malu.
--
Salah satu rekan menghampiri Gao Jie dan berbisik mengucapkan selamat.  Wendy yang mendengarnya bisik-bisik, langsung menegurnya dan menyuruhnya bicara dengan keras.
“Para atasan baru saja memutuskan untuk membiarkan Gao Jie mewakili perusahaan kita,” beritahunya.
Semua jelas terkejut, termasuk Gao Jie. Sementara Wendy tampak marah.
Gao Jie langsung bertanya kebenarannya pada Si Cheng, dan Si Cheng membenarkan hal tersebut. Tapi, kenapa bisa tiba-tiba begitu? Si Cheng berkata kalau perusahaan telah membuat keputusan dengan adil.
Si Cheng hendak mengajak Gao Jie untuk makan malam bersama, tapi saat itu Gao Jie harus menerima telepon, jadi dia tidak bisa lanjut bicara dengan Si Cheng.

Yang menelpon adalah temannya, Pin Zhen. Pin Zhen panik dan memberitahu kalau dia ada masalah dan meminta tolong Gao Jie untuk datang membantunya.


No comments:

Post a Comment