Monday, May 27, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 4 - part 1

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 4 – Part 1
Network : KBS2

Kang Woo datang ke Fantasia. Dia menghentikan latihan para penari yang sedang menari, dengan cara mematikan musik yang dimain kan. Lalu dia mengomentari kesalahan setiap pemain yang berada disana dengan keras.
“Hey, Hey, siapa kamu?!” tanya Pelatih disana.

“Aku minta maaf untuk telat memperkenalkan diriku. Aku seorang direktur artistik yang baru di tunjuk. Namaku Ji Kang Woo.”
Ru Na datang menyapa Kang Woo, dan dengan sopan memperkenalkan dirinya sendiri. “Aku Geum Ru Na. Direktur Asosiasi,” katanya.
Kang Woo mengabaikan itu, dan menyuruh setiap orang untuk berkumpul 30 menit lagi.

Kang Woo mengomentari tarian semua pemain selama 3 tahun ini yang selalu tertahan disitu- situ saja, dan dia menanyakan kepada mereka, bisakah mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai perusahaan ballet terbaik.
Dan Ni Na balas bertanya, apakah Kang Woo ada menonton pertunjukan mereka secara langsung. Karena tarian dan musik mereka mungkin tidak sesempurna dalam video, tapi dia dan semua orang melakukan yang terbaik di atas panggung.
“Jika itu yang terbaik darimu, kamu dalam masalah. Aku melihat langsung pertunjukan mu dengan kedua mataku sendiri. Di pertunjukan ulang tahun ke 20,” jelas Kang Woo. Dan itu memang benar.
Ni Na melawan. Dan Kang Woo terus membalas dengan jawaban yang masuk akal. Lalu karena Ni Na terus saja keras kepala, maka Kang Woo pun langsung menyela nya saat berbicara. “Sekarang, aku sedang mendiskusikan masa depan Fantasia.”
“Mainkan musiknya,” kata Ni Na, mengabaikan Kang Woo.
“Tahun ini. Kita tidak akan mempertunjukan ‘Swan Lake’,” tegas Kang Woo.

Mendengar itu semua orang terkejut, karena mereka sudah berlatih. Ru Na pun angkat suara, dia memberitahu Kang Woo bahwa mereka sudah mengeluarkan jadwal selama setahun.
“Kita akan melakukan pertunjukan baru pada tanggal yang ditetapkan. Keunggulan artistik, popularitas, tradisi, dan keaslian. Kita akan membahas semuanya. ‘Giselle’ jenis baru yang belum pernah dilihat siapapun sebelumnya,” jelas Kang Woo. Dan semua orang langsung berbisik- bisik satu sama lain.
“Dan pemeran utama dalam pertunjukan ballet ini adalah… Lee Yeon Seo,” kata Kang Woo dengan tegas. Dan Ni Na tampak merasa kecewa.

Pelatih masuk ke dalam, dan dengan keras mengatakan, ‘berhenti, berhenti. berhenti’ Lalu dia menanyakan kepada Kang Woo, siapa yang memberikan Kang Woo hak untuk mengubah program dan memilih ballerina utama. Karena ini adalah wilayahnya, dan hanya satu penari yang akan menjadi ballerina utama, yaitu hanya Geum Ni Na.
“Setiap orang mengapa kalian hanya berdiri disana? Kalian harus pergi dan praktek. Ikut denganku,” kata si Pelatih dengan percaya diri. Tapi semua penari merasa ragu untuk mengikutinya, jadi mereka diam di tempat.

Si Pelatih merasa kesal, dan berteriak kepada mereka bahwa mereka harus mengikutinya dan praktek. Tapi semua orang mengabaikannya. Si Pelatih lalu mendekati Ni Na, dan mengatakan bahwa Ni Na setidaknya harus mengikutinya, karena dialah yang telah membesarkan Ni Na.
Namun karena merasa ragu, maka Ni Na pun menatap ke arah Ru Na untuk meminta pendapat. Dan Ru Na menggelengkan kepalanya dengan pelan. Melihat itu, si Pelatih merasa kesal dan bertepuk tangan.

Ny. Choi masuk ke dalam ruangan sambil bertepuk tangan dengan keras. Lalu secara resmi, Ny. Choi memperkenalkan Kang Woo yang mulai hari ini akan bergabung bersama dengan mereka di Fantasia. Direktur Ji Kang Woo. Mendengar itu, semua orang bertepuk tangan dengan pelan.

