Friday, July 5, 2019

Informasi / Cuap-Cuap mengenai Arthdal Chronicles

0 comments

Informasi / Cuap-Cuap mengenai Arthdal Chronicles

Images by : instagram (@kimjiwon_ph ; @tvndrama. Official) ; twitter (keyword : Asa Sin dan Risan) ; google.com
Hello, guys. Kali ini, aku akan membahas mengenai Asa Sin, Risan, Aramun dll yang aku dapatkan infonya. Aku rangkum di sini deh. Intinya ini hanya cuap-cuap mengenai Arthdal Chronicles. Jadi, mohon maklum kalau isi-nya agak absurd ya. Heheheh. Silahkan di baca kalau mau.
--



Asa Sin di kenal sebagai Ibu Agung dan Suci Perserikatan Arthdal. Asa Sin mempunya kekasih bernama Ligaz. Pasangan yang belum dewasa ini menghilang. Namun, cinta mereka tidak berakhir dengan bahagia sebab Ligaz sakit dan mati muda. Asa Sin menyadari bahwa tragedi itu terjadi akibat kesalahannya. Untuk menyelamatkan kota kelahirannya, dia berdoa selama 88 hari. Asa Sin menyesali kebodohannya dan bersemedi di sebuah gua. Dia baru tercerahkan setelah mendengar pesan dewanya.
10 tahun kemudian, dewa mengirimkan seorang anak laki-laki kepada Asa Sin. Anak ini di didik dan di besarkan Asa Sin. Dia lalu datang ke Arthdal dengan Kanmoreu (kudanya) dan mendirikan perserikatan Arthdal. Dia adalah Aramun Haesulla.
(sumber video : dari instagram tvn dan di terjemahkan kembali oleh fans)
Oke, kalau dari kisah mengenai Asa Sin di atas, entah kenapa, aku jadi mengenai kisah Asa Hon dan Ragaz. Mirip. Asa Hon jatuh cinta dengan Ragaz yang adalah Neanthal, dan dimana hubungan mereka itu terlarang. Asa Hon kemudian melahirkan Eunseom dan Saya. Demi melarikan diri dari kutukan komet biru di Arthdal, maka Asa Hon ingin membawa Eunseom pergi ke Iark. Tanah yang menurutnya tidak akan tersentuh oleh dewa Arthdal. Ingat berapa tahun yang di butuhkan Asa Hon untuk dapat menemukan jalan ke Iark? 10 tahun. (episode 01 part 3).
Dan kemudian Asa Hon tiba di Iark. Tapi, apa yang di temuinya? Dia mendapati Tanya yang memegang palu angin dan Eunseom yang menggegam bunga kamperfuli (saat itu Eunseom hendak menggunakan bunga itu untuk mengobati luka bakar di kaki Asa Hon) dan membuat Asa Hon teringat dengan sosok Aramun Haesulla yang di lihatnya di dalam mimpinya. Aramun Haesulla memegang palu angin dan bunga kamperfuli! Itulah yang membuat Asa Hon memanggil Eunseom di saat-saat terakhir hidupnya dengan kata : Aramun! (Dewa Kerukunan dan Persatuan Arhdal = Aramun Haesulla . di episode 01 part 2)
Sampai sini, bukankah hampir mirip dengan kisah Asa Sin dan Risan (kita belum tahu apakah Risan ini Neanthal atau suku apa. Jika hubungan Asa Sin dan Risan adalah hubungan biasa sesama Saram, kenapa Asa Sin dan Risan harus kabur? Bukankah itu menandakan kalau hubungan mereka seharusnya tidak boleh terjadi. Seperti Saram dan Neanthal).  Kenapa aku bisa mengatakan hubungan Saram dan Neanthal terlarang, karena coba baca di episode 01 part 2 lagi, saat Asa Hon berkata pada Rottip kalau dia di kutuk oleh Aramun. Saat itu Rottip bertanya apa alasannya. Dan di dalam hatinya Asa Hon berkata : Karena sekalipun seorang Saram, aku mengkhianati kaumku, dan membantu kalian. Aku juga jatuh cinta dan melahirkan bayi Igutu.
Dan ingat tujuan Asa Hon membawa Eunseom ke Iark adalah menghindari kutukan komet biru. Tapi, dia malah tiba di suku Wahan. Yang kemudian kita ketahui, bahwa sangat kemungkinan besar, suku Wahan adalah suku baru yang di bentuk oleh Asa Sin dan Risan yang kabur ke Iark. Suku Wahan = klan Asa. Mereka sama-sama milik Arthdal. Kutukan komet biru yang ingin di hindari oleh Asa Hon, masih berlaku di Iark. Karena suku Wahan pun mempercayai kutukan komet biru yang mengenai Tanya.
