Tuesday, May 7, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 15 – 2

0 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 15 – 2
Images by : SET TV , TTV, iQiyi

 Xiao Gang menemui Wen Wen, dan di sana juga ada Li Jian. Xiao Gang memberikan hasil putusan pengadilan terhadap ayah Wen Wen, dan Wen Wen sangat berterimakasih atas bantuan Xiao Gang padanya. Xiao Gang merendah, karena semua itu bukan hanya karenanya. Karena kasus Wen Wen yang tersebar di internet, jadi dia bisa membuat orang-orang tertarik pada kasus yang menimpa Wen Wen dan tante Li Hua, sehingga kasus kekerasan itu menjadi topik utama dan hasil persidangan juga cepat keluar.
Wen Wen tetap berterimakasih dan berkata akan memberitahukan hal ini pada Ke Ai juga. dan saat dia membuka ponselnya, dia malah melihat notifikasi headline berita mengenai Xiao Gang, seorang pengacara berhati hangat yang menjadi idaman semua wanita. Itu karena Xiao Gang membantu kasus kekerasan. Xiao Gang juga shock karena diriya malah jadi terkenal sekarang.
--
Ke Ai menemui Fang Jie dan membawa proposalnya mengenai perubahan yang harus di lakukan Single Noble.
“Maksudmu, kau berencana mengatur ulang range harga Single Noble?”
“Benar. Karena ada ingin mempromosikan brand ini, dan menempatkanku yang bertanggung jawab atas penjualan, aku jadi harus menilai semuanya. Aku ingin mencari penyebab dari masalah ini. Aku tidak bisa hanya mengikuti perintah dari atasan ataupun melemparkan semua masalah kepada mereka. Aku harus mencari tahu masalahnya dan memikirkan solusinya.”
“Bagus, Man. Chang. Aku punya pertanyaan untukmu. Apa masalahnya dengan range harga sekarang ini? Apa kau tidak tahu, kalau sebuah brand itu tidak di bentuk hanya dalam semalam. Saat itu, perusahaan kita sudah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan uang, tidak termasuk survey dan juga perencanaan demi brand ini.”
“Ya, itu yang di habiskan dulu. Tapi, itu tiga tahun yang lalu. Dan hasilnya sudah tidak sesuai untuk di terapkan di pasar sekarang ini.”
“Baik, karena kau sangat pandai berdebat, beritahu aku, berapa range harga yang sesuai?”
“Proposal ini di buat berdasarkan kondisi pasar sekarang ini, range harganya dan juga trend belanja dari brand lainnya dan dari pelanggan Hua Li. Aku merasa ada beberapa solusi. Pertama, kita menargetkan range budget. Kedua, kita menargetkan range harga premium.”
Fang Jie mengangguk mengerti, dan bergumam kalau itu adalah M-Form Theory. Dia mulai tertarik dan menyuruh Ke Ai untuk duduk dan menjelaskan rencananya. Ke Ai langsung bersemangat menjelaskan. Dia mempunyai banyak solusi yang akan mengurangi resiko dari Single Noble. Dia berencana kalau Single Noble akan bisa mengeluarkan beberapa series pakaian sesuai target untuk setiap pelanggan yang berbeda. Dimana series ini akan membuat para pelanggan menjadi lebih tertarik pada Single Noble. Untuk menunjukkan kalau Single Noble itu unik dan berbeda dari pada brand lainnya. Pokoknya, Ke Ai menjelaskannya panjang lebar.
Fang Jie benar-benar tertarik, dan setuju dengan rencana Ke Ai. Mereka bisa melaksanakannya. Yang penting, dia mengingatkan kalau Ke Ai harus mencapai target bulan ini, atau dia harus berhenti. Ke Ai memintanya untuk tidak khawatir.
--

