Thursday, June 20, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 16-1

0 comments


Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 16-1
Images by : Hunan TV

Gao Hui protes pada Yu Yi karena dia tidak mau menerima Gao Jie. Bagaimana bisa perusahaan seperti Rui Hua menerima Gao Jie untuk melakukan wawancara dan bahkan CEO Lin menilai Gao Jie tidak buruk. Yu Zhi ikut nimbrung dengan berkata kalau pendapat Nenek mengenai seseorang tidak pernah salah dan juga waktu kompetisi kan Gao Jie sempat di anggap sebagai kuda hitam.
“Perekrutan tim Inlay (tatahan) adalah untuk seri Hui Xin, kita harus lebih banyak mendengarkan apa yang di katakan Gao Hui,” pendapat Yu Yi, menengahi.
Dan tentu saja Gao Hui tidak setuju untuk menerima Gao Jie. Yu Zhi yang langsung mengejek Gao Hui yang tampaknya takut pada Gao Jie. Gao Hui dengan sangat tegas membantah hal itu. Tapi, Yu Zhi terus memojokkan Gao Hui yang tidak mau menerima Gao Jie. Yu Yi yang melihat keadaan menjadi tegang, memberi tanda agar Yu Zhi keluar saja.
“Yu Yi, ada apa dengannya? Dia tidak mengatakan apapun selama wawancara, sekarang dia bicara dengan makna lain di balik kata-katanya. Dia dulu selalu setuju dengan pendapatku, kenapa kali ini tidak?” tanya Gao Hui.
“Pada prinsipnya, Nenek tidak akan mengganggu perekrutan departemen kami. Tapi, kau saja dapat merasakan kalau dia sangat yakin tentang Gao Jie.”
“Betul,” kesal Gao Hui dan langsung pergi keluar.

Saat keluar, Gao Hui bertabrakan dengan Zi Yun. Dan tanpa mengucapkan kata maaf, Gao Hui langsung berjalan pergi. Zi Yun langsung dengan suara keras menyuruhnya berhenti. Dia menceramahi Gao Hui yang tidak meminta maaf sama sekali dan tidak membantu membereskan dokumennya yang terjatuh di lantai. Gao Hui langsung membereskan dokumen Zi Yun yang terjatuh dan memberikannya kepada Zi Yun, sembari meminta maaf.
“Tunggu. Apa aku bisa kau bisa pergi?” tegur Zi Yun lagi, karena Gao Hui langsung mau pergi lagi. “Kau baru saja bergabung dengan Rui Hua. Dan kau berani bersikap sombong di hadapanku. Bagaimana kalau di depan karyawanmu? Akan sesombong apa kau?”
“Dir. Mu aku sudah meminta maaf,” kesal Gao Hui.
Zi Yun langsung menceramahi Gao Hui. Dia sudah lama bekerja, dan dia tahu yang mana pekerja yang tulus dan berpura-pura. Jadi, sebaiknya Gao Hui menjaga temperamen sok putrinya itu di Rui Hua. Jangan sampai Gao Hui yang datang dengan sok penuh kemenangan,    tidak bisa menghasilkan apapun untuk Rui Hua dan malah pulang dengan kepala tertunduk. Bukankah itu akan menjadi hal yang memalukan?
“Aku sudah mendengarkan nasihat Anda. Jadi, bisakah aku pergi sekarang?” tanya Gao Hui, menahan amarahnya.
“Aku sangat berharap kau mendengarkan nasihatku. Jika tidak, aku punya banyak waktu untuk mengajarimu secara perlahan. Kau bisa pergi sekarang.”
--

