Sunday, May 5, 2019

Sinopsis J-Drama : Takane To Hana Episode 1 - part 2

0 comments

Network : Fuji TV, FOD

Hari selanjutnya. Dengan pakaian biasa, Hana menemui Takane yang sudah menunggu direstoran. Dan melihat pakaian Hana yang terlihat sangat biasa, Takane langsung berkomentar seperti memuji sedikit. “Wow, kamu sangat berbakat berpenampilan biasa,”katanya.

“Ini fashion yang sedang populer!” balas Hana sambil melepaskan mantel yang dipakainya. Lalu dia duduk di hadapan Takane dan membuka buku menu di atas meja.

Sambil melihat- lihat buku menu, Hana memulai pembicaraan, dia menanyakan pekerjaan yang Takane lakukan. Dan dengan sikap bangga, Takane membalas bahwa dia tidak menyangka kalau Hana tertarik padanya.


“Sudah kuduga. Kamu benar- benar Pria kaya generasi kedua. Kamu punya orang tua yang membuang semua uang mereka dipangkuanmu. Sehingga kamu hidup tanpa kekhwatiran,”kata Hana, membalas sikap Takane yang terlalu narsis.

Takane tidak mau kalah, dan membalas perkataan Hana. Begitu juga dengan Hana, dia terus membalas perkataan Takane.
Pelayan datang, dan menanyakan pesanan mereka berdua. Dan dengan sengaja, Hana memesan spaghetti dengan daging saus tomat, karena dia tahu kalau Takane tidak menyukai Tomat. Dan benar, wajah Takane langsung berubah ketika mendengar kata ‘Tomat’, karena dia tidak menyukainya.
“Tolong temui kakak ku selanjutnya. Dia wanita yang cantik. Umur kalian sama, dan kepribadian kalian cocok,” kata Hana. Dan Takane tampak kurang tertarik. “Oh ya… dia kan sudah punya pacar, jadi dia akan menolak mu,” canda Hana.
“Jadi kamu mau mengatakan bahwa seseorang seperti kamu tidak pantas bersama denganku?” balas Takane. Dan Hana terkejut, mendengar betapa narsis nya Takane. “Kamu punya penyakit rendah diri, aku mengerti. Karena setiap orang condong terhadap aku dan kakakmu. Rendah diri itu bagus. terkadang ada beberapa orang yang tidak puas dengan apa yang mereka miliki,” lanjut Takane.

Hana sedikit merasa kagum pada perkataan Takane, dan lalu dia menanyakan apakah Takane juga ada memiliki penyakit semacan itu. Dan dengan narsis serta nada ketus yang biasa, Takane mengatakan bahwa orang sepertinya mana punya penyakit seperti itu.

“Kamu kan anak kaya. Segalanya berjalan lancar untukmu, tapi aku memukul semua pointmu itu hari ini. Syukurlah, aku hanya orang biasa!” kata Hana dengan sikap seolah merasa lega.


“Jangan khawatir. Bahkan kamu juga memiliki point yang bagus,” balas Takane. “Aku akan datang menemui lagi. Jadi lebih percaya dirilah,” lanjut Takane. Lalu dia menepuk kepala Hana dengan lembut.

Namun kelembutan itu tidak bertahan lama, karena Takane kembali pada dirinya yang sangat narsis lagi. “Kamu senang kan, ketika aku mengatakan itu?” katanya bangga. Dan dengan melongo, Hana yang sudah mulai terbiasa mengabaikannya.

GM Takane yang kebetulan datang ke restoran itu juga, ia menyapa Takane saat melihatnya. Dan Takane pun langsung berdiri, memberikan hormat kepadanya. Lalu saat melihat Hana yang berada bersama dengan Takane, si GM menanyakan apakah Takane sedang berkencan. Dan Takane menjawab seperti mengiyakan.

“Hey. Saibara-kun. Kamu satu-satunya pewaris Takaba grup. Harusnya kamu pilih seseorang dengan pesona yang lebih baik,” bisik si GM pada Takane.

Hana yang mendengar itu. Tiba- tiba dia merasa tidak percaya diri. Dia menundukan kepalanya, dan menghadap ke arah lain.

“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu,” balas Takane pada si GM. Lalu dia menunduk hormat. Dan duduk kembali.

Sesampainya dirumah. Hana menanyakan kepada Takane, apakah sebaiknya mereka tidak saling bertemu lagi. Karena pertemuan perjodohan itu telah berakhir, dia dan Ayahnya telah menipu Ketua juga, jadi hal- hal seperti pernikahan tidak berlaku. Mendengar itu, Takane menyadari kenapa Hana tiba- tiba bersikap seperti ini. Itu pasti karena Hana mendengar perkataan si GM barusan. Dan Hana diam.
Takane menahan Hana di dekat tembok. Lalu mengatakan.” Kamu tidak berhak untuk mengakhiri kencan ini. Tapi jika kamu merasa akan jatuh cinta padaku, maka kamu bebas untuk mundur. Apa kamu mengerti?” tanya Takane. Dan Hana diam. Lalu selama sesaat mereka berdua saling bertatapan.