Amy dan Ella sedang memasukkan harga baju Single Noble di website untuk pembelian online. Ella bertugas mendiktekan harga dan Amy yang mengetikan harga di website. Tapi, Amy tidak fokus dan terus saja menguap. Saat Daniel lewat, dia kebetulan melihat kalau baju yang harganya NTD 3999, malah di ketik NTD 39 oleh Amy. Dengan panik, Daniel langsung memberitahu sebelum Amy sempat memposting.
“Untunglah Daniel melihatnya, kalau tidak kita akan rugi besar,” ujar Wen Wen.
Tapi, Amy benar-benar tidak fokus, bukannya menekan tombol ‘delete’, dia malah menekan tombol ‘enter’ sehingga harga tersebut terposting di website. Semua jelas jadi panik.
--
Li Jian sedang bersama dengan Zi Hao, dan saat itu dia mendapat pesan. Li Jian langsung mengeluh karena selalu saja ada masalah setiap harinya. Dia memberitahu Zi Hao kalau dia mendapat laporan, tiga orang pekerja di Single Noble kembali membuat kesalahan. Mereka salah memasukkan harga di website online. Dan sekarang para wartawan mulai mencari mereka dan ingin bagian PR memberikan pernyataan.
Zi Hao menghela nafas panjang. “Li Jian, informasikan pada semuanya. Semua pesanan akan aku tanggung. Jadi, terima semua pesanan tersebut,” perintah Zi Hao. (Jadi, Zi Hao yang akan menutup atau membayarkan selisih harga tersebut).
--

Fang Jie pergi ke toko dan menanyakan mereka, berapa banyak pesanan yang di dapatkan (dari yang salah harga tersebut)? Fang Ru dan Fang Yu juga ada di sana.
“Pemesanan yang suskes di terima, lima,” jawab Daniel. “Dan yang masih harus menunggu pembaruan stock ada 128 pesanan.”
“Jadi, semua pesanannya adalah 133? Dan kerugian NTD 3960 untuk setiap order?”
“Ya.”
“Wow, itu kerugian yang sangat besar. Para pemegang saham harus tahu hal ini. Aku rasa kalau posisi GM akan segera di gantikan oleh putraku, Zi Jie,” komentar Fang Ru.
“Kita harus nya memecat mereka dari dulu (trio pekerja). Apa ada yang salah dengan otak kalian?” ejek Fang Yu.
“Memecat mereka? Aku harusnya menghadiahi mereka,” ujar Fang Jie. Dan semua terkejut serta bingung jadinya.

Fang Yu langsung berkata kalau sepertinya ada yang salah dengan otak Fang Jie. Fang Jie membalas kalau otak kedua adiknya lah yang bermasalah. Menurut Fang Jie, Daniel dkk telah membuat Single Noble menjadi topik utama berita dan membuka peluang lebih besar untuk Single Noble. Mereka baru saja kehilangan kerugian mencapai NTD 500.000, tapi mereka mendapat banyak keuntungan karena menjadi topik utama berita (kan Single Noble jadi semakin di kenal masyarakat dan pasti banyak juga yang jadi penasaran).
“Benar sekali,” gumam Daniel.
Fang Jie mendengar gumamannya itu, “Kau sengaja melakukannya?” tanyanya.
Flashback
Ella, Daniel dan Wen Wen kaget karena Amy telah salah memasukan harga baju dari NTD 3999, menjadi NTD 39. Tapi, Amy tampak tenang dan menjelaskan kalau dia sengaja melakukannya.
“Sesuatu baru saja terlintas di pikiranku. Jika kita memasukkan harga yang salah dan menjadi topik utama berita, kita bisa membuat Single Noble menjadi terkenal. Ini mungkin hal paling membanggakan di hidupku. Aku benar-benar ingin Single Noble bisa sukses,” jelas Amy.
“Dia benar, ini bisa menjadi salah satu aksi publisitas juga,” sadar Wen Wen.
“Tn. Yang dan Ke Ai sangat baik pada kita. Aku harap kalau rencana ini bisa membantu mereka. Aku rela bertaruh semuanya!” ujar Amy.
Dan Ella serta Daniel juga setuju. Mereka bersedia jika di suruh mengganti kerugiannya, dan berkata kalau mereka bisa menganggap ini sebagai investasi mereka untuk Single Noble.
End
“Rencana ini sebenarnya sedikit curang, tapi tetap ini adalah rencana yang bagus,” puji Fang Jie. Dia juga senang karena Zi Hao memiliki anak-anak buah yang berani mengambil resiko seperti Daniel dkk. Dan karena itu, dia akan memberikan hadiah untuk mereka.
Fang Ru dan Fang Yu masih tidak mengerti dengan jalan pikiran Fang Jie dan para pekerja Single Noble. Dengan kesal, Fang Ru mengajak Fang Yu untuk pergi saja dari sana. Fang Jie tertawa senang melihat adik-adiknya yang gagal menjatuhkannya lagi.