Gao Jie memasak makan malam untuk Yu Zhi. Dan begitu Yu Zhi pulang, Gao Jie segera menyambutnya dan mengajaknya makan. Tapi, wajah Yu Zhi tampak marah, dan hal itu membuat Gao Jie cemas. Dia mengaku salah karena sudah tidak memberitahu Yu Zhi kalau dia akan wawancara di Rui Hua dan muncul tiba-tiba tadi.
“Sudahlah. Aku sudah bilang, jika kau tidak memiliki kemampuan maka tidak masalah. Kenapa aku marah denganmu?”
“Tidak apa-apa jika kau marah padaku, tapi jangan menghukum makanan tidak bersalah yang telah menunggumu,” ujar Gao Jie dengan manis dan mengambilkan makanan untuk Yu Zhi.
Karena Yu Zhi masih tampak marah, Gao Jie berkata kalau dia akan meminum segelas anggur sebagai permintaan maaf-nya. Yu Zhi tampak ingin tersenyum saat melihat Gao Jie meminum anggur, tapi dia menahan dirinya. Dia kemudian bertanya alasan Gao Jie ingin masuk ke Rui Hua.
“Aku hanya ingin bekerja di perusahaan yang sama denganmu. Dengan begitu, aku bisa pergi kerja dan pulang kerja bersamamu setiap hari. Aku bisa melihatmu setiap hari.”
“Berdasarkan yang ku tahu, kau bukan orang tipe seperti itu. Kenapa kau pergi wawancara tanpa memberitahuku?”
“Aku hanya tidak ingin menyulitkanmu. Posisimu sangat sensitif sekarang. Kau tidak dapat memihak siapapun. Jika aku bisa membuat orang lain menerimaku atau bahkan CEO Lin, dan berhasil masuk ke Rui Hua, maka kau pasti akan setuju.”
“Sepertinya kau berhasil. Kau mendapat pengakuan Nenek,” beritahu Yu Zhi. “Meskipun Nenek dapat memberikan saran, keputusan akhir masih menjadi milik Tim Inlay. Aku hanya bsia memberitahu kamu secara resmi bahwa maaf.”
“Apa aku di tolak?” tanya Gao Jie kecewa.
“Apa kau benar-benar ingin bergabung dengan Rui Hua?”
“Aku sudah mengirimkan banyak resume-ku ke banyak perusahaan. Tapi belum ada respon apapun. Hanya Rui Hua yang memberiku kesempatan. Kau juga bilang bahwa Nenek memiliki mata yang baik dalam menilai orang dan tidak akan terpengaruh dengan prangsaka. Jadi… sangat mungkin kalau ini akan menjadi kesempatan terakhirku. Tapi, sepertinya aku gagal lagi.”
“Kau di terima,” beritahu Yu Zhi dengan santai sambil terus makan.
Tapi, Gao Jie tidak percaya, mengira Yu Zhi membohonginya agar dia sedikit terhibur. Yu Zhi langsung menggerutu mengenai alasan Gao Jie tadi yang bilang ingin satu tempat kerja padanya, padahal Gao Jie hanya ingin menjadi desainer. Jika tahu alasan  Gao Jie tidak masuk akal seperti itu, dia tidak akan menerima Gao Jie.
Gao Jie senang mendengarnya karena artinya Yu Zhi serius. Dia telah di terima bekerja di Rui Hua. Tapi, dia memohon satu hal pada Yu Zhi, untuk tidak memberitahu orang-orang di tempat kerja mengenai hubungan mereka.
“Maka kau harus terlebih dahulu memberitahuku, apa hubungan kita?” tanya Yu Zhi balik dengan menggoda.
“Apa kau tidak tahu hubungan kita apa?” protes Gao Jie.
“Aku tidak tahu,” jawab Yu Zhi, sok tidak tahu.
“Jika kau tidak tahu, bagaimana aku bisa tahu?”
“Aku benar-benar tidak tahu hubungan seperti apa yang kita miliki.”
Gao Jie jadi ngambek, tidak mau menjawab pertanyaan Yu Zhi lagi. Tapi, Yu Zhi terus menggodanya agar memberitahu apa hubungan mereka.
--

Zi Yun pulang dan menemukan semua perhiasannya yang ada di meja telah hilang. Dan saat itu, Guang Hua pulang dalam keadaan mabuk. Dia langsung bertanya pada Guang Hua kemana semua perhiasannya? Apa Guang Hua menjualnya untuk minum-minum dan berjudi?! Tapi, Guang Hua tidak mau menjawab. Zi Yun semakin marah dan memutuskan untuk menelpon polisi.
Guang Hua langsung emosi karena Zi Yun mau menelpon polisi hanya untuk beberapa perhiasan yang hilang. Dia hanya menukar perhiasan sampah itu menjadi uang. Hal itu lebih bernilai, baginya.
Zi Yun benar-benar marah dan kesal. Dia memaki Guang Hua sebagai orang tidak tahu malu. Tapi, Guang Hua tidak tersinggung dan berkata kalau orang sepertinya yang pantas untuk orang seperti Zi Yun yang tidak tahu malu juga. Guang Hua bahkan mengingatkan Zi Yun yang pernah memfitnah anaknya menjual batu ruby. Dan tanpa malu, Guang Hua meminta Zi Yun uang setidaknya 200.000 dollar.
Zi Yun dengan emosi mengingatkan Guang Hua kalau tahun itu, Guang Hua lah yang menjual semua batu ruby itu. Dia mengingatkan kalau Guang Hua bukanlah ayah yang baik. Tapi, Guang Hua tanpa tahu malu berkata kalau dia tahu apapun saat itu, jadi dia tidak bersalah. Tapi, Zi Yun bersalah karena melakukannya dengan sengaja.
Tidak hanya itu, Guang Hua bahkan menghina Zi Yun yang bukan bagian dari keluarga Yu. Zi Yun hanyalah ibarat pakaian yang baru di beli dan cantik saat di kenakan. Namun, sekarang Zi Yun sudah tua dan bahkan berbau tengik.
“Kau tidak menginginkan ku lagi. Baik. Kita bisa berpisah. Tapi… aku juga haru bertanya, siapa yang menggelapkan dana perusahaan tahun itu? Apakah kau ingin aku menanyakannya atas namamu? Apa kau kira ibumu akan tetap bersedia membuatmu tetap di keluarga jika tahu?!” ujar Zi Yun dan langsung mau keluar kamar.
Tapi, Guang Hua menahannya dan bahkan melempar tubuhnya ke lantai, hingga pipi Zi Yun mengenai pinggiran sofa. Dia memperingati Zi Yun untuk tidak macam-macam. Bukan hanya itu, dia mengambil uang di dompet Zi Yun kemudian langsung pergi.
--

Esok hari,
Zi Yun pergi ke kedai teh menemui Zhao Yue. Dan Zhao Yue dapat melihat memar di pipi Zi Yun yang coba di sembunyikannya dengan rambut. Melihat memar itu, Zhao Yue bisa menduga yang terjadi dan menyuruh Zi Yun untuk bercerai! Dia punya beberapa teman pengacara dan dia bisa meminta bantuan mereka, jadi tidak ada yang perlu Zi Yun khawatirkan.
“Kau mengenalku kan. Aku tidak bisa menjalani kehidupan yang membosankan. Sekarang hanya ada kamu yang mau mendengarkanku di sini, sudah cukup. Terimakasih.”
“Zi Yun, kapanpun kau ingin datang, aku akan selalu ada di sini.”
Zi Yun tersenyum mendengarnya. Tidak lama, pelayan datang dan memberitahu kalau Nn. Gao sudah tiba. Zi Yun langsung pamit pada Zhao Yue untuk ke ruangan sebelah menemui keponakannya.
Gao Jie melihat memar di pipi Zi Yun dan jadi emosi juga. Zi Yun menenangkannya, dia baik-baik saja. Gao Jie benar-benar marah karena bibi masih mau bertahan tinggal dengan pria seperti Guang Hua.
“Beberapa hal tidak sesederhana yang kau pikirkan. Tapi, jangan khawatir. Aku tidak akan pernah memberinya kesempatan untuk melakukan ini padaku lagi. Dan kau, kenapa kau tidak mendegarkanku? Kenapa kau harus masuk ke Rui Hua? Aku terus bilang padamu untuk tidak masuk Rui Hua, kenapa kau tidak mau mendengarkan bibi?”
“Aku tahu bibi khawatir padaku. Tapi, aku masih ingin menjadi desainer. Rui Hua adalah pilihan terbaik. Selain itu, Gao Hui juga ada di Rui Hua. Saat kompetisi terakhir aku kalah padanya dan aku tidak bisa menerimanya. Sekarang aku kembali, meskipun aku sangat jauh dari titik awal dan kelihatan seperti tidak memiliki kesempatan.”
“Datang ke Rui Hua sama saja seperti bertempur dengan telur. Kau seperti tidak mengenali triku Wu Xiaoci dan putrinya saja. Kau sudah melihatnya. Datang seperti ini, coba pikirkanlah, situasi seperti apa yang akan kau hadapi?”
Gao Jie tetap pada pendiriannya. Dia sudah bersiap menghadapi segala kesulitan yang akan di hadapinya. Dan dia berterimakasih karena Zi Yun selalu memperhatikannya. Namun, kini dia sudah dewasa dan tidak bisa selalu bersembunyi di bawah sayap Zi Yun. Dia harus berani menghadapi hidupnya sendiri, entah itu baik ataupun buruk nantinya.
Zi Yun tidak tahu harus berkata lagi. Dia hanya meminta Gao Jie selalu memberitahu apapun yang terjadi. Gao Jie mengiyakan.
--


