Thursday, July 25, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 23-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 23-2
Images by : Hunan TV

Gao Jie tiba di panti jompo dan langsung memeluk ibunya penuh kelegaan. Saat dia bertanya kemana Pan Yue dari tadi, Pan Yue hanya menjawab : ‘Bulu’ sambil menunjukkan bulu di tangannya. Zi Yun juga berkata kalau dia menemukan Pan Yue sedang dalam perjalanan pulang ke panti jompo sambil memegang bulu itu dengan senang. Pan Yue bahkan tidak membiarkannya untuk menyentuh bulu itu sama sekali.

Gao Jie kemudian menegur Pan Yue untuk tidak lagi kabur lain kali, karena itu me mbuatnya khawatir. Pan Yue mengerti dan berjanji tidak akan pergi tanpa memberitahu lagi.
“Hanya ada kita sekarang,” ujar Gao Jie.
“Aiyo, jangan terlalu sentimental. Kau masih memilikiku,” ujar Zi Yun. “Dia sepupuku (Pan Yue). Dan kau adalah orang yang telah ku besarkan sejak kau masih kecil, seperti putriku sendiri. Jangan khawatir. Selama aku di sini, aku akan menjaga kalian berdua dengan baik. Aku tidak akan membiarkan orang lain mengganggu kalian,” ujar Zi Yun.
Gao Jie tersenyum mendengar apa yang Zi Yun katakan. Gao Jie kemudian bertanya kepada Pan Yue, kenapa Pan Yue mencari bulu-bulu itu?

Tiba-tiba, Pan Yue memenjamkan matanya seolah mengingat masa lalu.
“Ini adalah bulu angsa, dapat di gunakan untuk menggantikan bulu burung pekakak,” jawab Pan Yue. 

Gao Jie dan Zi Yun terkejut. Gao Jie bahkan langsung bertanya apakah ibunya mengingat sesuatu? Pan Yue menggelengkan kepala dan tidak menjawab apapun. Dia hanya menatap bulu angsa itu lagi dan berujar kalau bulu itu sangat cantik. Mereka jelas heran, karena untuk beberapa saat tadi, Pan Yue bicara seolah sudah waras.
“Apakah Gao Hai yang membawa ibu ke dokter benar-benar bermanfaat baginya?” tanya Gao Jie dalam hati.
--
Yu Zhi di rumah dan menunggu Gao Jie. Tidak lama, dia menerima pesan dari Gao Jie yang memberitahu kalau dia hari ini akan menjaga ibunya dan tidak pulang ke rumah. Yu Zhi langsung sedih. Dia juga bergumam kalau mungkin ini yang di rasakan seorang suami ketika istri-nya tidak pulang ke rumah.
--

Esok hari,
Gao Hui membawa Yu Zhi ke toko Rui Hua Ding Zhi bersama dengan Pin Zhen. Yu Zhi langsung bertanya tujuan Gao Hui kemari. Dengan tenang, Gao Hui berkata kalau anak zaman sekarang ini suka hal-hal bergaya tradisional. Dan dept. kustom mempunyai banyak perhiasan buatan tangan dan juga bangunannya masih bangunan lama. Jadi, ini bagus untuk lokasi pemotretan mereka.
“Kau lihat sendiri kan. Kita memiliki banyak barang dan tempat ini sangat kecil. Kita bisa mencari tempat lain selain di sini,” ajak Yu Zhi.
“Aku sudah bertanya dan ternyata awal mula Rui Hua berasal dari sini. Kita juga dapat mempromosikan latar belakang dan transisi sejarah Rui Hua,” alasan Gao Hui, padahal tujuan utamanya adalah mengganggu Gao Jie.
Yu Zhi itu tidak bodoh. Mana mungkin Gao Hui yang tidak pernah tertarik dengan dept. kustom tiba-tiba menjadi tertarik dengan dept. kustom dan bahkan menggunakan alasan sejarah pula. Gao Hui tetap bersikeras, lagipula semua orang sudah berkumpul di sini termasuk para kru. Mereka tidak bisa membatalkan semuanya.
Gao Hui bahkan langsung melenggang masuk ke dalam toko dan menyuruh Pin Zhen untuk mengangkut tas pakaian dan tas make-up nya. sebelum Pin Zhen mengikuti Gao Hui yang sudah masuk duluan ke dalam, Yu Zhi menahannya dan bertanya apakah Gao Jie sudah menelpon Pin Zhen? Karena kemarin malam  Gao Jie tidak pulang.
“Dia lari dari rumah? Baguslah,” senang Pin Zhen. “Melihatmu dan Gao Hui bersama setiap hari, aku tidak heran kalau Gao Jie jadi kesal.”
“Ayolah. Sebenarnya semua ini hanyalah salah paham,” bujuk Yu Zhi dan bahkan langsung membantu Pin Zhen untuk membawakan barang Gao Hui. “Semua tidak seperti yang kau pikirkan. Jika kau mau membujuknya (Gao Jie), maka ketika evaluasi akhir tahun, kita bisa berdiskusi.”
Pin Zhen dengan mudahnya langsung setuju untuk membantu.
--
Para kru mulai menyusun alat-alat untuk pemotretan di depan toko Rui Hua Ding Zhi. Dan Gao Hui muka tebal tidak tahu malu, langsung dengan erat menggandeng tangan Yu Zhi, walaupun Yu Zhi menunjukkan raut wajah kesal padanya.