Fang Jie bicara lagi dengan Daniel dkk bahwa rencana mereka mungkin bagus, tapi kalau di lihat dari perspektif perusahaan, rencana itu tetap saja melanggar kebijakan. Jadi, mereka tetap harus menerima hukuman. Daniel dkk langsung lesu mendengar kalau mereka tetap harus menerima hukuman.
“Aku setuju dengan Ibu Ketua,” ujar Zi Hao yang datang ke Single Noble.
“Apa kami benar-benar akan di hukum?”
“Tapi, tadi Ibu Ketua sudah memohon padaku agar kalian di hadiahi. Jadi, kalian menerima hadiah dan hukuman, yang artinya jadi tidak menerima keduanya (impas gitu, ngerti kan?). Dan untuk kerugian online yang terjadi, semuanya akan di tanggung oleh perusahaan. Bagaimana?”

Daniel dkk jelas setuju dan bahkan berterimakasih pada Zi Hao. Li Jian segera memberi kode mata pada mereka agar berterimakasih juga pada Fang Jie. Daniel dkk untuk mengerti kodenya dan langsung mengucapkan terimakasih juga pada Fang Jie. Fang Jie tersenyum senang dan berkata kalau jangan pernah mengulangi rencana seperti itu lagi.
--

Zi Hao memerintahkan Li Jian untuk memberitahu semua departemen kalau ketentuan mengenai penjualan per unit area masih tetap berjalan. Target penjualan akan di atur sendiri oleh setiap toko. Dan mereka harus mengikuti semangat perusahaan. Jika gagal mencapai target, perusahaan tidak akan bersikap lunak sama sekali.
Dan juga, seperti moto Hua Li yang dapat di percaya, maka barang Single Noble yang sudah terpampang dan terjual (yang salah harga itu), maka tetap akan di antarkan kepada para pelanggan yang telah memesan. Mereka harus menyampaikan itu kepada para wartawan dan juga pemegang saham.
--