Didalam ruangan kantor. Ny. Choi mengatakan bahwa dia akan membiarkan yang satu ini berlalu, tapi lain kali Kang Woo tidak boleh bertindak terburu- buru. Dan dengan tenang, Kang Woo membalas bahwa itu karena situasinya sangat serius.
“Apa barusan kamu menyebutkan tentang Lee Yeon Seo? Kamu tidak serius, kan?” tanya Ny. Choi.
“Aku serius,” jawab Kang Woo, tegas.

Ny. Choi dengan tegas mengatakan bahwa dialah orang yang telah mempekerjakan Kang Woo. Dan Kang Woo membalas dengan tegas juga, didalam kontrak ditentukan dia memiliki kekuasan penuh untuk mengontrol program dan penunjukan penari.
“Hanya setelah kamu mendiskusi kan nya dengan ku,” tekan Ny. Choi.
Ru Na menjelaskan bahwa Yeon Seo sudah 3 tahun tidak menari, sehingga Yeon Seo tidak mungkin menari lagi. Namun Kang Woo tidak setuju, dia menjelaskan selama Yeon Seo setuju, maka Yeon Seo bisa melakukannya, karena Yeon Seo adalah penari berbakat. Dan dia akan membuat Yeon Seo bisa melakukannya, karena itu dia meminta agar Ny. Choi bisa membantu nya untuk membujuk Yeon Seo.

“Bibinya dan sepupu nya. Harus melakukan dengan sepenuh hati mereka,” kata Kang Woo menunjuk mereka berdua, satu persatu. Dan mereka berdua diam. “Aku tahu. Kamu tidak ingin melakukannya, karena adikmu akan kehilangan tempatnya,” kata Kang Woo sambil tersenyum menyindir.

“Tidak. Aku telah membuat keputusan ku sebagai Direktur Asosiasi Fantasia. Aku menyukai ambisimu, tapi itu tidak akan terjadi. Jika posisi ballerina utama menjadi kosong setelah jadwal di ubah, kita akan menjadi bahan tertawaan,” balas Ru Na.
“Tentu saja. Kamu yang akan bertanggung jawab untuk itu,” kata Ny. Choi sambil tersenyum menantang.
“Aku mengerti. Aku akan melakukannya sendiri,” balas Kang Woo dengan tenang.
Sebelum Kang Woo pergi, Ru Na langsung berdiri dan mengatakan dengan yakin bahwa Yeon Seo bukanlah seseorang yang mudah di bujuk. Dan Kang Woo langsung membalas bahwa tidak menyenangkan, jika itu bukan Yeon Seo. Lalu Ru Na pun terdiam, dan Kang Woo pergi meninggalkan ruangan.


L (Kim Dan) datang ke rumah Yeon Seo untuk melakukan wawancara kerja. Tapi sebelum dia masuk, dia berjumpa dengan beberapa orang yang baru saja selesai melakukan wawancara. Dan mendengar serta melihat mereka semua, Kim Dan merasa heran.
Orang pertama memberitahu Kim Dan untuk jangan bernafas dengan keras, sebab dia tidak di terima karena itu. Orang selanjutnya tidak diterima karena nafasnya bau. Orang selanjutnya lagi sampai tidak bisa berjalan dengan benar, ketika keluar dari dalam rumah.
Setelah selesai mewawancarai semua orang, Ny. Jung mengomentari Yeon Seo. Dalam waktu 3 jam, mereka sudah memecat 20 orang. Setidaknya ketika wawancara, Yeon Seo bisa melakukan tes dengan merangkul orang- orang tersebut, dan mencoba berdiri.
Tapi Yeon Seo tidak peduli, dan tidak mau melakukan itu. Karena tidak peduli seberapa banyak mereka, tapi mereka tidak bisa menyerupai Tn. Jo.

Ny. Jung menjelaskan bahwa ini semua demi kebaikan Yeon Seo. Beberapa orang menggunakan teddy bear sebagai pengganti orang yang sudah meninggal. Dan Yeon Seo menjawab bahwa daripada dia menggunakan teddy bear palsu, maka dia akan lebih memilih pelayan kasar seperti Ny. Jung.
“Jika kamu terus melakukan ini, kamu tidak bisa mempekerjakan siapapun,” keluh Ny. Jung demi kebaikan Yeon Seo. Karena dari pekerja mereka saat ini saja, tidak ada yang mau menjadi supir dan sekretaris Yeon Seo, bahkan walaupun mereka di tawarkan bonus 200 persen. Itu semua terima kasih atas sikap Yeon Seo yang tempramen.
“Kemudian, teruslah mencari. Kamu yang bilang kan untuk jangan menyia- yiakan mata ini,” kata Yeon Seo, acuh. Lalu dia berdiri dengan menggunakan tongkat, dan mau kembali ke dalam kamarnya.