Para guru dan Pin Zhen yang melihatnya saja tidak suka. Gao Jie juga yang ada di sana, juga tidak menyukai hal itu. Yu Zhi juga merasa tidak suka dan terus menatap Gao Jie. Hanya Gao Hui yang sombong, yang menikmati semua itu, terlena dengan khayalannya menjadi pacar Yu Zhi (ampun, hahhaha, kesal bgt aku sama Gao Hui. Hhahahha). Eh, pas pula dia melihat Gao Jie (atau memang sudah mengintainya?) dan langsung menyuruh Gao Jie membantu kru pemotretan untuk memegang papan reflektor.

Gao Jie langsung melotot padanya. Tapi, Gao Hui memanfaatkan posisi jabatannya yang lebih tinggi dari Gao Jie dan menegur sikap Gao Jie.
“Ketua mengatakan datang ke dept. kustom adalah untuk mempromosikan sejarah Rui Hua. Kalau kalian orang-orang dari dept. kustom tidak mau bekerja sama, siapa lagi yang mau?” ujar Gao Hui. Dia kemudian melihat ke para guru, “Bisakah kalian para guru tua, tolong pegang papan reflektor untuk kami? Terimakasih.”
Wah, cari masalah si Gao Hui. Para guru juga tambah tidak menyukainya. Mau tidak mau, Gao Jie akhirnya mau membantu memegang papan reflektor. Yu Zhi jelas tidak menyukai Gao Hui yang membully pacarnya. (Memalukan kau Gao Hui, kalau sempat kau tahu siapa Gao Jie sebenarnya. Dan siapa ibumu sebenarnya, yang tidak lain hanyalah pencuri desain ibu Gao Jie, Pan Yue. Kau pasti akan sangat sangat sangat malu).
Gao Jie benar-benar menahan amarah dan harga dirinya untuk menerima bully-an Gao Hui. Yu Zhi melotot pada Gao Hui, menahan emosinya. Andai saja Gao Jie setuju untuk mempublikasikan hubungan mereka, Yu Zhi pasti akan melakukannya saat itu juga.
Tidak cukup menyuruh Gao Jie memegang papan reflektor, Gao Hui juga meminta Gao Jie memperbaiki arah cahaya dari papan lampu besar. Beberapa orang yang ada di sana, bahkan langsung bergunjing, karena tega banget membiarkan seorang wanita membawa barang seberat itu?
Yu Zhi tidak tahan lagi dan membantu Gao Jie memperbaiki papan lampu cahaya. Gao Hui yang melihatnya langsung cemberut. Sementara Gao Jie benar-benar marah.
tn. Lin langsung bergosip dengan tn. Zheng dan tn. Cai. Padahal sebelumnya Yu Zhi sepertinya tertarik pada Gao Jie, kenapa sekarang malah bersama gadis lain? tn Zheng dengan tenang menjawab : “Yang asli tidak pernah bisa di palsukan. Yang palsu tidak pernah nyata.”
--
Gao Jie membereskan barang-barang syuting yang ada di depan toko. Para guru langsung menghampirinya dan dapat merasakan kalau Gao Jie pasti merasa tidak nyaman di dalam hatinya. Gao Jie berbohong kalau dia tidak apa-apa. Para guru tentu tidak percaya.

