Saturday, June 29, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 21 - part 3

1 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 21 – Part 3
Network : KBS2
Kim Dan menghentikan Yeon Seo yang sedang menyiapkan barang untuk pergi berlatih di Fantasia. Kim Dan meminta agar Yeon Seo beristirahat. Dan Yeon Seo membalas, bagaimana mungkin balerina utama melewatkan latihan.
“Kamu punya alasan. Jangan kesana,” kata Kim Dan. Dia menarik tas Yeon Seo.
“Berikan padaku,” balas Yeon Seo. Menarik tasnya kembali.
“Tidak, dengarkan aku!” tegas Kim Dan. Menarik tas Yeon Seo berserta dengan Yeon Seo ke dalam pelukannya.


Yeon Seo menatap Kim Dan, dan bertanya apakah Kim Dan memang sekhawatir itu padanya. Dan Kim Dan mengiyakan. Kemudian tiba- tiba saja hape Kim Dan berbunyi, dan itu adalah telpon masuk dari Kang Woo.

“Serahkan pada Yeon Seo,” kata Kang Woo langsung, saat Kim Dan menjawab telponnya.
“Katakan padaku. Karena aku sekretarisnya,” balas Kim Dan, tidak mau.
“Bagaimana kamu masih sekretarisnya? Apa kamu menunjukan padanya sayap mu dan memperingatinya?” balas Kang Woo, ketus.
“Berhenti bicara omong kosong. Jika hanya itu, aku tutup,” balas Kim Dan, ingin mematikan hape nya. Tapi tiba- tiba Yeon Seo merebut hape nya.

Yeon Seo menanyakan kenapa Kang Woo tidak langsung menelponnya saja. Dan Kang Woo menjelaskan bahwa dia mau Yeon Seo mengambil libur hari ini, karena Yeon Seo pasti masih merasa sangat syok. Mendengar hal itu, Yeon Seo merasa sangat kebingungan.

“Kenapa semua orang ribut? Aku baik- baik saja. Aku pingsan. Hanya itu. Aku kira sekretaris ku sudah memberitahumu apa yang sudah terjadi. Jangan pedulikan dia,” kata Yeon Seo, lalu dia mematikan telponnya.
“Pingsan?” gumam Kang Woo, heran.
Kim Dan ingin menjelaskan sesuatu pada Yeon Seo, tapi Yeon Seo langsung menyela. Yeon Seo meminta agar Kim Dan menemaninya ke taman, karena hape nya pasti hilang disana.
“Ayo kita beli yang baru,” saran Kim Dan. Tapi Yeon Seo langsung menolak.
“Tidak. Aku harus menemukannya.”
“Kenapa?” tanya Kim Dan, tidak mengerti.

Yeon Seo secara diam- diam selalu memotret Kim Dan yang sedang bekerja menggunakan kamera di hapenya. Dan karena itu, Yeon Seo tidak bisa menjelaskan kenapa. Dia memutuskan untuk pergi mencari hape nya sendiri.


Dengan segera, Kim Dan pun langsung menahan Yeon Seo. “Aku akan pergi ke taman. Aku akan mencarinya. Tetap disini sampai aku kembali. Jangan kemana- mana. Berjanjilah,” tegas Kim Dan.
“Baiklah. Aku berjanji,” balas Yeon Seo.

Kim Dan pergi ke atas atap gedung, dan menatap ke bawah. Dengan perasaan sangat marah, dia mengepalkan tangannya kuat- kuat.

Kang Woo datang ke kantor, dan membacakan tentang sms yang dikirimkan dari hape Yeon Seo ke hape nya. Mendengar itu, Ny. Choi kaget dan mengira bahwa itu dari Ni Na. Sementara Ru Na, dia langsung berdiri dan bertanya dengan kesal apa yang sebenarnya Kang Woo lakukan.
“Ini adalah pesan dari Lee Yeon Seo. Tidak, lebih tepat nya, pesan dari seorang penculik yang membawanya kemarin,” jelas Kang Woo langsung.

Ny. Choi terkejut dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Ru Na. Dan Ru Na menghela nafas dengan kesal.
“Sepertinya kita sudah selesai membicarakannya kemarin. Menuduh kami dengan pesan sudah cukup atas tuduhan pencemaran nama baik. Jadi, apa sesuatu terjadi pada Yeon Seo? Tidak ada yang terjadi,” kata Ru Na, takut ketahuan.

Kang Woo tersenyum, dan bertanya bagaimana Ru Na bisa tahu hal itu. Dan Ru Na menjawab bahwa karena Kang Woo ada disini, itu tandanya Yeon Seo baik- baik saja.
“Jadi, Yeon Seo sudah diculik, tapi kamu mencurigai kami yang ada dibelakang itu?” tanya Ny. Choi, mulai mengerti.
“Bawakan bukti. Tidak. Jika kamu temukan bukti segera serahkan ke kantor polisi. Jangan ganggu aku. Sangat melelahkan,” kata Ru Na, berpura- pura cuek.
Kang Woo menjelaskan bahwa dia memang berencana seperti itu, makanya dia datang kesini untuk memperingatkan terlebih dahulu. Dan Ny. Choi tertawa, dia membalas bahwa mereka tidak ada dibalik penculikan itu, jadi mengapa Kang Woo malah memperingatkan mereka.
“Aku memikirkan apa yang kalian inginkan berbuat sejauh itu,” kata Kang Woo sambil tersenyum mengejek mereka.

Ni Na datang. Melihat itu, Ny. Choi serta Ru Na merasa kaget. Dan Ni Na menjelaskan bahwa Kang Woo yang menyuruhnya datang, karena ada sesuatu yang harus diberitahukan kepadanya.
“Ada sesuatu yang harus kamu ketahui, Ni Na,” kata Kang Woo sambil tersenyum.

