Saturday, June 1, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 7 - part 1

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 7 – Part 1
Network : KBS2

Pagi hari. Kim Dan terbangun di taman dengan kepala yang terasa sakit. dan secara perlahan, dia kemudian mulai mengingat apa yang di perbuatnya semalam serta apa yang dikatakannya kepada Yeon Seo.
“Alkohol. Alkohol. Ini akar dari segala kejahatan,” keluh Kim Dan sambil memegang kepalanya. Merasa malu.

Tiba2 saja disaat itu, para polisi datang dan menangkapnya. “Hei, sebentar. Kamu kenal aku. Aku karyawan disini,” teriak Kim Dan sambil memberontak agar di lepaskan.
“Katanya kamu dipecat,” balas si Dektetif. Lalu dia memberitahu kalau dia ada menerima telpon mengenai pencurian.

Yeon Seo keluar dari dalam rumah, dan melihat itu Kim Dan langsung berteriak memanggilnya dan mengajaknya untuk berbicara 5 menit saja, tidak, tapi 1 menit saja. Namun Yeon Seo hanya diam saja, memperhatikan dirinya di seret paksa oleh para polisi.
“Sebentar,” kata Yeon Seo akhirnya, sebelum Kim Dan di masukan ke dalam mobil polisi.
Kim Dan mengeluh kenapa Yeon Seo sampai melaporkannya, dan menuduhnya sebagai pencuri. Kepadahal jika Yeon Seo mau memecatnya, maka dia akan pergi menggunakan kedua kakinya sendiri.
“Penipu,” kata Yeon Seo.
“Kamu memanggilku cabul, dan sekarang penipu?” keluh Kim Dan, kesal.

“Kamu menipuku!” teriak Yeon Seo. “Jika kamu mengaku, aku akan melewatkan pemecatanmu, mengajukan gugatan ganti rugi, investigasi polisi, dakwaan penuntutan,” jelas Yeon Seo dengan lebih tenang.
“Aku selalu tulus. Aku tidak pernah berbohong, sekalipun tidak,” jelas Kim Dan dengan frustasi. “Aku serius,” tegasnya.

“Kita pernah bertemu sebelumnya, bukan? Sebelum kamu datang untuk wawancara. Saat aku tidak bisa melihat. Jawab aku. Tanpa kebohongan,” pinta Yeon Seo. Dan Kim Dan pun terdiam, karena dia kesulitan untuk menjawab.

Flash back
Yeon Seo memakaikan selimut pada Kim Dan yang tertidur. Namun Kim Dan memegang tangannya. Dan Yeon Seo pun menarik tangannya, lalu dia memperhatikan sapu tangan yang Kim Dan ikatkan ditangannya.
“Kim Dan. Siapa kamu? Kenapa kamu melakukan ini?” tanya Yeon Seo.
“Jangan khawatir. Aku akan pastikan menwujudkannya. Aku akan pastikan misi Yeon Seo terselesaikan. Maksudku, kamu seharusnya tidak bersikap seperti itu walau kamu mengalami kecelakaan,” gumam Kim Dan, tidak sadar.
Mendengar itu, Yeon Seo langsung mundur selangkah. Dia teringat perkataan Kim Dan, saat mereka bertemu untuk pertama kalinya di taman. Lalu dia mengingat tingkah aneh Kim Dan, saat CCTV rusak, ketika itu Kim Dan tampak gembira.
Yeon Seo melepaskan sapu tangan Kim Dan yang terikat di tangannya. “Jangan2…” gumam Yeon Seo, merasa curiga.
Flash back end

Yeon Seo menyuruh Kim Dan untuk menjawab. Dan Kim Dan pun mengiyakan bahwa itu benar, tapi itu cuma kebetulan saja. Yeon Seo kemudian menanyakan, siapa yang telah mengirimkan Kim Dan ke sini.
“Dari atas,” jawab Kim Dan dengan nada pelan sambil menunjuk ke langit.
“Jadi, kamu hanya melakukan apa yang diperintahkan? Itu sebabnya kamu bilang, aku adalah tujuan hidupmu. Itu sebabnya kamu bilang, kamu ada karena aku. Sepertinya kamu tidak berbohong,” kata Yeon Seo. Tampak kecewa pada Kim Dan. 

Kim Dan berusaha untuk menjelaskan semuanya, tapi Yeon Seo telah salah paham kepadanya. Yeon Seo mengira Kim Dan yang telah menghancurkan kaca jendela. Yeon Seo mengira Kim Dan adalah mata2 yang dikirim padanya. Dan Kim Dan merasa bingung dengan maksud perkataan Yeon Seo.
“Aku selesai,” kata Yeon Seo, lalu dia melemparkan kembali sapu tangan milik Kim Dan. Kemudian dia berbalik dan berjalan pergi.Sementara Kim Dan yang masih bingung, dia dengan rela membiarkan dirinya dia bawa pergi oleh para polisi.
Dikantor polisi. Kim Dan menjelaskan kepada Detektif bahwa dialah yang telah menyelamatkan Yeon Seo saat lampu gantung terjatuh.
Tapi Detektif sama sekali tidak percaya kepadanya. Dia menyimpulkan kalau Kim Dan sengaja membuat kejadian itu. Dan menyelamatkan Yeon Seo. Untuk mendapatkan kepercayaan dari Yeon Seo.
Didalam kamar. Yeon Seo membereskan semua barang Kim Dan untuk disingkirkan. Tapi Ny. Jung menahannya, dan membujuk Yeon Seo agar memanggil Kim Dan untuk kembali kesini. Tapi Yeon Seo tidak mau, karena Kim Dan adalah penipu.

