Saturday, July 20, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 1 - part 2

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 1 - Part 2
Yifei menjalanin pemeriksaan seluruh tubuh.

Diatas atap. Dokter Kong menghubungin seseorang dan menjelaskan mengenai kondisi Yifei, yaitu tentang halusinasi. Operasi berhasil dengan baik, dan semuanya tidak ada masalah setelah di periksa. Tidak ada masalah apapun, tidak ada alasan, bahkan bagian otak Yinfei sangat bersih.

Namun setelah Dokter Kong menjelaskan semuanya, tampak nya orang yang berada ditelpon tetap tidak mengerti. Sehingga dia pun sedikit terbawa emosi, dan berteriak dalam menjelaskan ulang.
“Maaf. Maaf. Belakangan ini mood saya tidak bagus. Hanya saja sangat tidak mudah untuk menelpon ke Amerika. Jadi saya kehilangan kesabaran,” jelas Dokter Kong, berusaha untuk menjadi lebih tenang. Tapi kemudian telpon tiba- tiba dimatikan.

Dokter Kong duduk diatas atap sampai malam. Dia menelpon orang lain lagi untuk meminta saran dan pendapat. “Saya sudah memeriksa semua informasi … Apa? … Psikometri … Kamu mengatakan setelah operasi memiliki kekuatan super …”
Setelah selesai bertelponan, Dokter Kong pun mematikan hape nya dan berpikir keras. “Ini adalah orang yang memenangkan penghargaan medis Jerman. Diagnosis,” gumamnya, tidak percaya.

Yifei memandangi kedua tangannya sendiri dengan heran. “Jelas- jelas sudah mendengar dan melihat. Itu bukan mimpi, aku jelas- jelas melihatnya. Sebenarnya apa yang terjadi?” pikirnya, bertanya pada diri sendiri.

Yifei kemudian keluar dari dalam kamar. Dan ketika dia berjalan di lorong, lalu dia tidak sengaja bertabrakan bahu dengan seseorang. Yifei mampu mendengar apa yang orang tersebut sedang pikirkan, dia bisa mendengarnya dengan sangat jelas.

Yifei kemudian mencoba menyentuh orang lain yang berpapasan dengannya lagi. Dan dia bisa mendengarkan suara didalam pikiran orang itu juga. Menyadari hal tersebut, Yifei merasa sangat bingung dan heran.
Yifei : “Saat itu, aku yakin aku sudah menjadi monster.”

Ketika Yifei pulang dari sekolah, dan melewati salah satu toko baju. Dia melihat sebuah sarung tangan hitam yang tebal. Dan dia sangat menginginkan sarung tangan tersebut untuk dipakai ditangannya.

15 tahun kemudian
Yifei mengendarai sepeda dengan riang. Ditangannya, dia memakai sarung tangan berwarna coklat yang tebal. Dan para murid yang melihatnya, mereka menyapa dia dan memanggil dia dengan sebutan ‘guru’.

Ketika sebuah mobil hitam besar datang, dan berhenti didepan sekolah. Banyak murid yang berkerumun didekat mobil tersebut, dan memotret- motret orang yang berada didalam mobil hitam tersebut. Dan Yifei hanya diam memperhatikan itu.

Yifei masuk ke dalam ruangan kelas. Dan ada seorang murid perempuan yang datang terlambat. “Yu Simin datang ke kelas hari ini. Benar- benar matahari keluar dari barat,” komentar Yifei, dan para murid tertawa pelan mendengar itu.
Simin mengabaikan komentar itu, dan duduk dengan tenang di tempatnya.

“Apakah kamu tahu akan ada ujian kelompok hari ini? Apakah semuanya sudah latihan dengan baik?” tanya Yifei.
“Guru,” panggil seorang murid yang duduk dibelakang Simin. “Kelompok kami hampir tidak berlatih karena Simin,” adunya.
“Aku sudah bilang jangan pedulikan aku. Kalian latihanlah sendiri,” balas Simin, ketus.

Simin kemudian mengatakan kepada Yifei bahwa karena dia sudah muncul, apakah dia boleh pergi sekarang. Dan dengan tegas, Yifei menjawab tidak. Tapi Simin mengabaikan Yifei dan berjalan keluar dari dalam kelas, dia beralasan bahwa dia harus menerima telpon yang sangat penting.
Dengan terpaksa, Yifei pun hanya bisa membiarkannya saja.

Pelajaran dimulai. Anak- anak berlatih bernyanyi. Sementara Simin masih berada diluar kelas dan bertelponan. Melihat itu, Yifei pun berpikir.
Yifei merebut hape Simin. Dia menjelaskan bahwa karena Simin, maka murid lainnya tidak bisa berlatih dan bahkan tidak bisa mengikuti ujian. Dan dengan ketus Simin mengancam bahwa dia akan putus sekolah saja.

“Boleh. Setidaknya itu tidak akan memengaruhi orang lain lagi. Kapan akan putus sekolah?” kata Yifei langsung setuju. Dan Simin tampak tidak menyangka.
“Sekarang,” jawab Simin.