Ru Na langsung menyela dengan keras. Dan melihat ketakutannya, Kang Woo semakin tersenyum. Ni Na yang merasa penasaran, bertanya ada apa.
“Kamu hebat. Performa mu kemarin sangat bagus. Kamu adalah Giselle impianku. Kamu mengesankan, Ni Na,” puji Kang Woo, tidak tulus. Ni Na terkejut mendengar pujian mendadak itu.
Kang Woo kemudian menghadapkan Ni Na kepada mereka berdua. “Kalian akan melakukan apapun untuk Ni Na. Itulah betapa kalian mencintainya. Itu sebabnya aku ingin bilang ini didepan kalian berdua juga. Kerja bagus. Sampai jumpa,” jelas Kang Woo. Lalu dia pergi.


Dengan bingung, Ni Na memberikan tatapan bertanya kepada Ibu dan Kakaknya yang tampak ketakutan.


Kim Dan berhasil menemukan hape Yeon Seo dibawah gedung Fantasia, tempat dimana Yeon Seo didorong. Dan dia menyalakan hape tersebut. Lalu dia menemukan pesan yang dikirimkan dari hape Yeon Seo ke hape Kang Woo.

Kim Dan datang ke rumah Ny. Choi, tapi sebelum dia masuk Hoo datang dan berteriak menanyakan, apa yang akan dilakukannya. Kemudian Hoo menjentikan jarinya.

Hoo membawa Kim Dan ke gereja.
“Mereka mencoba untuk melukai orang. Mereka adalah keluarganya. Mereka adalah satu-satunya keluarga yang tersisa. Keluarganya melakukan itu,” kata Kim Dan, menjelaskan dengan marah.
“Jadi, apa kamu akan melukai orang seperti mereka? Berapa lama menurutmu Tuhan akan tahan denganmu? Sadarlah!” kata Hoo, menasehati Kim Dan.

Kim Dan tersenyum kecut, dan bertanya apakah Hoo sudah tahu dan hanya akan menonton. Dan apakah Hoo yang telah menghapus ingatan Yeon Seo.
Malam hari. Ketika Kim Dan meninggalkan Yeon Seo yang masih tidur didalam kamar untuk pergi menyalakan saklar listrik. Hoo datang, dan menghapus ingatan Yeon Seo mengenai kejadian penculikan tersebut.

“Kenapa kamu menghapus ingatannya? Kamu bilang, jangan lakukan apapun pada manusia!” teriak Kim Dan, membentak marah.
“Kenapa kamu membentangkan sayap didepan manusia? Ini semua salahmu!” balas Hoo, membentak juga.

Kim Dan memberitahu bahwa dia akan mengatakan yang sebenarnya kepada Yeon Seo, jadi apakah Yeon Seo menerimanya atau tidak, itu adalah keputusan Yeon Seo. Tapi Hoo malah menghapus ingatan Yeon Seo.
Hoo membalas bahwa lebih baik Yeon Seo tidak tahu apapun daripada gemetar ketakutan, karena mengetahui bahwa Kim Dan adalah mailakat, dan mereka tidak akan bisa tinggal bersama selamanya. 

“Kamu pengecut. Aku tidak tahu, seorang malaikat bisa sepengecut ini,” kata Kim Dan dengan ketus.
“Malaikat hanya dimaksudkan sebagai pengamat semata. Jadi, jika itu adalah takdirnya untuk dibunuh oleh seseorang, kamu harus menerimanya,” balas Hoo.

Kim Dan tidak terima, jika dia bisa menyelamatkan Yeon Seo, maka dia akan melakukannya karena itu adalah perbuatan baik dan tugas malaikat. Dengan tegas, Hoo membalas tidak, membawa kebingungan kepada dunia dianggap kejahatan. Karena siapapun bisa jadi korban kriminal dan mati, beberapa bisa hidup sampai dengan 100 tahun, dan beberapa orang mati begitu mereka dilahirkan. Itulah nasib manusia!

Kim Dan menggelengkan kepalanya, dia kesulitan untuk menerima kenyataan bahwa itulah nasib manusia. Karena dia diberitahu bahwa semua orang penting, dan Tuhan mencintai manusia. Jadi tidak ada yang harus menghadapi kematian yang tidak adil. Tapi Tuhan dan Para malaikat malah tidak bertanggung jawab dan hanya menonton.
“Jika kamu pikir kita tidak bertanggung jawab, artinya kamu egois. Lihatlah hatimu. Kamu tidak ingin menyelamatkan semua orang yang mati dalam kematian yang salah. Kamu hanya ingin menyelamatkan satu orang, Lee Yeon Seo!” tegas Hoo, menasehati.

Kim Dan berjalan pulang dengan langkah pelan. Dia mengingat kembali semua perkataan Hoo kepadanya.
Hoo : “Jangan coba beritahu si Berisik siapa dirimu. Tidak ada waktu bagimu untuk serakah.”
Kim Dan berhenti berjalan, dan mengusap wajahnya dengan lelah.

1 comment:

  1. Ada yang tidak tahu cara men-download film ? atau tidak tahu situs download ? atau ada yang sedang mencari film lama ?

    Jika iya, kalian tidak perlu repot- repot mencari situs download atau menghabiskan banyak kuota.

    Saya menjual Flashdisk berisikan Film drama korea, jepang, thailand, movie, dan anime . Bagi yang berminat, silahkan chat saya.

    ID Line : dewinotdwi

    ReplyDelete