Sunday, June 16, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 15 - part 2

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 15 – Part 2
Network : KBS2
Yeon Seo masuk ke dalam ruangan ganti, tapi semua orang tidak menyambut hangat kedatangannya. Mereka juga tidak mau memberikan salah satu loker mereka kepada Yeon Seo. Tapi walaupun mereka bersikap seperti itu padanya, Yeon Seo tetap tenang dan berusaha untuk berbaur kepada mereka.

Yeon Seo memilih salah satu loker yang kotor dan memang sudah dipakai lagi sebagai loker yang akan digunakannya. “Aku akan memakai yang ini. Terima kasih sudah datang. Harap kerjasamanya,” kata Yeon Seo dengan ramah pada mereka.

Melihat itu, Ni Na sedikit kaget dengan sikap Yeon Seo yang bisa setenang itu. Karena Yeon Seo dengan tenang membersihkan loker tersebut. Serta dia merasa kasihan juga kepada Yeon Seo.
Diruangan latihan. Setiap orang duduk menjauhi Yeon Seo, dan tidak seorang pun yang mau memberikan matras nya. Tapi Yeon Seo sama sekali tidak masalah, dia duduk di lantai dan melakukan peregangan sendirian.

Kemudian disaat itu, Kang Woo datang. “Lakukan pemanasan dengan benar, dan kita akan mulai dengan barre,” jelas Kang Woo kepada semuanya. Lalu Kang Woo mengangguk sedikit kepada Yeon Seo. Dan Yeon Seo balas mengangguk padanya. Melihat itu, semua orang tampak tidak senang dan iri.

Ny. Choi, Ru Na, dan sekretarisnya datang ke ruang latihan. Melihat itu, Kang Woo pun bertanya ada apa mereka datang. Dan Ny. Choi berbicara kepada semuanya.
“Sebelum mulai berlatih untuk ‘Giselle’. Aku datang untuk melihat para penari kami yang lemah. Kalian menikmati istirahatnya? Tapi, kalian tidak melakukan kesalahan. Aku dipihak kalian. Kalian tahu itu, bukan? Untuk alasan itu, Budanjang kita akan membuat pengumuman penting. Demi kebaikan kalian,” jelas Ny. Choi. Lalu dia mempersilahkan Ru Na untuk berbicara.

Ru Na menjelaskan kepada semuanya. Untuk audisi Giselle nantinya, itu akan diadakan dalam 2 minggu diteater besar, dan mereka akan dinilai oleh staf artistik seperti Danjang (Ru Na) dan Budanjang (Ny. Choi), sementara Kang Woo akan dikeluarkan dari tim penilaian.

Mendengar itu, suasana menjadi heboh. Dan Kang Woo pun protes, “Apa maksudmu, aku tidak bisa memilih yang terbaik dari kinerja yang aku arahkan?”

“Seperti yang kamu ketahui, kamu tidak mampu bersikap tidak memihak. Kami menginginkan audisi setara dan adil. Apa kamu keberatan, Yeon Seo?” tanya Ny. Choi sambil memandang tajam Yeon Seo.
Yeon Seo diam, dan memperhatikan semua orang yang memandang ke arahnya.

Kang Woo bersedia untuk keluar dari tim penilaian. Tapi dia juga ingin Ny. Choi keluar dari tim penilaian, karena Ny. Choi juga tidak mampu untuk bersikap tidak memihak. Jadi untuk penilaian yang adil, Kang Woo ingin para penari yang saling menilai satu sama lain.

Mendengar itu, semua penari tertawa. Sementara Ny. Choi langsung protes, menurutnya bagaimana bisa dalam audisi mereka membiarkan para penari menilai satu sama lain.
“Kenapa tidak bisa? Transparan dan adil. Kita dapat membiarkan semua orang memberikan suara. Kamu bilang ada dipihak mereka,” kata Kang Woo, menantang Ny. Choi. Dan karena itu, maka Ny. Choi pun hanya bisa tertawa saja.