Ah ya, kalian ingat doa yang di gunakan untuk melakukan Ollimsani : “Terimalah kesatria kami. Dewa Kerukunan dan Persatuan Arthdal, Aramun Haesulla, terimalah kesatria kami. Untuk Aramun yang akan kembali dengan dua suara, bunga kamperfuli, Palu Angin, dan Kanmoreu. Kami berjanji melindungi keluarganya.” (silahkan baca ulang episode 01 part 2) . Dikatakan di sana ‘yang akan kembali’ itu artinya, Aramun akan datang kembali ke Arthdal. Dia akan datang dengan 2 suara (kemungkinan Igutu – percampuran Saram dan Neanthal, kan ada desas desus juga kalau Aramun adalah Igutu), Palu Angin (di episode 01 part 3, di perlihatkan Tanya kecil memegangnya. Tapi, kemudian tidak terlihat lagi) dan Kanmoreu (kuda Eunseom, Bantu. Tapi, Bantu sudah meninggalkan Eunseom, mari kita lihat, akankah Bantu kembali pada Eunseom atau dia malah akan pergi kepada Saya).
Hampir lupa, Asa Sin adalah penemu / yang pertama kali tiba di Arthdal (baca episode 05 part 3). Dan kemudian, saat dia kabur bersama Risan. 10 tahun kemudian dia mengirim utusannya, Aramun Haesulla yang akhirnya mendirikan Serikat Arthdal (suku-suku bersatu di suatu daerah yang sama). Dan Aramun kemudian di akui menjadi Dewa oleh klan Asa (episode 08 part 2) dan Arthdal. Itulah alasan kenapa klan Asa sangat di hormati, karena mereka adalah yang menemukan Arth, dan juga mampu berkomunikasi dengan Dewa / cenayang).
Dan setelah Aramun hilang / terbang bersama angin (episode 09 part 3 bagian paling akhir, di saat Saya berdoa), kemungkinan besar, mungkin setelah Aramun menghilang, mereka membantai semua keturunan asli Asa Sin (klan Asa) dan yang tertinggal hanyalah keturunan haram dan kemudian mereka melarang ritual klan Asa yang asli (yang muka di hias). Tapi, ini cuma dugaan ku saja sih.
Jadi, di sini, pada sudah paham kan mengenai Asa Sin, Risan dan Aramun? Kalau belum, mari kita diskusikan bersama di kolom komentar 😊
--      --      --      --      --      --      --      --
Selanjutnya..
Aku akan ngerangkum mengenai mimpi, kutukan atau ramalan yang menurut ku cukup penting. Ini yang terkesan bagiku saja ya. Kalau ada yang tertinggal silahkan di ingatkan.
Episode 01
Di zaman manusia turun dari pohon, mereka belajar memakai api dan membuat pisau tajam, menciptakan roda dan mulai meratakan jalan, dan akhirnya belajar menanam benih dan tinggal di satu tempat, tapi mereka tak punya bangsa atau raja. Saram tak punya impian dan belum mencapai puncak piramida alam yang agung. Negeri nenek moyang kita yang jaya. Tempat ini, Arth.
Ragaz : “Aku bermimpi semalam. Kulihat kiamat suku kalian. Kalian akhirnya akan saling membunuh,”
Asa Hon : Tidak. Di hari anakku lahir, Komet Biru muncul di langit. Di Arthdal, diyakini bahwa pembawa bencana dilahirkan di hari itu. Karena itulah Aramun mengutukku, Rottip.
Episode 02
Yeolson : “Namun, tentang ramalan Komet Biru itu : Orang yang merusak cangkang akan muncul saat Komet Biru muncul bersama kematian. Lalu Suku Wahan tak akan sama lagi.
Choseol : “Ramalan Serigala Putih Besar tak bisa dibedakan baik atau buruknya. "Hal besar akan terjadi. Namun, seseorang di antara kalian sudah siap. Jadi, jangan takut." Itulah artinya,”
Choseol : “Kau pasti tahu, Serigala Putih Besar adalah kepala suku pertama kami. Ada mantra yang diturunkan dari Serigala Putih Besar pada kepala suku berikutnya. Tentang tiga hal yang tak boleh kami lakukan. Warga Wahan tak tahu itu. Mendengar larangan membuat mereka mau melakukannya. Karena kau akan pergi, kuberi tahu. Pertama. Pujalah Tebing Hitam Besar, tapi jangan melintasinya. Kau melintasinya. Pelajari kearifan benih, tapi jangan menumbuhkan. Saat orang lain tak terpikirkan hal itu, kau menanam biji ek. Dan hari ini, kau bilang mau menunggangi kuda. Berkomunikasilah dengan hewan, tapi jangan dijinakkan. Itu yang ketiga. Kau tak bisa jadi anggota Suku Wahan. Itu tidak boleh terjadi,”