Sementara di dalam toko, Gao Hui dan Yu Zhi sedang memperkenalkan mengenai departemen kustominasi. Saat reporter meminta Gao Hui untuk membicarakan mengenai rinci cara pembuatan perhiasan tradisional Cina, Gao Hui malah menjawab ngelantur. Mengenai sekarang mereka lebih berfokus pada perkembangan zaman dan membuat perhiasan yang lebih rumit. Sementara perhiasan yang di buat dept. kustom hanya untuk pajangan.
Gao Jie yang kebetulan masuk dan mendengar jawaban Gao Hui, langsung ikut nimbrung. Dia berkata kepada reporter kalau generasi muda sekarang juga banyak yang tertarik dengan gaya tradisional Cina. Bahkan di kalangan orang asing, gaya Cina menjadi trendi. Gao Jie bahkan memanfaatkan moment itu untuk mempromosikan dept. kustom dan metode pengerjaan mereka. Yu Zhi tersenyum bangga padanya.
Yah, dan hanya Gao Hui yang tidak suka. Dan seperti yang di duga, Yu Zhi jelas memihak Gao Jie. Reporter juga semakin tertarik pada Rui Hua terutama dept. kustom.
--
Pemotretan telah selesai. Dan Gao Hui langsung pulang ke rumah. Melihat ekspresi bahagia Gao Hui, ny. Wu bisa menebak kalau Gao Hui  berhasil mendapatkan ‘rubah kecil’ Rui Hua.
“Rubah kecil apa? Dia adalah menantu masa depan (ngareppp) mama,” balas Gao Hui.
Ny. Wu langsung mengingatkan Gao Hui untuk tidak berkata begitu kalau diluar.
“Ma, apa yang mama katakan benar. Jika ingin menginginkan pria yang mematuhi-mu, yang paling penting adalah memahami apa yang di inginkannya. Yu Zhi sangat menghargai karir-nya, jadi aku menggunakan karir untuk mempertahankannya. Membuat dia tidak bisa meninggalkanku. Dengan cara ini, cepat atau lambat dia akan menjadi milikku.”
“Bagus. Kau mewarisi gaya mama.”
Baru juga di omongin, dia mendapat pesan dan langsung pergi ke kamar dengan senang karena ingin berganti pakaian dan memperbaiki make-up. Ny. Wu langsung bertanya ada apa? Gao Hui menjawab : “Mau pergi kencan.”
--
Gao Jie masih memikirkan pertanyaan Ketua waktu itu, mengenai grup kustom yang akan di bubarkan, dan dia harus memilih ingin ke dept. inlay atau emas. Para guru yang melihat Gao Jie murung, jadi khawatir. Mereka kemudian memberitahu Gao Jie kalau reporter tadi ada yang ingin membeli perhiasan mereka, tapi mereka tidak bisa menjualnya karena perusahaan melarang untuk di jual dan hanya sebagai koleksi.
Sebenarnya mereka merasa sedih juga karena selama ini bekerja membuat perhiasan, tapi sekarang malah dilarang untuk di jual dan hanya akan di jadikan koleksi.
“Kita harus memikirkan cara untuk meneruskan pengetahuan dari grup kustominasi,” ujar Gao Jie. “Pelanggan dan wartawan sangat menyukainya. Itu menunjukkan bahwa benda ini memiliki nilai. Ketika produk yang luar biasa tersebut tidak dapat menemukan cara untuk memasuki pasar, maka grup kustominasi tidak akan dapat berkembang.”
“Tetapi grup kustominasi kita hanya ada untuk pelanggan yang ingin memperbaiki atau memesan potongan kustom. Desain kami telah di ambil oleh perusahaan untuk di produksi secara massal dalam rencana semacam ini,” ujar tn. Zheng.
“Selama kita bisa hadir dalam perayaan ulang tahun Rui Hua, akan ada peluang untuk membuka pasar. Selama pelanggan setuju, perusahaan akan berinvestasi dan memasarkannya,” bujuk Gao Jie. “Bagaimana?”
Para guru tidak menjawab dan malah berjalan masuk ke dalam toko. Gao Jie jadinya hanya bisa menghela nafas dalam.
--

Gao Hui berdandan cantik dan tiba di bar untuk bertemu dengan Yu Zhi. Tapi, di sana dia malah melihat Yu Zhi yang sedang bersama seorang wanita dan seorang pria sambil minum dan main kartu. Gao Hui jelas kesal dan marah karena awalnya dia ngira kan akan kencan dengan Yu Zhi, tapi kenapa Yu Zhi malah bertingkah seperti pria brengs** sekarang.
“Yu Zhi, kau memanggilku ke sini untuk mengucapkan sampai jumpa kah?”
“Kok kau bicara begitu. Aku tahu kau bekerja keras pada siang hari dan hanya ingin memberi penghargaan padamu. Oh ya, benar. Aku harus bersulang untuk mengucapkan termakasih karena telah bermitra denganku dalam karir kita bersama.”

Kekekeke, Gao Hui langsung berkata kalau sepertinya Yu Zhi merasa sangat sulit berpura-pura untuk menjadi pasangan dengannya padahal semua adalah demi karir Yu Zhi. Yu Zhi membalas kalau tidak ada yang sulit dengan berpura-pura mejadi pasangan dengan wanita cantik.
“Kita berdua kan orang yang sama-sama menghargai karir kita. Untuk karir, aku bahkan bisa memiliki wanita cantik di sisiku. Betapa bahagianya aku,” ujar Yu Zhi.
“Jadi, kau hanya bermain?”
“Nn. Gao, kita sudah dewasa. Kita kan hanya berpura-pura menjadi pasangan. Kau tidak harus seserius itu.”
Gao Hui berusaha mempertahankan harga dirinya dan berkata kalau dia juga hanya bercana dan malah mengira kalau Yu Zhi yang berpikir dia serius. Tenang saja, dia hanya berpura-pura juga dengan Yu Zhi. Usai mengatakan semua itu, Gao Hui langsung pergi.
Setelah Gao Hui pergi, Yu Zhi baru bersikap normal. Dengan tenang, dia berkata kepada mereka kalau dia adalah pria yang sudah punya pacar. Dan langsung pulang ke rumah.
--

Begitu sampai di rumah, Yu Zhi masuk ke dalam kamar Gao Jie dan melihat wajah Gao Jie yang sudah tertidur.  Puas melihat, Yu Zhi langsung keluar kamar. Mendengar suara pintu yang sudah tertutup, Gao Jie membuka matanya.

-Bersambung-


No comments:

Post a Comment