Ru Na memberikan tatapan penuh arti pada Ny. Choi, sehingga Ny. Choi pun berhenti tertawa. “Baiklah kalau begitu. Audisi ini akan sangat menarik. Dan aku yakin ini akan turun dalam sejarah Fantasia,” jelas Ny. Choi kepada semuanya.

Kang Woo mengikuti Ny. Choi keluar dari dalam ruangan, dia protes kenapa Ny. Choi mengumumkan sesuatu seperti itu tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengannya. Dan Ny. Choi membalas bahwa dia tahu kalau Kang Woo berencana melawannya dari belakang bersama Yeon Seo, serta Yeon Seo jugalah yang menyarankan untuk mengadakan audisi tanpa berdiskusi dengannya terlebih dahulu juga.

“Dia meyakinkan kesatuan dengan cara yang paling masuk akal. Apa ada masalah? Atau kamu ingin ada masalah?” tanya Kang Woo, menantang.
“Harap perhatikan kata- katamu. Karena kamu dengan keras kepala tidak mendengarkan kami, konferensi pers dan Fantasia Night benar- benar hancur. Kamu lupa? Ketua Choi (Ny.Choi) harus melompat melalui lingkaran untuk membersihkan kekacauan,” balas Ru Na. Dan Ny. Choi langsung memintanya agar berhenti saja, sudah cukup.
Kang Woo dengan sedikit sinis membalas bahwa dia tahu kalau sebenarnya ini hanya membuat lebih buruk untuk Yeon Seo. Tapi dia akan mempercayai mereka sedikit lagi. Lalu setelah mengatakan itu, Kang Woo pun pamit dan masuk ke dalam ruangan latihan kembali.

“Kenapa kamu membuatnya kesal? Apa rencanamu?” tanya Ny. Choi.
“Tidak peduli betapa berbedanya dia, dia hanya seorang Direktur Artistik. Aku tidak tahan dengan sikapnya,” jawab Ru Na. Lalu dia berjalan pergi duluan.
Peregangan tubuh. Setiap penari memegang tiang peyangga, tapi tidak seorang pun yang bersikap baik kepada Yeon Seo. Setiap kali mereka menari, mereka selalu mengenai Yeon Seo. Tapi walaupun begitu Yeon Seo tetap bersabar.
Yeon Seo berlatih dengan memegang ujung tiang peyangga, agar tidak mengganggu para penari disekitarnya. Tapi para penari tetap melakukan sesuatu yang membuat Yeon Seo jadi tidak bisa berlatih dengan benar.
Sehingga Yeon Seo pun terpaksa harus berlatih sendirian, tanpa pegangan di tengah ruangan. Melihat itu, Kang Woo hanya bisa diam dan membiarkan saja.
Setelah semua selesai melakukan peregangan. Kang Woo menjelaskan tentang tarian Giselle. Babak satu, mereka akan mulai dari pertemuan kebetulan antara seorang Gadis Desa, Giselee, dan Duke Albrecht.
Yeon Seo mengingat saat hujan ditaman. Ketika dia pertama kali secara kebetulan bertemu dengan Kim Dan.
Yeon Seo : “Ketika mereka saling mengerti, mereka jatuh cinta.”
Yeon Seo mengingat saat dirinya dan Kim Dan berciuman.
Kim Dan : Seperti itulah sejak awal. Perasaan itu begitu kuat sehingga mereka ingin menyebutnya sebuah takdir.”
Yeon Seo mengingat saat hujan mulai turun. Kim Dan berlari meninggalkannya sendirian begitu saja.
Kang Woo : “Namun, saat Giselle mengetahui identitas asli pria itu, dia meninggal karena serangan jantung. Dengan rasa pengkhianatan.”
Yeon Seo merasa sedih mengingat hal2 tersebut.

Didalam bus. Kim Dan duduk diam dengan raut wajah sedih. “Namun, mereka tidak bisa berhenti saling mencintai bahkan dalam kematian.”
“Dan mereka bertemu lagi seperti takdir.” Yeon Seo tersentak, ketika Kang Woo memanggil namanya.
“Lee Yeon Seo!” panggil Kang Woo.

No comments:

Post a Comment