Li Jian masuk ke dalam ruang rapat, dan dia mendengar beberapa atasan yang sudah ada di sana, menggerutu kalau Zi Hao menghabiskan banyak uang hanya karena seorang gadis (Ke Ai). Dan mereka mulai meragukan kemampuan Zi Hao, apalagi Zi Hao kan masih muda, pasti tidak bisa apa-apa.
Tapi, namanya orang besar mulut ya, setelah melihat Li Jian yang notabene-nya adalah sekretaris Zi Hao, yang menggerutu tadi langsung diam.
“Jadi, apa penjelasanmu?” tanya para atasan itu.
“Perintah dari GM, sejak kalian sudah memasukkan surat resign, maka pemberhentian kalian akan segera di berlakukan,” beritahu Li Jian.
Semua kaget, kan mereka ngiranya masih akan di rayu untuk tetap di perusahaan, lah kok ternyata malah di setujui dengan mudahnya.
“Kontribusi Anda semua bagi perusahaan sangat di apresiasi oleh Tn. Yang. Jadi, bagi yang telah mencapai usia pensiun akan di berikan kompensasi pertama kali. Dan bagi yang belum, akan di non-aktikan dan mendapat tunjangan,” lanjut Li Jian. “Terimakasih banyak atas kontribusi Anda sekalian pada Hua Li dept. store.”
“Eh… eh… bagaimana dengan pekerjaan kami?” tanya semua cemas, masih berusaha agar dapat bertahan di Hua Li.
“Untuk masalah ini, kau menerima rasa terimakasih dari Tn. Yang. Karena kalian telah memberikan perusahaan kesempatan untuk menyambut para generasi baru. Posisi kalian akan di gantikan oleh yang berada di bawah kalian. Dan untuk yang tidak memenuhi standar, kami akan membuka rekrutmen. Apa masih ada pertanyaan? Jika tidak ada, maka terimakasih,” ujar Li Jian dan keluar dari ruangan.
Semua tambah panik, awalnya kan niat mereka mau memojokkan dan membuat Zi Hao melepaskan jabatan GM, makanya mereka ngajukan surat resign serentak. Tapi, ternyata, surat resign mereka di terima, dan artinya mereka jadi kehilangan pekerjaan mereka. (Senjata makan tuan!)
--
Berita mengenai Hua Li yang mencari karyawan baru dan akan memberikan tunjangan dan gaji yang bagus, dengan cepat tersiar di masyarakat. Bahkan mengenai Hua Li yang tetap mengirimkan pakaian salah harga kepada pelanggan yang telah memesan, membuat para pelanggan memuji Hua Li sebagai perusahaan yang terpercaya dan menepati janji. Dengan cepat, Hua Li dept. store menjadi terkenal. Apalagi, Single Noble memiliki banyak tema pakaian yang berbeda, dan juga acara untuk menunjukkan kalau setiap orang berbeda. Hal itu semakin menarik perhatian pengunjung.
Tidak butuh waktu lama bagi Single Noble dan Hua Li menjadi terkenal dan ramai!
--
Zi Hao sedang berada di rumah. Baru-baru ini kan Single Noble mengadakan acara dengan tema : Surat Cinta Hua Li, dan Ke Ai juga memberikan Zi Hao sebuah surat. Zi Hao jadi tidak sabaran untuk membuka surat itu dan membacanya, apalagi karena Ke Ai bilang kalau surat itu sudah di beri mantra, kalau di buka sebelum waktunya, kalimat di dalam surat itu akan menghilang. Zi Hao tidak percaya akan hal itu.
Dengan semangat, dia membuka surat itu dengan perlahan. Tapi, pas di buka, ternyata hanya ada kertas kosong. Tidak ada apapun.
“Eh? Kok bisa kosong? Apa karena aku membukanya sebelum waktunya? Atau Ke Ai memang tidak menulis apapun?” pikir Zi Hao. “Ah, dia mempermainkanku!”


Zi Hao segera mengirimkan pesan pada Ke Ai, protes karena Ke Ai mengirimkannya kertas kosong.
K.A : Bagaimana kau bisa tahu? Kau sudah membukanya?
Zi Hao kaget, dia tidak ingin kalau Ke Ai tahu dia sudah membuka surat itu.
Z.H : Aku tidak membukanya.
K.A : Lalu, bagaimana kau bisa tahu?
Z.H : Karena aku bisa melihat menembus semua benda. Jadi, tidak ada satupun kata di surat itu? Jangan mencoba membodohiku.
Ke Ai malas membahas dan berkata kalau dia mau tidur saja. Zi Hao jadi semakin kesal karena sudah di permainkan.
Ke AI membuka blognya dan mulai menulis lagi.
Menunggu membawakan harapan untuk segalanya. Itu membuat kita dapat bertahan lama untuk besok. Dan dengan perlahan, aku akan semakin dekat denganmu.
--
Esok hari,
Sekarang ini, Single Noble tidak pernah sepi lagi. Saat mall sudah tutup, Daniel dkk tidak sabar melihat hasil penjualan. Karena hari ini adalah hari terakhir untuk penilaian toko, apakah penjualan per unit arena tercapai atau tidak untuk Single Noble.

Mereka melihat hasilnya di tablet, dan entah kenapa malah ekspresinya kaget tidak percaya gitu. Bukan senang juga sih.
--
Zi Hao berdiri menatap gedung Hua Li. Ke Ai berjalan menghampirinya, dan Zi Hao bertanya hasilnya. Ke Ai menatapnya dengan ekspres sedih. 
“Kita sudah berusaha,” ujar Zi Hao.
“Aku akan bertanggung jawab. Aku akan berhenti,” ujar Ke Ai, menatap Zi Hao.
“Chang Ke Ai.”
“Ini yang kau janjikan ketika kau mengumumkan peraturan baru ini, kau harus memegang ucapanmu. Di samping itu, kita sudah sepakat, kita harus menerima hasilnya dengan berani. Kita harus bersiap untuk hasil terburuk dan terbaik. Ini janji kita pada diri kita. Kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita katakan dan ucapkan. Janji adalah janji.”
“Aku mengerti.”
“Kau adalah GM dari perusahaan. Kau harus menjadi contoh, tidak boleh membuat alasan apapun. Aku juga tidak akan mengizinkanmu begitu.”
Zi Hao berjalan cepat pada Ke Ai dan memeluknya dengan erat. Ke Ai balas memeluknya.

Saat sedang berpelukan itu, ponsel Zi Hao berbunyi tanda ada pesan masuk. Ke Ai menebak kalau itu mungkin SMS dari Ibu Zi Hao yang ingin memecatnya. Zi Hao membuka dan membaca psan yang masuk ke ponselnya itu, dan matanya langsung melebar.
“Chang Ke Ai, kau berhasil! kau sangat hebat!” teriak Zi Hao bahagia dan menggendong Ke Ai. “Itu pesan dari departemen finance, mereka bilang kita mencapai target!”
“Apa maksudmu?” bingung Ke Ai.
“Kau tadi membodohiku? Kau berhasil. kau berhasil membuatku tertipu tadi,” ujar Zi Hao. “Chang Ke Ai, kau sangat brilian.”
“Bagaimana mungkin? Aku melewati target? Tidak mungkin,” ujar Ke Ai bingung. Dan Zi Hao memperlihatkan pesan yang di terimanya. “Bagaimana bisa? Kenapa bisa ada tambahan NTD 970.000 di total penjualan?”
Zi Hao bingung dan ikut melihat laporan yang di terimanya. Dan begitu melihat, Zi Hao sudah bisa langsung menjelaskan. Jadi, Single Noble ada menerima orderan seragam dari asosiasi wanita, dan sudah menerima DP sebesar NTD 30.000, dan sisa piutang NTD 970.000, jadi kan total penjualan NTD 1.000.000,-. Nah Ke Ai hanya menghitung penjualan bulan ini itu yang di akui yang sudah terima uangnya NTD 30.000. Tapi, bagian finance mencatat Total penjualan itu berdasarkan yang DP + Piutang (total orderan) yaitu NTD 1.000.000, makanya Single Noble mencapai target penjualan per unit area.
“Pokoknya, artinya kau mencapai target!” senang Zi Hao. Dan dia mengajak Ke Ai untuk merayakan hal itu.
Dan Zi Hao tiba-tiba mengeluarkan kertas surat Ke Ai, kenapa masih kosong? Ke Ai langsung berkata kalau itu karena Zi Hao sudah membukanya duluan. Zi Hao membantah hal itu.
“Pegang kertas itu,” ujar Ke Ai dan Zi Hao langsung menurut. Ke Ai mengeluarkan mancis dan mengarahkan apinya ke bawah kertas. Perlahan, dari kertas mulai tampak tulisan. “Ke Ai love Zi Hao.”
Ke Ai menjelaskan kalau dia menulis kertas itu dengan jus lemos, dan tulisannya akan tampak saat terkena panas. Tapi, Zi Hao mah tidak peduli, karena dia sangat bahagia membaca yang tertulis di kertas.
Dan tanpa babibu, dia langsung mencium Ke Ai.


No comments:

Post a Comment