Tanya : “Mimpi!” teriak Tanya, walau terseret. “Itulah namamu. Karena kau mimpiku, juga mimpi Wahan! Jadi, kembalilah untukku, apa pun yang terjadi.”
Episode 03
Choseol : “Semua spirit akan berhenti bicara. Dan semua makhluk hidup akan kehilangan kehidupannya. Mereka akan kehilangan kehidupannya,”
Kepala Suku Hopi : Di bawah langit dan di Arth, tak ada suku yang lebih unggul atau kalah unggul daripada yang lain. Itu kata-kata Aramun Haesulla, pencipta Serikat Arthdal!”
Pendeta Suku Saenyeok (ramalan Daraburu untuk Tagon) : “Dia (Tagon) akan membunuhmu (Sanung) dan hancurkan hidup banyak orang. Terlebih, dia akan membubarkan Serikat Arthdal. Daraburu telah bersabda. Suku Saenyeok dan suku lain yang mengikuti Saenyeok adalah milikmu untuk dipimpin dan lindungi. Sekalipun tak membunuhmu, dia akan selamanya menjadi usikan. Suku Gunung Putih akan mengetahui kelemahanmu, bagaimanapun caranya.”
Episode 04
Tanya : “Aku, Tanya dari Suku Wahan, mengutuk rakyat kalian. Dinding batu kalian akan roboh, dan rumah kalian akan menjadi reruntuhan,” kutuk Tanya. “Yang pertama menyentuhku akan mati secara brutal,” kutuk Tanya dan membuat Moogwang ketakutan. “Api biru akan melanda lahanmu bak badai mematikan. Mayat kalian, orang tua kalian, dan anak-anak kalian akan membentuk gunung. Darah mereka akan membentuk sungai dan membeku. Lalu mereka yang selamat tak akan bisa menemukan anak-anaknya di antara mayat-mayat. Semua ibu yang selamat akan memakan daging anaknya yang tewas. Saat bulan muncul, anak-anak mereka akan hidup lagi dan memakan daging ibunya sendiri. Serigala Putih Besar. Jangan maafkan aku karena kepunahan Suku Wahan. Dan kumohon… jangan pernah memaafkan orang-orang ini!”
Tanya  pada Moogwang: “Di bawah bulan sabit, ada tangan akan merenggut jantungmu!” kutuk Tanya. (feeling-ku berkata kalau Moogwang akan mati di tangan Neanthal).
Episode 05
Perbincangan Mubaek dan Asa Sakan.
“Konon, Airuju kirim Cheonbuin, tiga benda langit, dan menciptakan dunia ini,” jawab Mubaek.
“Apa tiga benda langit itu?”
“Pedang, lonceng, dan cermin, benar?”
“Benar. Dia juga bilang akan mengirim tiga benda langit itu saat ingin mengakhiri dunia. Pedang untuk membunuh dunia, lonceng untuk bergema di seluruh dunia, dan cermin untuk menerangi dunia. Tiga benda itu akan mengakhiri dunia. Sekitar dua dekade lalu, tiga benda ini muncul bersama di dunia. Dan semalam, lima bintang sejajar di langit. Lalu komet muncul, menabrak bintang terbesar dalam batasan Ungu yang Terlarang,” beritahu Asa Sakan.
“Aku tak mengerti.”
“Semalam, di Arthdal, pasti ada pria yang membunuh ayahnya sendiri. Pria pembunuh ayahnya ini akan melawan benda langit, memastikan dunia tak berakhir. Temukan dan bantu dia. Jika tidak, dunia akan berakhir.”
“Dunia akan berakhir? Apa tepatnya maksudmu?”
“Dunia Saram. Tiga suku jadi Saram karena Klan Asa bisa berkomunikasi pada para dewa. Begitulah peradaban ini dan Serikat kita terbentuk. Jika dunia ini berakhir, kita akan kembali hidup seperti orang biadab di zaman kuno. Pergi cari dia,” perintah Asa Kan.
(disini ada yang sedikit aneh. Di katakan kalau dewa Airuju berkata orang yang membunuh ayahnya sendiri (yang adalah Tagon) yang akan memastikan duniat tidak berakhir. Tapi, dewa Daraburu (suku Saenyeok) menyuruh agar Tagon di bunuh)
Episode 06
Sekitar dua dekade lalu, tiga benda ini muncul bersama di dunia. Apa tiga benda langit itu?
Lonceng untuk bergema di seluruh dunia (Tanya sedang memegang lonceng dan suaranya lonceng itu terus berdentng) ;
Pedang untuk membunuh dunia (Eunseom sedang mengenggam erat pedang/pisau kecilnya dan tatapan matanya siap menyerang) ;
dan Cermin untuk menerangi dunia (Seseorang membuka tirai yang berada di belakang Tanya. Orang itu memiliki wajah sama persis seperti Eunseom. Dia adalah pria yang menemui Tanya. Dia adalah Saya)


No comments:

Post a Comment