Sunday, June 30, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 22 - part 3

1 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 22  – Part 3
Network : KBS2
Yeon Seo menekan tombol panggilan, dan tidak seperti biasanya. Kali ini Kim Dan langsung datang menemui nya.


“Bisakah kamu membersihkan ruangan latihanku? Aku akan berlatih seharian hari ini dirumah, tapi aku benci kalau kotor,” kata Yeon Seo, membuat alasan.
“Aku yakin pengurus rumah tanggamu mungkin melakukannya,” balas Kim Dan.

Yeon Seo memohon agar Kim Dan membersihkannya sekali lagi, karena dengan begitu dia merasa lebih nyaman. Dan Kim Dan pun mengiyakan.


Kim Dan membersihkan ruangan latihan dengan masih khawatir kepada Yeon Seo.

Yeon Seo masuk secara diam- diam ke dalam kamar Kim Dan. Dia mau mencari tahu ada apa dengan sikap aneh Kim Dan, karena Kim Dan tidak mau memberitahunya.


Yeon Seo memeriksa isi laci meja Kim Dan, dan dia menemukan hapenya. Hape itu memang telah retak, tapi masih bisa hidup ketika dia menyalakannya.
Saat Yeon Seo datang, Kim Dan dengan riang memberitahu bahwa dia telah selesai membersihkan. Lalu dia memberikan sarung tangan kepada Yeon Seo agar Yeon Seo bisa memeriksa apakah ruanganya sudah benar bersih.


Tapi Yeon Seo melemparkan sarung tangan itu ke wajah Kim Dan. “Kamu tidak benar- benar mencintaiku,” katanya.
“Apa yang terjadi padamu tiba- tiba?” tanya Kim Dan, bingung.
“Aku mempercayaimu sampai akhir. Dan ingin mempercayaimu.”
Kim Dan masih tidak mengerti maksud Yeon Seo, jadi dia pun meminta agar Yeon Seo menjelaskan padanya. Tapi Yeon Seo menolak untuk menjelaskan, lalu dia pergi.

Kim Dan ingin mengejar Yeon Seo, tapi tiba- tiba Kang Woo menelponnya. Jadi dia pun mengangkatnya.


Kim Dan menemui Kang Woo yang datang. Dan melihatnya, dengan heran Kang Woo bertanya kenapa Kim Dan yang keluar, kepadahal dia telah mengatakan ingin menemui Yeon Seo.
“Aku ingin bicara denganmu. Sepertinya Ru Na menagertkan Yeon Seo,” kata Kim Dan, memberitahu.
“Aku sudah tahu. Maksudku aku curiga itu dia,” balas Kang Woo.

Kim Dan kaget, dan bertanya kenapa Kang Woo tidak memberitahunya. Dan Kang Woo bertanya, apa yang bisa Kim Dan lakukan serta berapa banyak waktu Kim Dan yang tersisa ditempat ini. Karena Kim Dan adalah seorang malaikat.
“Jika perlu, aku dapat membunuh orang- orang itu demi Yeon Seo,” jelas Kang Woo.
“Kamu tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan,” balas Kim Dan.
“Itu hanya berlaku untuk malaikat sepertimu. Manusia sepertiku tidak takut lagi dengan Penghakiman Tuhan,” balas Kang Woo.

Kim Dan merasa heran, dan dia kemudian mengingat kembali perkataan yang Kang Woo pernah katakan dulu. Bahwa ada seorang malaikat muda yang menganggap dirinya istimewa.
“Rupanya, kamu adalah dia. Malaikat muda,” tebak Kim Dan.
“Yang penting sekarang adalah orang yang akan tinggal disisi Yeon Seo sampai akhir,” balas Kang Woo.

Kim Dan penasaran, dan bertanya sejak kapan Kang Woo berubah menjadi manusia, dan bagaimana bisa Kang Woo berubah menjadi manusia. Yang paling penting, apakah benar Malaikat bisa menjadi manusia. Dan Kang Woo diam, tidak menjawab.
Tepat disaat itu, Yeon Seo keluar dari dalam rumah. Dan Kang Woo pun langsung memberitahu, kalau dia datang untuk menemui Yeon Seo. Lalu Kim Dan menjelaskan bahwa dia baru saja akan menyuruh Kang Woo pulang, karena Yeon Seo tidak punya apapun untuk dibicarakan dengan Kang Woo.

“Ayo pergi. Aku perlu bicara dengan mu,” kata Yeon Seo pada Kang Woo.
“Biarkan aku ikut denganmu,” kata Kim Dan, cepat.
“Tinggal dirumah,” balas Yeon Seo.
“Kenapa?” tanya Kim Dan, kesal.


Yeon Seo mendekati Kim Dan, dan berbisik ditelinganya. “Aku pun punya rahasia,” katanya. Lalu dia masuk ke dalam mobil Kang Woo. Dan mereka berdua pergi.


Dengan kesal, Kim Dan pun hanya bisa membiarkan mereka berdua pergi.