Setelah bertatapan lumayan lama, Takane merasa gugup sendiri. Sebenarnya dia sedang menunggu jawaban Hana. Tapi Hana malah diam, dan menatap nya balik. Lalu kemudian, Hana yang pertama membuka suara.

“Apa yang akan kamu lakukan setelah kamu menahan ku dinding?”

“Setelah itu?” tanya Takane gugup. Dan kebingungan. Lalu dia segera menjauh.
“Kamu sangat menarik ya, Takane-san!” kata Hana sambil tertawa. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, dan memberikan nya kepada Takane sebagai ucapan terimakasih. Itu adalah makanan ringan yang sedang populer. Lalu setelah itu, dia pamit dan masuk ke dalam rumah.
Didalam mobil. Takane merasa bingung melihat makanan seperti jelly kecil yang diberikan oleh Hana barusan. Namun ketika dia mencoba makanan tersebut, dia tersenyum senang, karena ternyata rasanya tidak terlalu buruk. Maksudnya enak.

Pagi hari. Hana dengan bersemangat menanyakan pendapat Ibunya, apakah tas merah milik kakaknya cocok dengannya. Dan Ayah yang menjawab, dia mengatakan bahwa itu akan menakuti Pria hingga menjauh.

“Begitukah?” gumam Hana.

Yukari, kakak Hana. Dia pulang ke rumah, dan menanyakan pada Hana, apakah besok Takane akan datang untuk menjemput Hana. Dan Hana pun mengiyakan. Lalu sambil tersenyum lebar, Yukari mengatakan bahwa dia mau berkencan dengan Takane. Karena dia telah putus dengan pacarnya barusan, sehingga karena itu dia akan mengejar Takane.
Mendengar itu, Ayah merasa senang. Dan melompat- lompat kegirangan bersama dengan Yukari. Sementara Hana, masih tidak bisa percaya, dan dia menanyakan kenapa kakaknya bisa putus semudah itu.

“Hana. Waktu yang dihabiskan dengan pria lain tidak akan bertahan lama. Bukankah disayangkan bila membiarkan kesempatan sebagus ini lewat?” kata Yukari, dengan riang.

“Kerja bagus, Hana!” kata Ayah dengan senang sambil memegang pundak Hana.



“Aku pikir Takane-san pasti akan menerima dan menikahi ku!” kata Yukari, percaya diri.

“Bukankah itu berarti bagus, segalanya akan kembali normal. Kamu senang kan Hana?” tanya Ibu. Dan dengan lemas, Hana mengangguk pelan.
Pulang sekolah. Saat kedua temannya dengan riang mengatakan ingin pergi ke tempat Okamoto, dan mendengarkan ceritanya tentang kencannya dengan Takane semalam. Hana menundukan kepalanya, dia tampak tidak bersemangat, apalagi ketika dia melihat mobil Takane yang tidak berada di depan sekolahnya. Dia semakin tidak bersemangat.
Ditempat Okamoto. Tepatnya, restoran milik orang tua Okamoto. Disana mereka memesan okomiyaki. Dan Okamoto yang kebetulan baru pulang, dia membantu Ayahnya untuk membuat kan Okomiyaki untuk mereka.

Sambil makan, kedua temannya menanyakan kencannya bersama Takane, dan mereka memuji- muji Takane yang ternyata memiliki latar belakang hebat. Dan dengan sikap seolah tidak tertarik, Hana mengatakan bahwa Takane bukanlah tipenya sama sekali, karena Takane sangat narsis, dan yang paling penting, Takane tidak pernah menanyakan siapa nama aslinya.

“Dia hanya berpikir bahwa aku menarik, karena aku bertingkah dengan cara yang tidak terduga oleh nya. Ini bagaimana orang kaya  bersenang- senang. Ini seperti game untuknya,” jelas Hana.

“Jadi kamu akan pergi menemuinya lagi?”

“Tentu saja tidak. Lagian dia sedang berkencan dengan kakak ku sekarang,”  balas Hana.

Kedua teman Hana memuji bahwa Takane bisa menjadi pasangan yang bagus untuk kakak Hana. Karena kakak Hana juga sangat bagus. Lalu mereka mengatakan bahwa Hana beruntung bisa bertemu dengan Pria seperti Takane.

“Aku beruntung?! Bersama Pria itu hanya menghabiskan waktu! Aku senang, aku tidak bertemu dengannya lagi!” kata Hana seolah tidak peduli. Tapi sebenarnya dia peduli.

Hana teringat tentang perkataan Takane yang mengatakan bahwa dirinya juga memiliki point yang bagus, dan menepuk kepalanya. Lalu dia teringat tentang perkataan Takane, saat Takane menahannya di dekat dinding.

Mengingat semua itu, Hana tiba- tiba meneteskan air mata sedih. Dan melihat itu, kedua temannya menjadi heran. Lalu dengan cepat, Hana menghapus air matanya, dan beralasan bahwa Okomiyaki yang dibuat oleh Okamoto sangat perih terkena matanya.

Okamoto mendekati Hana, dan menjetiknya dahinya. Bukannya marah, Hana malah ketawa, dan kedua temannya pun menjadi heran.

“Ketika seseorang sedih atau khawatir, itu semua ada didalam kepala mereka, kan? Tapi jika kamu terganggu oleh sesuatu yang lain, maka kamu tidak akan terpikirkan itu,” jelas Okamoto. Dan dengan senang hati, Hana memberikan dahinya untuk dijentik sekali lagi.


Tepat disaat itu, Takane datang. Dan melihat itu, Hana terkejut, lalu dia bertanya bukankah seharusnya Takane sedang berkencan dengan kakak nya. Dan dengan tegas, Takane menjawab bahwa dia tidak memiliki ketertarikan kepada Yukari.
Takane lalu membayar makanan Hana, dan menarik tangan Hana untuk mengikutinya. Dan dengan kebingungan, Hana pun mengikuti Takane.
Ditempat wisata akuarium. Disana Hana memperhatikan dengan terpesona ikan- ikan yang berenang didalam akuarium besar. Dan Takane yang berdiri di belakangnya, dia mengatakan bahwa dia memilih tempat ini, karena dia menebak kalau Hana pasti akan menyukai nya.


“Kakak ku mungkin menolak mu, kan? Itu tidak mengejutkan dengan sikap yang kamu miliki,” kata Hana.

“Aku tidak pernah ditolak sekalipun didalam hidupku!” balas Takane, narsis.
Flash back

Takane datang ke rumah untuk menjemput Hana, tapi malah Yukari yang keluar dari dalam rumah. Yukari mengatakan bahwa dialah yang seharusnya hadir dipertemuan perjodohan itu, tapi karena dia sedang sakit, maka Hana yang menggantikannya.

Mendengar itu, Takane sama sekali tidak peduli, dan menyuruh agar Yukari memanggilkan Hana keluar dari dalam rumah. Dan dengan cepat, Yukari langsung menjawab bahwa Hana sedang pergi keluar.


“Seperti yang aku katakan. Akulah yang seharusnya bertemu…”

“Aku sangat minta maaf. Tapi aku tidak memiliki ketertarikan padamu sama sekali! Yang lebih penting, dimana adik mu?” kata Takane, tegas.

“Seperti yang aku katakan. Kamu harusmnya menerima ku sebagai…”

“Cepat dan panggil dia!” tegas Takane. Dan Yukari langsung mengiyakan, karena takut.

Flash back end

Setelah selesai mendengar kan flashback yang Takane ceritakan. Hana langsung mengatakan bahwa Takane seperti mengganggunya. Dan Takane tertawa. “Aku mengerti perasaanmu! Jujurlah. Bagaimana perasaanmu padaku? Su… su… su*?” kata Takane sambil mendekatkan telinganya, menunggu jawaban dari Hana.

*Su. Maksudnya Suki (Suka)

Mengerti maksud pertanyaan Takane, maka Hana pun menjawab, “Kamu Su-per menyebalkan! Merepotkan!”

“Apa kamu bahkan tidak bisa mengatakan sesuatu yang imut?” balas Takane. Lalu dia pergi melihat- lihat, akuarium yang lain.
Hana masih merasa tidak percaya diri, dia mengira Takane sedang kasihan kepadanya. Namun dengan tegas, Takane membalas bahwa dia tidak kasihan sama sekali pada Hana, tapi dia tertarik pada Hana.

“Hana. Itu namamu, kan?” tanya Takane sambil tersenyum. “Aku memberikanmu sebuket bunga mawar. Aku membiarkan mu makan steak kualitas tinggi. Tapi kamu tidak akan jatuh cinta padaku. Ini pertama kalinya, seorang wanita membuatku sefrustasi ini,” jelas Takane.


Mendengar itu, awalnya Hana hanya diam saja. Tapi kemudian dia mendekati Takane dan menahannya di dinding. “Aku akan menunjukan apa yang harus dilakukan selanjutnya,” kata Hana. Lalu dia mencium bibir Takane.

No comments:

Post a Comment