Sunday, May 26, 2019

Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 16 END – 1

0 comments
Sinopsis Korean Drama : Beautiful World Episode 16 END – 1
Images by : jTBC
Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden dalam drama ini fiktif
Sun Ho memberitahu Soo Ho dan Dong Hee kalau itu adalah kecelakaan.
--
Sementara itu, Joon Seok malah mengakui kalau semua adalah perbuatannya. Dia sengaja melakukannya. Dia pelakunya, termasuk untuk kejadian pelecehan yang di alami Da Hee.
--

Moo Jin dan In Ha masuk ke dalam kamar Sun Ho. Mereka bertanya, apa yang Sun Ho ingat di malam itu? Sun Ho memberitahukan semuanya, bahwa itu benar-benar adalah kecelakaan. Dia tidak sengaja terjatuh dari atap. Joon Seok tidak mendorongnya sama sekali.
“Itu adalah kecelakaan. Dia tidak mendorongku dengan sengaja,” tegas Sun Ho.
--
Det. Park bingung dengan sikap Joon Seok, tapi Joon Seok terus menerus mengulang pernyataannya. Jadi, Det. Pak dan det. Kim menyuruhnya untuk duduk terlebih dahulu. Dan dia mulai bertanya, kapan, dimana dan bagaimana Joon Seok melakukannya pada Da Hee? Dan Joon Seok tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.
“Kau bahkan tidak bisa menjelaskannya dengan detail padaku,” tegur det. Park.
“Itu terjadi pada hari ulang tahunnya,” jawab Joon Seok.
Pada saat itu, det. Park menerima telepon dari Moo Jin. Moo Jin memberitahu kalau Sun Ho sudah bisa memberikan pernyataan sekarang. Dan Moo Jin kaget saat det. Park bilang kalau Joon Seok ada di kantor polisi dan mengakui perbuatannya.
“Tidak. Sun Ho bilang pada kami kalau itu adalah kecelakaan. Tidak. Dia tidak mengatakan itu untuk melindungi Joon Seok,” jelas Moo Jin.
Setelah menelpon det. Park, Moo Jin memberitahu In Ha apa yang di dengarnya.

Det. Park kembali menanyai Joon Seok. Dan Joon Seok kembali berkata kalau dia yang mendorong Sun Ho dari atap. Dia ingin membunuh Sun Ho. det. Park tidak bisa menerima pernyataannya dan menyuruhnya untuk pulang dulu dan datang lagi bersama orang tua.
“Aku yang memalsukan TKP untuk membuatnya seolah bunuh diri. Ibuku ingin melaporkannya, tapi aku melarangnya. Semua adalah perbuatanku!” ujar Joon Seok.
Saat itu, Eun Joo dan Jin Pyo tiba setelah mendapat telepon. Jin Pyo langsung menyuruh Joon Seok untuk berdiri, tapi Joon Seok tidak mau mendengarkannya. Det. Park kemudian memberitahu mereka kalau Joon Seok sudah mengakui perbuatannya dan mereka akan melakukan konfirmasi lagi.
“Apa yang Joon Seok katakan tidak benar,” ujar Jin Pyo. “Sebagaimana yang kau tahu, dia berada dalam tekanan akhir-akhir ini. Dia juga terluka.”
“Itu semua benar. Aku mendorongnya. Aku mendorongnya jadi aku bisa membunuhnya.”
“Joon Seok, kau kenapa?” panik Eun Joo.
“Ibu juga sudah tertipu. Aku melakukannya pada Da Hee.”
“Oh Joon Seok! Kenapa kau seperti ini? kenapa kau mengatakan kau melakukan sesuatu yang tidak kau lakukan?! Kenapa berbohong?” marah Jin Pyo.
“Darimana ayah tahu? Bagaimana ayah tahu apakah aku berbohong atau tidak?!” marah Joon Seok.
Jin Pyo berusaha membujuk Joon Seok, tapi karena Joon Seok terus membantah, Jin Pyo menjadi semakin emosi.
“Kenapa ayah menyuruhku jujur padahal ayah saja tidak bisa melakukannya?!” marah Joon Seok. “Kenapa ayah menyuruhku melakukan hal yang ayah sendiri tidak bisa lakukan?!”
Dan plak! Jin Pyo menampar Joon Seok. Joon Seok segera kabur. Eun Joo langsung mengejarnya. Det. Park langsung memarahi Jin Pyo karena memukul seorang anak kecil.
Eun Joo kesusahan mengejar Joon Seok karena dia mengenakan sepatu hak. Det. Kim berkata dia akan mengejar Joon Seok. Sementara itu, Joon Seok berlari semakin kencang dan jauh.

Eun Joo marah karena Jin Pyo malah langsung mau pergi karena sudah ada janji lain. Dia bahkan dengan tenang berkata kalau Joon Seok akan kembali setelah tidak marah. Eun Joo terdiam melihat kelakuan suaminya yang tidak peduli sama sekali dengan anak mereka.
Det. Park menelpon ibu Da Hee. Dia meminta ibu Da Hee mendengarkannya dulu.
--
Soo Ho dan Dong Hee pulang bersama dari rumah sakit. Soo Ho merasa kesal karena kenapa Joon Seok harus mengaku atas hal yang tidak di lakukannya? Dong Hee jadi khawatir, bagaimana kalau Joon Seok berencana melakukan sesuatu yang mengerikan? Soo Ho jadi khawatir juga.
“Haruskah kita memeriksa atap sekolah?” saran Dong Hee.
“Tidak. Kau kan tahu sendiri betapa tidak berperasaannya Oh Joon Seok,” ujar Soo Ho. “Tapi, bagaimana jika dia benar-benar melakukannya?” khawatir Soo Ho.
Dan akhirnya, mereka memutuskan untuk memeriksanya saja.

Saat di lobby rumah sakit, mereka melihat Da Hee. Mereka langsung menghampirinya dan menyuruhnya untuk naik ke atas untuk menjenguk Sun Ho. Sun Ho pasti akan sangat senang melihat Da Hee.
“Maafkan aku,” ujar Da Hee.
“Untuk apa?”
“Aku minta maaf.”
“Mengenai hal terakhir? Tidak apa-apa. Semua sudah berlalu,” ujar Soo Ho.
Tapi, Da Hee malah langsung kabur lagi.
--
Soo Ho dan Dong Hee akhirnya memberitahu hal itu pada In Ha. In Ha langsung mencoba menelpon nomor Da Hee yang dimiliki Soo Ho. Awalnya, Da Hee tidak mengangkat. Tapi, setelah beberapa saat, akhirnya Da Hee mengangkat telepon.
“Da Hee, ini aku ibu Sun Ho. Aku dengar tadi kau datang. Jangan tutup dulu Da Hee. Kau tidak harus menjawab. Cukup dengar apa yang ku katakan saja. Ada sesuatu yang sangat ingin ku katakan padamu. Ini bukan salahmu. Kau tidak melakukan hal yang salah, Da Hee. Kami tidak menyalahkan atau dendam padamu. Semua baik-baik saja. Semua akan baik-baik saja. Sun Ho juga semakin baik sekarang. Dia akan semakin baik. Kau tidak perlu khawatir.”
“Aku minta maaf,” tangis Da Hee, terisak-isak. “Aku benar-benar minta maaf. Aku minta maaf.”
“Dimana kau sekarang? aku akan menemuimu.”
--

In Ha menemukan Da Hee yang berada tidak jauh dari rumah sakit dan sedang menangis terisak-isak. In Ha lega dapat menemukannya. Dia berdiri di depan Da Hee, duduk di depannya, dan membelai lembut rambutnya. Dia juga memeluk Da Hee dengan hangat. Tangis Da Hee semakin keras.
--
Joon Ha sedang teleponan dengan Jin Woo, dan dia merasa khawatir karena Joon Seok masih belum di temukan. Joon Ha takut kalau Joon Seok pergi ke atap. Jin Woo memberitahu kalau atap sudah di tutup, dan tidak ada yang bisa naik ke atas sana. Tapi, dia tetap akan memeriksa ke sana.

Joon Ha kemudian kalau mobil Jin Woo masih ada di depan tokonya. Jin Woo baru teringat dan berkata akan mengirimkan kunci digital mobilnya pada Joon Ha, dan Joon Ha bisa menyetirnya ke tempatnya sekarang. (Ini sepertinya iklan, guys. Canggih lho. Jadi, Jin Woo mengirimkan kunci digital, sinkronisasi ke ponsel Joo Ha, kemudian ponsel itu tinggal di letakkan di gagang mobil, dan mobil langsung terbuka dan bisa di kendarai. Keren ya!)
--
Moo Jin menjaga Sun Ho. Dan dia juga cemas karena Joon Seok masih belum di temukan. Dia ingin mencari Joon Seok juga, dan bertanya, apakah Sun Ho baik-baik saja di tinggal sendirian sampai Joon Ha sampai?
“Ayah.”
--
Joon Seok pergi ke atap. Dia berdiri di pinggir atap.
--
Moo Jin mengebut menuju tempat yang Sun Ho beritahukan padanya. Sun Ho memberitahu kalau Joon Seok suka melihat bintang dari atas tempat itu.
Moo Jin semakin mengebut.
Joon Seok berdiri di pinggiran dan melihat pemandangan dari atas atap tersebut. Tatapannya kosong.
Flashback
“Kenapa kau berbohong? Kenapa kau berbohong pada Sun Ho?” marah Joon Seok.
“Semua karena mu.”
“Apa yang karenaku?”
“Jika kau menepati janjimu, tidak akan ada yang terjadi,” tangis Da Hee.
“Jadi, kau berbohong demi membalasku?”
Tubuh Da Hee bergetar hebat. “Jika kau menepati janjimu, aku tidak akan datang ke rumahmu.”
“Apa hubungannya ini dengan itu?”
Tangis Da Hee semakin keras. “Ayahmu menyuruhku untuk masuk ke dalam rumah dan menunggumu di dalam.”
“Kau bertemu dengan ayahku?” kaget Joon Seok.
“Aku sangat takut. Dan aku ingin bilang yang sebenarnya. Tapi, aku takut pada ayahmu.”
“Apa kau… kau bilang apa?” mata Joon Seok bergetar, seperti mampu menebak apa yang sebenarnya terjadi.
Da Hee mengenggam tangan Joon Seok dengan erat dan memohon, “Jangan beritahu ayahmu. Jangan. Dia akan membunuhku jika kau mengatakan sesuatu. Ayahmu bilang padaku kalau tidak akan ada satupun yang percaya padaku. Semua adalah salahku. Dia bilang akan membunuhku jika aku memberitahu orang lain. Jangan beritahu ayahmu. Tolong!”
End
Joon Seok benar-benar terguncang dengan kenyataan tersebut. Dia sudah hendak menjatuhkan diri dari atas atap tersebut, jika saja Moo Jin tidak muncul tepat waktu.
“Joon Seok. Turun dari sana,” pinta Moo Jin dan mendekati Joon Seok perlahan. “Aku tahu kalau itu adalah kecelakaan. Sun Ho memberitahu kami kalau itu adalah kecelakaan. Turunlah dari sana, Joon Seok.”
“Semua sudah berakhir.”
“Belum, Joon Seok. Kau ingat apa yang pernah ahjussi katakan? Setiap orang membuat kesalahan, tapi yang terpenting adalah apa yang kau lakukan selanjutnya. Kau dapat melalui semua ini dan hidup lebih baik. Kau harus menunjukkannya pada ahjussi. Itulah cara agar ahjussi bisa memaafkanmu. Kau bahkan belum minta maaf pada Sun Ho. Jika kau menyerah sekarang, bahkan Sun Ho tidak akan memaafkanmu.”
Tangis Joon Seok semakin keras. Dan Moo Jin memanfaatkan moment itu untuk menarik Joon Seok menjauh dari atap. Dia memeluk Joon Seok, dan Joon Seok terus menangis sambil meminta maaf.
“Bangunlah. Mari pulang.”
“Aku tidak tahu… aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, ahjussi,” tangis Joon Seok.
--
In Ha membawa Da Hee pulang. Dia menyuruh Da Hee untuk masuk, karena orang tua Da hee pasti sudah menunggu. Da Hee mengiyakan dan terus saja menunduk.
“Angkat kepalamu, Da Hee. Kau tidak salah apapun. Kau korban. Bukan pendosa. Jadi, kau harus tetap percaya diri,” nasihat In Ha. “Jangan khawatir. Segalanya akan berubah baik- baik saja. Semuanya akan baik-baik saja.”
“Terimakasih,” ujar Da Hee tulus. Dia menarik nafas dalam, menaikkan kepalanya dan masuk ke dalam restoran orang tuanya.
Melihat Da Hee, ibunya langsung memeluknya dan menangis karena Da Hee akhirnya pulang. Dia melihat In Ha dan menundukkan kepala mengucapkan terimakasih.
--
Eun Joo datang ke apartemen In Ha. Dan dia melihat Joon Seok bersama dengan Moo Jin. Ternyata, Joon Seok tadi itu ke atap apartemen Sun Ho. Begitu melihat mereka, dia langsung sangat-sangat lega hingga menangis.
Dia segera menghampiri Joon Seok sambil menangis dan menanyakan keadaan Joon Seok. Joon Seok juga menangis dan meminta maaf. Mereka berdua saling menangis dan meminta maaf. Moo Jin menatap mereka berdua.
Flahsback
Joon Seok sudah memberitahu apa yang ayahnya lakukan pada Da Hee. Dan dia menyalahkan dirinya sendiri, semua salahnya hingga Da Hee harus mengalami hal mengerikan itu. Karena dia, Sun Ho menjadi terluka. Dia sangat menyesal. Semua adalah salahnya. Dan bagaimana dengan ibunya? Apa yang akan terjadi? Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana.
“Joon Seok. Kau membuat kesalahan. Kau membuat banyak kesalahan. Dan kau harus menghadapi semua kesalahanmu dari sekarang. Tidak ada orang lain yang bisa menggantikanmu. Tapi, apa yang terjadi pada Da Hee, itu bukan salahmu. Kau tidak bertanggung jawab. Dan itu bukan sesuatu yang bisa kau selesaikan. Itu sesuatu yang harus orang tua selesaikan.”
End
Moo Jin menghampiri mereka. Eun Joo menundukkan kepala dan berterimakasih pada Moo Jin. Moo Jin meminta izin pada Joon Seok untuk bicara berdua dengan Eun Joo. Joon Seok mengerti dan berkata akan menungu ibunya di taman.
“Eun Joo. Aku harus mengatakan padamu sesuatu mengenai Da Hee.”
--