Kim Dan masuk ke dalam rumah, dan menabrak lampu hias di dalam rumah, karena tidak berhati- hati ketika berjalan. Dan hal itu mengejutkan, Yeon Seo serta Ny. Jung. Tapi dengan tenang, Kim Dan bertepuk tangan, lalu membungkuk, dan memperkenalkan dirinya.
Ny. Jung merasa bingung, karena setahunya daftar pendaftar yang datang untuk wawancara sudah selesai. Dan Kim Dan menekan kan bahwa dia ada didalam daftar itu. Ny.Jung pun memeriksa nya, dan itu benar, ada resume milik Kim Dan.
“Bagaimana bisa Pria 20 tahun disini?” tanya Ny. Jung heran.

Yeon Seo memperhatikan sapu tangan putih yang berada disaku jas Kim Dan. Melihat itu, dia merasa seperti mengenali sapu tangan itu, dan pernah menyentuhnya.

“Tolong pekerja kan aku. Aku akan menemanin Nona muda sebaik yang aku bisa…” kata Kim Dan sambil tersenyum, lalu dia melambaikan tangannya dengan hati- hati. “… jadi dia bisa bersinar terang.”

Mendengar perkataan itu, ‘bersinar terang’, Yeon Seo teringat pada perkataan dan keinginan Tn. Jo padanya.
Kim Dan menelan ludah dengan gugup menantikan reaksi Yeon Seo.
“Apa yang barusan kamu katakan?” tanya Yeon Seo.
“Tolong. Tolong efektiflah,” harap Kim Dan. Lalu dia melambaikan tangannya, dan mengulang perkataanya. “Bersinar teranglah. Bersinar teranglah. Bersinar teranglah dan berkelap- kelip.”
“Berhenti. Itu cukup. Pergilah,” sela Yeon Seo dengan keras.
Kim Dan merasa heran, apa kesalahannya. Tapi Yeon Seo tidak mau menjawab. Dan Kim Dan pun memohon, karena dia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Kim Dan beralasan bahwa Ayahnya telah mengusirnya dari rumah dan paman nya tidak akan menolongnya. Jadi dia sendirian didunia yang keras ini.
“Jadi apa?” tanya Yeon Seo, dingin. Dan Kim Dan menunjukan wajah memelas.
“Aku berharap kamu bisa membantu ku,” pinta Kim Dan.
Yeon Seo memegang kepalanya seperti pusing. Dan melihat itu, Ny. Jung memberikan tanda agar Kim Dan pergi, karena mereka tidak akan menerimanya.

Dengan lemas, Kim Dan pun berjalan pergi. Tapi belum terlalu jauh dia berjalan, dia berhenti dan mengatai Yeon Seo. “Aku pikir dia akan sedih, tapi dia masih saja cerewet. Mereka bilang kamu tidak bisa memperbaiki manusia. Oh ampun, tempramen yang itu loh.”
“Permisi,” kata Yeon Seo memanggil, ketika mendengar perkataan Kim Dan.
“Aku barusan berbicara dengan keras?” tanya Kim Dan, lalu dia mengeluh pada dirinya sendiri bahwa selama sesaat dia lupa.

Dengan berani, Kim Dan kemudian berbicara dengan keras, “Sejak kamu sudah mendengarnya, aku akan mengatakan satu hal lagi. Jadilah baik, okay? Jadi bersinar. Jadi baik!” teriak Kim Dan, lalu dia berjalan pergi dengan cepat.
Melihat itu Yeon Seo merasa heran selama sesaat, lalu dia menjadi emosi. Dia berteriak dengan keras dan berdiri, lalu dia berjalan untuk menyusul Kim Dan. “Hey! Berhenti disana!” teriaknya.

“Nona Muda!” panggil Ny. Jung dengan pandangan terkejut. “Kamu barusan berjalan sendiri, kan?” tanyanya. Dan Yeon Seo tersadar bahwa itu benar.
Diluar halaman. Kim Dan merasa sangat dilema. Dia bingung apakah dia harus kembali untuk meminta maaf, atau tidak. Dia seharusnya kembali dan meminta maaf, lalu dia bisa kembali ke surga. Tapi dia tidak mau melakukannya.
Kim Dan berpikir keras untuk itu. Dia berputar- putar sambil memegang kepalanya. Dan terus seperti itu. “Argh! Aku tidak berpikir aku bisa melakukan ini! Apa yang harus ku lakukan? Argh… ” keluhnya.

Ny. Jung menghampiri Kim Dan, dan membuatnya terkejut. Ny. Jung memegang tangan Kim Dan dengan erat, dan menatapnya dengan tegas. Melihat itu, Kim Dan merasa  bingung.

No comments:

Post a Comment