“Maka hari ini adalah hari terakhir kamu bersekolah. Mari berjabat tangan sebelum berpisah,” kata Yifei, lalu dia menyalamin tangan Simin. Dan dia melihat masa lalu Simin, untuk mengetahui apa yang terjadi.

Simin : “Aku juga ingin sekolah dengan baik. Tidak ingin pergi ke bar setiap hari untuk menghadapi orang- orang itu. Aku sangat takut.”
Simin menangis didalam kamar mandi bar. Dia meratapi nasib nya, karena dia harus selalu menemanin para tertinggi untuk bernyanyi, menari, dan bersenang- senang.
Ketika Yifei melihat semua itu, dia merasa kaget dan tidak menyangka. Simin pun kemudian menepis tangan Yifei dan berjalan pergi.

“Aku tahu kamu sedang bercanda. Aku juga sedang bercanda dengan kamu,” teriak Yifei, menjelaskan. Tapi Simin terus berjalan pergi.

Malam hari. Yifei datang ke bar, dimana Simin berada.
Didalam ruangan pribadi. Simin duduk diam mendengarkan para tertinggi bernyanyi, menari, dan bersenang- senang.

Yifei berkeliling ke sana kemari didalam bar. Mencari Simin.
Seorang pelayan memberikan pakaian indah kepada Han Bing. Dan melihat pakaian tersebut, Han bing menghela nafas.

Didalam mobil. Han Bing berdandan, dan berganti pakaian mengenakan pakaian indah yang diberikan kepadanya barusan. Dia juga mengenakan sebuah jam tangan. Lalu setelah itu, dia masuk kembali ke dalam bar dan menemui si pelayan.

“Cantik,” puji si pelayan, lalu dia memberikan nampan yang berisikan buah- buahan kepada Han Bing. “Hati- hatilah sendiri,” katanya, mengingatkan.

Han Bing menarik nafas untuk memberanikan dirinya. Lalu dia masuk ke dalam ruangan pribadi. Disana dia ikut menari bersama para pertinggi. Dan dia melakukan itu sambil mengarahkan jam tangannya ke arah para pertinggi.

Simin merasa bahwa ada sesuatu yang aneh, jadi dia pun mendekati Han Bing. Dan kemudian dia menyadari bahwa jam tangan yang dipakai oleh Han Bing, itu untuk mengambil foto dan merekam mereka secara diam- diam.

Karena telah ketahuan, maka Han Bing pun dengan segera langsung berlari pergi darisana. Dan para bawahan si petinggi mengejarnya.

Yifei kebingungan mencari dimana Simin berada sebenarnya, jadi saat dia melihat Han Bing, dia pun memanggil dan bertanya kepadanya.
“Apakah kamu ada melihat seorang artis disini? Anggota grup idola, Yu Simin. Apakah dia ada disini? Kamu jangan salah paham, aku adalah guru yang datang untuk menangkapnya kembali,” jelas Yifei, bertanya.
“Aku bukan karyawan disini,” balas Han Bing.

Hang Bing kemudian melihat jam ditangannya, dan lalu dia melihat ke arah para bawahan yang sedang mengejarnya. Lalu ketika dia menyadari bahwa jaket yang dipakai oleh Yifei memiliki kantong, maka dia pun meletakan kartu memori yang ada didalam jam tangan nya ke dalam kantong Yifei.

“Aku Han Bing, seorang reporter dari Stasiun TV Jiangcheng. Mari kita bertemu besok. Siapa nama kamu?” tanya Han Bing.
Salah paham pada Han Bing, maka Yifei pun langsung menolak dan ingin pergi. Tapi Han Bing menahan nya, dan meminta nomor telponnya.

“Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Jadi … ,” kata Han Bing dengan menggoda. Lalu dia tiba- tiba berteriak, karena sedang terburu- buru. “Siapa sebenarnya nama kamu?!” teriaknya.
“Kong … Kong Yifei,” jawab Yifei, kaget.

Han Bing kemudian kembali melihat jam ditangannya, lalu melihat ke arah para bawahan yang semakin dekat ke arahnya. Lalu setelah itu, dia pun langsung berlari pergi. Melihat itu, Yifei merasa heran.

Han Bing masuk ke dalam kamar mandi. Dia menuliskan sesuatu di cermin, menggunakan lipstik merah nya. Tulisnya : Kong Yifei. Sarung tangan. Guru. Kartu memori. Wawancara.

Han Bing : “Aku Han Bing. Sebelum jam 12 malam. Adik ku Han Xue akan muncul tepat waktu seperti di kejar. Ada perjanjian diantara kita. Pertama, jangan saling membenci. Kedua, saling membantu. Tetapi …

Han Bing pingsan. Lalu setelah itu dia tersadar lagi. Dia melepaskan ikatan rambutnya, dan menggeraikan rambutnya. “Selamat datang Han Xue,” katanya, menyambut diri sendiri sambil tersenyum percaya diri.

No comments:

Post a Comment