“Dia hanya tidak memberitahumu. Bukannya dia berbohong dengan sengaja. Dia menjawab semua pertanyaanmu. Jika dia akan menyembunyikannya, dia akan rahasiakan sampai akhir. Kamu mencurigai semua orang, bukan? Lalu bagaimana kamu mempercayaiku?” kata Ny. Jung, bertanya.
“Karena kamu tidak baik padaku,” jawab Yeon Seo.
Ny. Jung tidak putus asa dalam membela Kim Dan. Dia memperlihatkan kalender yang ditemukannya. “Dia sangat menunggu hari ulang tahunnya seperti anak kecil,” katanya sambil menunjukan tanda yang di tandai bintang oleh Kim Dan.
“Dia mungkin harus membunuhku pada tanggal itu,” balas Yeon Seo dengan sinis. Lalu dia melemparkan kalender itu kedalam kotak yang harus dibuang.

Ny. Jung merasa geram, tapi dia terus berusaha untuk meyakinkan Yeon Seo. Dia menunjukan buku tentang Yeon Seo yang dipelajari oleh Kim Dan. Dan dia merasa terkejut, ketika melihat tulisan yang Kim Dan tulis dibuku.
“Cinta, kencan, perasaan, dan jantung?” gumam Ny. Jung.
Kim Dan memikirkan tentang cinta, lalu menuliskannya di buku.
“Ya Tuhan. Hei, dia tidak kan?” tanya Ny. Jung sambil tertawa. “Jatuh cinta padamu pada pandangan pertama,” kata Ny. Jung memperjelas maksudnya.

“Dia mendekatimu dengan hati2. Dia ingin menghirup udara yang sama denganmu sejenak untuk menghargai moment itu,” kata Ny. Jung sambil membayangkannya.

“Omong kosong! Dia bilang seseorang dari atas mengirimnya ke sini,” balas Yeon Seo.
“Ya. Seseorang dari atas sana. Mungkin takdir,” balas Ny. Jung.
Ny. Jung terus menggoda Yeon Seo. Dan Yeon Seo jadi terus teringat akan Kim Dan yang telah menolongnya. Lalu karena tidak tahan lagi, maka Yeon Seo pun memberikan kotak yang berisikan semua barang Kim Dan, dan menyuruh Ny. Jung untuk mengembalikannya.

“Dia bilang dia diusir dan tidak punya tujuan. Aku penasaran dimana dan apa yang dia lakukan. Baginya di seret ke kantor polisi, dia pasti sangat terluka,” kata Ny. Jung, memancing Yeon Seo.
Yeon Seo kemudian teringat perkataan Kim Dan bahwa dia tulus. Tapi Yeon Seo mengeraskan hatinya, dan mengabaikan Ny. Jung.
“Tidak berhasil,” gumam Ny. Jung, lelah.

Kim Dan mau masuk ke dalam gereja, tapi Hoo tidak mengizinkannya. Dan dengan kesal, Kim Dan memohon agar di izinkan satu hari saja, karena dia tidak punya tujuan. Dengan tegas, Hoo mengingatkan kalau Kim Dan tidak di izinkan kembali sampai Kim Dan menyelesaikan misi.
“Aku akan segera mulai. Aku menemukan tulang rusuknya. Pasangannya. Aku hanya perlu menyatukan mereka bersama,” jelas Kim Dan.
“Lalu, kenapa kamu diusir? Aku membantu dan membersihkan masalahmu. Aku sudah melakukan bagianku,” balas Hoo.
Kim Dan menyentuh bahu Hoo dengan jari telunjuknya. “Ketika aku mendengar kritikannya, tekanan darahku melonjak. Tapi saat aku merasa lebih dekat dengannya, wajahku gatal.”
“Aigoo. Kamu pasti sangat bangga sudah di pecat sesudah jadi emosional seperti manusia,”balas Hoo sambil mendecakan lidah.

Kim Dan membela diri, walaupun dia telah dipecat, tapi misi nya tetap berlanjut, dan dia akan melakukannya tanpa harus berada disamping Yeon Seo. Dan mendengar itu, Hoo mempertanyakan apakah Kim Dan akan menjadi biro jodoh tidak terlihat.
“Itu bagus. Bagaimana jika aku muncul dalam mimpinya? ‘Jangan kaget. Lihat. Dunia baru akan terbuka di hadapanmu. Cinta akan berkembang dalam hati tandus Yeon Seo.’ Bukankah itu luar biasa?” tanya Kim Dan dengan semangat.
Dan Hoo mengacungkan jempolnya sambil ikut tertawa. Setelah itu, dia langsung menerbangkan Kim Dan menjauh, dan menutup pintu gereja.

Kim Dan memukul pintu, memohon agar setidaknya di berikan 10.000 won atau 5.000 won. Karena dia tidak punya apapun yang tersisa. Tapi Hoo tidak menjawab dan membukakan pintu.

No comments:

Post a Comment