In Ha sudah di rumah sakit dan menjaga Sun Ho yang telah tertidur. Moo Jin juga kembali ke rumah sakit. Melihat Moo Jin, In Ha langsung memeluknya.
-Beautiful World-
Jin Pyo ternyata bertemu dengan Deuk Cheol. Dia memberikan uang yang Deuk Cheol inginkan, dan Deuk Cheol memberikan flashdisk-nya pada Jin Pyo.
“Aku sangat beruntung. Aku secara kebetulan ada di tempat kejadian Dae Gil mengalami tabrak lari. Jadi, aku tidak punya pilihan selain mengejar pria itu karena kau dapat merasakan ada sesuatu yang aneh. Aku mengikuti mobil pria itu dan mengambil fotomu ketika bertemu dengannya,” ujar Deuk Cheol dengan gembira.
Dia menunjukkan salah satu foto yang di ambilnya. Jin Pyo segera meminta ponsel Deuk Cheol, dan Deuk Cheol memberikannya.
“Jangan pernah menelponku lagi,” peringati Jin Pyo.
“Jangan pernah membunuh orang lagi,” balas Deuk Cheol.
--
Begitu sampai di rumah, Jin Pyo segera memeriksa flashdisk yang Deuk Cheol berikan. Dan betapa marahnya dia saat tahu isi flashdisk itu hanyalah video dokumenter binatang. Saking marahnya, Jin Pyo sampai melempar laptopnya hingga hancur.
Saat itu, Eun Joo pulang. Dia segera bertanya, dimana Joon Seok?
“Aku mengantarnya ke Seongbuk-dong.”
“Siapa yang memberikanmu izin?!”
“Itu yang yang Joon Seok inginkan.”
Jin Pyo semakin keras, dan ingin menjemput Joon Seok. Dia ingin bertanya pada Joon Seok. Dan Eun Joo berbohong, berkata kalau Joon Seok mengira kalau Jin Pyo yang merencanakan tabrak lari Dae Gil. Dia sudah memberitahu Joon Seok kalau Joon Seok salah paham, karena kau tidak tahu apapun. Jadi, jangan khawatir.
“Itu alasannya?”
“Ya.”
“Dasar bodoh!” marah Jin Pyo.
Mendengar ucapan Jin Pyo, membuat Eun Joo tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dia menampar Jin Pyo. Tidak hanya 1 kali, tapi berulang kali.
“Joon Seok mencoba bunuh diri. Apa kau tidak khawatir sama sekali pada Joon Seok?! Bagaimana bisa kau tidak menelpon sekalipun! Orang yang menyelamatkan Joon Seok adalah Ayah Sun Ho. Bukan kau, tapi ayah Sun Ho yang menyelamatkannya. Seperti yang kau katakan, semuanya sudah berakhir.”
“Apa yang kau bicarakan?”
“Sun Ho bilang kalau itu kecelakaan.”
--

Eun Joo masuk ke dalam kamar mandi. Dia menyalakan shower, tapi tidak mandi.
Flashback
“Aku berpikir sesaat, apakah aku harus memberitahumu mengenai kejadian Da Hee. Tapi, aku memutuskan untuk mempercayaimu, Eun Joo. Aku memutuskan untuk mempercayaimu bahwa kau akan membuat keputusan yang benar untuk Joon Seok kali ini.”
Mata Eun Joo berkaca-kaca. Dia juga bingung dengan apa yang harus di lakukannya.
End
Dan sampai sekarang pun, Eun Joo masih bingung dengan apa yang harus di lakukannya.
--

Moo Jin terbangun karena panggilan Sun Ho. Dia kira Sun Ho memerlukan sesuatu, tapi bukan itu. Sun Ho ingin menunjukkan kalau dia sudah bisa duduk sendiri dan bahkan bisa menggerakan jari kakinya. Melihatnya, membuat Moo Jin benar-benar bahagia. Senang. Bersyukur.
Sun Ho berkata kalau dia masih belum bisa berdiri. Tapi, Moo Jin yakin kalau Sun Ho akan bisa segera berdiri. Dia benar-benar bahagia.
--

Soo Ho yang mendapat kabar gembira itu, segera berlari ke kelas Dong Hee dan memberitahu kalau oppa-nya sudah bisa menggerakan jari kakinya. Semua yang ada di kelas, tertarik dan bertanya keadaan Sun Ho. Mereka bahkan ingin menjenguk Sun Ho.


Young Chul dan Ki Chan yang mendengarnya juga merasa sangat bahagia. Tapi, mereka tidak berani berbaur. Hanya Sung Jae yang terlihat sangat tertekan.
Jin Woo melihat dari depan kelas, dan tersenyum melihat anak-anak. Tapi, saat melihat bangku Joon Seok yang kosong, raut wajahnya berubah sedih.
--
In Ha datang terburu-buru ke rumah sakit. Dia senang melihat Sun Ho yang sudah bisa menggerakan jari kakinya. Itu adalah hal membahagiakan bagi mereka.
--
Ayah Da Hee menemui In Ha dan Moo Jin di toko Hoho. Dia memberitahu kalau pada hari kejadian Sun Ho, Sun Ho datang menemui Da Hee dan menelponnya berulang kali. Jadi, karena itu dia mengira kalau Sun Ho adalah pelakunya dan menduga Sun Ho merasa bersalah hingga bunuh diri. Lalu, dia dan istirnya menekan Da Hee, dengan bertanya apa Sun Ho yang melecehkan nya? Da Hee pasti sangat ketakutan untuk memberitahu yang sebenarnya, karena fakta kebohongannya membuat Sun Ho menjadi koma. Da Hee ketakutan dengan Jin Pyo hingga tidak berani jujur dengannya, dan mengatakan ‘ya’ untuk pertanyaan mereka.
In Ha bisa mengertii akan ketakutan Da Hee. Ayah Da Hee merasa ini kesalahannya. Harusnya dia mengizinkan Da Hee melapor ke polisi, tapi dia malah menghentikannya. Dan terus bertanya siapa pelakunya pada Da Hee. Dia bersalah pada In Ha dan Moo Jin.
Ayah Da Hee sampai berlutut dan menangis memohon maaf. Moo Jin ikut berlutut dan menyuruhnya berdiri. Tapi, ayah Da Hee terus menerus meminta maaf.
--

Da Hee dengan di temani oleh ibunya pergi memberikan pernyataan ke polisi. Yang menanganinya adalah polisi wanita. Walaupun berat, Da Hee berkata pada ibunya dia akan menjawab pertanyaan polisi sendiri. Dia sudah menceritakan semuanya pada ibunya kemarin malam, dan dia takut kalau ibunya mendengar lagi, ibunya akan sedih lagi. Dia baik-baik saja dan bisa melakukannya sendiri.
--

Reporter Choi menemui seseorang. Supir dari Oh Jin Pyo. Dia berterimakasih karena supir itu mau menemuinya.
--
Da Hee memberi kesaksiannya. Hari itu, dia membuat janji dengan Joon Seok. Tapi, Joon Seok tidak kunjung datang dan tidak bisa di hubungi. Karena khawatir kalau Joon Seok mungkin sakit, dia memutuskan untuk ke rumah Joon Seok.

Flashback
Da Hee ke rumah Joon Seok, tapi pas di depan pintu, dia jadi ragu dan mau pulang. Sialnya, dia malah bertemu dengan Jin Pyo yang pulang dalam keadaan mabuk. Melihat Da Hee, Jin Pyo berkata kalau Joon Seok akan segera pulang dan menyuruh Da Hee menunggu di dalam kamar Joon Seok. Jin Pyo juga berbohong kalau ibu Joon Seok ada di dalam rumah, makanya dia masuk ke dalam rumah.

Saat menunggu Joon Seok di dalam kamar Joon Seok, Da Hee melihat sekeliling kamar Joon Seok. Dia mengeluarkan lipstick-nya dan memakainnya lagi. Dan dia meletakkan lipstick tersebut di atas meja belajar Joon Seok. Setelah itu, dia hendak mengirim pesan pada Joon Seok, memberitahu kalau dia ada di rumah Joon Seok.

Tapi, belum sempat dia mengirim pesan itu, pintu kamar Joon Seok terbuka. Jin Pyo masuk ke dalam kamar dan menatap Da Hee dengan tajam. Da Hee merasa ada yang tidak beres, dan pamit pulang. Tapi, Jin Pyo menahannya. Dan terjadilah hal tersebut.
End
Ibu Da Hee menangis mendengar lagi apa yang di alami oleh Da Hee.

Det. Park yang mendengarnya juga marah. Dia memerintahkan det. Kim untuk segera memeriksa dan menggeledah rumah Jin Pyo untuk mencari bukti. Tapi, det. Kim memberitahu kalau jaksa berkata bukti masih kurang sehingga tidak bisa mengeluarkan surat penggeledahan. Det. Pak jelas marah mendengar hal tersebut.
Di saat sedang marah itu, rep. choi datang bersama supir Jin Pyo. Rep. choi memberitah det. Park kalau supir itu memiliki sesuatu yang hendak di katakan mengenai Oh Jin Pyo.
--
Eun Joo menggeledah ruang kerja Jin Pyo, tapi dia tidak menemukan apapun. Saat itulah, dia teringat dengan brangkas yang Jin Pyo miliki. Dia mencoba memasukkan password dengan ulang tahun Joon Seok, tapi salah.

Brangkas belum terbuka, dan Jin Pyo sudah tiba di rumah. Dan untunglah, Eun Joo tidak ketahuan oleh  Jin Pyo. Jin Pyo langsung bertanya mengenai Joon Seok, dan Eun Joo berkata dia akan menjemput Joon Seok. Jin Pyo kemudian mengajak Eun Joo untuk melakukn trip keluarga keluar negeri sebelum Joon Seok keluar negeri. Eun Joo hanya mengiyakan saja.
--

Joon Seok pergi ke rumah sakit. Tapi dia tidak berani untuk masuk menemui Sun Ho. Pada akhirnya, dia pergi dari sana dan ke mini market. Dia berharap bisa bertemu Dong Soo, tapi yang bertugas hari itu bukanlah Dong Soo.
--
Dong Soo ternyata pergi menemui Moo Jin. Dong Soo memberikan selamat pada Moo Jin karena akhirnya Sun Ho telah sadar.
Moo Jin dan In Ha serta Soo Ho, ternyata mengajak Dong Soo serta Dong Hee untuk makan bersama mereka. Mereka makan dengan bahagia. Seolah telah menjadi 1 keluarga.


No comments:

Post a Comment