Thursday, July 25, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 3 - part 1

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 3 - Part 1
Han Bing turun menemui Yifei yang mendekatinya sambil tersenyun. Dengan ketus, dia menanyakan apa yang ingin Yifei lakukan.

“Kalau ada yang salah. Apakah kita bisa minum secangkir teh bersama?” tanya Yifei dengan sangat ramah.
“Aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit,” balas Han Bing, lalu dia masuk kembali ke dalam mobil.
Tanpa bisa melakukan apapun untuk membujuk, Yifei pun membiarkan Han Bing pergi. Tapi ketika dia melihat wajah Pria yang duduk di belakang mobil Han Bing, dia tampak seperti sangat terkejut.

Flash back
Yifei datang ke kantor Han Bing. Disana dia tanpa sengaja bertabrakan bahu dengan Pria tersebut, dan karena kemampuannya, dia pun mendengar pikiran pria tersebut. Ntah apa yang Pria tersebut pikirkan, tapi Yifei tampak terkejut, namun Yifei tidak melakukan apapun karena Pria tersebut telah berjalan pergi dengan cepat.
Flash back end
Didalam mobil. Pria tersebut mengarahkan Han Bing untuk pergi ke rumah sakit di dekat sana yang sering dikunjunginnya. Dan Han Bing pun mengikuti arahan Pria tersebut, tapi kemudian dia merasa heran, karena di sekitar jalan yang dilaluinya, dia tidak ada melihat rumah sakit dan jalan disana sangat sepi.

Secara diam- diam Pria tersebut mengambil jarum suntik yang berada disaku nya. “Apakah kamu adalah reporter Han Bing Ji?” tanyanya. Dan Han Bing membenarkan. “Beberapa hari yang lalu di Nestor, apakah kamu melihat pembunuhnya?” tanyanya lagi dengan sikap yang tampak aneh.

Merasa ada sesuatu yang tidak benar, Han Bing pun menghentikan mobilnya dengan perlahan. Dia teringat kembali akan perkataan Xiao Shen mengenai dirinya yang menjadi saksi mata kasus pembunuhan di Nestor.
Han Bing secara perlahan berniat untuk melepaskan sabuk pengaman yang dipakainya. Namun ketika dia memencet tombol sabuk pengaman, tombol itu berbunyi. Sehingga Pria tersebut mendengar.

Dengan cepat Pria tersebut langsung mengarahkan jarum yang telah di persiapkannya kepada Han Bing. Tapi untungnya, Han Bing berhasil menahan tangan Pria tersebut, sehingga jarum itu tidak mengenainya.
Yifei datang. Dia mengedor pintu mobil Han Bing dan memintanya untuk membuka pintu. Dan dengan sekuat tenaga, Han Bing pun mendorong Pria tersebut untuk menjauh, lalu dia membuka pintu mobilnya.

Namun ketika Han Bing membuka pintu mobil, Pria tersebut langsung berlari dan kabur dari sana. “Cepat! Pelaku pembunuhan di Nestor! Cepat!” teriak Han Bing dengan panik. Dan mendengar itu, Yifei pun segera berlari mengejar Pria tersebut.

“Berhenti!” teriak Yifei. Dia mengejar Pria tersebut melalui jalur cepat yang berbeda, dan dia pun berhasil menangkap Pria tersebut.


Namun ketika Yifei memegang tangan Pria tersebut, dan melihat masa kelam Pria tersebut. Dia merasa terkejut hingga tidak bisa bereaksi, sehingga karena itu Pria tersebut pun berhasil lepas dan melarikan diri darinya.
Yifei kembali ke tempat Han Bing. Dengan perhatian, dia menanyakan apakah Han Bing baik2 saja serta apakah Han Bing ada terluka. Dan dengan lemas, Han Bing bertanya apakah Pria tersebut berhasil kabur.
“Aku akan melapor ke polisi,” kata Yifei, menenangkan.

Han Bing memberitahukan kepada Yifei tentang apa yang barusan Pria tersebut tanyakan kepadanya didalam mobil. Dan Yifei menebak bahwa itu karena Han Bing adalah satu-satunya saksi mata pada pembunuhan di Nestor.

Yifei kemudian memperhatikan sekeliling tempat dimana mereka berada, dan dia berhasil menemukan sebuah kamera pengintai disana. Lalu setelah itu, Yifei juga menemukan botol kecil yang dijatuhkan oleh Pria tersebut didekat mobil.