Didalam café. Yeon Seo memperlihatkan isi sms yang ada dihapenya kepada Kang Woo. Dia meminta agar Kang Woo jangan berbohong, karena dirinya bukanlah orang yang mudah pingsan. Dan dia benci kalau Kim Dan serta Kang Woo mulai berbisik- bisik tanpa dirinya. Jadi dia ingin Kang Woo menceritakan semuanya.


“Apa kamu ingat teman yang kukujungin di kuil? Dia meninggal tepat didepan mataku. Serta ini foto yang kuambil bersamanya,” jelas Kang Woo. Dia memperlihatkan fotonya berdua dengan Seol Hee, kepada Yeon Seo.
Yeon Seo kaget, karena Seol Hee tampak sangat mirip dengan dirinya. “Apa ini sebabnya kamu bersikeras bekerja denganku? Aku bukan dia.”

“Aku tahu. Kali pertama, aku pikir kamu penggantinya. Tapi tidak lagi. Aku suka tarian Lee Yeon Seo, dan aku mencintaimu sebagai Lee Yeon Seo. Kamu memintaku untuk memberitahumu apa yang terjadi pada malam itu. Tapi aku tidak bisa. Aku akan mengurusnya tanpa kamu sadari, dan aku tidak ingin kamu mengingat kenangan yang menyiksa,” jelas Kang Woo.


Yeon Seo bingung dengan maksud Kang Woo tentang ingatan yang menyiksa. Tapi Kang Woo tidak mau menjelaskan, yang dia katakan hanyalah bahwa dia tidak ingin kehilangan Yeon Seo seperti waktu itu.


“Malaikat menjadi manusia. Malaikat jatuh cinta, dan menjadi manusia,” gumam Kim Dan, berpikir keras. Lalu dia mengingat kembali perkataan Hoo yang memberitahu bahwa dirinya dan Yeon Seo tidak akan bisa hidup bahagia.
“Jika aku menjadi manusia … “ gumam Kim Dan, seperti terpikir sesuatu. Dan dia merasa khawatir.

Tiba- tiba ada telpon masuk dari Yeon Seo, dan melihat itu Kim Dan terkejut. Karena setahunya, hape Yeon Seo ada didalam laci meja nya. Dan dengan ragu, Kim Dan menjawab telpon itu.

Yeon Seo memberitahu bahwa ini adalah dirinya. Sekarang dia berada ditaman tempatnya pingsan. Karena tidak ada yang mau menceritakan apapun padanya, maka dia datang sendirian ke taman untuk mencari tahu.


“Aku akan datang. Tetap disana,” kata Kim Dan, panik serta cemas.
“Izinkan aku bertanya kepadamu untuk kali terakhir. Apa benar- benar tidak ada yang mau kamu katakan?” tanya Yeon Seo, serius.
“Aku akan ceritakan saat aku sampai disana. Tidak. Ayo kita terus berbicara ditelpon sampai aku tiba disana,” jawab Kim Dan.
“Sudah terlambat. Aku bilang itu kali terakhir,” balas Yeon Seo. Lalu dia mematikan telponnya.

Kim Dan panik, dan terus memanggil- manggil nama Yeon Seo di telpon. Lalu dia segera berlari untuk menemui Yeon Seo.

Yeon Seo mengingat kenangan indahnya bersama dengan Kim Dan, saat mereka berada ditaman. Dia mengikuti setiap apa yang diingatnya untuk mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi.


Yeon Seo sampai diwarung tempat Kim Dan membeli payung dan balon. Dia memperlihatkan foto Kim Dan kepada si penjual, dan bertanya apa yang terjadi pada hari Kim Dan datang.
“Oh. Dia membeli payung dan balon. Dia berlari kesana kemari, mengatakan bahwa pacarnya tiba- tiba hilang. Aku ingin tahu apa dia menemukannya,” kata si penjual.
“Dia bilang pacarnya hilang?” tanya Yeon Seo, heran.

Kim Dan mengebut.


Sesampainya ditaman, Kim Dan berlari mencari dimana Yeon Seo. Dan dia berhasil menemukannya di dekat bangku taman.
“Yeon Seo, kamu baik- baik saja? Jangan berkeliling sendirian. Jika ada bersama Ji Kang Woo. Apa kamu tahu betapa khawatirnya aku?” tanya Kim Dan dengan emosi karena merasa sangat khawatir.
“Apa kamu..”


Kim Dan berjanji akan menceritakan semuanya, tapi dia tidak ingin mengejutkan Yeon Seo. Dan Yeon Seo langsung menutup mulut Kim Dan.
“Kim Dan. Apa kamu malaikat? Jawab aku. Kamu tidak boleh berbohong,” tanya Yeon Seo. Dia lalu menurunkan tangannya.


Kim Dan kaget, dan terdiam. Dia mengingat pertanyaan Yeon Seo tentang apakah dirinya benar- benar mencintai. Serta dia mengingat perkataan Hoo tentang saat Yeon Seo tahu, maka dirinya dan Yeon Seo tidak akan bisa hidup bersama. Dan perkataan Yeon Seo yang mempercayainya sampai akhir.
“Ya. Aku malaikat,” jawab Kim Dan, jujur.

1 comment: