Thursday, June 20, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 21 - part 3

0 comments


Network : iQiyi iQiyi

Luo Jing menangis melihat itu. Dan tiba- tiba saja Ying Chi muncul dihadapannya, dan dia bertanya apa Luo Jing sudah mengetahui segalanya, tentang dia yang selalu menyalahkan diri nya sendiri. Dan Luo Jing menangis.
Kemudian Ying Chi bertanya lagi, “Apakah kamu masih menyalahkan ku yang tidak bisa melindunginmu pada waktu itu?”

“Aku tentu saja menyalahkanmu,” jawab Luo Jing.
“Itu semua salahku. Karena saat itu aku tidak sepenuhnya memilah perasaanku, menyebabkan Ying Yun salah paham dan menyebabkan itu terjadi. Junior, kamu harus menyalahkan ku,” jelas Ying Chi, menyalahkan dirinya sendiri.

Luo Jing menggelengkan kepala nya, dan menangis. “Aku menyalahkan mu untuk menanggung semuanya sendirian. Apa kamu tahu, muncul dalam bentuk fisik akan menyebabkan kerusakan pada roh mu? Xiao Hua Hua bodoh.”
“Melakukan semua ini selama kamu tidak menyalahkan ku, maka itu setimpal.”

Selama ini banyak hal yang Luo Jing tidak mengerti, sehingga dia mau menyerah. Tapi sekarang dia merasa telah mengerti semuanya. Seperti takdir, jika kita tidak menghadapi nya dan tidak mengubahnya, maka hidup hanya akan berubah menjadi perjalanan yang hambar.
“Bahkan jika kita bisa bertemu lagi, itu tidak ada artinya. Benar begitukah?” tanya Luo Jing, meminta pendapat.

Mendengar perkataan Luo Jing yang bijaksana. Ying Chi menjelaskan bahwa dulu dia merasa telah melampaui Luo Jing, tapi sekarang dia merasa Luo Jing lah yang telah melampui nya.
Dan Luo Jing tersenyum bangga. “Tentu saja. Aku Lin Luo Jing, dan juga Hua Ying Xue mu. Benarkan?”

“Junior, aku berjanji padamu. Aku akan mengambil jiwa ini kembali ke tubuhnya. Melepaskan semuanya untuk memulai dari awal. Aku tidak akan membuat kamu mengkhawatirkan aku lagi,” janji Ying Chi. Dan Luo Jing mengangguk mengiyakan.
“Terima kasih, Junior,” kata Ying Chi dengan tulus. Lalu dia menghilang dalam sekejap.
Luo Jing membiarkan Ying Chi menghilang dari hadapannya dengan perasaan sedih. Luo Jing kemudian memperhatikan gelang mutiara ditangannya yang sudah tidak bercahaya lagi.
“Terima kasih, Xiao Hua Hua. Dari sekarang, tidak peduli apa bahaya atau kesulitan yang aku hadapi. Hanya mengetahui bahwa kamu masih ada, membuat ku merasa aman. Apa lagi, semuanya akan baik- baik saja,” kata Luo Jing penuh tekad.

“Dalam game ini, aku sudah mengalami pengalaman yang menyakitkan. Waktu cepat berlalu. Cinta, kebencian, emosi, penyesalan. Bahkan kematian sama sekali tidak semenakutkan itu. Apa lagi yang harus ditakutkan? Aku mengerti sekarang. Dengan berani mengejar apa yang kamu inginkan adalah kultivasi terbaik,” gumam Luo Jing sambil tersenyum.
Lalu Luo Jing pun kembali ke tempatnya berasal.

Xi Que menghampiri Luo Jing, dan bercerita bahwa tampaknya dia bermimpi barusan. Dia melihat Luo Jing tiba- tiba menghilang, dan itu menakutinya.
“Xi Que. Aku merasa seperti aku baru saja bermimpi panjang,” jelas Luo Jing sambil menghapus air mata yang tersisa di pipinya.




“Orang2 dalam game ini memberiku pengalaman hidup yang begitu nyata. Jika aku pergi, mereka mungkin akan sangat sedih. Untuk mereka, dan juga untuk diriku sendiri, aku harus hidup sekali lagi.”
“Nona,” panggil Xi Que.

“Apa kamu tahu, hidupku sebelumnya, selain belajar, itu adalah bermain game. Aku tidak pernah mencintai siapapun. Dan juga tidak tahu apa itu cinta. Namun sejak aku datang ke tempat ini, mengalami begitu banyak hal, aku merasa akhirnya mengerti,” kata Luo Jing, bercerita sambil tertawa pelan.
“Mulai hari ini, Aku, Lin Luo Jing. Tidak akan melarikan diri lagi. Aku akan menghadapi segalanya dengan ketangguhan. Memulai kembali hidupku dalam game ini,” kata Luo Jing dengan tegas dan penuh kepercayaan diri.

“Nona. Terkadang aku merasa seperti kamu benar- benar berbeda dari kami. Tapi Xi Que tidak tahu dimana bedanya. Seperti jika, Nona bukan bagian dunia ini. Tapi tidak peduli siapa Nona, Xi Que sudah menerima mu. Kamu akan selalu menjadi Nona ku. Selamanya,” balas Xi Que sambil tersenyum senang.
“Kamu akan selalu menjadi Xi Que kecilku,” balas Luo Jing sambil tersenyum juga.

No comments:

Post a Comment