“Sepertinya ini pernah diisi potassium cyanide,” jelas Yifei, ketika dia mencium isi botol kecil yang ditemukannya itu.
“Bagaimana kamu bisa tahu?” tanya Han Bing.

“Aku pernah kuliah jurusan kedokteran. Jadi aku tahu tentang ini. Wanita itu juga mati karena keracunan potassium cyanide,” jelas Yifei.
“Kalau begitu ini adalah barang bukti. Kenapa kamu bisa menggunakan tangan kamu memegangnya?” balas Han Bing memberikan tissue. Dan Yifei meminta maaf.


Gao Sheng dan para polisi datang ke tempat kejadian. Gao Sheng menanyakan, kenapa Han Bing membiarkan pelaku naik ke dalam mobil. Dan Han Bing menjawab bahwa dia tidak tahu kalau Pria itu adalah pelakunya.
“Bukankah kamu pernah bertemu dengannya di bar Nestor?” tanya Gao Sheng, heran.
Melihat Han Bing tidak bisa menjawab, maka Yifei pun membantunya. “Dia telah menabrak orang, pasti dia sangat gelisah.”
Gao Sheng lalu menanyakan, apakah Han Bing membutuhkan perlindungan sebagai seorang saksi. Dan Han Bing menjawab tidak perlu.

Gao Sheng kemudian mendapatkan telpon, dan dia mengangkatnya. Sesudah itu, dia memberitahu Han Bing bahwa dia perlu membawa mobil Han Bing ke depatermen untuk di identifikasi terlebih dahulu.
“Kalau begitu, aku akan mengantarnya pulang dulu,” kata Yifei, menawarkan diri. Dan Gao Sheng pun mempercayakan Han Bing kepadanya.

“Didalam rekaman kamera mungkin tidak ada wajah dari pria ini. Dari awal dia sudah merencanakan untuk datang ke sini. Dia pasti sudah sangat mengerti dengan daerah dan lingkungan disini,” kata Han Bing, menjelaskan pendapatnya, sebelum Gao Sheng pergi meninggalkan mereka.
“Dia sudah tahu. Sekarang coba pikirkan, tadi pada saat pria itu kabur, dia sangat mengenal daerah dan lingkungan disini,” kata Yifei, menambahkan.
Han Bing kemudian memberitahu bahwa dalam perjalanan ke tempat ini sebelumnya, didekat jalan yang ada angka 10, disana mereka sempat berhenti cukup lama karena lampu merah, jadi Gao Sheng bisa memeriksa CCTV yang ada disana.
Mendengar itu, Gao Sheng pun mengiyakan. Lalu dia pergi.

Yifei mengantar Han Bing menggunakan mobilnya.
“Tangan pria itu sangat kasar. Dan juga jarinya sudah terbelah,” kata Han Bing, mengingat kembali kejadian barusan.

“Han Bing, keberanian mu sangat besar. Jika aku adalah kamu, aku pasti sudah pingsan. Keberanianku lebih kecil,” balas Yifei, memuji sambil tersenyum kepada Hang Bing. “Jangan memaksa untuk menahan,” jelasnya, kemudian.

Han Bing tidak mengerti, menahan apa. Dan Yifei pun menghentikan mobilnya. Yifei meminta Han Bing untuk menunggunya sebentar, lalu dia keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam minimarket.
Han Bing kemudian memperhatikan luka ditangannya. Dan dia tampak bertanya- tanya kepada diri sendiri, apakah mungkin Yifei menyadari itu.

Yifei kembali ke dalam mobil. Dia memberikan obat yang telah dibelinya kepada Han Bing. Dan Han Bing menjelaskan bahwa sebenarnya Yifei tidak perlu begini. Dengan santai, Yifei pun membalas bahwa Han Bing tidak perlu sungkan untuk mengucapkan terima kasih kepadanya.

“Baik. Kamu adalah orang yang menyelematkan nyawa ku,” kata Han Bing sambil tersenyum kecil. Dia tampak mulai lebih santai berada didekat Yifei.
“Kalau begitu masalah video hari itu, kita sudah impas ya,” balas Yifei.
“Kamu memang seorang aktivis yang beruntung,” balas Han Bing, setuju.

Yifei duduk didekat jendela apatermennya sambil meminum sekaleng bir. Dia mengingat kembali kejadian saat Han Bing menyentuh tangannya, dan kejadian saat dia menyentuh tangan Han Bing.
“Sebenarnya kenapa? Kenapa ditubuh dia, aku tidak bisa melihat apapun,” pikir Yifei sambil tersenyum senang.

No comments:

Post a Comment