Ny. Wu sedang sibuk menggambar desainnya. Dan Gao Hui menghampirinya sambil ngedumel kesal karena Gao Jie resmi di terima Rui Hua. Ny. Wu terkejut dan merasa itu tidak mungkin. Tapi, Gao Hui menyakinkannya karena Gao Jie sudah mempengaruhi CEO Lin sehingga yang lain tidak bisa berkata apapun dan menerimanya di Rui Hua.
Gao Hui benar-benar kesal dan bertanya pada Ny. Wu apakah Gao Jie tidak bisa di singkirkan dari hidupnya? Ny. Wu mengingatkan Gao Hui kalau Gao Jie di terima di tim Inlay, itu kan artinya Gao Jie adalah bawahan Gao Hui. Gao Hui membenarkan, tapi membayangkan harus melihat wajah Gao Jie setiap hari sangatlah menyebalkan hingga membuatnya tidak ingin bekerja di Rui Hua lagi.
“Meskipun aku bisa melihat Yu Zhi setiap hari, itu tidak bisa membuatku menghilangkan mood jelekku karena melihat Gao Jie.”
“Kan sudah ku bilang, Gao Jie adalah bawahanmu. Dan kau masih tidak ingin datang bekerja dengan bahagia?”
“Oh benar!” sadar Gao Hui. “Aku sangat marah hingga pikiranku kacau. Karena dia bawahanku, aku harus memberinya pelajaran.”
Dan mood Gao Hui langsung bagus memikirkan dia bisa membully Gao Jie.
--
Yu Yi menemui Nenek dengan membawakan teh. Dan Nenek tahu ada sesuatu yang hendak di minta Yu Yi, jadi dia menyuruh Yu Yi untuk to the point saja. Yu Yi langsung membahas mengenai pilihan Nenek mempekerjakan Gao Jie adalah hal yang sangat berbahaya menurutnya. Sekarang ini, Gao Jie telah di jauhi oleh seluruh lingkaran perhiasan, dan telah menajdi desainer yang ternoda. Kemudian, Gao Hui terlihat tidak menyukai Gao Jie. Mereka kan baru membina hubungan baik dengan Ny. Wu, takutnya hal itu akan mempengaruhi tim Inlay mereka. Nenek tidak menerima alasan tersebut.
Nenek balik menasehati Yu Yi untuk tidak takut hanya karena berkerja sama dengan Cinian, tapi mereka tetap harus punya prinsip tersendiri. Kerjasama mereka tidak hanya memberi keuntungan bagi Rui Hua tapi juga Cinian.
Yu Yi mengerti dan mengaku salah. Dia kemudian membahas seri The Heart of King milik Gao Hui, seri pertama dari merk Hui Xin mereka, telah selesai di rancang Gao Hui. Dan dia ingin segera meluncurkanya di pasar dengan mayoritas anak muda.
Nenek membahas biaya peluncuan produk yang pasti tidak akan murah. Saat ini karya matang dari seri Hui Xin adalah perhiasan Gao Hui yang mendapat penghargaan : Heart of King. Karena itu, dia ingin melihat prototipe sampel karya lain sebelum memutuskan untuk meluncurkannya dan memutuskan akan berinvestasi di tim Inlay atau tidak.
“Nenek, jangan khawatir. Begitu semuanya selesai, nenek akan segera melihatnya.”



No comments:

Post a Comment